Nonton Australia di CJR The Movie

Mau melihat dua kota besar di Benua Australia, nonton saja CJR The Movie. Memang belum representatif, tapi setidaknya buat yang awam banget sama benua terkecil itu, jadi paham kalau Australia itu indah dan sepi. Apalagi segemen film ini adalah remaja baru yang tentu saja inginnya bersenang-senang.

CJR The Movie adalah film kedua dari personil CJR: Iqbal, Aldi, dan Kiki.

Foto diambil dari web 21 cineplex
Inti film ini sangat sederhana. Sebuah grup vokal remaja yang sedang happening tiba-tiba harus rela kehilangan salah satu personil. Itu membuat personil yang tersisa merasa drop dan galau. Untuk mempertahankan semangat mereka, segenap manajemen label mengajak mereka liburan ke Australia sembari berlatih vokal. Just a simple premis, right?

Karena ini adalah filmnya boyband yang kini merangkak remaja, CJR The Movie tidak lantas sepi lagu. Ya, film ini adalah film musikal yang menggandeng lagu baru CJR serta beberapa lagu yang menambah spirit, sekaligus menggandeng finalis X-Factor Australia, Emmanuel Kelly dan Brittany Scrivner. Lantunan lagu mereka jadi berwarna dan semarak.

Foto diambil dari web 21 cineplex
Oiya, ada satu hal yang memorable di film ini. Adegan mereka berkemah saat perjalanan Melbourne-Sydney, lantunan lagu "Sahabat Sejati" milik Sheila On 7 yang di-redention sungguh menarik.

Rasanya film ini sangat datar. Begitu datar tanpa konflik yang kuat. Kehadiran Rio Dewanto memberi nuansa berbeda. Antara ingin menyelamatkan film ini dari kehambaran drama, atau malah mengganggu kisah yang lebih menonjolkan perjalanan CJR saja. Entahlah. Tapi yang jelas sosoknya sebagai D-Doc, gurup vokal mereka saat di Sydney sungguh menampilkan seorang Rio yang berbeda. D-Doc kerap melontarkan logat Inggris yang khas, mengena di telinga, terasa berbeda dengan penekanan-penekanannya pada setiap kata. Ini yang menarik. Rasanya ada angin segar yang ditawarkan film ini selain eksplorasi keindahan Melbourne dan Sydney yang bisa dibilang terbatas.

Foto diambil dari web 21 cineplex
Peran Abimana sebagai Kak Patrick juga membangun karakter yang dalam meski tidak imbang dengan kepolosan personil CJR dalam seni peran. Setidaknya Kak Patrick mampu menutupi bagian-bagian yang kurang dari trio CJR. Dan, beruntung, adanya 3 bintang Stand Up Comedy Indonesia mengambil andil dalam kelancaran alur film ini.

Sebagai tontonan remaja, film ini menyenangkan, simple, bernada ceria. Namun, sebagai tontonan kelas berat, tentu film ini masih tak berbumbu. Bumbu Australia saja tidak cukup. Melbourne hanya disorot satu sisi, jembatan dan lokasi gembok abadi. Lalu di Sydney hanya mengambil salah satu sudut Opera House yang menjadi landmark kota itu. Untuk sesi pantai, mendayung kayak, serta pengalaman sky diving, Indonesia sudah cukup kaya dengan wahana itu, bahkan lebih indah.

Foto diambil dari web 21 cineplex
Foto diambil dari web 21 cineplex
Dibalik itu semua, nuansa liburan ala CJR serta perjuangan mereka untuk membangkitkan semangat satu sama lain memang terwakilkan. Remaja kita butuh film segar seperti ini dan mewarnai awal tahun 2015. Apalagi semarak konser di akhir film yang mengambil slot dua lagu mereka sekaligus. Film ini selayaknya menjadi catatan perjalanan CJR dalam berkarya dan bertahan di dunia musik. Bernyanyi, berlibur, dan bersenang-senang. CJR the Movie produksi Falcon Pictures menanamkan nilai-nilai perenungan ala remaja awal yang mulai merasakan hadirnya konflik dalam diri mereka.

Nice movie for nice teenagers.
Happy Watching on February.

2 comments:

  1. waaah tulisan sesepuh Comet nih. Wajib baca !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaah...aku bukan comet, tapi Alicious. Lhaa.... *random abis*

      Delete