Film Remember When, Easy Watching dan Easy Listening


Agak telat aku me-review film remaja Indonesia yang satu ini. Tapi tak ada kata terlambat dalam menulis.
Sudah lama aku tergelitik ingin menulis tentang film Remember When: Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta yang disutradarai oleh Fajar Bustomi ini. Kenapa? Because the scoring on that movie is really fun and easy listening.  And, I think, I have to write it here.

21cineplex.com
Film Remember When adalah hasil ekranisasi dari novel Remember When: Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta karangan Winna Efendi. Ini bukan karya pertamanya yang difilmkan. Sebelumnya Refrain (2011) juga hadir mengisi slot film remaja Indonesia khas Winna Efendi yang nggak jauh-jauh dari cerita cinta.

Cover novel Remember When sebelum difilmkan (sumber: winna-efendi.blogspot.com)

Dalam menjalani hubungan percintaan tidak selalu manis, tapi juga pahit. Hal ini juga dialami oleh Freya. Freya merupakan gadis pendiam yang menjalin cinta dengan Moses. Freya merasa hubungannya dengan Moses mulai membosankan. Moses adalah sosok yang serius sementara Freya ingin sekali menjalani hari-hari menyenangkan dengan pacarnya itu. Freya ingin menjadi orang lain, yang bisa tertawa, ceria, dan dapat menikmati hidup seperti remaja sewajarnya.

Kejenuhan Freya itu terobati dengan kehadiran Adrian, sahabat Moses yang juga pacar dari sahabat Freya, Gia. Mereka sering jalan berempat. Namun, diam-diam, Adrian mulai memberikan perhatian khusus pada Freya. Di satu sisi, Adrian pun jenuh dengan sikap Gia yang cenderung bawel, posesif, dan egois. Selama ini, Adrian hanya menjadi pendengar yang baik atas segala kicauan Gia yang tak bisa diam. Hal itu menjadi pemicu kejenuhan Adrian dan lambat laun perasaannya pun berubah. Dia butuh diperhatikan dan didengarkan. Dia justru mendapat ketulusan itu dari Freya.

haqiachmad.wordpress.com

haqiachmad.wordpress.com


haqiachmad.wordpress.com

haqiachmad.wordpress.com

haqiachmad.wordpress.com
haqiachmad.wordpress.com


Lalu hubungan diam-diam Adrian dan Freya akhirnya ketahuan juga. Saat ia mulai jatuh cinta pada Adrian yang selalu bisa memberikan keceriaan baru padanya, Freya harus mengalah dan mengembalikan Adrian pada sahabatnya, Gia.

Dari sisi cerita, Remember When sangat biasa. Cinta segitiga sudah tak asing lagi dalam drama kita. Tapi kali ini remaja dihadapkan pada konflik cinta segi empat. Gimana ya jadinya?

haqiachmad.wordpress.com
 
Film yang dilakoni Michelle Ziudith, Maxime Bouttier, Stella Cornelia, dan Miqdad Addausy ini mengambil set sekolah di Jakarta, suasana jalan dan wahana liburan di Puncak, dan tak tanggung-tanggung tempat wisata di Hongkong serta Disneyland. Pengemasan konflik memang tergolong mainstream, tapi karakter keempat tokoh utama saling menguatkan yang membuat bumbu cerita menjadi berwarna. Mungkin permainan peran bintang-bintang baru, fresh, segar serta ide setting menjadi nilai tambah dalam alur cerita film ini.

Cerita cinta SMA sangat biasa memang: si cowok main basket punya pacar yang juga populer, diam-diam menyukai gadis pemalu dan pendiam yang dengan kepolosannya bisa membangkitkan semangat si cowok. Lalu konflik antarsahabat pun muncul, perseteruan antarcowok yang cenderung adu jotos, sementara antarcewek lebih ke konflik batin yang berujung pada tangisan. Untung saja set jalanan puncak, pengambilan gambar saat Freya dan Adrian naik paralayang di Puncak Pass, suasana Hongkong, serta keseruan Freya dan Adrian di Disneyland menutupi semua hal biasa dalam film ini. Film produksi Rapi Films ini sepertinya sengaja tampil beda dengan mengambil set dominan outdoor. Hanya beberapa scene yang kita dapati berada di dalam ruangan. 80% cerita mengeksplor kegiatan luar ruangan. Efeknya, pengambilan gambar lebih lugas dan lebar. Tampaknya tim filmmaker-nya juga jadi leluasa mengeksplorasi gambar dan lokasi. Kebanyakan adegan diambil dengan shot-shot jauh. Suasananya jadi lebih fun, seperti kehidupan remaja yang aktif dan on fire.

Semua itu dibalut dengan scoring film yang bisa dibilang menjadi pembungkus emas untuk Remember When. Lagu "Dekat di Hati" dari RAN memberi warna cinta yang punya kekuatan bertahan, bergerak, dan mengalir terus. Soundtrack-nya sungguh enak didengar dan bisa jadi memberi energi tambahan agar yang biasa tadi menjadi lebih berasa. Sangat pas dan aku menyukainya.

Overall, Remember When memang pantas diingat. Mengingat novel dari penulis sekaliber Winna Efendi, permainan karakter menjadi bahan utama penguat cerita. Cinta jadi suatu hal yang biasa, tapi akan terbalut berbeda saat karakternya berwarna.

Nice movie. Senang bisa menonton karya-karya dari novel terbitan Gagas Media Group :)

Quotes of Remember When (novel)

Cinta adalah ... merasakan seluruh emosi jungkir balik dan berbaur menjadi satu. Merasa segalanya akan baik-baik saja selama berpegangan tangan dengannya. Seperti sedang bermimpi dengan kedua mata terbuka lebar-lebar.

Saat kamu mengambil keputusan, kamu sudah tau konsekuensinya. Jangan berharap apa pun akan kembali seperti semula.

Ada suatu saat kita dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat di mana kita berbuat kesalahan, dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan.

Seandainya memori seperti kaset yang dapat berulang-ulang diputar kembali.

Memaafkan bukan berarti kalah.

Jika suatu saat aku mengenang masa-masa SMU, aku tidak ingin mengatakan aku pernah membenci teman terbaikku.

Setiap akhir adalah sebuah permulaan yang baru.

Kita semua manusia-manusia kesepian. Butuh seseorang untuk mengisi hati yang hampa.

0 komentar: