In Story Land

Mobil Juga Butuh Perawatan, Ozone Treatment di Dokter Mobil

Aku mau cerita tentang pengalamanku pengecekan mobil di Dokter Mobil yang pasti beres.

Sejak pandemi setahun lalu, mobil jadi jarang keluar 'kandang'. Kalau dulu, dalam setahun, mobil kecil kesayangan ini sering dipakai roadtrip ke mana-mana. Lampung, Bandung, Sukabumi, Banten. Kini mobil hanya dipakai untuk belanja bulanan, keperluan keluarga jarak dekat, dan beberapa keperluan dalam kota. Pandemi benar-benar mengubah hajat hidup orang banyak, ya, termasuk hajat hidup mobil. :)

Ozone Treatment di Dokter Mobil

Ozone Treatment di Dokter Mobil 2


Sebenarnya aku nggak terlalu paham perihal otomotif. Tapi, aku tahu pasti kapan harus servis mobil. Karena mobil lebih sering 'jaga rumah' akhir-akhir ini, aku dan Junisatya juga jadi males-malesan cek mesin, oli, dan berbenah interior mobil. Aku pikir mobil akan baik-baik saja. Namun, ternyata, mobil juga butuh perawatan. Dan perawatannya kali ini agak ekstra.

Sampai aku menemukan Dokter Mobil yang punya beberapa treatment yang dibutuhkan mobilku. Dokter Mobil ada di beberapa lokasi di Jabodetabek. Untuk wilayah Depok, lokasinya gampang dijangkau. Begitu aku datang, kebetulan mobil yang sedang dalam treatment tidak begitu banyak, jadi antreannya pun nggak panjang. Aku diberikan beberapa daftar treatment yang disediakan Dokter Mobil.

1. General Check Up

Ozone Treatment di Dokter Mobil 3

Ozone Treatment di Dokter Mobil 4


General check up ini merupakan treatment gratis yang diberikan oleh Dokter Mobil. Ini gunanya untuk mengecek secara keseluruhan masalah yang ada di mobil kita. Seharusnya general check up ini dilakukan berkala agar kita tahu kondisi mesin, air radiator, oli, dan filternya. Saat mobilku dicek, olinya memang harus segera diganti meski baru saja diservis beberapa bulan lalu. Ini efek dari mobil yang berdiam dalam waktu yang lama, yang menyebabkan ampas oli menumpuk.

Setelah dicek semua, ya memang aku harus ganti oli. Padahal oli ini juga baru diganti lho sebelumnya. Sedihnya... :( Tapi demi performa mesin dan laju kendaraan lancar, oli memang harus ganti baru. Pelayanan ganti oli disediakan juga kok di Dokter Mobil.

2. Servis AC dan Cuci Evaporator

Ini treatment yang memang andalan dari Dokter Mobil. Kadang kita sering mengabaikan kadar AC di dalam mobil saat mobil sedang melaju. Kita hanya tahu AC-nya dingin atau panas, tanpa memahami apakah tekanan AC dan kompresornya normal.

Ozone Treatment di Dokter Mobil 5

Ozone Treatment di Dokter Mobil 6

Ozone Treatment di Dokter Mobil 7


Dokter Mobil melakukan servis AC tanpa harus dibongkar. Jadi pengerjaannya tidak memakan waktu lama. Mekanik memeriksa tekanan AC dan kompresornya. Meski aku nggak terlalu paham, tapi mekanik cukup jelas memberikan penjelasan mengenai kondisi AC mobil. Kondisi mobilku yang sudah 5 tahun ini tentu perawatan AC memang harus ekstra, ya. Syukurlah, kadar freyon dan kompresornya masih bagus. Jadi mekanik Dokter Mobil tinggal mencuci evaporator.

Servis AC dan Cuci Evaporator ini cuma 15 menit penanganan. Kadar suhu di dalam mobil juga diperiksa. Setelah itu beres. AC mobil sudah kembali normal.

3. Ozone Treatment

Dokter Mobil memberikan perawatan khusus untuk interior mobil. Ozone treatment dilakukan dengan memberikan semacam gelombang frekuensi di dalam mobil untuk membunuh kecoak dan segala serangga.

Ozone Treatment di Dokter Mobil 8


Sebenarnya di Dokter Mobil sendiri menyediakan ozone treatment dan fogging treatment. Fungsinya hampir sama, membunuh serangga, bakteri, jamur, kuman, dan virus di dalam mobil. Kita bisa memilih salah satu. Fogging dilakukan untuk membunuh bakteri dan virus dengan metode pengasapan. Kalau ozone untuk membunuh serangga yang lebih berat seperti kecoak, semut, dan nyamuk.

Untuk kasus mobilku, aku nggak yakin apakah ada kecoak yang masuk, tapi karena aku punya kucing di rumah dan sering dibawa jalan-jalan naik mobil, tentu mobil harus bebas kutu dan serangga lainnya. Jadi aku memilih ozone treatment. Dan, benar saja, setelah diozon beberapa menit, begitu masuk mobil, aku melihat kecoak-kecoak kecil mati telentang di karpet bawah jok. Kita tinggal keluarkan karpetnya dan vakum semuanya untuk menyodot kuman dan serangga yang mati efek pengozonan.

Pengozonan dan fogging treatment sangat dibutuhkan pada saat-saat pandemi. Dokter Mobil menyarankan untuk mengambil treatment ini tiga bulan sekali. Ya bolehlah ke depannya mau rutin cek di Dokter Mobil.

Ozone Treatment di Dokter Mobil 9


Anyway, Dokter Mobil juga menyediakan Home Car Service dengan pelayanan servis AC, Servis Mobil/tune up, ganti oli, air radiator. Saat ini Dokter Mobil sudah di beberapa kota, Jakarta, Cibubur Depok, Bekasi, Tangerang, Cirebon, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

Kalau akses Dokter Mobil ada di mana-mana begini, aku siap untuk roadtrip lagilah. Pulangnya, treatment di Dokter Mobil, bebersih mesin, berbenah AC, dan bersihkan virus-bakteri. #DokterMobil #PastiBeres


Instagram: @doktermobil_indonesia


Read More

Share Tweet Pin It +1

13 Comments

In Story Land

Malaysia Menjadi Tujuan Wisata Medis Terbaik Ketiga di Dunia, Apa Saja Fasilitasnya?

Kamu tentu sudah sering mendengar istilah wisata medis, bukan? Iya, sekarang tujuan wisata tak hanya sekadar wisata destinasi, wisata budaya, wisata kuliner, tetapi juga wisata medis. Wisata medis ini merupakan istilah bagi orang-orang yang datang ke suatu tempat untuk tujuan pengobatan sambil menikmati destinasinya. Dan, percaya nggak percaya, wisata medis ini jadi tren baru bagi kalangan kelas menengah ke atas. Biasanya ada pengobatan-pengobatan tertentu yang ingin dituju orang ke luar negeri. Salah satunya Malaysia, negara yang paling dekat dengan Indonesia. Bahkan di sana ada istilah beberapa pasien dengan sebutan Healthcare Traveler (HT), Health Tourist (HTo), dan Foreign Patient (FP).

Melaka Tourism

 ***

Ah, Malaysia. Aku flashback dulu ya. Aku teringat saat berada di Malaysia tepat menjelang Malaysia lockdown tahun lalu. Tak terasa sudah setahun berlalu ya. Waktu itu aku berada di Langkawi dan mendadak harus terbang ke Kuala Lumpur sebelum proses kepulangan ke Indonesia semakin sulit. Dan, benar saja, saat itu sebagai turis asing, aku diminta pemerintah Malaysia untuk tetap berada di hotel. Semua tempat wisata ditutup. Lalu, pesawatku kembali ke Jakarta dibatalkan beberapa kali.

Kalau diingat-ingat, ngenes juga pengalamanku terakhir ke Malaysia. Tak seindah saat aku eksplor Melaka pertengahan tahun 2019. Melaka terasa riuh, menyenangkan, dan bersahabat. Apalagi aku punya beberapa teman baru selama perjalanan di Melaka. Mungkin sekarang Melaka tak begitu ramai, seperti ramainya Jonker Street saat malam minggu. Betapa rindunya aku dengan Melaka.

Melaka Tourism

Melaka Tourism 2


Melaka Tourism 3

Tahun sebelumnya juga begitu, 2018. Aku transit di Kuala Lumpur International Airport selama hampir 24 jam ketika penerbangan pulang dari Sofia, Bulgaria. Aku memutari KLIA sampai bosan, belanja di department store dan kuliner di beberapa outlet di sana. Puas juga. KLIA sendiri sudah jadi area transit nyaman dengan berbagai pilihan tempat belanja dan aneka makanannya.

Sepertinya setiap tahun aku ke Malaysia. Entah kenapa aku berjodoh sekali dengan negeri jiran satu itu. Sampai-sampai tahun lalu aku punya kontrak kerja sama dengan media travel Malaysia untuk memproduksi beberapa video tentang tourism Indonesia, Singapura, dan Malaysia sendiri. Namun, kerja sama itu harus terhenti lantaran pandemi melanda sampai hari ini.

Omong-omong tentang track record perjalanan luar negeriku, khususnya ke Malaysia beberapa kali, aku selalu mengantungi asuransi kesehatan. Ini penting banget karena tentu kita nggak akan tahu bagaimana kondisi kesehatan kita sepanjang perjalanan. Seperti saat aku di Langkawi tahun lalu, siapa sangka kondisi penyebaran Covid 19 makin memprihatinkan. Siapa tahu pemerintah Malaysia tiba-tiba mendesak turisnya untuk melakukan medical check up. Aku menyimpan dokumen kesehatanku dengan baik bersama paspor.

Melaka Tourism 4

Selain asuransi kesehatan, mencari tahu tentang medical centre di lokasi destinasi kita juga penting sekali. Tentang jarak dari hotel, tentang fasilitas kesehatannya, dan tentang biayanya.

Untuk Malaysia sendiri, ada organisasi bentukan Ministry of Health Malaysia yang menaungi sekitar 69 rumah sakit swasta yang tersebar di seluruh Malaysia. Namanya Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC). Iya, ada kata-kata 'travel council'-nya.

Melihat perkembangan dunia pariwisata, gaya hidup, dan kemajuan teknologi medis, pemerintah Malaysia menyiapkan semacam one stop medical center sebagai tempat berobat dan medical check up. Ada lho, orang yang sengaja ke luar negeri untuk medical check up atau berobat. Niat utamanya mungkin karena melirik fasilitas kesehatan di negeri jiran ini lebih maju. Lalu niat selanjutnya sekalian jalan-jalan, demi imboost kesehatan psikologis juga.

Mari aku ceritakan tentang fasilitas kesehatan MHTC ya. Mengapa banyak orang tertarik untuk berobat jalan ke Malaysia.

Jawabannya tentu saja karena beberapa faktor di bawah ini.

  • Kualitas internasional (world class)
  • Standar kualitas dijaga ketat oleh Ministry of Health
  • Fasilitas juga berstandar world class
  • Akses mudah, antreannya cepat dengan proses pelayanan juga terjamin
  • Biaya yang terjangkau, dimonitor langsung oleh Ministry of Health 
  • Bersertifikat halal internasional (aman dan nyaman bagi yang muslim)
  • Malaysia sendiri sudah menjadi destinasi wisata di Asia
  • Terakreditasi nasional dan internasional
  • Tenaga kesehatan merupakan tenaga profesional yang berasal dari institusi terkemuka Malaysia, Inggris, Australia, dan Amerika
Apa saja layanan yang bisa kita dapat dari MHTC ini? Karena MHTC disediakan untuk layanan internasional juga, mereka punya istilah 'a home away from home' (sebuah rumah yang jauh dari rumah). Jadi, meski kita berasal dari Indonesia, MHTC mengedepankan pelayanan layaknya seperti di negeri sendiri. 

Malaysia Menjadi Tujuan Wisata Medis Terbaik Ketiga di Dunia
Malaysia Healthcare Tourism Council di KLIA. (source: https://malaysiahealthcare.org/)

Ada 5 treatment yang terkenal di Malaysia yang biasanya jadi incaran pengobatan warga +62.

1. Fertility Treatments
Program In Vitro Fertilization (IVF) atau yang kita sebut bayi tabung menjadi andalan treatment Medical Health Malaysia. Tingkat keberhasilannya bahkan mencapai 55-60%. Banyak sekali pasangan yang akhirnya melakukan program IVF di beberapa rumah sakit Malaysia.

2. Oncology Treatments
Dilengkapi dengan beberapa teknologi perawatan dan screening kanker terbaik di dunia, Malaysia selalu siap untuk menyambut wisatawan media yang mencari perawatan kanker berstandar internasional.

3. Cardiology Treatments
MHTC sedang mengembangkan pusat kardiologi Asia dengan nama Institut Jantung Negara yang terakreditasi internasional.

4. Orthopedic Treatments
Malaysia punya ahli bedah ortopedi berpengalaman untuk mengatasi operasi ortopedi, terapi, dan rehabilitasi. 

5. Aesthetic Treatments
Semua praktisi estetika di Malaysia memiliki izin dari Malaysian Medical Council (MMC), Annual Practicing Certificate (ACP), dan Licensing and Credentialing to Practice (LCP).

Malaysia Menjadi Tujuan Wisata Medis Terbaik Ketiga di Dunia
Sebelum program pengobatan, kita bisa dapat informasi lengkap MHTC di kantornya. (source: https://malaysiahealthcare.org/)

Dengan fasilitas yang disediakan MHTC, sudah bertahun-tahun terakhir Malaysia menjadi tujuan wisata medis. Fasilitas kesehatan di Malaysia malah diklaim jadi negara terbaik ke-3 di dunia. Dari data yang kubaca di website resmi Medical Tourism Malaysia, ada sekitar 1,3 juta wisatawan medis yang berobat di negara petronas ini. Angka yang luar biasa besar ya. Penanganan Covid 19 juga termasuk yang cukup baik dan sigap di Malaysia. Aku merasakannya sendiri kok bagaimana Kerajaan Malaysia menekan angka penyebaran Covid 19 pada fase awal pandemi tahun lalu.

Jika kamu punya kebutuhan pengobatan tingkat lanjut atau yang ingin program hamil, MHTC bisa jadi tujuan pengobatan kok, setelah pandemi berakhir ya tentu saja. Hitung-hitung berwisata medis yang membantu kesuntukan mental akibat pandemi sepanjang tahun 2020.

Semoga sehat selalu, ya, teman-teman semua.

Read More

Share Tweet Pin It +1

12 Comments