In Abroad Land Journey Land

Universal Studio Singapore Tak Sekadar Wahana Bermain

Berkesempatan bermain seharian penuh di Universal Studio Singapore (USS), jadi hari bersenang-senang sedunia. USS jauh dari sekadar bermain. Karena USS menjadi potret mini negara adidaya, Amerika Serikat. Namanya juga Universal Studio, yang merupakan sebuah production house Hollywood besar yang menghasilkan film-film besar pula, berbagai rupa, berbagai set, berbagai cerita.






Wahana bermain Universal Studio ini jadi semacam rangkuman hal-hal besar yang telah dihasilkan oleh Universal Studio agar lebih dekat dengan penikmatnya (baca: masyarakat luas). Ya, memang luas. Buktinya Universal Studio dibuat juga di Singapura. Memasuki USS, serasa memasuki dunia Hollywood dan ragam bentuk karya Universal Studio yang dicomot menjadi berbagai tema. Kita tidak akan luput dari New York Street yang terkenal glamor, ramai, dan gemerlap.







Tapi jangan salah, nggak cuma potret jalanan New York, Hollywood dan tentang hal yang berbau Amrik. Kita juga akan dibawa ke nuansa Mesir yang panas dan gersang. Ada juga dunia dongeng dengan fairy tale yang mendunia. Buat cewek, tempat ini berasa dunia mimpi dan serasa menjadi putri kerajaan. Lanjut lagi menelusuri USS, kita juga akan masuk ke dunia Sci-fi City. Sebenarnya ini tematis. Kebetulan saat aku ke sana, temanya Transformer. Serasa ketemu Bumblebee dan Optimus Prime. Oiya, kita juga akan disuguhi dunia binatang, sekelas Madagascar. Dan yang paling epik banget dari semuanya dan sudah melegenda adalah The Lost World, Jurrasic Park. Dunia Dinosaurus yang memberikan semburan-semburan suara binatang raksasa yang bahkan tak ada satu manusia pun yang pernah melihatnya langsung. Semua tersedia begitu saja di Universal Studio, khususnya USS.





Sekilas kita akan bilang, "Ngapain jauh-jauh ke USS, mahal pula. Udah ada Dufan."

Nah, coba dulu masuk USS dan kita akan melihat perbedaan sangat jauh antara USS dan wahana bermain lokal sejenis.



Untuk wahananya, sekilas terasa tak jauh berbeda dengan wahana lokal kita. Tapi, yang beda adalah atraksinya dan teknologinya. Jauh. Sangat jauh. USS menyediakan live attraction. Waktu aku ke sana, ada atraksi pertempuran di air yang dimainkan para stuntman.

Ada tontonan plus wahana yang dikasih judul Revenge of the Mummy. Pengunjung masuk dalam ruang gelap. Ada wahana semacam roller coaster dalam kegelapan. Ada petualangan seru saat menaiki roller coaster, seperti dikejar-kejar mummy, dihadang tengkorak (dalam layar besar), masuk lubang, jatuh dari ketinggian. Semua serba kejutan dan tentu saja memicu jantung.





Lalu nonton Sesame Street Live Show. Bisa menari bersama, bernyanyi, sampai foto bareng tokoh-tokoh Sesame Street. Lucu banget.




Ada pula pertunjukan Lights Camera Action, hosted by Steven Spielberg. Yang ini juara banget. Ini bukan pertunjukan tiga dimensi lagi, tapi malah empat dimensi. Efek hujan, efek badai, dan semuanya adalah efek tipuan kamera. Bayangkan pembuatan film ketika teknologi belum sesempurna sekarang! Dengan perlengkapan terbatas, sutradara sekaliber Steven Spielberg sudah menyiapkan berbagai trik kamera dan tipuan mata dalam layar. Dan, hasilnya kami lihat dalam pertunjukan yang berdurasi sekitar 10 menit. Seketika takjub.


Karena aku ke sana bukan pada hari libur, USS terbilang sepi. Bahkan satu hari berada di sini, cukup untuk mengelilingi dan mencoba semua wahana. Kecuali satu wahana yang memang ditutup. Justru itu pula wahana yang sangat ingin dicoba, yaitu roller coaster. Mungkin ada perbaikan atau pengecekan rutin.

Yang tersisa adalah pameran-pameran mobil antik, beberapa live music, dan belajar tentang jenis dinosaurus. Hmmm... Rasanya tak bosan berada di sini. Sesorean menjelang USS tutup, mengambil gambar beberapa sudut jalanan kota tua ala Amrik.







Hollywood adalah sebuah industri besar yang sudah mendunia. Dan USS hanya salah satu potret kebesaran Hollywood itu dari kacamata satu Production House-nya.

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment