Grand Elty Krakatoa Menyempurnakan Weekend Escape-ku

Mendadak Lampung. Itulah tema perjalanan singkatku di akhir minggu lalu. Suatu malam yang mendung, aku dan Junisatya merayap dari Jakarta ke Bandar Lampung. Sebenarnya ini family trip karena kami menghabiskan waktu berkunjung ke rumah saudara di Lampung.

Karena perjalanan ini tanpa persiapan khusus, kami pun bertolak ke Lampung tanpa harus berekspektasi lebih terhadap pesona Lampung yang dapat kami kunjungi. Eh, lalu, ada rezeki yang berpihak pada mata. Kami dipukau oleh sebuah beach resort di kawasan Kalianda, Lampung Selatan. Namanya Grand Elty Krakatoa.

Tidak sulit menemukan beach resort ini karena setiap 10 km, kita dapat melihat umbul-umbul Grand Elty Krakatoa sekaligus penunjuk jaraknya. Tinggal menyusuri jalur Lintas Sumatera, kita akhirnya akan tertumbuk pada baliho yang menjulang sebagai penunjuk arah keberadaan beach resort ini.

Kami melihat sebuah jalan kecil dan dari penunjuk arah di baliho, kami akan menyusuri jalan aspal kecil itu sekitar 3 km. Ya, dan kami pun mengikuti rambunya.

Ada banyak beach resort di sekitar Grand Elty Krakatoa. Setiap 500 meter, kami melihat gerbang-gerbang pantai yang diberi nama sesuai resort yang mengklaim-nya. Grand Elty Resort sendiri terletak paling ujung dan kurasa kawasannya juga paling luas. Begitu masuk gerbang, kami disambut pepohonan rindang yang tertata rapi. Sesuai slogan Grand Elty Krakatoa di Twitter, tempat ini "far away from noise and rush, a hidden oasis waiting for you to be discovered".



Grand Elty Krakatoa menjadi resort yang asri dan mendukung kampanye go green. Terlihat di beberapa titik, mangrove mungil ditanam di antara bebatuan pinggir pantai. Beragam fasilitas juga tersedia, khususnya fasilitas yang mendukung outdoor activities. Ada camp ground, bike rental, sport station, wahana air, aula terbuka, hingga pesona pantai.

Grand Elty ini sebenarnya terbagi dalam dua zona: zona petualangan dan zona santai. Tinggal pilih, kita mau jadi pengunjung yang seperti apa. Pada zona petualangan, ada dermaga mungil serta gapura yang bertuliskan "Lost Island". Di dalam lost island ini kita akan menemukan gembok cinta yang bisa ditambatkan di pagar besi bergambar hati. Sayangnya, pagar bergambar hati ini tampak berkarat karena percikan air laut. Gembok hati yang tertancap di sana pun masih sedikit. Mungkin nanti akan penuh, ya. Lokasi-lokasi yang tampak seru sengaja diberi nama lucu agar menarik. Ada "Coffe Garden" agar tradisi minum kopi makin terasa syahdu.

 






Meski musim hujan, beach resort ini tetap saja ramai pengunjung. Hingar-bingar yang terdengar dari acara-acara klub yang sedang ngumpul bareng semakin menghidupkan suasana. Aku memilih berjalan-jalan di area pantai yang bersih dan terawat. Di hadapanku terbentang Gunung Rajabasa yang puncaknya tertutup awan. Seru juga, menatap kemegahan gunung dari pantai. Suasana angin laut dapat, debur ombak memesona, hijau laut juga oke, lalu akhirnya mata kita tertumbuk pada gunung megah di seberangnya.

Mendung pekat menerpa saat aku bermain-main di kawasan pantai. Bahkan hujan pun sempat turun yang membubarkan semua aktivitas luar. Akibatnya, restoran, coffeshop, bar & lounge, serta area bersantai indoor lain menjadi ramai.

Aku sendiri berteduh sambil santap sore di Kiluan Bar and Lounge. Kafe ini menyajikan makanan khas daerah Lampung juga. Aku pun mencoba ikan bakar seruit. Katanya bumbu seruit menjadi masakan andalan di Lampung. Jadi memang aku harus mencobanya.

Meski mendung, Gunung Rajabasa di seberang lautan masih terlihat.





Wajah damai di Grand Elty.

Ikan Bakar Seruit
Usai makan-makan, aku dan Junisatya serta adik-adik kami menjelajahi lokasi indoor di resort. Banyak pendopo-pendopo yang berisi beragam instalasi dan ornamen. Dekorasi bernuansa alam pun semakin membuat pengunjung nyaman. Siapa yang tidak betah berada di sini?

Puas bermain-main, kami beristirahat di gedung yang terletak di paling ujung beach resort ini, dekat dengan kolam berenang. View dari kamar langsung mengarah ke taman hijau dan pantai Grand Elty. Homey sekali.





Lorong menuju kamar kami.




Kolam renang di resort ini ada 2 lho.

Wefie di beranda resort.
Tidak ada alasan untuk tidak merasa nyaman di alam terbuka ala Grand Elty Krakatoa. Semua terasa lengkap dan sangat memanjakan mata. Liburan singkat di sini pun terasa cukup untuk melepas penat sesaat. Sayangnya, aku tidak mempersiapkan pakaian renang untuk mengeksplor aktivitas di laut. Padahal di sini juga tersedia banana boat, kano, serta snorkeling dan fun diving. Mungkin lain waktu. Siapa tahu, saat ke sini lagi, aku bisa menyewa room berupa vila.

Thank you for escaped me, Grand Elty Krakatoa. See you again.






5 comments:

  1. cakep bener ya kawasannya. masih asri dan g ramai

    ReplyDelete
  2. Saya pernah ke Grand elty ini tapi tidak menginap. Pemandangannya masih cantik dan bikin kangen pengen sini lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini aja waktu ke sana dalam kondisi mendung. Apalagi kalo lagi cerah, pasti lebih cantik.

      Delete
  3. Bagus banget pemandangannya Mba, ternyata Lampung juga punya Beach Resort yang cantik seperti ini ya. Mudah2an 2017 ini saya bisa mampir ke sini....

    ReplyDelete