In Movie Land

Review Nonton Charlie's Angels 2019, Beli Tiket Via M-Tix

Bicara Charlie's Angels, artinya bicara topik film yang dapat dibahas lintas generasi. Iya, kan. Bagi anak generasi 90-an, tentu tahu aksi laga 3 cewek agen rahasia ini, walaupun dulu aku belum ngerti-ngerti banget siapa mereka. Tapi setidaknya aku tahu bahwa ada 3 cewek bisa jadi agen rahasia saja sudah keren. Ada 2 film Charlie's Angels yang booming tahun 2000 dan 2003. Saat itu aku umur berapa, ya? Masih SD-SMP sepertinya. Poster mereka ada di berbagai majalah dan dipajang juga di beberapa tempat. Pada masa itu, meski aku nggak ngerti-ngerti amat dengan film laga--(ngertinya cuma Doraemon, Boboho, dan AADC)--siapa yang nggak kenal dengan Charlie's Angels. Lalu akhirnya filmnya ditayangkan di stasiun TV berkali-kali. Jadi kalau bicara Charlie's Angels, tentu bicara film legendaris tahun 2000-an.

Eh, ternyata, Charlie's Angels sendiri lebih tua lagi umurnya. Karakternya merupakan serial TV terkenal pada tahun 1971. Duh, itu kan zaman ibu-bapakku baru remaja. Terlihat, kan, bagaimana gap generasi bersatu kalau ngobrolin Charlie's Angels. 

Saking legendarisnya para Angels ini, aku baru saja nonton versi kekinian Charlie's Angels. Akhirnya aku bisa menikmati film ini, lebih fresh dan pemainnya familiar. Ada Kristen Stewart sebagai Sabina, Naomi Scott sebagai Elena, dan Ella Balinska sebagai Jane.

Nonton Charlie's Angels and M-Tix 3 - source: charliesangels.movie

Charlie's Angels 2019 dan M-Tix - source: liputan6.com

Charlie's Angels 2019 bercerita tentang Townsend Agency yang sudah memperluas jaringan perekrutan para gadis-gadis berbakat dari berbagai negara. Beberapa Angels dipimpin oleh para Bosley. Ada banyak Angels muncul. Secara tidak sengaja, Sabina dan Jane yang belum begitu kenal dekat harus bahu-membahu menjalani misi baru: menyelamatkan Elena dari sindikat mafia. Elena ternyata semacam 'harta karun' karena cerdas di bidang IT. Dia juga yang jadi otak penemu benda semacam prototipe energi yang ternyata bisa menjadi senjata pembunuh massal. Karena itulah nyawanya terancam. Satu Bosley meninggal saat misi penyelamatannya. Kemudian, karena telah terlibat dalam adegan kejar-kejaran, mau tidak mau Elena ditarik sebagai Angels. Meski nggak punya kemampuan beladiri, Elena bisa diandalkan untuk menjebol berbagai sistem keamanan.

Aku suka sekali dengan versi Charlie's Angels 2019. Aku penasaran dengan aksi laga Kristen Stewart di film ini. Dan, ternyata Kristen Stewart benar-benar menjadi komedian yang punya ocehan-ocehan tepat sasaran di sela-sela aksi laganya. Meski masih mempertahankan ekspresi datar yang elegan ala Bella Swan di Twilight Saga, setidaknya kali ini Kristen Stewart lebih luwes bergerak dengan image tomboy sebagai Sabina. Kurasa, ini menjadi film comeback Stewart yang sukses ia perankan berbeda.

Nonton Charlie's Angels and M-Tix - Source: charliesangels.movie/

Lalu, predikat keren banget aku berikan untuk Naomi Scott. She is not Princess Yasmin "Aladdin" anymore. Masih ingat sekali di kepala tentang visualisasi live action Aladdin karena baru beberapa bulan lalu tayang di bioskop. Bahkan aku masih suka mendengar lagu OST-nya di Spotify dan sering pula muncul di radio. Nah, Princess Yasmin yang lemah, tapi tegas, yang anggun, tapi ternyata cerdas sangat berbeda dengan karakter Elena di Charlie's Angels. Naomi berhasil keluar dari perannya di Aladdin dan menjelma menjadi 'hacker terbaik di dunia' versinya. Karakter Elena sengaja dibuat punya jiwa pemberontak, penuh perlawanan, tetapi tetap tertutup dengan gestur anggunnya. Siapa sangka kalau cewek cantik ini bisa saja menghancurkan dunia dalam sekejap, bukan? Prototipe energi yang dia ciptakan bisa membunuh banyak orang dalam hitungan detik karena jangkauannya begitu luas. Nggak heran kalau nyawa Elena menjadi taruhannya.

Unsur komedi di Charlie's Angels adalah satu hal yang sangat menghibur. Chemistry 3 Angels baru ini menjadi sangat kuat padahal masing-masing punya latar belakang hidup berbeda. Yang bikin penasaran adalah misi itu sendiri. 3 dara ini menjalani misi berbahaya menyangkut perdagangan prototipe energi buatan Elena. Namun, rupanya usut-diusut, otak dari segala kekacauan dan fitnah tak jauh-jauh dari circle si Angels itu sendiri.

Sejak misi berjalan, 3 Angels ini menyibak satu per satu misteri otak dari perdagangan gelap senjata berbahaya itu. Meski tidak begitu dalam dan detail, perjuangan menyelesaikan misi ini tentu jadi perhatian besar kita. Jangan bandingkan dengan Mission Imposible, ya. Misi Charlie's Angels sebenarnya sederhana, tetapi teka-tekinya menjadi plot twist di bagian akhir film. Ada unsur women empowering yang diusung sepanjang cerita. So far, aku tidak terganggu sama sekali dengan isu-isu perempuan tersebut karena memang ingin menikmati filmnya apa adanya.

Coba, aku tantang kamu untuk menebak manakah pihak yang benar di antara para Bosley dari Townsend Agency? Tonton dulu, ya filmnya. Aku nggak akan kasih bocoran teka-teki yang muncul di tengah-tengah film itu apa. Yang pasti, kamu nggak akan sendiri, kok, kalau ingin bahas film Charlie's Angels, karena kini filmnya sudah menyentuh 3 generasi sekaligus; Generasi X (baby boomer), Generasi Y (millennial), dan Generasi Z. Tanya saja orang tua kita, mereka tentu kenal dengan Charlie's Angels.

Kalau mau nonton ramean bersama keluarga, aku sarankan lebih baik memesan tiket online via M-Tix. Apalagi nontonnya film Charlie's Angels, ya kan?! Sekarang hampir semua transaksi untuk atraksi dan nonton sudah serba online. Pembelian tiket online memang mengoptimalkan kenyamanan kita para penikmat film untuk memastikan ketersediaan tiket, memilih jadwal nonton, dan memilih kursi yang paling nyaman, tanpa antre. Tentu ini juga menjadikan transaksi lebih efektif dan fleksibel.

Nonton Charlie's Angels and M-Tix 4Nonton Charlie's Angels and M-Tix 5

Review Nonton Charlie's Angels 2019, Beli Tiket Via M-Tix

Review Nonton Charlie's Angels 2019, Beli Tiket Via M-Tix

Hal-hal semacam ini ditangkap juga oleh M-Tix. Rata-rata, pengguna M-Tix adalah orang-orang dari Gen-Y dan Gen-Z. Apalagi sejak bioskop Indonesia kembali hidup. Cinema XXI menggaungkan banyak sekali film Box Office yang layak ditonton masyarakat. Penikmatnya sebagian besar, ya, Gen-Y dan Gen-Z. Otomatis, industri aplikasi digital mengakomodir kebutuhan 2 generasi ini yang punya kemiripan, yaitu nggak mau ribet.

M-Tix sendiri baru saja mengeluarkan fitur baru, yaitu e-voucher dan pembelian F&B (Food and Beverage). Jadi, selain pesan tiket, kita bisa pesan makanan dan minuman di M-Tix. Bahkan ada yang paketan dengan harga tiket. Begitu sampai di Cinema XXI, kamu tinggal ambil pesanan makanan di bagian pick up point food and beverage. Nggak perlu antre di kasir lagi, kan. Apalagi kalau pesanannya makanan berat, biasanya kita harus menunggu 5-15 menit, bahkan baru bisa tersedia saat kita sudah berada di dalam studio. Agak mengganggu, kan. Jadi M-Tix menangkap kebutuhan untuk pemesanan F&B lewat aplikasi, sehingga bisa mengakomodir kenyamanan pengunjung.

Jangan khawatir, kini fitur baru dari M-Tix ini sudah bisa digunakan di lebih dari 130 lokasi bioskop. Secara umum, kedua fitur ini membuat layanan mobile ticketing M-Tix semakin mudah, praktis, dan asyik. Ada banyak promo pula. Pasti anak millennials dan Gen-Z senang nih berburu promo begini. To Infini-Z and beyond! 

Review Nonton Charlie's Angels 2019, Beli Tiket Via M-Tix

Yuk, nonton Charlie's Angels. Abis itu kita bisa ngobrol bareng. Nggak peduli kamu berasal dari gap generasi mana, yang penting semuanya tahu universe Angels. Iya, kan?! #NontonAsikPakeMtix

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Journey Land

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar

Apa yang kamu pikirkan tentang Anyer? Pantai, staycation, liburan. Iya, itu adalah makna kata Anyer bagi sebagian masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Karena beberapa kali, kalau ingin ke pantai, pantai terdekat selain Ancol, ya Anyer ini. Lokasinya di Provinsi Banten, dapat ditempuh sekitar 3 jam dari Jakarta. Anyer telah menjadi lokasi piknik keluarga yang sempurna. Jadi, bagiku sebagai penghuni Jabodetabek beberapa belas tahun terakhir, Anyer tidak lagi istimewa saking seringnya berlibur ke sana.

Namun, berbeda kondisinya kali ini. Ketika aku dapat undangan untuk menghadiri event Persamuhan Nasional Pembakti Bangsa di Anyer, aku mulanya sempat ragu-ragu. Ini acara apa? pikirku. Karena memang aslinya senang jalan, aku memutuskan untuk berangkat ke Anyer. Aku ingin tahu kali ini apa yang bisa kutemukan di Anyer selain pantai yang kian ramai.

1. Persamuhan Ragam Karakter dan Budaya Indonesia

Ternyata, "Wow." Aku bertemu teman-teman baru dari 34 provinsi. Rupanya Persamuhan Nasional ini mempertemukan orang-orang yang mewakili kampungnya untuk berkumpul di Anyer. Aku bahkan sekamar dengan seorang teman asal Ambon dan sering berkumpul dengan teman-temannya saat jam makan. Mereka banyak bercerita tentang negeri kepulauannya. Orang-orang Maluku itu hidup--meski punya lautan yang luar biasa indahnya--benar-benar berdasarkan 'apa kata alam'. Dengan mayoritas mata pencaharian masyarakat Maluku adalah nelayan dan transportasi laut menjadi kendaraan umum mereka melintas antar pulau, kalau cuaca sedang buruk, berbulan-bulan mereka hanya berdiam di daratan. Akses pendidikan, pangan, informasi, dan segala produktivitas tentu disesuaikan dengan kondisi alam.

Berbeda lagi cerita yang datang dari Nusa Tenggara Timur. Aku sempat berceletuk saat mendengar keseriusan topik obrolan teman-teman lintas daerah ini. Maklum, di sana setiap coffee break, jam makan dan sarapan, pasti ada obrolan sharing tentang daerah masing-masing. Kadang ada candaan, kadang ada persilangan bahasa daerah, dan lebih sering obrolan tentang negara vs masyarakat. "Serius sekali, ya," celetukku suatu ketika.

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 2

Tidak lama, celetukanku itu disambar oleh seorang kakak dari Nusa Tenggara Timur. Dia datang dari Flores. Dia berkata, "Teman-teman dari (Indonesia bagian) Timur ini kalau sudah bicara keadilan, kami akan berdiri paling depan." Dia bercerita tentang proyek-proyek pemerintah yang bagus dengan programnya tapi informasinya telat sampai di kawasan Indonesia Timur. Ada pula yang bercerita padaku dan yang lain bahwa ada momok di NTT bahwa perempuannya banyak sekali berangkat menjadi TKW untuk menopang ekonomi keluarga. Lalu, ditipu karena ilegal. Oh, hatiku mencelus. Seserius itu rupanya kelakar mereka tentang keadilan, kemasyarakatan, dan kedaerahan.

Belum lagi cerita tentang Suku Anak Dalam di Jambi. Bagaimana cara kita bernegosiasi dengan warga Anak Dalam di hutan Sumatera itu sementara mereka menganggap negara sebagai musuh yang merampas wilayah mereka? Kata seorang teman asal Jambi, butuh berbulan-bulan kemping di hutan dekat wilayah mereka hanya untuk menarik kepercayaan mereka. Belum untuk berinteraksi yang berat-berat lho, ya. Aku sudah sering mendengar sukarelawan yang hidup berdampingan dengan Suku Anak Dalam itu. Namun, belum ada pencerahan lagi untuk kemajuan suku penghuni hutan Sumatera itu.

Ada pula cerita tentang negeri Aceh di ujung Sumatera yang dulu sekali, sebelum tsunami melanda, masyarakat Aceh sebagian besar tidak menyukai orang Jawa. Mereka punya pandangan skeptis soal nasionalisme Indonesia. 

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 3

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 4

Kisah lain diantar oleh seorang teman asal Jawa Timur. Dia menjadi penggiat kampung wisata. Dia sangat menyadari bahwa memajukan suatu daerah tidak perlu muluk-muluk, cukup dengan memanfaatkan potensi yang ada di kampung itu. Temanku ini mengembangkan berbagai KUKM yang melibatkan warga, menjadwalkan beragam program untuk mengasah kreativitas pemuda kampung itu, serta mengadakan berbagai event menarik yang menjadikan nilai jual kampung wisata itu.

Menarik, ya, topik-topik yang dibawa oleh teman-temanku. Sebenarnya cerita-cerita semacam ini sudah pernah kudengar dari banyak media dan mulut ke mulut. Namun, rasanya berbeda ketika aku langsung bertukar informasi itu dengan orang penutur aslinya. Rasanya cerita itu tidak lagi menjadi dongeng semata.

Teman-teman baruku ini rupanya nggak sekadar bawa badan datang ke Anyer. Ada yang datang atas nama penggiat literasi, kesenian, kebudayaan, yayasan pendidikan, komunitas swadaya masyarakat, dan penggiat desa wisata. Mereka inilah para pembakti kampung dengan berbagai aktivitas di daerah asalnya. Mereka sangat tahu apa yang sedang mereka lakukan dan kembangkan. Ketika bergabung dengan orang-orang hebat ini, aku melihat wajah-wajah Nusantara yang sebenarnya. Bukan hoax, bukan pula kaleng-kaleng. Nusantara itu yang seperti ini, terjalin dan Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote.

2. Sorak-Sorai Sumpah Pemuda

Ini satu pengalamanku yang tak terlupakan dari Anyer. Aku bisa merayakan Sumpah Pemuda dengan sorak-sorai semangat se-Nusantara. Istimewa sekali, ya. Dulu aku cuma sempat baca ikrar Sumpah Pemuda pada upacara-upacara sekolah. Aku pun sudah hafal bagaimana liriknya. Namun, tak pernah benar-benar menyadari nilai magis yang dimiliki ikrar Sumpah Pemuda.

Aku sudah wara-wiri di beberapa event nasional dan internasional, pernah bersilangan budaya juga dengan berbagai grup kesenian dari negara-negara Eropa (baca ceritanya di sini). Namun, entah kenapa nilai bangga sebagai Indonesia berbeda sekali saat aku berdiri di negeri sendiri, bersenandung bersama 300-an teman-teman se-Nusantara. Aku merasa "terisi" kembali dengan banyak nilai kebudayaan, kebersamaan, dan persatuan. Kami berbeda, tapi tetap putra-putri Indonesia. Bahasa daerah yang membuat kami berbeda, tapi punya bahasa Indonesia meski dengan dialek khas setiap daerah membuat komunikasi kami terasa unik.

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 5

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 6


Di Pantai Anyer, kami melafalkan ikrar Sumpah Pemuda bersama dan menyanyikan lagu "Indonesia Raya" 3 stanza bersama. Ada kekuatan yang tersembunyi dalam sorak-sorai perayaan itu seusainya. Lagu-lagu daerah dinyanyikan bersama, ragam kesenian juga ditampilkan. Apa kabar tabuhan rampak bedug dari Banten mengiringi tarian dayak Kalimantan, tarian Lombok, dan parade tenun? Apa kabar pula lagu-lagu nasional diiringi dengan tabuhan bedug dan gendang-gendang kecil (jimbe) yang dipegang semua orang saat itu, lalu suaranya menggema di bibir lautan? Kabarnya, Bhineka Tunggal Ika itu belum pudar.

Dulu ada guruku bertanya, "Dari mana asal kebudayaan Indonesia?" Aku lantas menjawab, "Dari puncak-puncak budaya daerah." Namun, mungkin sekarang aku bisa melengkapi jawaban itu dengan, "Dari pucuk-pucuk budaya daerah yang dipanen dengan baik dan dipertahankan oleh manusia pemegang budaya itu."

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 7

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 8

Perayaan Sumpah Pemuda akhirnya ditutup dengan joget Maumere bersama. Aku malah bertanya pada temanku dari Ambon, "Dari mana asal joget Maumere? Apakah benar dari NTT?" Karena teman-teman Timurku ini fasih sekali berjoget, entah itu dari NTT, Maluku, dan Papua. Bahkan mengajarkan kami yang belum bisa joget Maumere. 

Temanku menjawab, "Tidak ada yang tahu pasti. Tapi lagu itu dipakai juga oleh orang-orang Maluku. Lagu itu menyebar dari mulut ke mulut. Jadi kami semua pakai lagu itu." Ah, ya, aku lupa, negeri Maluku memang penuh nada. Mendengar teman-teman Ambon berbicara saja, aku seperti mendengar nyanyian. Tidak heran kalau per tanggal 30 Oktober 2019, UNESCO menobatkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia, bersanding dengan Moroko, Kuba, Turki, dan Spanyol.

3. Gebyar Mercusuar di Titik Nol Kilometer Anyer-Panarukan

Belum kering keringat usai perayaan Sumpah Pemuda di pantai Anyer, aku ikut perayaan yang lebih besar lagi di kawasan Mercusuar Cikoneng, Titik Nol Km Anyer-Panarukan. Rasanya kurang puas sorak-sorai keberagaman Nusantara di pelataran terbuka Hotel Marbella tempat kami menginap, masih ada acara besar lainnya menjelang magrib di titil nol itu.

Di sini ada Monumen Titik Nol Km yang merupakan awal mula jalan perintis Pulau Jawa dari Banten hingga Jawa Timur pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels. Pada saat itu, jalan Anyer-Panarukan yang digagas oleh Daendels ini menjadi jalan penghubung terpanjang di dunia. Tentu pembangunan itu telah memakan ribuan korban jiwa rakyat Indonesia. Proyek ini berlangsung pada tahun 1808. Lalu, Mercusuar Cikoneng juga akhirnya dibangun tahun 1885 yang menjadi saksi bisu pendudukan Belanda dan penyerangan Jepang.

