In Journey Land

Surabaya Heritage : Masjid Cheng Ho, Keanggunan Ornamen Tionghoa, Arab, dan Jawa

Malam itu kami mengitari sisa-sisa masa lalu di kota Surabaya. Beberapa Masjid dari para wali, kampung Arab, kampung Cina, dan Kota Tua. Kami mampir di Masjid Cheng Ho di daerah Genteng, Surabaya. 


Laksamana Cheng Ho adalah Laksmana keturunan Cina yang datang berdagang sekaligus menyebarkan agama Islam di Indonesia. Dia berlabuh di Semarang dan menjelajahi keseluruhan Pulau Jawa dan Sumatera.

Masjid Cheng Ho menjadi unik karena arsitekturnya yang bergaya bangunan Tionghoa, sehingga bentuknya mirip kelenteng. Ornamennya pun masih ornamen Tiongkok dengan beberapa ukiran Arab di dalamnya. Bentuk atapnya menyerupai atap-atap megah peninggalan kerajaan di Jawa. Campuran gaya 3 daerah tersebut menjadikan Masjid Cheng Ho menjadi menarik.








Masjid ini tidak besar, tapi di dalamnya terasa lega dan nyaman. Masjid serupa juga ada di Palembang. Bentuknya tak berpintu. Di samping masjid terdapat kolam kecil dan lukisan dinding serta miniatur kapal milik Cheng Ho saat berlayar menyebarkan agama Islam. Di lukisan itu juga tampak masjid-masjid Cheng Ho yang didirikan di setiap titik perjalanannya.



Wilayah Masjid ini dijadikan cagar budaya di Surabaya serta tempat orang berolahraga. Malam hari menjadi masjid ini ternyata sejuk dipandang karena tenang. Lokasinya pun bukan jalan raya sehingga terhindar dari hiruk kota Surabaya.


Photo: courtesy of Ageng Wuri

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment