In Movie Land

Gaya 17 Agustus-an di Screening Film Negeri Dongeng

Merayakan kemerdekaan bisa dalam berbagai cara. Saat orang-orang sibuk mengikuti upacara bendera, nonton tayangan langsung upacara di Istana Negara, terpukau dengan tim Paskibraka dari tahun ke tahun, lomba-lomba di wilayah sekitar rumah, aku malah bertandang ke bioskop. Sungguh 17 Agustus 2017 begitu berbeda karena aku ikut upacara bendera di bioskop. Lho, gimana bisa?

Yes, aku dapat undangan nonton film Negeri Dongeng sembari merayakan Dirgahayu Indonesia. Ini bukan film biasa. Negeri Dongeng merupakan film dokumenter tentang para pemuda yang menamai dirinya Aksa 7 yang menjelajahi 7 gunung tertinggi di Indonesia. Semangat yang tinggi dan kecintaan mereka terhadap alam Indonesia memotivasi Anggi Frisca dan teman-temannya untuk menjelajahi 7 gunung di Indonesia. Film tentang gunung mungkin telah wara-wiri duluan di layar lebar. Film dokumenter tentang cerita anak gunung juga tentu sudah biasa. Film yang diproduksi oleh Aksa7 ini memberi sudut pandang berbeda. Bedurasi 1 jam 90 menit, film Negeri Dongeng memperlihatkan suka duka pendakian 7 gunung, yaitu Kerinci di Sumatera, Semeru di Jawa, Rinjani di Nusa Tenggara, Bukit Raya di Kalimantan, Rante Mario di Sulawesi, Binaiya di Maluku, dan Cartenz di Papua.

Poster film Negeri Dongeng. (Foto diambil dari sini)
Apa istimewanya? Pendakian 7 gunung menjadi sebuah prestasi tinggi para pencinta alam. 7 summits di puncak-puncak tertinggi di gunung-gunung Indonesia tidaklah mudah. Banyak lika-liku yang dialami dalam perjalanan. Tekad yang pasang surut juga menjadi tantangan besar bagi para pendaki ini. Proses produksi film mencapai 2 tahun. Dimulai dari Sumatera dan diakhiri di Papua. Banyak checklist yang bisa dibuat bagi kita para pencinta alam dan ingin mencoba menjelajahi alam Indonesia ini.

Gunung tak pernah membosankan. Setiap perjalanan pasti punya cerita. Masalah-masalah lazim dalam pendakian menjadi sorotan utama di dalam film, seperti ketersediaan makanan, pemilihan stok makanan tanpa harus 'nyampah', ketersediaan air minum, kondisi fisik pendaki, trek yang di luar ekspektasi, dan cuaca. Lalu, beda gunung, beda pula tantangannya. Sepertinya semakin ke timur, trek pendakian semakin berat. Penonton akan diperkenalkan pada beberapa part kehidupan masyarakat sekitar gunung, ragam budayanya, dan kebiasaan-kebiasaan penduduk setempat.

Terus terang, aku terpukau dengan gambar-gambar keindahan tersembunyi dari spot yang nggak sembarang manusia bisa lihat. Ketika aku belum sanggup menaiki puncak-puncak tertinggi bumi Nusantara, aku dapat merangkumnya dalam film Negeri Dongeng. Mungkin ada beberapa bagian di film ini yang terlihat agak drama, terlalu idealis, atau pun terlihat kurang natural, aku mengakui bahwa perjuangan Aksa 7 untuk memproduksi film ini patut diacungi jempol. Sekarang tidak perlu muluk membicarakan kualitas film. Mari bicarakan konten yang dapat dibagi ke khalayak. Nama-nama seperti Nadine Chandrawinata, Darius Sinatriya, Medina Kamil yang sudah dikenal sebagai pencinta traveling dalam passion mereka masing-masing, serta Mathew Tandioputra sebagai pendaki termuda ikut meramaikan film dokumenter ini. Komitmen pemain yang tampil di film untuk melewati pendakian tentu menjadi sebuah cerita lain lagi. Semua rasa itu ada di Negeri Dongeng. Anyway, meski film dokumenter, film ini tetap punya jalur cerita asyik, tidak membosankan, dan gamblang.

7 summits gunung tertinggi di Indonesia
Pendakian Puncak Cartenz oleh tim Aksa 7. (Foto diambil dari sini)
Satu bagian favoritku dalam perjalanan 7 summits ini adalah saat mereka menginap di rumah warga sebelum melakukan pendakian. Aku mengutip satu kalimat, "Susah bagi orang-orang di kota untuk mengizinkan orang lain masuk ke dalam wilayah pribadi mereka." Lalu gambar bergerak ke suasana apik ruang dapur saat pendaki berbaur dengan si pemilik rumah, memasak dan makan bersama di dapur yang sempit dan apa adanya tapi terlihat nikmat. Bravo.

Lalu, tentu banyak yang bertanya, kenapa diberi judul Negeri Dongeng? Ada satu spot di perjalanan saat pendakian Puncak Cartenz di Papua yang memberi ide bahwa Indonesia itu layaknya Negeri Dongeng. Jadi bukan sekadar khayalan atau bualan semata. Negeri kita indah dan patut diceritakan turun-temurun agar keindahan itu tetap terjaga. Jadi, karena ini film tentang puncak-puncak tertinggi Indonesia, usai pemutaran perdana film Negeri Dongeng di Epicentrum tepat 17 Agustus lalu, bender merah putih pun dikibarkan di dalam studio dan lagu "Indonesia Raya" dikumandangkan. Momen yang pas untuk suasana dirgahayu Indonesia dengan tontonan film tentang perjuangan cinta anak muda Indonesia untuk melihat negerinya dari puncak tertinggi. Film Negeri Dongeng akan tayang di bioskop secara luas pada September 2017. Jangan sampai terlewat, ya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

6 Comments

In Advertorial Land Story Land

Beli Make Up Item Bergaransi Harga Termurah Shopee

Make up memang bukan hal baru bagiku. Sejak aktivitas traveling meningkat, aku jadi lebih akrab dengan fotografi dan aku jadi lebih butuh make up daripada sebelumnya. Apalagi sekarang zamannya social media yang bersifat visual. Kalau traveling adalah hobiku, skin care dan make up jadi pelengkapnya. Tujuannya, ya, biar tetap on point kalau difoto di mana pun. Mau di pantai, gunung, tengah kota, wajah harus selalu segar. Jadi aku punya skin care dan make up kit yang selalu dibawa saat traveling. Sejak itu pula, aku mulai mengumpulkan peralatan make up standar yang cocok untuk kontur wajah.

Kebetulan banget, beberapa make up items-ku ada yang habis atau kadaluwarsa. Aku sempat diminta buat mendandani beberapa saudara di acara pernikahannya dan sempat pula ikutan rusuh jadi make up artist dadakan saat beberapa sahabat wisuda. Jadilah persediaan make up items-ku satu per satu habis. Harus beli, nih. Tapi alat make up, kan, mahal. Lumayan juga kalau aku harus borong beberapa. Belum lagi skincare yang juga jadi kebutuhan penting. Maklum, jadwal traveling lagi padat dan kulit butuh asupan ekstra untuk pemulihan efek paparan matahari. Jadi, harus beli yang mana dulu, nih, guys? Need advice. :(

Dalam keadaan putus asa, aku buka beberapa situs marketplace dan mencari tahu tentang beberapa brand make up yang dijual di sana. Aku lagi mau beli eyeshadow LA Colors dari USA. Produknya belum dijual bebas di Indonesia. Jadi cara satu-satunya harus memesan lewat online shop. Mau tidak mau, aku harus super ketat memilih online shop yang menjual produk original dan tentu saja harus jeli melihat harga. Kebutuhan traveling itu banyak, guys, nggak cuma make up. Jadi benar-benar harus irit seirit-iritnya.

Beli make up item bergaransi harga termurah Shopee
Aku, si Pejuang Irit.
Yes, I got it in Shopee. Aku menemukan penjual yang punya produk LA Colors yang memang dari distributor terpercaya. Ada kategori "Starseller" pula yang menjamin bahwa status penjual bukan hoax belaka. Mataku langsung tertuju pada harga Rp38.000 untuk LA Colors Day to Night Eyeshadow. Wow, murah banget. Ada cap "Garansi Harga Termurah" dari Shopee. Ah, masa, sih? Kok, aku kurang yakin, ya?

Saat aku klik untuk detail gambar, Shopee cukup berani dengan memberi garansi uang kembali 2x lipat jika ada yang jual lebih murah. Hmm, aku makin penasaran.

Garansi Harga Termurah Shopee
Harganya murah banget.
Harga eyeshadow paling murah di Shopee
LA Colors Day to Night dengan cap Garansi Harga Termurah di Shopee
Karena aku salah satu #pejuangirit yang masih nggak mau rugi, padahal harganya sudah berada di angka Rp38.000 untuk sebuah eyeshadow impor, cek toko sebelah dulu, ah. Ya, siapa tahu ada yang lebih murah lagi. Aku buka laman Lazada dan langsung search kata kunci LA Colors Day to Night Eyeshadow. Muncullah beberapa produk terkait. Beberapa penjual memajang sistem jual bundling dengan lipstik atau foundation agar harganya terlihat lebih rendah. Tapi hasilnya rata-rata harganya di atas seratus ribuan. Begitu ada LA Colors Day to Night yang dijual satuan, aku langsung klik detail produk. Harga eyeshadow ini Rp67.000. Wah, jauh sekali, ya, kalau dibanding Shopee.

Garansi Harga Termurah Shopee
Harga eyeshadow dengan merk sama justru jauh lebih mahal di Lazada

Masih belum menyerah, aku masuk ke laman Bukalapak, dengan asumsi bahwa marketplace yang satu ini memang sering memajang harga lebih rendah. Aku search kata kunci yang sama. Wow, harganya Rp66.000. Nggak jauh beda dengan harga yang dipajang oleh Lazada. Oke, pencarian belum berakhir. Aku langsung menuju laman Tokopedia. Kalau harganya juga di atas harga yang digaransi oleh Shopee, aku menyerah.

Garansi Harga Termurah Shopee
Perbandingan harga di Bukalapak masih jauh dengan harga yang ditawarkan di Shopee.
Harga eyeshadow paling murah di Shopee
Di Tokopedia juga masih mahal.

Ternyata benar. Untuk produk eyeshadow yang sama di Tokopedia dijual dengan harga Rp60.000. Ini, sih, 'gila' ya. Dari keempat marketplace yang aku bandingkan, harga LA Colors eyeshadow di Shopee Rp38.000 memang sudah yang paling, paling, dan paling murah, bahkan perbedaannya hampir 50%. Aku nggak pakai mikir ulang. Langsung buka aplikasinya di ponsel (biar nanti waktu pemesanan nggak perlu log in dan mengisi data karena sudah tersimpan di aplikasi). Dengan adanya kategori "Garansi Harga Termurah" di Shopee, aku jadi lebih mudah untuk memilih item yang ingin dibeli dengan harga paling murah. 

Kalau kamu penasaran, di laman depan Shopee sudah langsung kelihatan kelompok item dengan stempel khusus #GaransiHargaTermurah, kok. Isinya adalah kelompok barang yang memang sudah digaransi termurah oleh Shopee biar kita nggak perlu repot cek toko sebelah lagi. Shopee sepertinya sudah punya intel sendiri, ya. Apalagi untuk para #pejuangirit macam aku ini, kategori Garansi Harga Termurah memang membantu banget. Lumayan, nih, aku bisa beli beberapa make up item di Shopee. Syukur-syukur semuanya tersedia di kategori Garansi Harga Termurah yang sudah memuat sekitar 20.000 produk berbagai kebutuhan.

Garansi Harga Termurah
Kalau buka di aplikasi, belinya jadi lebih mudah. Pejuang irit, irit harga, irit tenaga.



Garansi Harga Termurah
Ini dia eyeshadow-nya. Perjuangan beli ini memang cap irit banget di Shopee. :)
Terima kasih, Shopee.

Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In Story Land

Bikin e-Visa Georgia itu Gampang

Suatu hari, ibuku bilang beliau mau ke Georgia. Kupikir itu negara bagian Amerika Serikat. Aku praktis pesimis untuk bikin visa ke Amrik karena persyaratannya lumayan panjang. Lalu, sang ibu bilang, antar Bundo ke kedutaan, ya. Dengan pede, aku buka maps dan mencari kedutaan Amrik. Eh, ternyata salah alamat. Yang dimaksud Georgia itu adalah negara di Eropa Timur sebelahan sama Rusia. Oalah, aku skip.

Oke, mari putar arah. Aku mencari info tentang pengurusan visa ke Georgia. Karena tujuannya bukan untuk jalan-jalan semata, tetapi membawa misi pertukaran kebudayaan, aku langsung tatap muka dengan sekretariat Kedutaan Besar Georgia di Indonesia. Hubungan diplomatik Indonesia dengan Georgia tampak sangat baik. Jadi untuk urusan visa pun lebih gampang.

Pengurusan visa ke Georgia ada dua macam, visa Schengen atau e-visa khusus Georgia. Aku pernah punya visa Schengen saat ke Swiss, tapi masa berlakunya sudah habis. Jadinya memang harus urus visa baru.

Jika ingin mengurus visa Schengen lewat Georgia, itu artinya kamu harus mengurus visa di lembaga khusus karena kedutaan negara-negara Eropa sudah tak mengurus visa lagi. Yang perlu diperhatikan, lihat tujuan kita masuk ke negara itu. Karena ini perjalanan dalam rangka misi kebudayaan untuk ikut festival folklore dunia, kami dipermudah dengan pengurusan e-visa yang sungguh sangat menyingkat waktu. For short term only, ya.

Begini langkah-langkahnya...

1. Buka website e-visa Georgia.

Apply e-Visa Georgia, Eropa Timur

Di website ini terdapat 3 langkah mudah pengurusan e-visa. Kalau masih bingung dan ingin meyakinkan diri sendiri betapa mudahnya mengurus e-visa Georgia, ada video di bagian bawah website. Kalau sudah paham, siapkan file copy paspor dan file pas foto berlatar terang (sebaiknya berlatar putih). Bagi yang menggunakan hijab, jangan khawatir, Georgia sangat welcome dengan perempuan yang mengenakan hijab. (Teringat saat pengurusan visa Swiss dua tahun lalu, kami diminta membuat pas foto tanpa mengenakan hijab. Sedih!) Dua komponen itu yang paling penting. Dokumen pendukung yang lain bisa menyusul, kok.

Siap? Klik "APPLY NOW"!

2. Submit Application

Bikin e-Visa Gerogia itu Gampang

Ini formulir paling gampang diisi dan tidak terlalu panjang. Kalau kamu pernah mengurus visa ke Eropa, tentu kebayang berlembar-lembar formulir yang harus diisi. Khusus untuk kamu yang ingin mengunjungi Georgia, formulirnya nggak panjang, kok. Begini penampakannya.

Isi citizenship dengan negara kebangsaanmu. Nah, untuk type of travel document, kamu sudah tahu, kan, mau isi yang mana? Buat kita yang merupakan rakyat biasa-biasa saja, tanpa punya privilege khusus macam presiden atau intel, isi dengan type "ordinary". Walaupun kamu merasa dirimu istimewa dan luar biasa, khusus untuk ini, kamu harus bersikap low-profile.

Lihat tanggal expired di paspor. Ingat, ya, urus visa ke mana pun minimal tanggal expired paspor masih harus 6 bulan lagi. Kalau paspormu expired dalam 6 bulan, sebaiknya perpanjang dulu. Ini terjadi padaku. Masa berlaku pasporku sebelumnya adalah bulan Desember 2017. Sementara aku berangkat bulan Juni 2017 ke Georgia. Berarti pas banget aku berada di negara Georgia sebelum 6 bulan habis masa berlaku paspor. Namun, sekretariat Kedutaan Besar Gerogia di Indonesia menyarankanku untuk memperpanjang paspor karena e-visa Georgia akan berlaku selama 6 bulan ke depan sejak tanggal e-visa dikeluarkan. Selama masa berlaku e-visa, paspor tidak boleh dalam keadaan 'lampu kuning' alias sudah sekarat masa berlakunya. Jadi, ya, aku harus perpanjang paspor dulu.

Sudah oke, kan, dengan masa berlaku paspormu? Sekarang saatnya tentukan tujuanmu berangkat ke negara Georgia. Karena aku berangkat dalam rangka ikut festival kesenian dunia di Tbilisi, Georgia, aku memilih "Business/Professional". Jika kamu berangkat untuk liburan biasa, langsung klik pilihan "Tourism". Ada beberapa pilihan lain, sih. Pilih saja yang sesuai dengan kepentingan keberangkatan kita ke negara Georgia. Ini penting untuk identifikasi jenis dan status e-visa yang akan dikeluarkan oleh kedutaan.

3. Travel Information

Nah, jika kamu sudah mengisi bagian-bagian di atas, klik "Next". Kamu akan masuk ke laman Travel Information. Tentukan tanggal kedatangan kamu di Georgia, dihitung tanggal kamu menginjakkan kaki di Tbilisi International Airport, ya. Bukan tanggal kamu berangkat dari Indonesia. Nanti sistem akan menghitung durasi masa berlaku visa yang akan dikeluarkan untukmu. Bagian ini lebih gampang dan jangan lupa selalu baca Information Box dengan cermat. Selanjutnya bisa klik "Next" lagi.

e-Visa Georgia Eropa Timur

4. Terms & Condition

Ini yang aku bilang mudah dalam pengurusan e-visa ke Georgia. Kenapa? Kita nggak perlu upload dokumen semacam travel insurance, reservasi tiket pesawat dan hotel, rekening bank, dan surat lain-lain yang mendukung pengurusan visa. Cukup centang saja kotak di laman ini. Baca juga Information Box. Tapi jujur, ya. Untuk dokumen pendukung itu, dibawa saat berangkat untuk jaga-jaga. Siapa tau kamu bermasalah di imigrasi airport. Nanti bisa dikira imigran gelap dan dideportasi. Owh, sungguh mengerikan.

e-Visa Georgia Eropa Timur

5. Personal Information

Ini isian standarlah ya. Nama, nomor paspor, tanggal lahir, dan email. Oiya, di sini juga saatnya kamu upload pas foto dan paspor yang sudah disiapkan sebelum applying e-visa  ini. Pastikan foto sudah diedit sesuai ukuran yang diminta dan tertulis jelas di Information Box. Nanti foto langsung nongol di laman ini untuk memastikan kamu tidak mengunggah foto yang salah.

e-Visa Georgia Eropa Timur

6. Rekapitulasi data

Setelah "Next", kita akan masuk ke laman rekap data. Pastikan semua data yang dimasukkan sudah benar. Setelah semua oke, permintaan pengurusan e-visa akan dikirim ke email untuk konfirmasi.

e-Visa Georgia Eropa Timur

7. Cek Email

Kamu akan masuk ke laman seperti ini pada gambar. Coba buka email dan baca ketentuan selanjutnya di sana. Kamu punya waktu 1 jam untuk approve application di email dan payment dapat diproses. Sudah siap dengan kartu kredit, kan?

e-Visa Georgia Eropa Timur

e-Visa Eropa Timur
8. Payment

Satu-satunya cara pembayaran melalui website ini adalah melalui kartu kredit. Jadi jangan kaget, ya. Pastikan kartu kreditmu sudah di tangan sehingga pembayaran dapat diproses. Bayar pengurusan e-visa Georgia sungguh sangat murah, cuma 20 USD, ditambah tax, jadi 20.5 USD. Pembayaran ini tidak refundable, lho. Jadi pastikan lagi data sudah benar. Kalau e-Visa ditolak, ya, risikonya uang tidak kembali. Sedih, ya. Untung murah, kan?!

e-Visa Georgia Eropa Timur

e-Visa Georgia

9. Payment Confirmation

Setelah semua pembayaran sudah dilakukan, cek email lagi. Di sana ada keterangan kalau pembayaran kita sudah berhasil. e-Visa akan diproses dalam 5 hari kerja sejak pembayaran dilakukan. Tinggal tunggu, deh. Menunggu itu paling deg-degan. Bisa diterima dan bisa juga ditolak, kan?

e-Visa Georgia

10. e-Visa Georgia

Tadaaaa, setelah sabar menunggu 5 hari kerja, akhirnya e-Visa Georgia keluar juga. Dikirim via email. Di sana tertera file attachment dalam bentuk pdf. Tinggal cetak, lalu dibawa saat berangkat, selipkan ke dalam paspor. Pintu gerbang Georgia sudah terbuka untukmu.

Di sana juga tertulis type of visa. Saat itu status visa ku ditulis C3. Itu bukan gate pesawat. Bukan! Itu golongan tujuan kita mengunjungi Georgia. Karena tujuanku ke Georgia dalam perjalanan bisnis dan profesional, jadi visa jenis C3. Untuk perjalanan wisata, sepertinya type of visa ditulis C1. Jadi jangan khawatir kalau jenis visa kita berbeda. Yang penting bisa berangkat ke Georgia.

e-Visa Georgia

FYI, e-Visa ini hanya berlaku untuk negara Georgia, bukan kategori visa Schengen. Jadi kamu tidak bisa melintas seenaknya ke negara Eropa lainnya. Namanya juga e-Visa mudah dan murah meriah. Dan, satu lagi, selama di negara Georgia, jangan berbuat yang aneh-aneh, ya. Karena di Georgia nggak ada KBRI. Kantor KBRI berada di Kyiv, Ukraina yang mengayomi Azerbaijan dan Georgia. Jadi, kalau ada apa-apa pada WNI di Georgia, kita harus terbang dulu ke Kyiv, Ukraina, sementara kita tentu nggak prepare visa Ukraina, bukan? Bersikaplah sebagai stranger yang baik di negeri orang. Apalagi kata orang KBRI yang sempat kuemail sebelum berangkat, hanya ada 4 orang WNI yang terdata dan tersebar di negara Gerogia. Bayangkan, cuma 4 orang. Siapkan diri untuk benar-benar menjadi stranger di sana, ya. Happy traveling!



*Pengurusan e-Visa Georgia ini dalam rangka perjalanan misi pertukaran kebudayaan dalam International Folk Dance and Music Perkhuli Tbilisi 2017.

Read More

Share Tweet Pin It +1

6 Comments

In Journey Land

Taman Bunga Begonia yang Penuh Cinta

Pencinta tumbuhan dan bunga-bungaan, kebahagiannya akan bertambah 99% saat masuk ke kawasan Taman Bunga Begonia. Lokasinya yang adem, sejuk, dan segar, budidaya tumbuhan di kawasan Maribaya, Lembang, Jawa Barat ini menjadi ranum dan rimbun. Hasilnya, taman indah warna-warni serta wangi menjadi pusat perhatian banyak orang. Ada banyak jenis bunga yang ditanam di sini, lalu ditata sedemikian rupa dengan beberapa instalasi. Taman Bunga Begonia memang bikin betah. Bacanya harus lengkap 'begonia', ya. Jangan disingkat. Jangan pula ditambah-tambah jadi begonia(n). :)

Saat berada memasuki Taman Bunga Begonia, aku jadi ingat sebuah taman bunga besar di Singapura yang pernah kukunjungi sebelum ini. Flower Dome di Garden by The Bay. Taman Bunga Begonia memang tak sebesar dan semegah taman bunga di negeri tetangga itu. Tapi percayalah, wangi-wangian bebungaan lebih natural dan menawan hati. Rasanya, ini sangat Indonesia. Tak perlu budidaya di dalam dome dengan pengaturan suhu tertentu atau dengan kualitas tanah yang sengaja didatangkan dari luar. Taman Begonia memang ada karena kesuburan, suhu udara, serta cuaca yang cocok dan aman untuk berbagai jenis tanaman.

Jenis bunga begonia di Lembang
Bunga yang merah itu termasuk jenis begonia lho.

Taman Bunga Begonia
Selalu bersama Junisatya.
Sunny day di Lembang
Sunny day.
Taman Bunga Begonia yang penuh cinta
Datang sendiri pun ke sini, nggak akan kesepian. Taman ini tetap bernuansa penuh cinta, kok. :)
FYI, bagi yang belum tahu kenapa taman ini dinamakan 'Begonia', begonia itu bukan nama satu jenis bunga saja. Begonia ternyata sekumpulan keluarga tanaman hias yang dapat tumbuh di daerah lembab dan tropis. Cocok sekali dengan Lembang yang sejuk dan lembab. Bunga-bunga yang masuk dalam genus Begonia termasuk bunga tangguh yang bisa hidup di dalam ruangan. Ada beberapa tanaman begonia yang dirawat di area ini (yang sebenarnya aku sendiri tidak begitu tahu yang mana saja).

Taman Bunga Begonia didekorasi se-fun mungkin. Ada beberapa bangku-bangku taman yang di beberapa titik. Disediakan pula tempat-tempat yang bisa membuat fotomu instagramable. Ada area untuk nongkrong bersama, ada pula area untuk bikin acara gathering (asal tidak merusak tanaman). Semua dekorasi dan instalasi ini menjadikan Taman Bunga Begonia bernuansa penuh cinta. Semerbak bunga tercium, ditambah pula angin perbukitan yang sepoi-sepoi. Sangat disarankan untuk mengunjungi taman ini pada pagi hari. Warna-warna bunga masih merona saat itu. Pukul 7 pagi sudah dibuka, kok. Jangan heran jika nanti datang ke sini saat beberapa petugas masih menyirami tanaman.

Taman Bunga Begonia Lembang
Koleksi bunga matahari juga ada di sini.
Taman Bunga Begonia Lembang
Kalau ingin tahu banyak tentang bunga-bungaan, bisa masuk ke bangunan ini.
begonia lembang
Lucu, kan, instalasinya.
Setelah membayar tiket masuk seharga Rp10.000,-, kamu akan dipinjamkan topi rotan sebagai pelindung matahari. Siang di sini tentu sangat terik. Selain fungsi topi sebagai pelindung kepala, topi bisa jadi properti fotoshoot yang ciamik di tengah bunga-bunga cinta.

Yang paling penting saat masuk ke area ini, jangan pernah memetik bunga yang menjadi koleksi Taman Bunga Begonia. Ada area khusus pengunjung yang ingin membawa pulang tanaman cantik dari Begonia untuk dibudidayakan di rumah. Bisa banget. Tapi jangan petik yang ada di dalam area taman, ya. Yang boleh dipetik itu sayurannya (jika kebetulan sedang panen). Yes, di Taman Begonia kita nggak cuma bisa melihat bunga-bunga cantik, tapi di bagian belakang terdapat area perkebunan sayur organik. Beberapa bibit bunga juga dibudidayakan di area kebun. Kebunnya memang tidak terlalu besar, tetapi kita bisa memetik sayuran segar. Ibu-ibu pasti senang kalau ke sini apalagi saat panen. Ada labu, strawberi, lobak, tomat, kol, sawi, dan sebagainya. Petik sendiri dan bisa pilih sayuran mana yang mau dibawa pulang. Nanti ditimbang dan bayar sesuai berat sayur yang mau dibungkus. Tenang saja, harganya murah-meriah. Borong pun boleh selama persediaan masih ada.

Taman Begonia Lembang
Junisatya abis metik labu di Kebun Begonia.
Taman Bunga Begonia Lembang
Dirgahayu Indonesia.

Information
Tiket masuk : Rp10.000,-
Jam buka: 07.00-18.00

Read More

Share Tweet Pin It +1

6 Comments