In Journey Land

Piknik Cantik di Hutan Pinus Gunung Pancar

Berlokasi tidak jauh dari Jakarta, seketika hutan pinus ini jadi hits. Daripada jauh-jauh ke puncak untuk menghirup udara segar (bagi yang berdomisili di Jakarta, ya), hutan pinus ini cenderung lebih dekat. Untuk skala sepi atau ramainya, sebut saja kini menjadi relatif. Kenapa? Sejak Jungleland dibuka, orang-orang mulai mengetahui jalan masuk ke arah hutan pinus, Gunung Pancar. Ya, jalannya memang 'nyempil' tak jauh dari Jungleland.

Hutan Pinus ini termasuk Taman Wisata Alam Gunung Pancar. Aksesnya paling gampang untuk pengendara mobil, cukup keluar tol Sentul Selatan. Mulanya taman wisata ini hanya untuk konservasi alam biasa. Tapi karena efek social media dan kegiatan gowes sedang digemari, pendakian Gunung Pancar menjadi favorit. Gowes ke gunung menjadi seru apalagi jalan menuju Gunung Pancar sendiri sudah beraspal. Nah, di sanalah kita bisa melihat keranuman pohon-pohon pinus yang menghuni Gunung Pancar tersebut.

Hijabers di Hutan Pinus Gunung Pancar, Sentul
Lokasinya yang teduh, nyaman, segar, dan romantis ini menjadi pas untuk acara kumpul-kumpul. Aku sudah dua kali ke tempat ini. Kali pertama, lokasi ini masih sangat sepi. Deretan pohon-pohon pinus yang rapi menggoda iman untuk dijelajahi. Beberapa tempat juga dijadikan lokasi perkemahan. Anak-anak sekolah di dekat Sentul tentu sudah familiar dengan camping ground ini.




4 dara berfoto ria di hutan pinus.
Yang menjadi daya tarik hutan ini adalah jajaran pohon dengan batu-batu besar menyebar di beberapa titik. Batu-batu ini bisa dijadikan tempat duduk atau sekadar spot foto. Rumput-rumputnya juga masih asri. Tapi aku curiga, jika sudah banyak pengunjung masuk ke wilayah ini, rumput-rumput yang ranum itu pasti meranggas.

Benar saja. kali kedua aku menjenguk hutan pinus ini, rerumputan itu mulai botak. Ini karena mobil-mobil bebas parkir di area hutan, bahkan menerobos sela-sela pohon pinus. Padahal seharusnya kendaraan bermotor bisa diparkir di area gerbang hutan. Tapi orang-orang sepertinya malas untuk berjalan kaki. Miris, bukan? Ya, tentu saja miris. Sela-sela hutan pinus yang berjajar rapi itu diisi dengan kendaraan terparkir. Tempatnya sudah tidak lagi ekslusif. Rupanya, perbedaan satu tahun, dengan pesatnya informasi berjalan di social media, membuat suatu tempat tersuruk menjadi tenar (dan bahkan tercemar).

Tapi, keseluruhan, hutan pinus ini menjadi zona nyaman untuk aneka kegiatan. Kalau mau cari tempat yang adem, segar, dan pas untuk berkumpul bersama teman, keluarga, dan sahabat, ya kurasa tempat ini bisa mewakili.




Sebagai arena jogging.
Semoga saja lokasi ini tetap menjadi arena asri liburan keluarga. Hutan pinus yang tidak jauh dari karamaian Jakarta ini dapat dijadikan alternatif piknik. olahraga, photoshoot, 'nyeni' dan aneka kegiatan santai yang positif. Bahkan, salah satu temanku langsung bertekad akan kembali ke hutan ini untuk foto prewedding. Katanya tempat ini sungguh bersahabat dan photogenic.

Oiya, kalau mampir ke sini, jangan lupa membawa makanan dan minuman. Sejauh ini belum ada gerobak-gerobak penjual makanan yang masuk. Jadi memang tepat untuk piknik cantik, kan? Asalkan jangan buang sampah sembarang saja.

Related Articles

3 komentar:

  1. hutan pinusnya sangat instagram-able :D bisa buat hunting foto instagram nih disini~

    ReplyDelete
  2. Hai,

    Kalo mw foto2 disini pake kamera slr gitu, apakah harus bayar atau bebas? trims.

    ReplyDelete