Trip to Pari Island (III) : Barbeque di Kala Ngantuk Melanda

Kami melewatkan pemandangan sunset pada Sabtu senja di Pulau Pari. Keenakan menikmati sore di dermaga membuat kami tidak punya daya untuk berpindah tempat ke arah barat. Alhasil kami kembali ke homestay dan mengantre untuk mandi.

Karena kamar mandi cuma 2, kami harus mampu bersabar. Apalagi melihat ulah Kiki, teman ajaib Ipin yang selalu menjadi bulan-bulanan rombongan kecil ini. Perkara jemuran saja bisa berseteru, khususnya jemuran pakaian dalam yang terpampang jelas dan nyata di halaman.

Kami punya banyak waktu untuk duduk bersama, bercanda bersama, sembari menunggu hidangan makan malam. katanya setelah hidangan ini, masih ada acara barbeque alias bakar ikan di pantai Pasir Perawan. Kami semua sudah kelelahan. Suhu AC ruangan membuat kami tidak mau beranjak dari kasur. Setelah makan, satu per satu kami pun pulas. Keinginan untuk barbeque sudah hilang.

Akan tetapi, Ipin dengan semangatnya membangunkan kami. Ikannya sudah disiapkan oleh orang pulaunya untuk kami. Rasanya tidak sopan kalau dilewatkan. Dengan mata masih agak mengantuk, kami pun berjalan kaki ke Pantai Pasir Perawan. Suasanannya ramai, ada yang dangdutan, games, joget-joget, heboh-hebohan bersama. Asap bakaran ikan tercium. Setiap warung di pantai itu dipenuhi orang-orang yang nangkring sambil menyantap ikan bakar.



Seandainya tenagaku masih full, mungkin aku akan melewatkan malam itu dengan penuh kegembiraan. Santapan kami sudah siap. Ada ikan bakar dan sate cumi. Soal rasa, tidak perlu dipertanyakan. Bumbu kecap sambalnya membuat hidangan terasa mantap dan nikmat. Ikannya juga empuk dan segar. Ada yang kurang, yaitu kembang api. Musik sudah, hidangan sudah, angin sepoi-sepoi sudah. Seandainya ada kembang api, pasti suasana jadi lebih semarak di pantai yang super tenang itu.

Malam itu kami sudah seperti robot yang gampang dikendalikan. Setelah makan (masih sisa 2 ikan lagi), kami berfoto sejenak, lalu langsung pulang ke homestay. Mata sudah tak dapat ditolerir. Perut juga sudah super duper kenyang. Jadinya kami pun pulang dan langsung tidur tanpa banyak basa-basi.

0 komentar: