In Journey Land

Trip Sewarna Pantai Sawarna (Part 2): Dari Pantai ke Pantai

Kami berharap hari menjadi cerah. Walaupun lelah di perjalanan, tidak mengurungkan niat kami untuk bermain-main di pantai. Bahkan gerimis yang mulai turun sekalipun tidak menghambat kami. Kami siap sedia denagn payung gede dan jaket antiair. Sebelumnya, kami mampir dulu di sebuah warung untuk makan siang.






Untuk mencapai pantai Sawarna, kami harus melewati sebuah jembatan gantung-goyang yang di bawahnya kali lebar dan deras. Kuakui setelah melewati jembatan itu, saya merasa jetlag alias pusing dan bumi terasa berombak.



Kami mengikuti jalan setapak menuju Pantai Sawarna. Cuaca masih mendung, sehingga pasirnya sedikit basah. Kami melihat air laut pasang dan ombak yang besar-besar. Pantai itu dipenuhi oleh banyak pelancong yang berlibur juga. Tommy dan Kenny langsung nyebur ke lautnya. Maklumlah, 2 orang itu terbilang jarang mantai, sehingga begitu dilepas, girangnya gila-gilaan. Sementara itu Junisatya asyik bermain pasir. Saya sendiri hanya sebentar mencicipi air lautnya karena mulai kedinginan.








Kami menghabiskan waktu duduk-duduk menikmati buasnya ombak Sawarna. Ombak pantai selatan pulau Jawa memang terkenal besar dan sering dijadikan lahan surfing. Namun, karena cuaca kurang cerah, surfing dilarang hari itu. Tapi itu tidak mengurangi keasyikan kami menikmati laut.


 


Usai menikmati pantai Sawarna, kami memutuskan jalan menyusuri pantainya ke tempat yang berkarang, pantai Ciantir. Saya melihat banyak kepiting kecil-kecil yang di sela-sela batu karang. Di sini airnya terlihat bersih. Batu karangnya terbilang datar sehingga kami bisa berjalan dari karang ke karang. Jika air laut sedang surut, mungkin karang ini pun kering. Banyak kerikil-kerikil di sekitarnya. Seperti biasa kalau mantai, saya akan memulung karang-karang atau cangkang kerang yang sekiranya menarik hati.










Related Articles

4 komentar:

  1. setiap kali liat foto2 Sawarna, selalu ketawa sambil mikir...ini ke pantai kok kostumnya kaya lagi naik gunung? hahahahaha... nice post! semoga lain kali bisa ke Sawarna tanpa perlu hujan2an :D

    ReplyDelete
  2. Makasi ririn...kostum kita keren kok. ahaaha
    Lain kaliii??? entah kapan. Buat ke sini aja kita kudu menempuh perjalanan panjang. hahahah.

    ReplyDelete
  3. wah...jalan2 terus nih... asiknyaa... :)

    ReplyDelete
  4. Wah ada ka Kiki mampir. Ternyata Ka kiki ngeblog juga yaahh...
    Ini perjalanan kami libur tahun baru kemarin ka. Heheheh

    ReplyDelete