In Movie Land

Perahu Kertas 2: Hati yang Dipilih

Perahu Kertas yang kedua. (sumber poster dari sini)
"Kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar" -PerahuKertas


Film Perahu Kertas part 2 dirasa lebih kompleks. Ada banyak tokoh yang ditonjolkan dan ada sekian plot yang emosinya naik-turun. Sayang sekali film ini gak semegah sangkaan pembaca novelnya. Kurang greget aja.

Film ini melanjutkan kisah cinta Kugy dan Keenan yang terpisah. Setelah sekian tahun tidak bertemu, mereka dipertemukan di pernikahan 2 sahabat mereka. Sejak pertemuan itu, Keenan dan Kugy dekat lagi. Tapi kedekatan mereka kali ini terasa berbeda karena masing-masing telah memilih hati yang lain.


Sekuel Perahu Kertas ini membebaskan penonton untuk menangkap pemaknaan anatara cinta yang dipilih atau memilih. Kegalauan Kugy dan Keenan dengan keberadaan sosok Remi dan Luhde mendapat porsi utama di film kedua ini. Alurnya mulai stabil dibanding film pertamanya yang terasa begitu cepat. Endingnya tidak begitu mengecewakan lantaran kesetiaan film ini terhadap novelnya mampu dieksekusi dengan baik.


Turn On
Film ini kaya dengan kata-kata motivasi. Dialognya begitu bermakna sehingga mampu mempertahankan keelokan kisah di film ini. Salah satu untaian menarik di sini adalah ucapan Pak Wayan bahwa hati itu dipilih, bukan memilih.


Turn Off
Keseluruhan kisah Perahu Kertas menggambarkan 3 fase kehidupan Kugy dan Keenan: fase remaja (kuliah), fase dewasa (kerja) dan fase rumah tanggs (menikah). Tapi tidak ada yang mencirikan ketiga fase itu secara fisik. Karakter tidak berubah meski emosi mereka diusahakan dengan baik, make up dan penampilan terasa sedikit terlupakan di tengah detail setting yang sangat diperhatikan.

Meskipun pendalaman karakter yang seharusnya lebih dewasa di film musim kedua, film ini memanjakan kita dengan settingnya. Keindahan pantai, sekolah pasukan Alit, keelokan budaya Bali begitu kental di sini. Setidaknya rasa kecewa dengan kisah cinta Kugy dan Keenan bisa terbayar. Visualisasi film ini secara keseluruhan bisa menghibur ketimbang permainan emosi karakter di dalamnya.

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment