In Journey Land

9 Angels, A Place Not to be Missed in Ubud

Ada satu tempat di Ubud, Bali yang tidak boleh dilewatkan. Saat berkunjung ke Ubud, aku dan teman-teman seperjalanan diajak berjalan-jalan keliling Ubud dan harus mampir ke sebuah restoran vegetarian. Dea, temanku yang sekarang menjelma menjadi orang Ubud, sangat riang sekali saat bercerita tentang kafe istimewa yang satu ini. Namanya 9 Angels Cafe. Aku jadi ingin tahu seperti apa rupa tempat makan yang satu ini. Dea cuma memberikan beberapa clue: menu vegetarian, konsep dekorasi daur ulang, kantin kejujuran, dan pemiliknya sangat ramah. Hmm... baiklah. Dea berhasil membuatku penasaran.

Ubud rupanya mengajarkan banyak hal terhadap orang-orang yang tinggal di sana. Tentang alam, kelestariannya, kesederhanaannya, dan toleransi yang sangat tinggi. 9 Angels Cafe adalah sebuah wujud kesederhanaan dan toleransi yang tinggi warga Ubud. Begitu memasuki kawasan kafe, kami disambut pernak-pernik dari botol-botol kaca yang disusun sedemikian rupa. Bisa dijadikan meja, bangku, bahwa hiasan dinding.

9 Angels, a place not to be missed in Ubud
Ini tempat favoritku di 9 Angels, nuansa senja sambil baca. (Foto diambil oleh V)

9 Angels, a place not to be missed in Ubud
Api unggunan yuk. (Foto diambil oleh https://www.instagram.com/noviiaoktaviaa/V)
Konsep kafe ini terbuka dan dipenuhi oleh pot-pot tanaman yang didesain menarik. Bangku-bangku kayu, ranting-ranting pohon, bahkan hammock ditata apik. Bilang saja ini kafe yang menyatu dengan alam. Di samping itu, kafe ini juga punya space yang lebih tenang dan privat. Ada ruang terbuka yang lebih semarak, ada pula ruang baca yang lebih syahdu. Sekumpulan buku disusun di rak, bisa dibaca sambil nongkrong cantik di kafe ini. Tapi bukunya impor semua, lho, karena yang datang ke sini pun mayoritas bule.

Suasan kafe ini menyenangkan dan super santai. Kalau malam, lampu warna-warni menyala. Kita bisa bakar api unggun dan mendengarkan acara musik seadanya tapi penuh tawa. Semakin malam memang kafe ini semakin ramai. Pengunjungnya bebas mau duduk di mana, bermain apa pun, atau melakukan kegiatan apa pun. Ada area terbuka untuk bersuka ria. Pemilik kafe rupanya sudah memperhitungkan detail kegiatan santai yang sesuai dengan konsep kafe. Ada banyak kegiatan unik yang diadakan di kafe ini. Tidak muluk. Tapi akrab.

Untuk menu makanan, kita bisa ambil sepuasnya karena dihidangkan secara prasmanan. Ada daftar harga di tiap kelompok makanan. Ada jenis nasi merah dan nasi putih juga. Buah-buahan juga ditumpuk dengan label harga murah. Semua menu ini vegetarian, ya. Tidak ada menu protein hewani di sini. Tapi masakannya enak-enak semua. Untuk minuman, pengunjung juga bebas menyeduh kopi, teh, dan susu. Self service. Tidak perlu pusing soal bayaran. Setiap makanan dan minuman sudah dilabeli harga, jadi catat masing-masing kamu makan dan minum apa saja.

9 Angels, A place not to be missed in Ubud
V sedang menikmati nuansa outdoor 9 Angels.

9 Angels, a place not to be missed in Ubud
Bagian dalam dari 9 Angels.

Vegetrian cafe in Ubud
You don't need a reason to feed people, slogan 9 Angels. (Foto milik Dea)

Vegetarian cafe di Ubud
Makan buah tinggal kupas sendiri. (Foto diambil oleh Ry)
Uniknya tidak ada kasir juga. Aku diberi tahu Dea, kalau mau bayar, tinggal memasukkan uang ke dalam botol kosong yang tersedia di setiap meja. Oiya, setelah makan dan minum, cuci peralatan makan sendiri dan taruh di tempatnya. Ini, sih, sudah banyak kafe dan restoran di luar negeri yang seperti ini, mengajarkan pengunjung untuk mandiri dan bertanggung jawab. Begitulah cara kerja tongkrongan di 9 Angels ini. Anggap rumah sendiri. Jadi tidak perlu sungkan, tidak perlu antre, tidak perlu ribet.

Kamu ingat kantin kejujuran sewaktu sekolah dulu? Atau pernah belanja di kantin kejujuran? Setiap belanjaan yang dibeli, uangnya tinggal ditaruh di dalam kotak uang atau box khusus. Begitu juga dengan makan, tinggal taruh uangnya di tempat yang disediakan. Jadi, yang nggak bayar, nggak ketahuan, dong? Iya. Terserah aja, kalau mau nggak bayar, ya silakan. Tapi dosa ditanggung masing-masing, ya. Nah, itulah yang diaplikasikan di 9 Angels Cafe. Seru, ya.

Kata Dea, butuh waktu lama untuk mengedukasi pengunjung dan membiasakannya self service di sini. Tapi lama-kelamaan bisa juga. Tidak perlu dihitung kerugiannya. Jika orang terbiasa dan sudah merasa nyaman, rasanya 9 Angels tidak butuh apa-apa selain kerendahhatian dan kejujuran pengunjung. Yang penting nyaman. Itu tagline masa kini, bukan?
Dekorasi 9 Angels
Reading battle. (Foto diambil oleh Junisatya)

9 Angels, a place not to missed in Ubud
Hangout with best friends.

Jadi, kalau kamu ke Ubud, sempatkan mampir di 9 Angels. Tempatnya asyik, suasananya akrab, dan bisa makan kenyang-sehat.


9 Angels
Jl. Suweta No. 32, Ubud
Kabupaten Gianyar, Bali
Open : 10.00 AM-10.00 PM
More info : Instagram @9angelsubud

Read More

Share Tweet Pin It +1

22 Comments

In Journey Land

Angin Semilir di Crystal Bay Nusa Penida

Ada satu pantai di Nusa Penida yang lebih dulu dikenal dan ramai. Namanya Crystal Bay. Pantai ini berada di sisi barat Nusa Penida, bertolak belakang dengan Pantai Atuh. Setelah sesorean main di Pantai Atuh esok paginya aku bersiap menyusuri timur pulau telur emas Bali ini.

Hujan sempat mengguyur pagi itu. Matahari tertutup awan kelabu. Tapi itu tak mematahkan asaku untuk melanjutkan perjalanan. Usai sarapan di penginapan kami, Bukit Sunrise, aku dan teman-teman seperjalanan berkendara menyusuri pesisir utara pulau ini kembali ke arah dermaga Toya Pakeh. Katanya dari Toya Pakeh, Crystal Bay tidak terlalu jauh. Beruntungnya, jalan di Nusa Penida ini tidak membuat banyak cabang. Sangat mudah untuk menemukan arah di tengah belantara.

Crystal Bay di Nusa Penida
Crystal Bay yang sedang pasang.
Tak seperti jalur ke Pantai Atuh, jalan menuju Crystal Bay lebih banyak petunjuk arah. Lokasinya juga melewati banyak warung dan banyak penginapan. Cottage-cottage yang hits di Nusa Penida terdapat di sekitaran Crystal Bay. Namun, jangan senang dulu. Jalanannya masih tetap berliku dan sedikit berlubang.

Aku sampai sempat menyeletuk, "Kenapa, ya, jalur menuju pantai itu pasti berlubang?" Lalu pertanyaan itu kujawab sendiri, "Karena kandungan garam di udara sangat tinggi sehingga mengikis molekul pada benda padat, seperti aspal dan batu." Jadi, harap terima keadaan jalan apa adanya.

Mendekati Crystal Bay, jalanan mulai menurun terjal. Pohon-pohon semakin jarang. Laut sudah tampak dari kejauhan. Dengan petunjuk arah yang sangat membantu, aku sampai juga di deretan warung sekitar Crystal Bay.

Crystal Bay merupakan pantai di ufuk barat Nusa Penida. Pantai ini menjadi salah satu dermaga kecil dan terdapat banyak perahu motor dan speedboat yang dapat disewakan pengunjung. Jika ingin snorkeling, kita bisa menyewa perahu dari pantai ini. Tak jauh berbeda dengan Pantai Atuh, pantai ini juga dikepung tebing-tebing karang. Ada pulau karang yang berlubang juga tak jauh dari bibir pantai.

Karena Crystal Bay sudah sangat ramai, pasirnya tak lagi putih sebersih Pantai Atuh. Namun, warna air lautnya masih menawan. Begitu juga dengan karang-karangnya. Sayangnya aku tak sempat berlama-lama berada di sana. Niat hati hendak snorkeling, tapi apa daya, ombak sedang besar. Mungkin lain kali.

Tempat snorkeling di Nusa Penida
Bermain ombak di Crystal Bay.
Crystal Bay Nusa Penida
Junisatya sedang asyik di pantai.

Aku menyusuri pasir yang lembut. Air laut sedang pasang. Melihat pemandangan batu karang di lepas pantai, membuat hati ini tenang. Meski tak semegah Pantai Atuh, Crystal Bay punya pesonanya sendiri. Crystal Bay ini berupa ceruk kecil yang dipagari karang-karang. Air laut cenderung tenang di sini. Kalau mau berjalan-jalan melihat karang-karang yang menawan, kita bisa berlayar lebih ke tengah. Berkunjung ke Broken Beach lewat jalur laut juga bisa. Nanti aku cerita tentang Broken Beach di jurnal post selanjutnya, ya. Untuk saat ini, mari kita nikmati angin semilir di Crystal Bay.

Oiya, waktu yang tepat untuk ke pantai ini adalah sore hari karena bisa melihat sunset yang bagus dari sini. Kalau mau snorkeling, ya, berarti datang lebih pagi agar ombak tak terlalu tinggi. Bermain di pantai ini menyenangkan, kok, apalagi kalau kita menginap di cottage tak jauh dari Crystal Bay. Biar bisa menikmati ceruk pinggir laut yang damai itu sepuasnya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

6 Comments