In Story Land

Sunday Meeting Penulis Bukune, Gagas Media, Panda Media

Sejak menerbitkan buku Penunggu Puncak Ancala, aku dan teman-teman penulis Ancala jadi sering diajak ngumpul dan ngobrol bersama redaksi Bukune. Senang berbagi ilmu tentang dunia penulisan dan penerbitan. Sejak terbit buku Ancala ini pula, aku jadi resmi bergabung dengan klub penulis Bukune. Yah, meski baru menerbitkan 1 buku, tapi kami cukup terharu dengan apresiasi ini. Lumayan untuk menggenjot semangat untuk terus produktif menulis.

Aji mumpung juga, Bukune, Gagas Media, dan Panda Media yang bersaudara ini punya inovasi acara untuk mengakrabkan para penulisnya lewat kegiatan Sunday Meeting. Sebenarnya ini acara internal 3 penerbit beradik-kakak. Nilai plusnya adalah kami bisa bertemu dengan penulis-penulis lain yang lebih senior, bisa berbincang, berkenalan, berbagi pengalaman.

Bareng penulis-penulis kece di Sunday Meeting #1


Sunday Meeting rutin diadakan setiap bulan dan formatnya pun tematis. Penulis memang butuh didekatkan. Sampai saat ini, aku sudah hadir dalam 2 kali Sunday Meeting, November dan Desember. Sunday Meeting #1 tanggal 24 November 2013 bertema Self-Editing. Tim Ancala yang bisa hadir ya cuma aku dan Indra. Setidaknya penulis Penunggu Puncak Ancala turut hadir. Yang jadi pembicaranya adalah 3 editor senior Gagas Media dan Bukune. Ini informasi penting kalau kita ingin tetap berada di jalur kepenulisan: menulis dengan baik, berada pada genre yang diminati, mengetahui tata bahasa yang benar, serta mampu mengedit tulisan sendiri. Yap, meski ini bukan info baru buatku (karena sudah khatam berkuliah di Sastra Indonesia plus Ilmu Susastra), tapi seru juga kalau topik ini terus diulang-ulang sehingga aku sendiri bisa lebih peka dengan tulisan sendiri.

Ini dia para penulis asuhan editor Ry Azzura Bukune.

Tim Ancala bersama Bang Raditya Dika

Keceriaan tim penulis asuhan Ry Azzura. Semoga kompak, ya.

Temu Penulis Bukune-GagasMedia-PandaMedia dalam Sunday Meeting #2


Sunday Meeting #2 topiknya lebih seru. 15 Desember 2013 kami berkumpul lagi. Kali ini lebih ramai karena kuota penulisnya ditambah menjadi 40 penulis. Tadinya kan cuma terbatas 15 orang. Tema yang kedua ini adalah Personal Branding for Writers dari Raditya Dika. Siapa yang tidak mengakui keberhasilan personal branding dari penulis plus komedian yang satu ini?

Raditya Dika memberikan tips-tips yang harus dilakukan dalam personal branding yang baik, mulai dari konsep, branding, dan tools. Intinya, kita tidak dapat menciptakan brand, tapi kita mampu mempengaruhi sebuah brand. Dalam hal ini peran social media sungguh penting dalam menciptakan viral. Saat personal branding berhasil dan positif, apa pun buku yang kita terbitkan, orang akan tahu dan baca. Biarkan branding berkembang dengan sendirinya.

Oke, Bang Dika, aku belajar banyak darimu.

Oiya, sedikit spoiler, untuk Sunday Meeting #3 bulan Januari nanti temanya adalah Public Speaking. Wah, semakin menarik, ya.

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment