In Advertorial Land Story Land

Ada Inovasi Pengobatan Kanker Payudara HER2-Positif

Mumpung aku lagi selow dari aktivitas traveling, aku mau share sedikit cerita tentang kesehatan. Perlu lah ya sekali-sekali bahas tentang kesehatan dan pola hidup sehat. Nah, kali ini aku mau bahas tentang pengobatan kanker payudara HER2-positif yang sudah ada kemajuan.

Apa itu kanker payudara HER2-positif?

Kamu tahu nggak penyakit kanker payudara yang paling meresahkan di Indonesia? Tingkat kematiannya paling tinggi khususnya bagi perempuan. Namanya HER2-positif yang diproduksi oleh protein dari gen tertentu dan memiliki potensi untuk menyebabkan kanker jika terekspresi berlebihan di permukaan sel-sel. Pertumbuhannya sangat cepat sekali.

Nah, sebelumnya pasien kanker payudara HER2-positif diprediksikan memiliki harapan hidup yang lebih rendah dibanding pasien dengan HER2-negatif. Tentu saja ini menjadi PR besar ilmu pengetahuan khususnya farmasi dan kedokteran dalam menangani kanker payudara HER2-positif. Kemoterapi, radioterapi dan terapi target sudah dilakukan, tetapi masih ada beberapa efek samping yang harus dipecahkan bersama.



Terobosan Baru Ilmu Kedokteran dan Farmasi Menemukan Obat Kanker Payudara HER2-Positif

Sebenarnya yang jadi beban dalam pengobatan kanker payudara jenis ini bagi orang Indonesia secara umum adalah masalah ekonomi, psikologis, dan psikososial. Itu pula yang membuat penurunan harapan hidup si penderita kanker payudara. Hal-hal seperti ini perlu ditangani serius.

Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM
Bagi pasien kanker payudara HER2-positif stadium lanjut, tujuan pengobatan kanker ini adalah untuk mengendalikan penyakitnya agar memiliki harapan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM
Apabila pasien mendapatkan akses pengobatan inovatif seperti trastuzumab emtansine, mereka dapat memiliki banyak tambahan waktu bersama keluarga. Trastuzumab sudah masuk ada di skema pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional sehinga dapat mengurangi beban ekonomi, psikologis, dan psikososial yang ditanggung oleh pasien serta orang-orang terdekatnya.


Jadi intinya, melalui Roche sebagai pelopor global dalam bidang farmasi dari Swiss resmi mengumumkan bahwa sudah ada pengobatan HER2-positif yang dinamakan trastuzumab emtansine. Sebenarnya di luar negeri, metode pengobatan ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Di Indonesia baru akan diterapkan setelah pengobatan ini telah disetujui oleh BPOM kita.


Apa itu trastuzumab emtansine?

Trastuzumab emtansine adalah antibody-drug conjugate aliasobat tunggal yang mensinergikan 2 perlawanan terhadap kanker, yaitu kemoterapi dan terapi target dalam 1 obat. Cara kerjanya mengikat reseptor HER2 di permukaan sel kanker dan memblokir sinyalnya untuk bertumbuh. Cara ini efektif menghancurkan sel dari dalam sehingga dapat meminimalisir kerusakan pada jaringan sel normal. Itu artinya, efek samping kemoterapi dan terapi target dapat ditekan. Setidaknya gejala mual dan muntah pada pasien juga berkurang. Ide bagus kan?! Tapi sayangnya efek rambut rontok tidak dapat ditekan karena beda kondisi. Kita harus bersyukur nih, harapan hidup pasien penderita kanker payudara dapat diperpanjang, bahkan ada yang bisa bertahan 3-5 tahun.


Namun, inovasi pengobatan kanker payudara HER2-positif ini bisa sia-sia kalau kita nggak menjaga perkembangan hormon. Bagi penderita kanker payudara harus banget menjaga keseimbangan hormonnya. Risiko kanker payudara bisa menyerang siapa saja, bahkan orang yang pola hidupnya sehat sekalipun. Jadi kontrol metabolik paling penting untuk mengurangi risiko kanker payudara. Jaga makanan, jaga berat badan, dan jaga kolesterol. Itu penting. Catatan buat diriku sendiri yang pola makannya sampai hari ini belum seimbang. Mari kita sehat bersama.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Story Land

Unboxing Kado Besar di Car Free Day Sudirman #UnboxToDiscover


Aku mau cerita sesuatu nih tentang keseruan Car Free Day minggu lalu di Senayan, Jakarta. Kamu tentu pernah nonton video unboxing di Youtube, kan, bagaimana antusiasnya orang yang membuka bingkisan atau barang yang mereka beli atau terima dari orang lain. Nah, begitu juga aku yang semangat banget waktu mau unboxing sekotak besar sesuatu yang aku sendiri nggak mendapat gambaran sama sekali sama isinya. Ini bukan soal unbox barang yang beli di online shop atau kado ulang tahun, ya. Tapi ini unbox sesuatu yang lebih besar dari itu.

Ini berawal saat aku berjalan-jalan di FX Mall Senayan, Sabtu lalu yang kebetulan bertepatan dengan HUT Republik Indonesia. Ada banyak sekali e-commerce dan brand yang menawarkan diskon di Hari kemerdekaan itu. Nah, di antara diskon yang menggoda di tia restoran, toko kosmetik dan skin care, atau toko pakaian, aku justru tertarik dengan satu box biru muda yang tergeletak mencolok tak jauh dari pintu masuk utama Mall FX tersebut. Ada tulisan “Ready to Discover?” di kotak itu. Ya, lantas saja aku penasaran. Box itu terasa memanggil-manggilku. Lalu aku hampirilah box itu dan bilang “Yes, I’m ready” ke orang yang berjaga di sana.

Unboxing Kado Besar di Car Free Day Sudirman (1) - jurnaland.com

Unboxing Kado Besar di Car Free Day Sudirman (2) - jurnaland.com

Sayangnya, orang yang berjaga di sana tidak memberi tahu apa-apa isi kado itu. Aku harus discover sendiri kalau memang penasaran. Di sana ada tutup kecil yang bisa dibuka. Begitu aku buka dan melihat isinya.

Jeng...jeng...jeng... Isinya QR Code.

Wah, apalagi ini?

Aku mengeluarkan ponsel dan men-scan QR Code itu. Lalu di layar muncul sebuah undangan dari satu brand e-commerce mengajak unboxing ramai-ramai kotak yang lebih besar lagi di Car Free Day tanggal 18 Agustus 2019.

Tulisannya adalah...
“You are invited to unbox new experience with us at Plaza Selatan GBK (Gate 6).” 

“Limited seats will be available. First come, first serve.”

Aku merasa ditantang untuk unbox to discover yang katanya new experience itu. Ini jadi semacam permainan teka-teki dan kita harus temukan sendiri jawabannya. Yes, aku datang pagi- pagi buta untuk car free day di Jalan Sudirman esok harinya demi unbox to discover benda biru muda yang bikin penasaran ini. Pagi-pagi sekali naik KRL dan dilanjut MRT lalu turun tepat di depon gate 6 Gelora Bung Karno. Benar saja, sudah ada box biru muda yang lebih besar lagi berdiri di trotoar. Ukurannya seperti studio mini yang bisa memuat belasan orang sepertinya. Seukuran kamarku di rumah sepertinya. Ada jadwal show di sana, ada juga teropong-teropong kecil di satu sisi dindingnya untuk mengintip isi di dalam box tersebut. Kali aja ada yang penasaran. Begitu aku coba mengintip, kamu tahu apa yang kulihat? Tulisan “Penasaran, ya?” Kesal juga ya lama-lama. Ini sebenarnya apa, sih?

Unboxing Kado Besar di Car Free Day Sudirman (3) - jurnaland.com

Unboxing Kado Besar di Car Free Day Sudirman (4) - jurnaland.com

Di sisi berlawanan ada taman buatan dengan payung-payung serta bean bag buat orang-orang yang ingin bersantai menunggu giliran unboxing. Aku mengantre untuk kloter kedua karena telat. Kloter pertama sudah masuk duluan. Yeah, benar juga tulisan di undangan saat aku scan QR Code, first come, first serve. Karena telat, aku duduk-duduk di sekitar box sambil melihat berbagai aktivitas di CFD. Aku mendengar hingar-bingar lagu-lagu yang upbeat dan membangkitkan semangat pagi itu. Matahari sayup-sayup meninggi dan semakin panas. Aku mengetuk-ngetukkan kaki dan mengangguk-anggukkan kepala mengikuti beat yang terdengar dari dalam box. Orang-orang ngapain ya, di dalam? Senam zumba atau salsa kali, ya. Ada beberapa lagu OST telenovela jadul juga bahkan. Aku suka sekali beat-nya. Bikin semangat. Aku langsung berpikir, oh ini tuh unboxing gerakan senam? Tapi tetap aku belum dapat gambaran apa-apa tentang unbox to discover ini.

Sekitar pukul 8.45, akhirnya kloter kedua. Yeay, saatnya unboxing. Setelah penyaringan peserta undangan, aku sudah siap-siap joget zumba. Nah, begitu pintu box dibuka, aku masuk dan melihat ada panggung kecil di sisi kiri dan bagian teknisi lampu dan sound di sisi kanan. Setelah semua orang masuk, pintu box ditutup dan di layar muncul tulisan Traveloka. Oooh, ini persembahan dari Traveloka, si online travel agent yang sudah bertengger lama di hape-ku sejak lama. Oke, next, siap-siap joget. *masih ngarep senam zumba pada saat itu.

Tapi ternyata unboxing ini isinya bukan zumba lagi. Setelah MC chit chat dan kami tertawa-tawa di depan panggung, RAN masuk dan menyapa seisi studio yang kecil banget ini. Ini sih cocoknya buat RAN lagi olah vokal kali, ya atau rekaman lagu terbaru mereka. Tanpa ba-bi-bu, trio Rayi, Asta, dan Nino langsung pemanasan dengan lagu “Selamat Pagi” dan kami bernyanyi bersama. Ada sederetan lagu hits RAN yang dinyanyikan di box itu seperti “Jadi Gila”, “Kulakukan semua Untukmu”, dan “Dekat di Hati”. Ah, deg-degan bisa nyanyi bareng RAN di studio mini ini. Jadi beneran jadi gila dan dekat di hati. *eaaa

Unboxing Kado Besar di Car Free Day Sudirman (5) - jurnaland.com

Unboxing Kado Besar di Car Free Day Sudirman (6) - jurnaland.com


Unboxing Kado Besar di Car Free Day Sudirman (7) - jurnaland.com

45 menit bersama RAN nggak berasa sama sekali. Begitu selesai, RAN pamit, pintu box dibuka dan kami pun keluar. Unbox to Discover hari itu temanya adalah Unboxing RAN. Lucu juga ya, kita unboxing penyanyi kelas wahid beserta sepaket lagu hitsnya. Nah, baru deh aku mikir jadi intinya apa ya acara yang dibuat ole Traveloka ini. Aku buka-buka aplikasinya dan ternyata aku baru nyadar. Kami nggak sekadar unboxing RAN pagi itu, tapi kami unboxing aplikasi Traveloka yang menyediakan tiket konser artis lokal dan international di sana di banian entertainment. Untuk kloter pertama yang senam zumba pagi-pagi di dalam box, pastinya mereka unboxing atraksi atau sports yang sudah disiapkan Traveloka di aplikasinya. Kalau kamu buka Traveloka di hape, ada pilihan Xperience dan begitu diklik, kita langsung masuk ke berbagai pilihan lifestyle yang disiapkan oleh Traveloka. Wah, makin luas aja yang bisa kita eksplor dari Traveloka ya, nggak cuma tiket pesawat, kereta, pesan hotel, dan airport transfer. Ada new experience di sana. Let discover more. Kamu mesih bisa unboxing box biru ini tanggal 1 September 2019. Kira-kira ada apalagi ya di dalam box?

Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In Journey Land

Wisata Malam Solo, Menikmati Mural Street dan Keroncong Night

Bengawan Solo
riwayatmu ini
Sedari dulu jadi
perhatian insani
Musim kemarau
tak seberapa airmu
Di musim hujan air
meluap sampai jauh

Lantunan lagu keroncong street di Jalan Gatot Subroto Solo meramaikan malam yang tidak terlalu dingin, menyambutku yang baru saja sampai di Kota Surakarta itu. Lagu "Bengawan Solo" versi keroncong menenangkan hati yang lelah sembari menghirup udara Solo yang tak sepolusi Jakarta. Aku tenang. Aku senang.

Menginjak Kota Surakarta bukan hal baru lagi bagiku. Ini kali ketigaku berada di Solo. Namun, selalu ada hal baru dalam setiap cerita perjalanan, bukan? Dalam setiap kedatanganku ke kota itu, Solo selalu memberikan pengalaman baru. Satu hal yang pasti, berada di Solo nggak selamanya tentang batik. Ada banyak hal di Solo yang harus kamu datangi sendiri lalu rasakan. Memang Solo mengingatkanku pada batik, tapi Solo juga punya cerita lebih dari sekadar batik.


Wisata malam Solo, Menikmati mural street dan keroncong night - jurnaland.com

Wisata malam Solo, Menikmati mural street dan keroncong night (2) - jurnaland.com

Wisata malam Solo, Menikmati mural street dan keroncong night (8) - jurnaland.com

Perjalananku ke Solo kali ini nggak sendiri. Meski naik kereta api dari Jakarta ke Solo ya sendiri, sudah ada teman-teman yang menungguku, siap mengeksplor pesona Solo bersama-sama. Tim dari Dinas Pariwisata Surakarta juga secara khusus menjamu kami merasakan suasana Solo dari sudut pandang berbeda. Aku sampai di Stasiun Solo Balapan usai magrib. Perjalanan panjang di kereta seharian tidak membuatku bosan di jalan. Ada banyak sekali pemandangan yang kunikmati dari jendela kereta. Ah, selama ini aku naik kereta ngapain aja, ya? Bisa-bisanya aku melewatkan panorama sepanjang Pulau Jawa yang canti itu. Semakin dekat ke Solo, semakin inginku sampai dengan cepat di Solo Balapan.

Setelah check in di Harris Hotel and Convention Solo, aku nggak mau ketinggalan makan malam. Trip hari itu sebenarnya sudah dimulai dengan menyusuri Kampung Batik Laweyan dan Ndalem Gondosuli. Sayang sekali ya aku melewatkannya karena masih dalam perjalanan dari Jakarta. Karena itu, aku bertekad untuk nggak mau ketinggalan satu momen pun selama di Solo ini.

Usai makan malam gudeg Solo di Restoran Adem Ayem yang ayam kremesnya enak banget, aku menyusuri kawasan Jalan Gatot Subroto. Solo malam hari tetap hidup rupanya. Saat itu sudah pukul 9 malam dan kami sengaja menunggu toko-toko tutup di kawasan itu. Lho kenapa? Karena justru pesona jalanan yang penuh ruko itu akan tampak berbeda saat semua toko sudah tutup. Orang setempatnya menyebutnya koridor Gatsu. Benar saja. Begitu toko terakhir menutup gerainya, ada warna-warna merona tertembak lampu jalanan. Mural menghiasi sepanjang jalan Gaton Subroto dengan lukisan yang berbeda-beda. Gang-gang sempit di sekitar sana pun ikut dipenuhi gambar-gambar berbagai tema, ada tema perjuangan, budaya, pemuda, sampai ke pop culture. Aku menemukan satu mural dengan gambar wajah Pak Jokowi yang tersenyum lebar. Detail sekali. Sampai kerut-kerutan presiden terpilih kita itu juga dilukis dengan baik. Maklum, Solo adalah kampung halaman Pak Jokowi dan senyum lebarnya turut menghiasi salah satu sisi ruko di Gatot Subroto Solo itu.

Wisata malam Solo, Menikmati mural street dan keroncong night (3) - jurnaland.com

Wisata malam Solo, Menikmati mural street dan keroncong night (4) - jurnaland.com

Wisata malam Solo, Menikmati mural street dan keroncong night (5) - jurnaland.com


Kabarnya ada sekitar 40 mural di sepanjang jalanan ini. Rasanya mural-mural di sini menjadi semacam wajah Kota Surakarta yang dinamis. Kerinduan, kritik sosial, keresahan, dan kebanggaan tergambar dari mural-mural ini. Fasad-fasad ruko yang siang hari penuh dengan orang lewat dan segala kesibukan toko, malam hari menjadi galeri art yang dapat dinikmati sembari memagut angin malam.

Beruntung sekali aku malam itu, saat sedang melihat mural-mural cantik, aku juga mendengar lantunan musik keroncong. Ada sekelompok pemusik yang menghibur para pejalan kaki malam hari di Gatot Subroto. Mereka bermain lengkap dengan alat musik tradisionalnya. Inilah Keroncong Night yang saat itu diisi oleh pemain keroncong dari @dejavakeroncong. Alat musik mereka lengkap sekali, ada gitar, biola, ukulele, suling, gendang, bas, dan sebagainya. Malam pertama di Solo menjadi meriah karena mendengar keroncong night ini. Oh iya, pada hari-hari tertentu kamu bisa bertemu mereka juga kalau berjalan-jalan malam di kawasan Gatot Subroto ini.

Wisata malam Solo, Menikmati mural street dan keroncong night (6) - jurnaland.com

Wisata malam Solo, Menikmati mural street dan keroncong night (7) - jurnaland.com

Mendengar nyanyian keroncong di pinggir jalan sambil menyeduh wedang ronde nikmat banget rasanya. Aku memesan satu wedang ronde untuk menghangatkan badan. Kebetulan ada gerobak wedang yang parkir di sebelah para pemain keroncong. Wisata malam di Solo terlalu menyenangkan bagiku. Khususnya hari itu. Sebelumnya aku juga pernah melewatkan malam di Solo pada kedatangan pertamaku di kota itu. Kamu bisa baca ceritanya di sini. Namun, malam dengan mendengar lantunan Bengawan Solo versi keroncong itu membuat kunjunganku ke Solo saat itu terasa istimewa. Ada banyak lagu yang dilantunkan dengan merdu oleh penyanyi-penyanyi keroncong putra-putri Solo ini.

Kalau kamu ke Solo dan merasakan suasana malam Solo yang tenang, datanglah ke Jalan Gatot Subroto pukul 9 malam. Rata-rata pertokoan tutup jam segitu dan kamu bisa menikmati mural-mural di sepanjang jalan yang mulai lengang itu. Kalau beruntung, kamu bisa ketemu keroncong night juga sepertiku hari itu. Seru, kan.

Read More

Share Tweet Pin It +1

25 Comments

In Movie Land

Film Mahasiswi Baru, Ketika Oma-Oma 70 Tahun Kuliah Lagi


Mau nonton film ringan, lucu banget, dan punya pesan dalem banget tentang kehidupan? Film Mahasiswi Baru bisa diagendakan buat nonton bareng teman-teman geng kuliah, bareng keluarga, atau bareng pasangan. Ini bukan cerita tentang anak muda saja, tapi juga cerita lintas generasi. Coba kamu bayangin, saat kuliah, kamu punya teman se-geng yang sudah oma-oma? Kira-kira bagaimana dunia perkuliahanmu berjalan? Apakah si oma-oma ini kamu jauhin dari pergaulan lantaran sudah terlalu tua atau malah kamu rangkul biar bisa dipermak kemuda-mudaan?

Film Mahasiswi Baru, Ketika Oma-Oma 70 Tahun Kuliah Lagi - source jurnaland.com

Nah, kira-kira begitu yang terjadi dengan Oma Lastri (Widyawati) usia 70 tahun yang memutuskan untuk kuliah lagi dan mengikuti semua prosedur mahasiswa baru di kampusnya. Nggak tanggung-tanggung, kampus tempat Lastri kuliah itu adalah kampus Cyber Indonesia. Kebayang kan bagaimana Lastri menyesuaikan diri dengan teman kuliahnya yang merupakah anak millennials yang melek digital. Lha, ini si oma satu ini masih saja pakai hape jadul polyphonic. Ya ampun, perbedaan usia dan zaman nggak bikin Lastri menyerah. Padahal dia ditantang Pak Dekan (Slamet Rahardjo) untuk menaikkan nilainya agar bisa bertahan di kampus itu.

Lastri tinggal bersama anaknya yang diperankan oleh Karina Suwandi. Yang jadi lucu adalah saat anaknya harus menunggu Lastri pulang kuliah tanpa kabar. Kehidupan kampus yang penuh dengan tugas makalah tentu bikin Lastri sering pulang sampai larut malam. Otomatis menjadikannya terkesan jadi mahasiswi rebel yang siap disemprot oleh anaknya sendiri saat pulang ke rumah. Drama keluarga ini menjadi menarik ketika mereka berganti peran, siapa yang harus mencemaskan dan siapa yang pantas dicemaskan. Apalagi ada adegan Lastri minggat dari rumah karena nggak kuat dikekang anaknya dan mematuhi aturan di rumah. Ada-ada saja ya tingkah oma-oma. Lastri akhirnya kos bersama Sarah dan menjadi dekat satu sama lain. Oiya, latar Yogyakarta juga cukup kental di film ini. Aku suka dengan indekos Sarah yang nuansanya anak kos Jogja banget. Pantas saja Lastri mau-mau aja ikutan ngekos dekat dengan Sarah.

Sebenarnya apa yang jadi motivasi Lastri untuk kuliah lagi? Mampukah dia bertahan di kampusnya?

Bagaimana dengan kehidupan teman-teman se-geng Lastri? Film-film Widyawati memang nggak ada yang mengecewakan. Setelah sebelumnya aku menonton film yang lucunya serupa di Sweet 20, aku bisa melihat lagi duet Widyawati dengan Slamet Rahardjo di film Mahasiswi Baru ini. Ada chemistry yang baik pula antara teman se-geng Lastri, yaitu Danny (Morgan Oey), Mikha Tambayong (Sarah), Reva (Sonia Alyssa), dan Erfan (Umay Shahab). Meski terpaut usia yang sangat jauh, keempat tokoh actor muda ini mampu mengimbangi acting Widyawati. Morgan tampil sangat berbeda di film kali ini dan lucunya natural. Bisa dibilang Morgan Oey jadi scene stealer di Mahasiswi Baru.

Gala Premiere Film Mahasiswi Baru - source jurnaland.com

Morgan Oey di Film Mahasiswi Baru - source jurnaland.com

Aku menyukai plot dan scoring film produksi MNC Pictures ini. Lagu “Hip Hip Hura” menjadi OST yang berkumandang di beberapa scene film. Rasanya semangat sekali mendengar irama musiknya. Seisi bioskop ingin berjoget bersama. Meskipun bercerita tentang mahasiswi yang sudah 70 tahun, film ini tidak menjadi ikutan memble dalam pengisahannya. Justru malah sebaliknya. Menonton film yang tokoh utamanya sudah lanjut usia ternyata menyenangkan juga. Aku takjub Indonesia bisa bikin film yang mengangkat cerita seperti ini dan dapat manisnya, lucunya, serta pesan hidupnya. Rasanya menonton film Mahasiswi Baru semenyenangkan menonton film remaja lainnya. Oh iya, ssst, ada spoiler dari aku. Di film Mahasiswi Baru kamu akan dibikin baper oleh pasangan Lastri dan Pak Dekan. Emmm, seperti apa ya sweet-nya mereka?

Mahasiswi Baru akan kuliah di bioskop mulai tanggal 8 Agustus 2019. Jadi, pastikan kamu sudah punya jadwal menonton bersama teman ya. Nggak seru kalau menonton sendiri. Ini adalah film terbaik Monty Tiwa dari sepanjang filmnya yang aku tonton.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments