In Gallery Land Photography Land

Japan Trick Art: Lukisan 2D Serasa 3D



Lukisan trick art dikategorikan sebagai seni yang memanfaatkan manipulasi daya pandang manusia yang disebut optical illusion.

Beberapa waktu lalu, di Grand Indonesia Shopping Town diadakan pameran Trick Art Japan, dari 2 Desember 2012 sampai 3 Februari 2013. Dengan bermodalkan Rp50.000,- Junisatya dan aku mengunjungi pameran itu.

Aku menyukai galeri. Begitu mendengar pameran ini, mulanya kupikir ini adalah pameran 3 dimensi. Tetapi begitu berada di dalamnya, yang aku lihat adalah lukisan lukisan 2 dimensi yang memiliki efek 3D. Dan ini adalah satu-satunya galeri yang memberikan petunjuk langsung untuk memotret lukisannya.

Aku berkunjung pada saat weekend. Begitu beli tiket, kami tak bisa langsung masuk karena pengunjung di dalam masih penuh. Jadi kami mesti menunggu selama 15 menit.

Begitu memasuki venue, yang bikin aku makin takjub adalah untuk bisa menikmati 1 lukisan aja mesti ngantri juga lantaran orang-orang berfoto bergantian. Nyaris tidak ada lukisan yang dianggurin.

Aku dan Junisatya pun langsung berekspedisi berfoto di tiap lukisan yang ada. Enaknya sih rame-rame datang ke sini. Tapi apa daya, tidak banyak trman-temanku yang menyukai galeri.






























Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Movie Land

Perahu Kertas 2: Hati yang Dipilih

Perahu Kertas yang kedua. (sumber poster dari sini)
"Kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar" -PerahuKertas


Film Perahu Kertas part 2 dirasa lebih kompleks. Ada banyak tokoh yang ditonjolkan dan ada sekian plot yang emosinya naik-turun. Sayang sekali film ini gak semegah sangkaan pembaca novelnya. Kurang greget aja.

Film ini melanjutkan kisah cinta Kugy dan Keenan yang terpisah. Setelah sekian tahun tidak bertemu, mereka dipertemukan di pernikahan 2 sahabat mereka. Sejak pertemuan itu, Keenan dan Kugy dekat lagi. Tapi kedekatan mereka kali ini terasa berbeda karena masing-masing telah memilih hati yang lain.


Sekuel Perahu Kertas ini membebaskan penonton untuk menangkap pemaknaan anatara cinta yang dipilih atau memilih. Kegalauan Kugy dan Keenan dengan keberadaan sosok Remi dan Luhde mendapat porsi utama di film kedua ini. Alurnya mulai stabil dibanding film pertamanya yang terasa begitu cepat. Endingnya tidak begitu mengecewakan lantaran kesetiaan film ini terhadap novelnya mampu dieksekusi dengan baik.


Turn On
Film ini kaya dengan kata-kata motivasi. Dialognya begitu bermakna sehingga mampu mempertahankan keelokan kisah di film ini. Salah satu untaian menarik di sini adalah ucapan Pak Wayan bahwa hati itu dipilih, bukan memilih.


Turn Off
Keseluruhan kisah Perahu Kertas menggambarkan 3 fase kehidupan Kugy dan Keenan: fase remaja (kuliah), fase dewasa (kerja) dan fase rumah tanggs (menikah). Tapi tidak ada yang mencirikan ketiga fase itu secara fisik. Karakter tidak berubah meski emosi mereka diusahakan dengan baik, make up dan penampilan terasa sedikit terlupakan di tengah detail setting yang sangat diperhatikan.

Meskipun pendalaman karakter yang seharusnya lebih dewasa di film musim kedua, film ini memanjakan kita dengan settingnya. Keindahan pantai, sekolah pasukan Alit, keelokan budaya Bali begitu kental di sini. Setidaknya rasa kecewa dengan kisah cinta Kugy dan Keenan bisa terbayar. Visualisasi film ini secara keseluruhan bisa menghibur ketimbang permainan emosi karakter di dalamnya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Movie Land

Habibie dan Ainun: Kisah Cinta Sepanjang Masa

Habibie dan Ainun mendadak menjadi ikon cinta sejati di penghujung tahun 2012 lalu. Film ini bersanding dengan 5 Cm. mengalahkan jajaran film Hollywood sekaliber The Hobbit. Seperti trennya, film ini juga diangkat dari buku autobiografi Habibie dan Ainun yang ditulis oleh Pak Bacharuddin Jusuf Habibie sendiri.

Habibie & Ainun, inspirasi cinta sejati.
(credit gambar dari imdb)
Film yang diperankan oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari ini mengangkat kisah nyata perjalanan cinta Pak Habibie dan Ibu Ainun yang penuh pasang surut. Ditayangkan tanggal 20-12-2012, film ini langsung saja menarik peminat, bahkan mencapai penonton lebih dari 2 juta orang hingga pertengahan Januari 2013.

The Story
Habibie menorehkan prestasi saat kuliah teknik di Jerman. Namun ketekunannya itu membuatnya jatuh sakit sehingga untuk beberapa waktu, ia pulang ke Indonesia buat beristirahat. Habibie bertemu dengan Ainun, cewek yang pernah diejeknya sewaktu SMP dulu. Kini Ainun telah tumbuh jadi perempuan cantik dan anggun. Banyak lelaki yang datang berkunjung ke rumahnya demi menarik perhatian Ainun. Tetapi sepertinya Habibie-lah yang tampil apa adanya lebih menarik pesona Ainun.
Setelah cukup dekat beberapa lama, Habibie pun meminang Ainu, berharap nanti setalah menikah dia memboyong Ainun ke Jerman. Tentu saja Ainun setuju. Maka terbanglah mereka, bahkan Ainun rela meninggalkan cita-citanya sebagai dokter.



Namun, di awal kariernya Habibie, hidup mereka pas-pasan. Berkat kegigihannya, ekonomi keluarga mereka membaik. Apalagi Habibie mulai dikenal sebagai ilmuwan yang mulai disegani di Jerman. Ainun pun dapat kembali bekerja sebsgai dokter anak sesuai dengan impiannya dulu.

sampai suatu saat, presiden Soeharto mengutus 'orangnya' untuk melamar Habibie sebagai Menteri Iptek. Dengan beberapa pertimbangan, Habibie pun menerima dan pulang ke Indonesia. Mulanya Ainun tidak ikut karena masih harus bekerja di Jerman. Tapi, lama kelamaan, Ainun merasa harus mendampingi keluarganya. Ia pun rela menanggalkan kariernya untuk kedua kali dan pulang ke sisi Habibie bersama anak-anaknya.

Habibie didampingi Ainun terjun ke dunia politik sejak saat itu. Dia pun menghidupkan kembali IPTN. Sesuai janjinya kepada Ainun, dia akan membuatkan sebuah pesawat terbang. Dan berhasil. Pesawat terbang pertama karya anak bangsa itu lepas landas dan disaksikan langsung oleh presiden Soeharto.

Karier politik Habibie terus naik, jadi wakil presiden dan sampai ke bangku presiden menggantikan Soeharto. Bukan berarti berjalan mulus. Karena ada beberapa pengusaha rese yang mulai mengganggu kestabilannya. Habibie terus berada di jalannya. Hingga waktunya oa melepas jabatan politiknya. Habibie ingin kembali merengkuh keluarganya. Apalagi IPTN pun bangkrut. Tidak ada lagi usaha yang dapat dilakukannya. Habibie hanya ingin kembali ke keluarganya, kembali ke Ainun.

Masa tua Habibie dan Ainun.
(credit gambar dari imdb)

Turn On
Film inspiratif ini tidak memperlihatkan kisah cinta yang cengeng, tetapi menceritakan kisah yang penuh perjuangan, ketegaran, dan pengertian. Itulah yang dijalani tokoh Habibie dan Ainun di film ini. Film ini memang tidsk berbau politik, tetapi kisah politik Habibie begitu kental di sini. Yang saya ungkap cuma 1 hal: ngenes, tapi Habibie hebat. Rasanya rugi jika melewatkan film nasional yang inspiratif dan mengharu biru ini.

Turn Off
Saya pikir, dengan sejuta kelebihan film ini, apakah kita masih berpikir untuk mencari kelemahannya? Yah, selain beberapa adegan yang memasukkan produk sponsor yang kurang pada tempatnya.

Best Quote
Ada banyak jalan untuk mencintai negara ini.

Saya pikir menonton film Habibie dan Ainun ini membuat penonton sepakat bahwa perjalanan pasangan ini menjadi ikon kisah cinta sepanjang masa.  Emosi di film ini benar-benar ditonjolkan dan masuk ke suasana film. Mimik dan gimik menjadi bahasa utama yang dieksplor di sini. Itulah yang membuat film ini istimewa.


Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In Journey Land

Trip Sewarna Pantai Sawarna(Part 3): Tanjung Layar




Matahari semakin rendah, sedikit tertutup awan, kami melanjutkan jalan kaki lagi ke Tanjung Layar. Jika dipikir-pikir kami telah berjalan lebih dari 1 km. Tanjung Layar itu berada di ujung Sawarna. Saat sampai ke tanjungnya, mata kami langsung berbinar-binar takjub. Ada 2 tebing tinggi yang menjulang tak jauh dari pantai. Saya tidak tahu nama tebingnya, tapi yang pasti kami antusias untuk berjalan basah-basahan ke arah tebing karang yang berbentuk kerucut itu. Ombak yang lebih besar menghempas di balik tebing itu. Di sinilah kami memutuskan untuk menunggu sore (sebenarnya berharap bisa melihat sunset dari sini, tapi mustahil karena awan sangat tebal).

 Dari mulai datang ke Sawarna, saya mencari-cari apa keistimewaan pantai ini dibanding yang lainnya, yang bikin pantai ini tidak biasa. Di Tanjung Layar ini saya temukan jawabannya. Inilah keindahan itu. Tebing yang mengerucut ke atas itulah keistimewaannya. Tampak megah seperti pilar istana. Di bawahnya pun batuannya melandai dan cenderung datar. Kami bisa berjalan-jalan mengelilingi tebing itu (tentu saja saat air laut sedang surut). Di belakang tebing itu, karang panjang memagari, sehingga ombak tidak bisa seenaknya menubrukkan dirinya ke tebing itu secara langsung.














Pada saat kami sampai di Tanjung Layar, sayangnya ombak lagi gede-gedenya. Karena ngeri, kami memutuskan kembali ke pantainya yang cuma beberapa meter dari tebing. Tapi sepertinya lagi-lagi Tommy dan Kenny tengil berjalan-jalan di dataran kaki tebing. Bahkan Tommy nekad tawaf mengeliling tebing karena mengikuti burung camar terbang. ckckckck. Alhasil, karena menghindari 'serangan' mendadak dari ombak, dua orang ini sempat tergores karang. Seengaknya itu jadi kenang-kenangan-lah bagi mereka.

Setelah cukup puas sesorean di Tanjung Layar, mendung memekat. Kami nongkrong di warung kopi dekat sana. Menghangatkan badan dulu sejenak sebelum balik ke penginapan. Dan ternyata saat itu pula hujan deras. Yeaay, tampaknya sebelum gelap, kami harus nekad hujan-hujanan buat balik ke rumah, karena nggak ada lampu jalan yang menerangi sepanjang jalan setapak. Eiit, tetep ya, harus melewati jembatan goyang itu. Ya ampun, andai ada jalan lain yang lebih 'sehat'.



 Begitu sampai di penginapan, kami bergantian mandi. Sekujur badan basah karena main air plus hujan-hujanan. Lelah udah tak bisa dibendung. Ada yang sampai ketiduran sambil nungguin yang lain mandi. Maklum, ruang penginapan kami cukup nyaman untuk beristirahat. Saking nyamannya, tak ada yang mau beranjak untuk mencari makan.

Hasratnya sih pengen ayam atau ikan bakar. Tapi dalam kondisi hujan begitu, tidak ada yang mau repot-repot untuk membakar sesuatu. Saya dan Juniasatya jalan-jalan mencari makanan yang bisa disantap malam itu. Kami bertanya-tanya, "Masa di kawasan pantai gak ada ikan bakar sih?"

Yak, ternyata ada. Ada warung ikan bakar di dekat pasar. Di sana dijual ikan layur dan ikan Indosiar (begitu Junisatya menyebutnya). Tanpa pikir panjang lagi, saya langsung saja memesannya. Terbayang bumbu ikan bakar yang akan kami nikmati. Sluuurp. Dan benar saja, begitu dibawa ke penginapan, semua langsung menyerbu. Ikannya habis dalam sekejap.

Usai makan, kami langsung pulas tertidur. Tidak ada satu pun yang bangun saat hingar bingar tahun baru memuncak. Malam tahun baru semua tidur dengan nyenyak.

Read More

Share Tweet Pin It +1

4 Comments