Catatan Tercecer dari Pulau Pari: Keheningan Pantai Pasir Perawan

Pertama kali ke Pulau Pari, kesan pertama adalah panas. Ya, iyalah, ini kan pantai dan masih kawasan utara Jakarta pula. Hawanya sungguh menyengat. Krim sunblock aja bisa luntur karena keringat luar biasa deras.

Tapi, Pulau Pari memang pas dijadikan tempat pembuangan stres, lelah, jenuh. Liburan weekend cukup kok, nggak jauh, nggak mahal, nggak menghabiskan waktu banyak.

Ada apa di Pulau Pari? Saat turun kapal, nuansanya tenang. Dermaganya termasuk dermaga yang adem. Lalu, berjalan lebih jauh, ada kampung buatan yang tertata rapi di sana. Homestay berjajar dan tinggal pilih. Sebenarnya di pulau lain di Kepulauan Seribu juga nggak jauh berbeda suasananya. Tapi menurutku, pulau ini lumayan bersih dan nggak crowded. Di antara pulau-pulau yang ramai, mungkin pulau ini masih terbilang bersih. Maklum, orang lebih banyak mengunjungi Pulau Tidung atau Pulau Pramuka.

Pesona Pulau Pari adalah Pantai Pasir Perawan. Seperti namanya, pantai ini tampak masih perawan, seperti tak banyak terjamah. Pasirnya putih bersih, sejauh mata memandanng, pantai ini terlihat fresh dan mem-fresh-kan otak. Ada payung-payung untuk berteduh dan bersantai. Pantai Pasir Perawan menjadi keren karena (lagi-lagi) tenang. Buatku, Pantai Pasir Perawan itu ajaib. Ada angin tapi nggak berisik. Ada banyak orang tapi nggak hiruk. Ramai tapi nggak desak-desakkan juga. Sampah juga begitu minim ditemukan. Andaikan ada bola voli pantai, mungkin aku akan bermain voli di sana. Pasirnya tebal empuk, enak buat lari-larian dan guling-gulingan.



Tempat itu tidak benar-benar pantai yang ada ombaknya, tapi lebih mirip danau berwarna hijau kebiruan. Pantai itu dkelilingi mangrove yang menahan ombak. Bedanya dengan danau, airnya sangat jernih. Ada perahu juga yang bisa ditumpangi untuk berdayung dan berfoto di pohon-pohon bakau di tengahnya. 

Malam-malam di sana juga suasananya sama. Pantai itu dijadikan tempat pesta barbeque. Saking tenangnya air laut, kita sampai lupa, lho, kalau itu adalah pantai. Yang terlihat hanya pasir, pemandangan ke arah lautnya gelap. Cuma ada angin yang berbisik. Makanya, enak kali, ya, kalau malam-malam sambil barbeque-an ada kembang api di langit. Pasti suasananya lebih hidup.

Pagi hari di Pantai Pasir Perawan berubah menjadi tempat yang romantis. Sejuk, hening, membuat pikiran jernih, pas untuk mengambil posisi bengong. Jangan salah, bengong itu nikmat, lho. Banyak yang berenang di sana. Airnya nggak terlalu dingin. Sejuknya embun juga terasa sekali, terutama saat kita memperhatikan tetesannya pada dedaunan mangrove. Harmonis. Pemandangan sunrise jadi sempurna pagi itu di Pantai Pasir Perawan. 

Itulah yang ditawarkan Pulau Pari. Selebihnya, trip yang mencakup snorkeling dan boat adventure tampak sama dengan trip ke pulau lain. Dengan adanya Pantai Pasir Perawan, Pulau Pari terlihat menarik. Meski langit nggak terlalu membiru (maklum, masih kawasan Jakarta dan sekitarnya), tempat ini cocok banget buat orang yang mencari ketenangan, mencari inspirasi untuk menulis. Pantai Pasir Perawan yang hening menyimpan banyak cerita untuk pengunjungnya lewat bisikan angin dan pasirnya yang begitu halus.




0 komentar: