Sabtu Cerdas Kolaboratif di Kumpul Penulis Pembaca 2015

Kumpul Penulis Pembaca  yang diadakan Gagas Media Group datang lagi akhir tahun 2015. Kali ini temanya menarik. Kolaboratif alias Kolaborasi Kreatif. Berbeda dari tahun lalu, konten acara dipadatkan menjadi satu hari saja. Tepat 12 Desember 2015, keseruan Kolaboratif menjadi tempatnya para penulis dan pembaca.

Keriuhan Kumpul Penulis Pembaca (KPP) 2015 ini dimulai dari kasak-kusuk pengisi acara. Jadi, tiap penerbit yang tergabung dalam Gagas Media Group mulai menyebar flyer kepada sekumpulan penulis agar berpartisipasi dalam KPP tahun ini. Flyer itu sampai juga padaku.



Flyer berisi "Home is Calling : Let's Celebrate Together" rasanya seperti diajak 'pulang kampung'. Ya, Bukune khususnya sudah seperti rumah bagi kami para penulisnya. Meski aku sendiri belum meluncurkan karya kedua di Bukune, rasanya KPP 2015 sangat sayang untuk dilewatkan. Kapan lagi, kan, penulis dan pembaca bisa berkumpul dalam satu arena seharian?! Kebetulan, penulis-penulis sealiran (horor) juga tak melewatkan kesempatan ini untuk reunian. Senang sekali. Bertemu mereka sangat memotivasi. Plus, aku dapat teman-teman baru.


Kenalan sama penulis-penulis kece.
Kenalan sama penulis baru juga.

Geng Horor Ceria Bukune yang tak komplit.

Editor Kesayangan.
Oke, mari kembali ke topik. Ada apa saja di KPP 2015? Acara yang berlokasi di 3 tempat ini memang punya kelas-kelas dengan konten beragam. Kita bisa pilih kelas mana yang dirasa butuh dan ingin diikuti. Bisa juga ikut lantaran penulis favorit jadi pengisi acara. Dimulai dari Breakfast with Author di Elmana Cafe, KPP sudah bikin kita 'melek' pagi-pagi. Ada sarapan menarik sembari chit-chat dengan penulis favorit, bikin kita lebih dekat dengan penulis maupun dengan pembaca.

Setelah kenyang, langsung saja ikut Morning Class dengan tema "How They Do It?", lalu berurutan Book Talk berikutnya dengan tema "Co-Kata", "Aksi Menginspirasi", dan "When Author Meet Visual Artist" di Galeri 678 Kemang.

Sembari berjalannya booktalk, di venue yang lain, kafe Never Been Better, tersedia Afternoon Class dengan tema "Buku 101" dan dilanjutkan dengan "Tantangan Menulis". KPP membuat sore kita makin kreatif. Eh, tapi, KPP tidak terus-terusan diisi dengan kelas-kelas padat dengan obrolan berat. Ada hiburan berupa Author on Stage, waktunya seru-seruan bersama penulis yang doyan berkisah, Stand Up Comedy, covering lagu, musikalisasi puisi, dan heboh-hebohan kuis. Penulis dan Pembaca memang berkumpul dan menjadi dekat. Itulah esensinya.

(Foto : Dok. Bukune)

Display buku diskon 20% di KPP 2015

(Foto: Dok. Bukune)

Suasana Galeri 678 Kemang saat KPP berlangsung. (Foto : Dok. Bukune)

KPP 2015 ditutup dengan Sunday Meeting. Meski saat itu Sabtu, acara Sunday Meeting sudah menjadi sebuah brand milik Gagas Media Group. Serangkaian acara KPP akan jadi lebih bermakna dengan para penulis yang duduk bareng di akhir cerita dalam Sunday Meeting. Topiknya kali ini adalah transformasi sebuah ide. Bagaimana seorang kreator berkolaborasi agar karyanya dapat dinikmati dalam medium yang berbeda-beda. Seru, bukan?

Sepulang KPP, akhirnya kami, yang tergabung dalam Geng Horor Ceria melipir nongkrong malam mingguan bareng, membicarakan tentang KPP Sabtu itu, membicarakan alam lain, membicarakan rencana tahun depan.


Malam-malam horor ceria bersama mereka.

Topi cantik dari KPP 2015.

Inilah kisah Sabtu cerdas-ku dalam Kumpul Penulis Pembaca 2015. Semoga kita bertemu lagi di KPP 2016.

No comments:

Post a Comment

Instagram @sansadhia