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 9

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 10

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 11

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 12

Kalau kembali melihat sejarah di kawasan ini, titik Nol Kilometer Anyer-Panarukan adalah jalan penghubung antar daerah di Pulau Jawa, jalan yang dikira jalur pos karena mempermudah segala akses informasi, jalan yang akhirnya menjadi gerbang gedung demi gedung tumbuh dan perekonomian berpusat di setiap gardu pos, lalu lahirlah banyak kota di belahan utara Pulau Jawa. Banyak sekali yang terjadi ya. Dari jalan-jalan itu pula muncul berbagai gerakan sosial, pemberontakan akibat kesewenangan Kolonial Belanda. Anyer menjadi titik awalnya. Titik Nol Anyer memang menandai terbukanya akses se-Pulau Jawa. Namun, tidak ada salahnya hari itu kita belajar dari Anyer, membuka akses ke banyak daerah, menggabungkan perbedaan menjadi satu. Karena itu, tidak heran jika di Anyer pula kami menyerukan suara-suara keberagaman dalam Gebyar Mercusuar agar semangatnya bisa memancar ke seluruh pelosok kampung Indonesia.

Gebyar Mercusuar Anyer memiliki makna dalam tentang Sumpah Pemuda dan persatuan. Ada renungan sejarah dan budaya yang memadukan bangsa. Bendera merah putih dihampar di pinggir dermaga dengan panjang ratusan meter. Lalu 99 bedug ditaruh sejajar dan ditabuhkan para santri se-Banten dalam harmoni kesenian tradisi Rampak Bedug. Ini adalah sebuah sajian kolosal bersama desir angin dan suara ombak yang menghempas dermaga sore itu. Gebyar Mercusuar makin memukau ketika Gilang Ramadhan, salah satu musisi legendaris 90-an tanah air melakukan jam session berkolaborasi dengan Rampak Bedug. Ada harmoni baru antara musik alam, musik tradisional, dan musik modern.

Pengunjung Titik Nol dan Mercusuar Cikoneng tentu akan merapat untuk melihat berbagai aksi pertunjukan dari berbagai daerah ini. Lagi-lagi parade wastra (kain tradisional Nusantara) dari desainer Dian Oerip mewarnai nilai-nilai tradisi di sepanjang panggung dermaga. Aksi memukau lainnya adalah ketika anak-anak Soe, Pulau Timor yang menghentak dermaga dengan gerincing di kaki mereka, menarikan tarian daerahnya. Mereka menari dengan gembira, bersiul, bersahut-sahutan, dan memberikan rupa Timor di Nusa Tenggara Timur. Tarian Rampak Bedug juga tampak elok sekali dibawakan oleh anak-anak Banten, menggambarkan budaya santri yang tumbuh dalam nadi Kota Serang dan Pandeglang itu.

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 13

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 14

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 15


Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 16

Aku terkesima. Sumpah Pemuda bukan lagi wacana. Nilai-nilai yang dirintis oleh pendahulu bangsa ternyata nyata adanya. Ada perbedaan, ada persilangan, ada pula pemersatunya. Gebyar Mercusuar menutup hari-hariku di Banten dengan kelegaan bahwa cerita Pancasila telah meretas batas-batas wilayah di negeri kita. Semangat itu yang akhirnya ku bawa pulang.


Read More

Share Tweet Pin It +1

35 Comments

In Story Land

Rencanakan Traveling Eropa, Mari Berburu Jaket Musim Dingin Murah di Jakarta

Winter is coming.

Kamu sudah punya rencana liburan musim dingin ke mana akhir tahun ini atau awal tahun 2020? Aku punya beberapa teman yang sudah merencanakan liburannya di luar negeri saat musim dingin. Ketika mereka merencanakan perjalanannya, ingatanku jauh terbang ke belakang saat winter di Swiss dan spring di Bulgaria. Baik musim dingin maupun musim semi sama saja, sama-sama dingin bagi orang tropis.

Ingat sekali saat aku akan berangkat ke Swiss, aku mencari jaket musim dingin yang pas di badan dan pas di dompet. Ternyata kebutuhan traveling ke Eropa itu tidak segampang kamu memesan tiket pesawat promo. Kita harus benar-benar menyiapkan jaket musim dingin yang super nyaman karena perbedaan iklim yang signifikan antara negeri Eropa sana dengan Indonesia. Aku harus belanja segala kebutuhan pakaian musim dingin sebelum berangkat ke Swiss saat itu. Aku keluar masuk mall, factory outlet Jakarta, dan bahkan tempat obral jaket musim dingin murah. Rasanya malu sekali menceritakan ini kepada banyak orang. Tapi percayalah, traveling saat musim dingin lebih menguras dompet terutama saat persiapan keberangkatan.


Berburu Outfit Winter murah di Jakarta

Berburu Outfit Winter murah di Jakarta

Nah, saat berangkat ke Swiss, aku hanya bermodal 1 jaket parka yang tidak terlalu tebal, 1 jaket windproof, beberapa syal, 1 earpuff, beberapa lembar manset, dan sepasang boots. Itu semua kudapatkan dari berbagai toko dan mall. Repot sekali, ya. Kamu tahu apa yang terjadi ketika aku sampai di sana? Jaket yang kubawa kurang tebal sehingga aku harus belanja jaket lagi di sana karena suhu minus derajat membuat badanku menggigil selama berada di luar ruangan. Saat-saat terdingin itu adalah ketika aku harus menunggu tram di stasiun dan saat aku berjalan di lorong-lorong jalan yang tidak terkena cahaya matahari.

Agar kejadian itu nggak terulang lagi, aku punya tips dalam memilih outfit winter yang cocok dan tetap stylish. Kamu harus survei dulu suhu udara di negeri tujuan liburanmu. Setelah itu mari berburu outfit winter murah yang benar-benar nyaman.

1. Windproof Jacket

Jaket musim dingin murah

Jaket ini penting sekali saat musim dingin, apalagi bersalju. Yang membuat tubuh menggigil itu adalah embusan angin dingin yang sesekali membuat daun telinga menjad sedingin es. Kamu akan sangat membutuhkan jaket windproof yang super tebal. Biasanya bahan luarnya parasut. Kamu bisa memilih jaket yang panjang hingga lutut atau yang pendek sepinggang. Sesuaikan dengan gayamu, ya.

Aku menemukan jaket tebal berwarna abu-abu ini di Publicity Factory Outlet Mangga Dua Square. Harga jaket musim dingin di sini berkisar Rp500.000-Rp799.000. Begitu aku coba, rasanya nyaman sekali dan cukup tebal untuk menahan badai salju sekalipun. Tinggal dipadu padan dengan celana ketat tebal, lapisan manset dan sweater.

2. Playing with Colors and Patterns

Jangan lupa, musim dingin itu erat dengan suasanan gloomy, kelabu, dan rindu. Karena itu, jangan lupa pilih warna-warna mencolok untuk lapisan luar outfit-mu biar harimu tetap cerah dan happy. Bangunlah mood dengan bermain motif juga. Warna-warna mencolok itu akan tampak bagus di fotomu. Aku selalu suka pakaian dengan warna terang dan motif yang tidak terlalu ramai tapi menarik hati, jadi aku tentu senang kalau ke toko pakaian yang punya banyak sekali pilihan warna.

jaket musim dingin murah

Jaket musim dingin murah

Jaket musim dingin murah

Aku dapat jaket lucu kotak-kotak hijau, oranye, dan abu-abu. Ada banyak fashion musim dingin wanita di-display di FO. Tapi, sebenarnya aku menemukan jaket ini rak bagian jaket pria. Begitu aku pakai, ternyata bagus juga. Ukurannya memang sedikit lebar, tetapi kalau dipadankan dengan legging, tampak manis, bukan? Harganya juga variatif di Publicity Factory Outlet Jakarta, sekitar Rp400.000-Rp900.000.

3. Casual Look

Meski musim dingin, kamu tetap bisa bergaya casual dengan mengenakan pakaian berbahan nilon, cotton, atau sweater. Tampilanmu juga akan tampak sporty jika mengenakan bawahan training sepatu kets. Agar tidak kedinginan, kamu harus melapisi manset tebal sebagai inner untuk menahan angin.

Jaket musim dingin murah

Jaket musim dingin murah

Bayangkan, kamu bisa dapat sweater cantik seperti yang kupakai ini dengan harga Rp100.000-Rp300.000 hanya di Raja Fashion Outlet dan Publicity Factory Outlet. Kalau nggak percaya, datang sendiri ya ke Mangga Dua Square.

4. Playing with Scarf and Knitted Hat

Scarf dan knitted hat adalah pasangan yang tidak boleh dipisahkan. Meski jaketmu sudah tebal dan rapat, rasanya masih kurang hangat kalau belum mengenakan scarf dan knitted hat alias topi rajut. Ada banyak pilihan kok untuk scarf dan topi rajut ini. Ada yang menjualnya sepasang agar matching.

Jaket musim dingin murah

Jaket musim dingin murah

DSE Factory Outlet punya koleksi aksesoris winter yang menggemaskan. Warna-warnanya juga bagus. Ada scarf, knitted hat, sarung tangan, hingga earpuff. Aku malah kaget dengan harganya, di bawah Rp100.000 per item. Warna oranye dan kuning bagus, kan, untuk menjelang musim dingin yang kelabu? Yuk.

5. Sweater Wool

Kalau bosan dengan outer winter yang tebal-tebal hingga napasmu sesak, mengenakan sweater berbahan wol adalah ide bagus. Jangan lupa cari sweater yang berleher tinggi dan rajutan yang rapat. Itu akan membuatmu kuat menahan hawa dingin dengan suhu di bawah 0 derajat Celcius.

Jaket musim dingin murah

Lagi-lagi DSE punya koleksi sweater beragam dan harganya kisaran Rp100.000-Rp300.000. Kamu juga bisa menemukan pilihan sweater lain di Raja FO untuk model yang lebih tipis. Barangkali nanti kamu dapat melapisi outer yang cantik agar penampilanmu hangat dan stylish.

Berbagai style outfit winter ternyata bisa didapatkan di satu tempat, ya. Aku bisa belanja jaket, sweater, serta aksesorisnya di beberapa factory outlet Mangga Dua Square. Jangan khawatir soal bahan. Aku sudah berkeliling factory outlet di Mangga Dua Square dan semuanya terdiri dari bahan-bahan berkualitas. Sebagian besar pakaian yang dijual di sana adalah brand lokal. Jika harganya jauh lebih murah dan kualitasnya bagus, kenapa tidak?

Kalau aku hitung-hitung, ada 8 FO yang tersebar di Mangga Dua Square. Dulu, kalau mau belanja di FO, aku harus staycation di Bandung. Namun, sekarang aku nggak perlu jauh dan repot-repot ke sana karena Mangga Dua Square sudah jadi pusat Factory Outlet Jakarta. Kamu bisa cek update-nya di Instagram @mangga2square dan Instagram masing-masing FO di dalamnya. Kamu harus ke sana kapan-kapan, ya. Negeri 4 musim menantimu.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Story Land

Antara Samsung Galaxy dan Xiaomi Redmi, Kamu Pilih Mana

Apa yang kamu pikirkan saat akan membeli handphone? Kameranya? RAM? Memory? Daya tahan baterai? Atau harganya?

Kalau ngomongin teknologi, pasti nggak ada habisnya. Apalagi handphone berpengaruh banget sama aktivitas kita sehari-hari. Tanpa handphone, hidup rasanya hampa. Lebih baik ketinggalan dompet di rumah daripada ketinggalan handphone. Siapa yang setuju?

Samsung Galaxy vs Xiaomi Redmi-iPrice

Fitur Samsung Galaxy vs Xiaomi Redmi-iPrice

Beberapa bulan lalu aku sempat kebingungan memilih handphone karena handphone lamaku sudah mulai error dan baterainya sudah sangat drop. Waktu itu aku mau berangkat ke Jember tetapi handphone sudah sangat 'sekarat'. Kamu tahu sendiri kan, kalau traveling, aku selalu update video dan foto di social media untuk berbagi objek dan cerita menarik di setiap tujuan. Handphone sudah jadi benda wajib yang selalu kugenggam sepanjang traveling.

Pada saat itu, pilihanku sudah mengerucut pada dua merk handphone, Samsung dan Xiaomi. Percaya nggak kalau secara fitur, dua brand handphone ini sedang bersaing. Mari aku jelaskan beberapa kelebihan dan kekurangan antara Samsung dan Xiaomi ini.

1. Samsung Galaxy

Pada masa awal handphone android merebak di Indonesia, aku adalah pengguna setia Samsung Galaxy pada saat itu. Jadi aku memang sudah tidak asing lagi dengan merk handphone yang satu ini. Ternyata Samsung masih merajai pasar smartphone di Indonesia. Seri Samsung Galaxy sudah banyak sekali seperti Samsung Galaxy S, Galaxy Note, Galaxy A, Galaxy E, dan Galaxy J.

Sebagai orang yang suka traveling, blogging, dan vlogging, aku menyukai performa Samsung Galaxy A series dengan harga yang masih ramah kantong. Samsung Galaxy A series nggak mau kalah saing dengan Samsung Galaxy Note. Dari segi harga, Samsung Galaxy Note yang terbaru tentu lebih tinggi. Aku butuh smarphone yang baterainya tahan lama, kameranya bagus, RAM minimal 4GB dan memory bisa di atas 64 GB. Kebutuhannya sudah pasti untuk multimedia, bisa akses social media, shoot kamera, photo dan video editing.

Harga Samsung Galaxy vs Xiaomi Redmi iPrice
Gambar diambil dari samsung.com

Sebenarnya performa itu sudah dipegang oleh Galaxy Note 10 yang punya fitur dual video call, auto HDR, dan video 2160p@30fps. Diimbangi pula oleh Galaxy S series yang mengeluarkan Samsung Galaxy S10 yang sempat heboh di pasar gadget karena menggunakan konsep infinity-O yang langsung menempel di layar sentuhnya dan RAM 8GB. Seri ini juga sudah anti air, sehingga aman buat penyuka petualangan air.

Sementara itu, untuk Galaxy A series yang terbaru adalah Galaxy A80. Kamera belakangnya bukan dual lagi, tapi triple, persis seperti Galaxy A50. Begitu juga dengan kamera depannya. Fitur fotografinya dilengkapi LED Flash, panorama, HDR, dan kamera ultrawide. Untuk fitur video, kualitas video 2160p@30fps, 1080p@30/60fps, dan 720p@480fps. Cocok sekali buat yang hobi buat konten video.

Untuk perbandingan harga, kamu dapat cek di iPrice agar bisa melihat penawaran harga terbaik. Rata-rata untuk harga Samsung Galaxy A80 harganya mulai dari Rp7.100.000. Sementara itu, Galaxy Note 10 sekitar Rp7.838.500 dan Galaxy S10 Rp7.700.000. Harganya beda tipis ya. Kalau mau yang lebih murah masih ada Samsung Galaxy M20 seharga Rp1.670.000, Galaxy S8 seharga Rp3.493.237, dan Galaxy A70 seharga Rp4.550.000 berdasarkan list termurah dari iPrice Indonesia.


2. Xiaomi Redmi

Bagi pengguna smartphone yang multimedia, selain Samsung Galaxy, aku digoda juga dengan keberadaan Xiaomi Redmi. Xiaomi Indonesia mengeluarkan seri Redmi tentu dengan sejumlah alasannya. Dari awal kemunculan Xiaomi di Indonesia, pasarnya selalu menjangkau anak muda milennial dan orang-orang dari kalangan menengah. Brand smartphone satu ini menjadi salah satu vendor yang sangat produktif mengeluarkan produknya dengan harga lebih murah dari pesaingnya tetapi spesifikasi sama. 

Aku pernah naksir dengan Xiaomi Redmi 4A karena menggunakan prosesor Snapdragon 425 64-bit quad-core. Sudah pasti handphone satu ini sangat nyaman dipakai multimedia dan multitasking. Untuk seri terbarunya yang sedang bersaing di pasar gadget adalah Redmi Note 8 dan 8 Pro yang mengandalkan fitur 4 kamera. Bukan triple lagi, ya. Redmi 7 dan 7A yang harganya murah meriah di kisaran satu juta rupiah sudah tersedia RAM 3GB.

Pilihan Redmi terbaru juga beragam sesuai kebutuhan penggunanya. Ada Black Shark 2 Pro yang menjadi seri Redmi untuk pencinta gaming karena dibekali hardware tertinggi dan RAM 12GB. Bahkan, katanya Black Shark 2 Pro telah dinobatkan sebagai smartphone pertama di dunia yang menerapkan tingkat capacitive touch 240 Hz untuk 10 jari di layar 60Hz. Harganya berkisah Rp7.800.000.

Fitur Samsung Galaxy vs Xiaomi Redmi-iPrice
Gambar diambil dari mi.com

Sebenarnya handphone Xiaomi terkenal murah banget. Bahkan Redmi 5A dan Redmi 2 Prime saja harganya di bawah satu juta rupiah. Karena itu pula, dengan karakter dan spesifikasi menyaingi Samsung, Xiaomi cepat melejit dan punya banyak penggemar. Untuk tahun ini, berdasarkan data dari iPrice, handphone Xiaomi yang populer antara lain Xiaomi Redmi 5A, Redmi Note 5, Redmi 6A, Pocophone F1, dan Redmi S2.

Fitur pelacakan untuk handphone Xiaomi jika sewaktu-waktu hilang juga telah diaktifkan melalui fitur Mi Account. Jadi pengguna Xiaomi kini nggak perlu waswas lagi jika handphone ketinggalan atau hilang. Fiturnya sudah cukup mumpuni dan bisa dilacak melalui PC. Inovasi-inovasi semacam ini masih terus dikembangkan oleh Xiaomi agar performanya di pasar internasional semakin kuat. Aku nggak akan heran jika nanti Xiaomi mengeluarkan fitur tercanggih lainnya. Kemungkinan itu masih sangat terbuka lebar. 

Kalau dilihat-lihat fitur-fitur smartphone saat ini berlomba-lomba memenuhi kebutuhan orang banyak di dunia digital. Pergantian seri setiap merk pun cepat sekali karena teknologi cepat berkembang. Nah, kalau kamu bingung mau membeli smartphone jenis apa yang sesuai kebutuhan dan sesuai kantong, kamu bisa cek iprice.co.id. Jadi iPrice Indonesia merupakan marketplace yang memuat  perbandingan harga, voucher, kupon, dan segala promo. Nah, mengingat sekarang gadget sudah berbagai jenis, tipe, dan harga, aku terbantu banget melihat perbandingan spesifikasi dan harga di iPrice ini. Sekali cek, iPrice akan memuat harga-harga terendah dari berbagai e-commerce yang menjual produk yang sama. Kita sangat dimudahkan dengan perbandingan harga ini, kan. Jadi tingga pilih kita akan membeli produk handphone di e-commerce dan toko yang mana.

Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Gallery Land Journey Land

Jalan-Jalan ke Museum Angkut di Batu, Angkut Aku Jelajah Dunia

Sudah lama sekali aku ingin berkunjung ke Museum Angkut di Batu. Berbagai cerita menarik tentang museum ini sudah tersebar di mana-mana. Apa istimewanya? Museum Angkut merupakan museum transportasi terlengkap dan terbesar di Indonesia. Lahannya saja sudah menghabiskan 3,8 hektare. Di dalamnya dipajang sekitar 500-an alat transportasi dari berbagai belahan dunia. Kita dapat melihat bentuk kendaraan dari masa ke masa di dalam sana, mulai dari yang sangat tradisional, hingga kendaraan bermesin canggih. Dulu orang masih memikirkan bagaimana caranya pergi dari satu tempat ke tempat lain. Sekarang kita malah berpikir bagaimana caranya cari tiket pesawat murah agar bisa pergi ke berbagai tempat. Sungguh teknologi memang motor penggerak peradaban dan pemikiran, ya.

Museum Angkut Batu

Koleksi mobil antik museum angkut Batu

Kalau aku menunggu tiket murah terus, kapan aku traveling-nya, kan. Akhirnya pada satu kesempatan, aku bisa datang ke Batu. Rasanya jauh sekali ya Batu itu dari Jakarta. Andai tiket pesawat murah ada setiap saat, ya. Kebetulan sekali, saat itu aku ada acara keluarga di Surabaya. Begitu acara keluarga selesai, aku dan Junisatya berkendara ke Batu untuk mengekplor beberapa tempat di sana. Senang bisa liburan sebentar di tengah kesibukan kami.

Tentu saja, tujuan utamaku jalan-jalan ke Batu adalah mengunjungi Museum Angkut. Namun, satu kesalahanku adalah tidak datang ke Museum Angkut pagi-pagi. Museum yang masih jadi bagian dari Jatim Park Group ini ternyata sudah antre sejak loket tiket belum buka. Padahal tiketnya terbilang nggak murah. Saat itu aku beli tiket on the spot Rp100.000 per orang karena tanggal merah. Lumayan juga antrenya. Nah, bagaimana bagian dalam Museum Angkut? Aku jabarkan satu per satu, ya.

1. Hall Utama

Begitu masuk, aku disambut sebuah hall luas yang diisi dengan mobil dan motor antik. Ada koleksi kendaraan pertama yang dipakai oleh Presiden Soekarno. Ada mobil Chrysler Windsor Deluxe legendaris dan helikopter yang pernah dipakai oleh Bung Karno saat menjabat sebagai presiden. Ada pesawat terbang khusus presiden RI juga yang dipajang di sini. Katanya sih, ini koleksi asli, bukan replikanya. Kebayang ya nilai sejarahnya pasti tinggi sekali mengingat pesawat ini yang membawa Bung Karno untuk terbang ke pelosok-pelosok tanah air.

Hall Utama koleksi mobil antik Museum Angkut

Mobil dan Helikopter Soekarno-Museum Angkut Batu

Seketika aku takjub dengan berbagai koleksi kendaraan pejabat dari berbagai negara ini. Setiap kendaraan antik yang dipajang itu punya kisah sejarahnya. Koleksi-koleksi kendaraan yang ada di Hall Utama merupakan perwakilan perkembangan transportasi masa dulu. Karena aku suka sekali dengan serba-serbi Kerajaan Inggris, aku senang sekali dapat melihat replika kereta kuda milik Ratu Elizabeth.

2. Zona Edukasi

Zona Edukasi Museum Angkut

Museum Angkut Batu, Angkut Aku Jelajah Dunia

Memasuki lantai dua, aku melihat rangkaian proses perkembangan teknologi dari masa ke masa. Berbagai alat transportasi diletakkan di sini yang mewakili masanya. Mulai dari kendaraan yang ditarik oleh sapi, kuda, dan kerbau, sepeda, becak, hingga kapal layar serta kereta api. Semua itu potret kehidupan masa lampau kita saat membangun peradaban. Aku senang melihat display kendaraan masa lalu ini. Namanya pun macam-macam sesuai negeri asalnya. Ada yang dari Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Maluku. Semua punya perwakilan kendaraan masing-masing sebelum teknologi motor masuk ke Nusantara.

3. Zona Bandara Runaway 27

Ini zona yang berada di lantai 3 dan outdoor. Begitu aku naik ke lantai 3, nuansanya sangat berbeda. Ini adalah area pesawat terbang. Di sini, kita dapat melihat replika pesawat Boeing 737-200 masih milik kepresidenan. Selain itu, kita bisa melihat serba-serbi dunia pesawat terbang, mengenal cockpit, mencoba inflight safety simulator, dan emergency exit slide. Semua edukasi tentang penerbangan ada di zona ini.

Runaway 27 Airport Museum Angkut Batu

Museum Angkut Batu, Angkut Aku Jelajah Dunia

Sebagai orang yang menyukai perjalanan, bandara, terminal, stasiun tentu sudah sangat dekat denganku. 3 lantai di gedung ini mewakili hasratku mengenal banyak sekali transportasi dari masa ke masa, bagaimana teknologi itu berkembang, dan bagaimana kendaraan bisa menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Menjelajah Museum Angkut sendiri adalah sebuah perjalanan pengetahuan bagiku dan Junisatya.

Setelah puas melihat-lihat zona-zona awal yang menarik ini, ternyata masih ada zona lain yang merupakan perwakilan dari  berbagai kendaraan di seluruh dunia. Dari lantai 3 Zona Bandara, carilah pintu keluar yang akan menghubungkanmu ke zona berikutnya.

4. Zona Batavia

Zona Batavia alias Sunda Kelapa ini membuka runaway zona-zona transportasi perwakilan dari berbagai belahan dunia. Aku memasuki suasana tempo dulu di Jakarta. Karena dulu sekali, Jakarta besar karena pelabuhan Sunda Kelapa dan perdagangannya di sana, aku dapat melihat ruko-ruko, lampion, seperti di kawasan pecinan. Ada kendaraan delman, motor, dan bajaj yang mewakili kehidupan masyarakat tempo dulu. Aku suka sekali area ini. Rasanya sangat Indonesia.

Zona Batavia Pecinan Museum Angkut

Museum Angkut Batu, Angkut Aku Jelajah Dunia

Koleksi mobil antik Gudang Batavia Museum Angkut

Setelah melewati runaway, perjalanan kami tertumbuk pada satu gudang besar yang berisi mobil-mobil antik. Ini adalah gudang mobil Batavia. Wah, rasanya aku ingin menaiki salah satu mobil tua tapi mulus dan mengkilat itu, lalu dipakai untuk keliling Batu dan Malang.

5. Zona Broadway Street dan Gangster Town

Welcome to Broadway. Mungkin ini tempat yang paling semarak dari serangkaian dekorasi dari pintu masuk. Kebetulan juga, saat aku berada di sana, hari sudah gelap. Yes, sejak dari area Batavia, runaway yang kami lalui memang outdoor. Pas banget, begitu masuk kawasan Broadway, lampu-lampu gemerlapnya sudah menyala. Terasa sekali nuansa semarak, ramai, dan bising, serasa mau nonton konser.

Gangster Town Museum Angkut

Broadway Street Museum Angkut

Kalau bisa menakar waktu, kalau bisa kamu datang ke Museum Angkut menjelang sore. Puas-puasin dulu di zona indoor, sehingga begitu sampai Broadway ini, kamu dapat melihat warna-warni lampu. Lebih bagus lagi kalau langit sedang cerah. Suasana malam di Batu tentu terkesan hidup.

Bagi yang belum pernah ke Amerika Serikat dan melihat kehidupan dunia hiburannya, sepotong California dan New York dapat kamu nikmati di sini. Ada gangster town dan broadway street. Ada banyak sudut-sudut dan pinggiran toko yang jadi spot menarik untuk foto-foto cantik. Bangunan-bangunannya mewakili gedung Amerika Serikat tempo dulu, mencakup police station, snack bar, fire station, barber shop, dan lain-lain. Kalau dilihat-lihat, suasananya mirip di film-film bertema gangster masa Al Capone yang merupakan gangster asal Brooklyn yang merajai penyelundupan minuman keras dan pelacuran di Amerika Serikat pada tahun 1920-an. Di ujungnya ditempatkan panggung Broadway lengkap dengan lampu-lampu sorotnya. Tampaknya semakin malam, semakin aku lupa kalau aku sedang berada di Museum Angkut Batu. Rasanya sudah terbang jauh ke Manhattan sana, melihat broadway membentang panjang.

6. Zona Eropa

Zona Eropa Museum Angkut

Meninggalkan Amerika Serikat dengan kehidupan malamnya yang gemerlap, aku masuk ke dunia Eropa yang lebih ceria, colorful, dan playful. Zona Eropa ini diwakili dengan miniatur Menara Eiffel yang mewakili Paris sebagai kota yang romantis dan dicinta hampir semua orang. Ada lukisan Colloseum dan Menara Pisa, serta displat vespa yang mewakili Italia.

Oh iya, kita bisa mencicipi makanan ala Eropa juga kok di sini. Ssst, pastikan kamu membawa uang jajan lebih ya, kan kamu sedang di Eropa ini. Jangan lewatkan makan pizza, brasserie, dan makanan lainnya.

7. Zona United Kingdom

Alohomora! Itu adalah kata kunciku saat memasuki zona Inggris karena diwakili oleh peron 9 3/4 Stasiun King Cross di film Harry Potter. Selamat datang di Inggris!

Zona United Kingdom Museum Angkut

Mobil Inggris Museum Angkut

Aku langsung masuk kawasan taman Buckingham Palace, istana Ratu Elizabeth. Miniatur istana Kerajaan Inggris ini dibuat semirip mungkin. Hanya bedanya gedungnya tampak lebih kecil. aku melihat banyak orang berfoto di taman yang penuh tumbuhan dan lampu taman itu. Aku tak banyak berfoto di sini karena terlalu ramai. Jadi, kami memilih untuk memasuki Buckingham Palace.

Aku langsung disambut mobil-mobil buatan Inggris yang terkenal di seluruh dunia, seperti Mini Cooper kesukaanku, Rolls Royce, Austin, Francis Barnet. Lalu ada bus sekolah berwarna merah dan bertingkat. Aku juga bisa masuk ke singgasana Ratu Elizabeth dan duduk di samping beliau. Wah, suatu kehormatan. Replikanya dulu, aslinya kemudian.

8. Zona Las Vegas dan Hollywood

Dari Inggris, aku kembali lagi ke Amerika Serikat. Kali ini masuk ke kawasan judi internasional, Las Vegas dan kawasan dunia hiburan yang merajai industri perfilman dunia, Hollywood. Tak jauh beda dengan dekorasi Broadway Street yang gemerlap dengan lampu-lampunya dan gedung-gedung ala Amerika. Yang membedakan adalah kita bisa melihat simbol ikonik Las Vegas dan industri film Hollywood, dunia penuh mimpi dan pusat kesenangan dunia, serta menandai bahwa perjalanan runaway Museum Angkut kita berakhir. Saatnya kembali ke dunia nyata.

Keluar dari sana, rasanya puas sekali bisa keliling dunia, masuk mesin waktu, dan dalam sekejap melihat banyak mimpi yang dapat diantarkan teknologi pada kita. Sebelumnya, malah aku tidak punya ekspektasi dengan bagian dalamnya yang luas dan punya jalur berliku-liku untuk melihat setiap zona. Berada di Museum Angkut, waktu serasa terenggut begitu saja, memukau kita pada sisi keajaiban dunia yang kita sebut kendaraan itu. Tiba-tiba ketika keluar dari sana, tanpa sadar kita telah menghabiskan hampir seharian di dalam. Sekali datang tentu saja nggak akan puas. Aku ingin balik lagi ke sana.

Pulang dari Museum Angkut, aku kembali berkendara ke Surabaya. Saatnya pulang kembali ke Jakarta. Saat itu, aku sudah memesan tiket pesawat Surabaya-Jakarta di Pegipegi.

Tiket pesawat Surabaya-Jakarta PegipegiPromo tiket pesawat


Menurutku, kini cara gampang memesan tiket pesawat murah ke mana saja tinggal klik aplikasi Pegipegi. Seperti biasa, di aplikasi ini kita disuguhi banyak promo menarik dibanding kita buka di website.

Flash sale Pegipegi Promo tiket pesawattiket pesawat murah


Kebetulan, baru saja aku mengintip aplikasi Pegipegi di ponselku, lagi ada flash sale tiket pesawat sampai dengan 50% tanpa minimum transaksi. Promonya berlaku mulai tanggal 25 Oktober 2019. Ada macam-macam destinasi sesuai tanggal pemesanan. Ada waktu-waktu khusus juga setiap harinya biar kamu dapat tiket pesawat murah. Coba cek aplikasi Pegipegi deh. Setiap hari flash sale hanya berlaku selama 30 menit saja. Jadi, biar nggak ketinggalan, jangan lupa aktifkan notifikasinya, ya. Lumayan banget ini bisa terbang pakai tiket pesawat murah.





Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments