Takabonerate Trip: Geliat dan Gelutan Bayi Hiu di Pantai Pulau Tinabo

Waktu membaca itinerary perjalanan ke Kepulauan Takabonerate, aku menggarisbawahi kalimat "bermain dengan babyshark".
What? Are you crazy? Kalau ada baby hiu di pantai, berarti induknya tidak jauh dari sana. Ini liburan atau uji nyali???

Ternyata temanku tidak bercanda.


Anak-anak hiu itu beneran ada di pantai Pulau Tinabo. Nggak perlu dipancing pakai darah, kok. Mereka akan selalu nongkrong di pantai di depan homestay kami yang menghadap ke barat. Ternyata mereka sedang lapar, menanti kami memberi makan ikan-ikan kecil.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan bayi hiu di pantai. Di Pulau Gusung Kepulauan Derawan juga ada bayi hiu nongol, tapi nggak sebanyak ini. Ini sih bayi hiu lagi demo namanya.

Pagi pertama kami di Pulau Tinabo kami habiskan dengan bermain di pantai bersama anak hiu. Guide kami sudah siap dengan sepiring ikan kecil mentah yang dipotong-potong. Kami segera menghampirinya dan berdiri di dalam air. Saat kami mencelupkan satu potongan ikan, para hiu mungil itu mendekat. Mereka berkumpul mengelilingi kaki kami. Bayi hiu yang mengitari pantai di Pulau Tinabo ini termasuk spesies blacktip shark alias hiu bersirip hitam. Induknya ada di sekitar sana, kok. Lebih tepatnya di laut yang menghadap ke timur. Tapi, ya mereka nggak bisa memasuki pantai karena tubuh mereka sudah lebih dari dua meter.






Jadi, sejarahnya, anak-anak hiu ini bermain di dermaga Tinabo, beberapa meter dari garis pantai. Namun, saat para penjaga pulau sering membersihkan ikan di pantai, si bayi hiu mencium aroma sedap darah segar. Dan, akhirnya mereka terbiasa untuk mampir buat sarapan di pantai. Untung saja induknya nggak ikut-ikutan. Biasanya saat bayi hiu tumbuh besar, dia akan menjauh dari Tinabo dan berenang ke perairan terluar Kepulauan Takabonerate karena di situlah populasi mereka bersama ikan-ikan besar yang lain termasuk lumba-lumba.

Bermain dengan hiu itu rasanya ngeri-ngeri sedap. Sebenarnya saat masih bayi begini, mereka masih ramah dan manja. Mereka memutari kaki kami dan dengan sengaja menyundul pelan. Deg deg ser. Ah, tapi jangan takut. Giginya belum tumbuh. Bahkan saat bermain dengan mereka, sekilas aku melihatnya seperti ikan lele dalam ukuran yang agak lebih besar. Bagian mulutnya bundar seperti lele. Yang membedakan hanya sirip segitiga yang menonjol di punggung.

Selama masih bayi, gelutan dan geliatnya di dalam air begitu menggelikan. Tapi lihat jika tubuh mereka membesar. Mereka akan lupa dengan siapa mereka pernah bermain di pantai sebelumnya.



No comments:

Post a Comment

Instagram @sansadhia