Dari Mangut sampai Sate Sapi Suruh di Salatiga


Tema trip ke Salatiga ini adalah makan. Kami disambut dengan senyum ramah oleh ibu seorang teman kerja. Tanpa neko-neko kami disuguhkan welcome drink berupa teh manis hangat. Maklum, udara di Salatiga cenderung lebih dingin karena berlokasi di kaki gunung Merbabu. Sebenarnya teh manis itu di mana-mana sama, kan, ya. Pakai gula. Tapi entah kenapa, rasanya spesial sekali pagi itu.

Begini percakapan di antara aku dan teman-teman.

Aku : Wah, tehnya enak.
Arie: (ikutan minum) Oh iya enak.
Aku : Aku mau lagi dong.
Arie : Nyokap lo pake teh racikan?
Indra: Enggak. Teh biasa aja.
Arie : Teh celup?
Indra : Sama aja, kok.
Arie : Oh. Rasanya gimana gitu. Lebih enak.
Indra : Ya, cara menyuguhkannya dong yang beda. Nyokap gue...

Ini adalah obrolan sedikit lebay tentang segelas teh manis hangat. Ya, tapi itulah first impression kami terhadap Salatiga. Apa pun yang disuguhkan pasti enak. Padahal aslinya memang kami semua yang doyan melahap apa saja yang dihidangkan.



Pertama kali ke Salatiga, pertama kali melihat bagaimana pelannya laju mobil-mobil di setiap sudut jalan, pertama kali pula mencicipi cita rasa makanannya. Dalam trip Salatiga-Semarang, aku mencicip beberapa makanan. Berkat seorang rekan kerja yang merupakan orang Salatiga, dengan baik hati menawarkan beberapa jenis makanan yang harus kami lahap. Apa saja?

1. Mangut


Sebagai welcome food yang disajikan di rumah salah satu rekan kerjaku di Salatiga adalah kepala ikan asap alias mangut. Katanya ini khas Salatiga dan wajib coba. Sebagai penggemar ikan-ikanan sekaligus kepala ikan, aku mencicip kuahnya pertama kali. Bumbunya gurih dengan kuah berwarna kuning yang tidak kental. Daging asapnya berasa. Aku belum pernah marasai makanan jenis mangut ini sebelumnya. Dan, begitu dicoba, langsung suka.

2. Sate sapi suruh


Dari sekian banyak sate bumbu kacang, paling banyak sate ayam dan kambing. Nah, di Salatiga ini, satenya pakai daging sapi, persis seperti sate padang. Kata temanku, sate sapi suruh ini cuma ada di Jawa Tengah. Bumbunya kacang dan cenderung manis. Karena memang trip-ku ke Jawa Tengah waktu itu adalah kuliner, jadi lidah ini memang harus mencoba manis nikmatnya sate sapi suruh. Kebetulan di Salatiga ada sebuah warung sate yang ramenya luar biasa. Untuk mendapat seporsi sate, kami harus rela mengantre. Nama kami ada di waiting list ke-12 waktu itu. Bersama asap bakaran sate, kami pun rela menunggu. Wangi-wangi panggangan daging semerbak dalam menit-menit menunggu itu.




3. Wedang Ronde



Ini adalah wedang ronde dari Jawa Tengah. Meskipun asal minuman hangat dan menghangatkan ini berasal dari Cina, wedang ronde sangat terkenal di Jawa Tengah, termasuk Salatiga ini. Rasanya juga bervariasi. Ada yang susu, rumput laut, wijen, dan lain-lain. Ya, pada intinya, sih, yang menyengat dari wedang ronde itu adalah jahenya.

4. Semur Iga


Makan sop iga berkuah manis adalah pengalaman baru bagiku. Makanan ini lagi-lagi dibuatkan khusus oleh ibu dari teman kerjaku. Beliau sangat pintar memasak. Dagingnya lembut, bumbu meresap, dan rasa manisnya pas. Untuk orang yang bukan pencinta makanan manis sepertiku, bisa menyukai makanan semur ini, berarti rasanya memang lezat.


5 comments:

  1. lalu samar-samar terdengar suara grucuk-grucuk... :P

    ReplyDelete
  2. aduuuh pengen lagi.. bagaimana kalau kita datangkan ibunya Indra ke Jakarta buat masakin kita.. hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuuuuuuuuuu..... Mangut-nya juara. Gue mau lagiih

      Delete
  3. Kalau ke Salatiga lagi, coba temannya ditodong 'bakso gigi', salah satu yang ada sejak dulu kala khas sana :)

    ReplyDelete