In Hospitality Land Journey Land

Ohoiew Island Resort vs Ohoidertawun Bungalow Kepulauan Kei

Keelokan Kepulauan Kei, Maluku Tenggara pasti tidak diragukan lagi. Negerinya memang kecil dan tidak sebanding dengan Taman Nasional Laut atau Atol yang selalu menjadi objek keren. Kepulauan Kei itu ibarat kecil-kecil cabai rawit.

Kami tak mendapat kesulitan memilih penginapan. Ada banyak penginapan murah yang tersedia, tergantung tingkat kenyamanan. Meski fasilitas listrik dan air sangat minim, lokasi-lokasi penginapan ini cukup nyaman dan dikelola langsung oleh penduduk lokal. Jangan berekspektasi lebih untuk fasilitas setempat. Mereka tahu negerinya indah, mereka juga tahu akan banyak orang yang menikmatinya.

Saat berada di Kei, aku sempat melihat-lihat 2 penginapan yang asyik. Mari kita bandingkan kedua tempat itu. Mana yang jadi pilihanmu?

1. Ohoiew Island Country Club



Meski di Kei tidak ada sinyal, tapi jangan salah, ada satu pulau yang tak berpenghuni dan telah disulap jadi sebuah resort. Namanya, Ohoiew Country Club Resort. Seperti resort-resort tepi pantai pada umumnya, Ohoiew Resort ini hanya berjarak 100 meter dari bibir pantai. Kamar yang disediakan tidak banyak, tapi percayalah, tempat ini sungguh homey.

Ohoiew itu pulau kecil. Seperempat lahannya dimanfaatkan untuk country resort ini. Hanya ada 2 atap dengan beberapa kamar, lalu ruang santai serta beberapa gazebo untuk meneduh di pinggir pantai. Ombak cukup tenang di sini. Pasir-pasirnya sudah dipadatkan sehingga kita lebih leluasa berjalan menggunakan alas kaki.

Tak banyak yang bisa ditemukan di pulau ini. Tak banyak pula yang bisa dilakukan di sekitar sini. Ohoiew hanya pulau kecil. Tetapi kalau kamu mencari tempat tenang, hening, dan jauh dari pusat kota, Ohoiew Resort ini bisa jadi pilihan. Mayoritas tamu penginapan ini adalah pasangan bule. Wisatawan lokal sendiri tidak banyak yang sampai ke sini untuk bermalam. Kebanyakan mereka (termasuk kami) memilih Ohoiew untuk piknik siang hari karena di sisi kiri resort, pohon-pohon rindang memberi keteduhan yang damai. Ada juga yang memilih snorkeling di perairan sekitar Pulau Ohoiew.




2. Ohoidertawun Bungalow

Kami bermalam di Ohoidertawun karena tempatnya tenang, lokasinya di sekitar desa Islam, makanan pun disediakan oleh pemilik penginapan. Enak-enak pula. Pohon kelapa yang rindang membuatku tak bisa berpaling dari tempat ini. Ada banyak pilihan untuk menginap. Meski di kawasan ini, penginapannya masih terbilang sederhana, tapi apa yang bisa dilihat di sekitar sini membuktikan kemewahannya. Kami memilih bungalow di wilayah kampung Islam. Lokasinya paling ujung dan cukup tenang. Selain itu harganya juga relatif paling murah.

Yang menyenangkan dari penginapan di Pantai Ohoidertawun adalah kita bisa berbaur dengan masyarakat sekitar karena penginapan ini langsung dikelola oleh warga setempat. Kita juga bisa request makanan yang dapat disediakan tiga kali sehari. Seperti waktu aku ke sini, ada teman kami yang alergi makanan laut padahal notabene makanan di sini didominasi oleh ikan. Jadi, mereka bisa menyediakan menu ayam goreng sebagai pengganti ikan. Si ibu pemilik penginapan jago masak, lho, dan makanannya pun beragam, lengkap dengan sayur. Ikan goreng, ikan bakar, ikan rica-rica berbagai rasa telah kami coba. Ditambah jenis lauk yang lain disediakan. Makan bersama di tepi pantai memang asyik, apalagi kami juga diberi bekal untuk makan siang saat sedang safari pulau. Tempat ini serasa milik kami sepenuhnya.




Bonus plus plus di Kei, kami menyantap makanan yang berbeda-beda. Aku sudah pernah bilang, kan di jurnal post sebelumnya bahwa orang-orang Tual itu sangat ramah dan gampang tersenyum. Berkat keramahannya, soal perut tak pernah jadi masalah. Lupakan camilan yang kamu bawa dari kota asalmu karena sungguh kamu tidak memerlukannya. Siapkan perut kosong untuk makan makanan buatan orang Tual. Rasakan nikmatnya bersama udara laut yang sangat kental di sini.

Karena aku suka sekali dengan ikan, aku bahagia berada di sini. Berbagai jenis ikan laut segar disuguhkan. Kami sempat melihat gurita berenang-renang di tepian. Namun tak berhasil ditangkap, padahal menyantap gurita bakar malam-malam pasti sedap. Mungkin bukan rezekiku kali itu. Lain kali siapa tau beneran bisa makan sate gurita yang baru saja ditangkap. Segar-segar ciamik.

Ikan bakar.

Ikan goreng jeruk nipis.
Embal.
Makan enak.
Intinya, nikmati saja alamnya, itu sudah lebih dari cukup dibanding fasilitas resort mana pun.

Related Articles

4 komentar:

  1. Wah indahnya menikmati pantai sambil makan ikan
    Agenda liburanku kemana yak hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nginep di pantai dan makan enak ya harusnya judulnya. Ayo Kak, ke Pulau Kei. Gak nyesel. Indah banget

      Delete
  2. Kak hanum boleh minta alamat emailnya gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dicek di profil blog ini kan. Ada di bio saya

      Delete