Snow White and The Huntsman : Dari Dongeng jadi Film Perang


Snow White versi perang. (Gambar diambil dari situs imdb)
Snow White (Kristen Stewart) tumbuh menjadi cewek paling cantik di dunia. Hal ini bikin Ratu Ravenna (Charlize Theron), ibu tiri Snow White ketar-ketir. Soalnya selama puluhan tahun belum ada yang mengalahkan kecantikannya. Dengan kecantikannya itu ia sukses menumbangkan banyak kerajaan besar, termasuk kerajaan Magnus, ayah dari Snow White.
Ratu Ravenna berniat membunuh Snow White dan mengambil jantungnya. Snow White pun kabur dari istana, lalu terdampar di Dark Forest. Dengan sangat marah, Ratu Ravenna mengutus seorang pemburu, The Huntsman (Chris Hemsworth) untuk mengejar sang putri.
Yang mengejutkan saat sang pemburu menemukannya, ia pun berbalik menentang sang Ratu dan mengantar Snow White untuk menemui kerabat ayahnya yang masih hidup, bangsawan Hammond. Snow White ketemu dengan sahabat masa kecilnya, William (Sam Claflin). Bersama The Huntsman dan William beserta rakyat yang memihak padanya, Snow White nekad memimpin pasukan untuk menyerbu istana.

(+)
Film Snow White and The Huntsman menyorot sisi heroik dari seorang Putri. Kisahnya jauh banget lho dari karakter lemah lembut si Putri Salju seperti yang sering kita dengar dalam kisah dongeng. Film ini dibikin kolosal berlatar perang, lebih suram dan menantang. Tapi tetap ada peri, kurcaci, dan cermin ajaib. Gak ketinggalan juga kostum, properti, lokasi, musik dan pengambilan gambarnya diperhitungkan maksimal. Kostum-kostum yang dikenakan Ratu Raveena sungguh keren, serta aksesorisnya. Kostum perang yang dipakai pengawal istana juga gak kalah oke. Snow White sendiri juga punya pakaian putri dan baju besi yang tampak cool dipakai Kristen Stewart. Kapan lagi kan fairy tale diubah menjadi film perang seperti ini? Keren dan seru.


(-)
Di film yang berbudget gede ini, sayang sekali akting Kristen Stewart belum sempurna. Sepertinya dia belum bisa melepas image Bella Swan di film Twilight Saga. Saya gak bisa ngebedain ekspresi emosi Snow White di saat susah, marah, dendam, senang dan sebagainya. Padahal seharusnya sebuah film perang bukankah bintangnya harus ekspresif agar tak tenggelam dengan banyaknya figuran di film itu?


Fun Parts
  • Ada 2 dimensi yang ditampilkan di Snow White and The Huntsman: dimensi perang dan dimensi dongeng.
  • Snow White and the Huntsman mengambil ide kisah putri salju yang mampu terlepas dari nuansa romantika cinta. Penonton gak bakal terjebak dalam indahnya cinta di sini.
  • Snow White and the Huntsman begitu apik menyulap sebuah dongeng menjadi film kolosal perang
  • Snow white and The Huntsman. Bisa banget lho dikaji lewat sisi feminis.
  • Snow White and The Huntsman mengambil sisi tegar dan kuat dari sang putri salju. Bukan kelemahan dari seorang wanita.
  • Layaknya fairy tale, film Snow White and the Huntsman juga menonjolkan kostum dan pilihan gambar yang menarik
  • Mungkin sayangnya, pemerannya kurang mampu memainkan emosi dari karakter yang dia pegang.
  • Harusnya kita mendapatkan sisi manis, lembut, sedih, marah dan dendam sekaligus dari si Snow White. Tapi kali ini begitu flat.
  • Tapi dia cukup menguasai muka tak berdosa dan jiwa keras kepala dari sang putri raja.
  • Kelemahan-kelemahan itu untungnya dapat tertutupi oleh setting lokasi dan kejadian serta musik dan efek yang mendukung.
  •  Saya suka penempatan posisi apel di film ini. Manis, punya kisah sendiri tapi racun pada akhirnya.

***Tulisan ini pernah diterbitkan di majalah Wonder Teen 2012.

0 komentar: