In Journey Land Story Land

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya

Kunjunganku ke Kota Surabaya kali ini punya banyak sekali pesan moral. Aku tak sekadar berkunjung, tapi bertemu dengan para guru hebat dari berbagai daerah di Indonesia. Iya, kali ini aku ke Surabaya dalam rangka Persamuhan Nasional Pendidik Pancasila yang diadakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Ini semacam reuni dengan teman-teman Blogger yang hadir di Persamuhan Nasional para penggiat kampung di Anyer lalu (ceritanya ada di sini) Eits, lalu ini perkumpulan guru se-nasional, ya. Aku diminta datang lagi. Rupanya Blogger itu multiprofesi. Kami bisa menyublim ke profesi apa saja. Hehehe

Aku belum beralih profesi jadi guru kok. Aku hanya terinspirasi dengan para guru yang pasti punya segudang cerita tentang lika-likunya menjadi pendidik dan beragamnya tingkah polah para siswa. Wah, aku merasa berada di 2 persimpangan, apakah harus menempatkan diri sebagai siswa atau sebagai guru? Karena rupanya banyak sekali yang belum aku tahu tentang makna Pancasila seperti yang dipertanyakan banyak siswa. Tetapi apakah sebagai pendidik kita bisa memberikan penanaman nilai-nilai itu kalau fenomena Pancasila saja seakan tak digubris. Mari, aku tidak sabar ingin cerita tentang pendidik Pancasila ini.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 2

Kamu masih ingat tentang pelajaran PPKn atau Kewarganegaraan zaman sekolah? Ada macam-macam namanya ya. Pada masa ku sekolah, ya aku sempat punya mata pelajaran untuk pembinaan budi pekerti Pancasila. Kalau diingat, dulu aku belajar PPKn ini setengah hati tapi tetap dapat nilai tinggi. Iyalah, pelajarannya terasa ringan, tentang kehidupan sehari-hari, tentang adab apa yang mesti dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Dan, tadaaaa... Nilai A atau nilai 9 sudah di tangan selama nggak ada catatan hitam perilaku buruk di sekolah.

Nah, ternyata aku baru menyadari 1 hal tentang pelajaran budi pekerti ini, yaitu pelajaran tentang nilai-nilai Pancasila juga harus diselaraskan dengan pelajaran Sejarah dan Agama. Okelah untuk pelajaran Agama masih nyambung. Lalu bagaimana dengan Sejarah? Iya, saat di Surabaya, acara Persamuhan Pendidik Pancasila ini didominasi oleh para guru Sejarah perwakilan 34 provinsi. Kebetulan juga, aku sekamar dengan salah satu guru Sejarah dari Kalimantan Timur. Jadi beliau bercerita bahwa penting sekali pemahaman sejarah bagi anak-anak muda karena dari sanalah moral Pancasila terbentuk. Kalau nggak tahu sejarah, tahu apa kita soal Pancasila? Ada spirit yang terkandung dari cerita sejarah yang selaras dengan pembentukan Pancasila. Begitu inti pembicaraanku dengan guru sejarah di kamarku selama beberapa malam kami bersama. Well, obrolan malamku dengan beliau sangat berisi ya.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 3

Aku jadi ingat kata JJ Rizal, seorang sejarawan yang jadi pemateri di event ini. "Pancasila itu multitafsir. Bung Karno yang merangkumnya jadi satu," tegasnya saat obrolan makan siang di mejaku. Itu artinya bahwa Pancasila itu sudah ada jauh sebelum dirangkum tahun 1945. Itu artinya pula, kita perlu belajar sejarah agar tahu bahwa cerita kepahlawanan, perang, kerajaan itu adalah bagian dari perjalanan Nusantara membangun karakternya. Makin menarik ya topik Pancasila ini.

Amalan Pancasila sebenarnya sudah ada di nadi bangsa, tetapi sulit sekali untuk benar-benar meyakini dan melakukan. Ya, seperti nilai PPKn-ku yang cukup tinggi di sekolah, tidak berbanding lurus dengan nilai mata pelajaran Sejarah. Kenapa? Karena amalan itu ada di PPKn tetapi pemahaman terhadap nilai-nilainya ada di Sejarah. Benar juga ya kata orang, bahwa sejarah itu berguna untuk membangun bangsa. Mau jadi apa kita hari ini dan besok kalau tidak bisa belajar dari masa lalu.

Keragaman Budaya dalam Satu Persamuhan Pancasila

Serupa dengan keragaman yang dihadirkan oleh Anyer saat persamuhan nasional lalu, di Surabaya juga menghadirkan keragaman yang serupa. Sebagai wujud Pancasila, keragaman ini menjadi harmoni 5 dasar Pancasila. Pada hari pertama, semua peserta diminta untuk memakai pakaian adat masing-masing. Kali ini, aku siap dengan atasan kebaya modern dan bawahan kain batik. Bukan ciri khas Minang memang yang sarat dengan songketnya. Tapi, yang penting ciri ini adalah Indonesia.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 4

Dan, uniknya, sekumpulan blogger se-nasional yang hadir mewakili kotanya masing-masing juga mengenakan pakaian tradisional yang beragam. Ini tentu saja di luar komunitas guru yang juga memiliki semangat yang sama mengenakan pakaian adat masing-masing. Aku bahagia melihat hampir semua peserta sadar dengan kekayaan identitas bangsa. Aku melihat berbagai wastra Nusantara dikenakan. Ini sih parade kain tradisional ya. Senang sekali.

Semua peserta yang mengenakan pakaian tradisional ini dimobilisasi ke Pandaan, Pasuruan. Rupanya di sini aku bisa menikmati ragam kesenian daerah yang menggetarkan jiwa. Ada penampilan duo pemusik yang mahir memainkan sasando dan sape. Iya, dua alat musik berbeda negeri. Yang satu dari Nusa Tenggara Timur, yang satu dari Kalimantan Timur. Apa jadinya saat kedua alat musik itu dimainkan bersama? Aku sudah pernah bilang belum, ya, bahwa aku jatuh cinta dengan negeri timur Indonesia. Nah, itu dia. Sasando dan sape ini mengingatkanku pada rasa cinta itu.
Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 5

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 6

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 7

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 8

Selanjutnya ada penampilan Tari Remo dari Surabaya, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Anire dari Papua. Semua penampilan itu meriah. Wah, mulai terasa Nusantaranya. Mulai terasa pula nilai Pancasila-nya, bukan?

Renungan Nilai Pancasila dari Jawa Timur

Di sela-sela acara, aku menyempatkan diri mengunjungi beberapa tempat di Pandaan dan Surabaya. Tidak jauh dari lokasi suka ria ragam budaya yang ditampilkan dari berbagai daerah yang dibawa oleh guru kesenian, aku mengunjungi Masjid Cheng Ho. Aku melihat implementasi nilai-nilai Pancasila yang berwujud. Salah satunya ya Masjid Cheng Ho ini. Arsitektur yang mengambil unsur arsitektur Jawa dan Cina terlihat jelas di bangunan masjid ini. Unsur warna merah yang dominan terlihat mencolok. Di luar kabar tentang Laksamana Cheng Ho yang menjadi mualaf masih desas-desus, namanya diabadikan menjadi nama masjid ini sungguh berarti. Bagaimana pun juga Laksamana Cheng Ho adalah traveler asal Tiongkok yang mengarungi belahan dunia dengan kapalnya dan mampir ke Pulau Jawa. Namanya juga disebut-sebut sebagai tokoh yang berjasa dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa dan membentuk komunitas besar di luar Jawa. Karena itulah, namanya diabadikan sebagai nama masjid yang punya bentuk atap bertingkat mirip pagoda.

Aku suka dengan tatanan masjid yang punya pelataran luas di depannya. Berdirinya Masjid Cheng Ho di Pandaan ini membuktikan bahwa adanya akulturasi 2 kebudayaan. Tentu saja akulturasi itu menyeimbangkan tatanan hidup masyarakat di sekitarnya pula. Kalau bicara Pancasila, tatanan hidup yang harmonis seperti inilah yang dimaksud Pancasila. Tidak mengganggu, tidak menuding, tidak pula saling bertolak belakang.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 9

Pada lain hari, aku berjalan kaki di kawasan Putat Jaya, Surabaya. Aku diajak melihat-lihat produk-produk ekonomi kreatif yang tumbuh di sana setelah lokalisasi besar-besaran kawasan prostitusi Gang Dolly beberapa tahun lalu. Banyak sekali masyarakat yang terdampak dari lokalisasi itu. Karena itu, para penggiat kampung mulai bangkit membantu para warga sekitar untuk mengembangkan diri. Ada yang membuka garmen, pangkas rambut, toko kecil-kecilan, setra batik, membangun KUKM bersama. Salah satunya Dolly Saiki Point.

Aku juga berkunjung ke pesantren yang berada di jalur merah Gang Dolly. Rupanya pesantren ini berdiri di sebelah wisma-wisma pusat prostitusi pada masanya. Ya, namanya juga kehidupan. Yang positif dan negatif selalu tumbuh berdampingan. Masih ada wisma yang aktif rupanya meski tidak terbuka seperti dulu.

Yang bikin aku takjub adalah Gang Dolly dan kawasan Putat Jaya berproses menjadi sentra batik. Melihat bagaimana masa lalu di Gang Dolly, tentu tidak membuat kawasan ini serta merta redup. Kreativitas menjadi sumber kehidupannya. Butuh para penggiat yang bisa fokus membangun ekonomi kampung itu tumbuh kembali. Kepedulian ini yang menjadi nilai tambahnya. Kali ini tentu sumbernya bukan lagi dari prostitusi.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 10

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 11

Aku jadi ingat Pak Sudjiwo Tedjo menjelaskan dengan sederhana makna Pancasila lebih lanjut. Di forum persamuhan, ia pernah bilang, "Puncak tertinggi Pancasila adalah tidak mengganggu orang lain." Nah, ini barangkali yang dimaksud dengan akulturasi dan hidup dengan ragam budaya. Mengunjungi Masjid Cheng Ho membuatku merenung bahwa arti Pancasila itu sangat luas. Untuk itu, nggak perlu muluk-muluk, cukup dengan prilaku tidak saling ganggu.

Begitu pula saat aku mengunjungi KUKM di Putat Jaya, aku menyadari bahwa masyarakat di sana sedang bangkit kembali, berkreasi, membangun kepercayaan diri dan image kampung itu dengan wajah baru. Belajar dari sejarah, bukan? Aku rasa nilai-nilai Pancasila itu sedang membumi.

Bu Risma sebagai Walikota Surabaya yang sempat hadir di persamuhan mengatakan bahwa menumbuhkan Pancasila itu sama dengan menumbuhkan rasa cinta kepada sesama. Beliau membuat area publik untuk dinikmati warga Surabaya karena ia mencintai warganya. Beliau memberikan apa yang warganya butuhkan. Taman bukan sekadar taman, tapi tempat rekreasi.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 12

Bahkan Bu Risma berpesan untuk mengajarkan generasi muda untuk mencintai tanah air. Jika anak mencinta negara, dia tidak akan menyakiti negaranya. Itulah prinsip Bu Risma, Pancasila itu tumbuh karena cinta.

Aku terbuai dengan lirik yang ditulis oleh Raden Kartono (Kakak RA Kartini) yang dinyanyikan oleh Sujiwo Tejo.

Sudih tanpo bondo
Digdoyo tanpo aji
Trimah mawi pasrah
Sepi pamrih tebih ajrih
Langgeng tanpo susah, tanpo seneng
Antheng mantheng
Sugeng jeneng

Ah, meski aku nggak pandai bahasa Jawa, tapi makna lirik ini dalam sekali. Ada nilai tentang keihklasan dari lirik itu. Itu juga pucuk Pancasila, bukan? Sederhana sekali tapi sulit untuk diamalkan. Karena itulah acara Persamuhan Pendidik Pancasila yang dihadiri ratusan guru menjadi sangat bermakna. Karena itu pula, aku banyak merenung tentang arti Pancasila yang multitafsir itu ketika pulang dari Surabaya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

3 Comments

In Journey Land

3 Museum Unik di Mekah-Madinah yang Harus Dikunjungi Saat Umroh

Ah, umroh. Sampai hari ini, umroh masih berada dalam daftar tunggu perjalananku. Aku sudah mendaftar untuk keberangkatan umroh, tapi belum tahu kapan bisa berangkat. Doakan rezeki itu segera datang, ya, teman-teman.

Biar doa itu semakin diijabah, aku ingin cerita tentang beberapa lokasi yang penting untuk dikunjungi saat kita umroh. Ini juga jadi catatan buatku, jika suatu saat aku dicukupkan untuk berangkat umroh, aku sudah punya beberapa list yang bisa dikunjungi selama perjalanan ibadah. Siapa tahu setelah ini aku semakin didekatkan dengan negeri asal kelahiran Islam itu. Aamiin.

Ada 3 lokasi museum yang aku list untuk dikunjungi saat umroh dan haji. Ini berdasarkan cerita seorang teman yang baru saja pulang dari sana. Aku selalu suka nungguin update teman-teman yang sedang umroh di social media. Serasa beneran berada di sana. Kebetulan ada seorang teman yang perjalanannya sedikit beda. Dia meng-update beberapa tempat yang jarang aku lihat di timeline teman-teman lain yang umroh. Ini temanku yang rajin update social media di Mekah dan Madinah pakai Paket Umroh & Haji XL kali, ya. Sinyalnya oke sepertinya di sana.

Dari info temanku inilah aku jadi tahu bahwa ternyata ada beberapa museum di Mekah dan Madinah, ya. Di sela-sela ibadahnya, temanku ini menyempatkan diri untuk melihat-lihat museum yang seringkali membuatnya merinding dan mengucap syukur. Ini dia museum-museum itu yang sering luput dikunjungi para jamaah umroh dan haji.

1. The Holy Quran Exhibition Madinah

3 Museum Unik di Mekah-Madinah yang Harus Dikunjungi Saat Umroh (2) - source: npr.org
3 museum uni di Mekah-Madinah - source: arabnews.pk
Koleksi Al Quran dari masa ke masa. (Foto diambil dari sini)
Selain untuk tujuan ibadah dan berkunjung ke makam Nabi Muhammad, ada satu tempat yang nggak boleh kita lewatkan, yaitu The Holy Quran Exhibition Madinah. Seorang temanku yang sudah berkunjung ke sana, mengatakan bahwa dia beruntung bisa masuk ke sini karena nggak semua jamaah umroh yang bisa ke sana. Harus reservasi dan hanya pada waktu-waktu tertentu saja museum ini dibuka.

Museum ini memuat sejarah Al Quran dan proses penulisannya. FYI, Al Quran yang asli itu nggak pakai tanda baca sama sekali alias arab gundul. Nah, kita juga bisa melihat sejak kapan Al Quran itu mulai diberikan tanda baca untuk mempermudah umat muslim membaca dan memaknainya.

Selain itu koleksi museum ini juga beragam. Ada berbagai kitab Al Quran yang langka, ada koleksi kaligrafi yang telah menjadi karya seni Islam yang terkenal. Ukuran Al Quran juga beragam, lho. Ada Al Quran raksasa berukuran 143 x 80 cm dengan berat 154 kg. Ada juga kaligrafi bertinta emas yang ditulis tangan oleh Sultan Mahmud II, Kesultanan Usmaniyah. Wow.

Kata temanku, setelah selesai tur museum Al Quran, kita bisa beli Al Quran di sini untuk dihibahkan menjadi koleksi Masjidil Haram. Kalau ada yang ingin punya amal jariyah beribu-ribu kali lipat, memang banyak jamaah dari Indonesia yang beli Al Quran di sini.

Semestinya informasi tentang Museum Al Quran ini bisa di-share lebih luas khususnya untuk calon jamah Indonesia. Sayang sekali kalau umroh dan haji, tapi belum mampir melihat keagungan AL Quran dari masa ke masa. Thanks to Paket Umroh & Haji XL kalau gitu yang kini menyediakan paket data roaming internasional biar kita bisa sharing dan berbagi cerita tentang perjalanan umroh lebih gampang.

2. Exhibition of Two Holy Mosque Architecture

3 Museum Unik di Mekah-Madinah yang harus dikunjungi saat umroh
Salah satu museum wajib kunjung saat umroh. (Foto diambil dari sini)
Museum ini berisi benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Exhibition of Two Holy Mosque Architecture memiliki 7 ruangan. Dimulai dari reception hall, Masjid Al Ahram hall, Ka'bah hall, The Photographic hall, Inscription and Manuscript hall, The Prophet's mosque hall, dan Zam Zam Well hall. Secara keseluruhan, museum ini merupakan perwujudan miniatur 2 masjid yang menjadi pusat ibadah yang melengkapi Rukun Islam semua umat Muslim.

Museum eksibisi ini juga memajang koleksi manuskrip dan ukiran dari perpustakaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, beberapa foto tua, dan barang-barang antik. Di antara koleksi-koleksi itu, yang menjadi pusat perhatian adalah salah satu pilah kayu Ka'bah, tangga kayu, pintu Ka'bah yang usianya bahkan ada yang lebih tua dari tahun hijrah. Berarti masih sangat orisinal dan dijaga sekali. Di sini pula kita dapat melihat perkembangan pembangunan Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Duh, aku menulis tentang ini sambil merinding dan membaca Al Fatihah di dalam hati. Berharap Allah segera mengaminkan doaku untuk melihat langsung kemegahan 2 masjid besar itu.

3. Alamoudi Museum Makkah

3 Museum Unik di Mekah-Madinah yang Harus Dikunjungi Saat Umroh (3)
Belajar kebudayaan Arab ya dari museum ini. (foto diambil dari sini)

Nah, kalau ingin melihat sejarah perkembangan Islam dan budaya negeri Arab, kita bisa berkunjung ke Alamoudi Museum Makkah. Temanku memotret beberapa sisi dan koleksi museum ini. Aku sampai bertanya-tanya, dia pakai paket data apa, ya? Beneran pakai Paket Umroh & Haji XL, ya? Kok, ya bisa aktif sekali berbagi di Instagram tentang museum-museum yang dia kunjungi selama berada di Mekah.

Lokasi museum ini di pinggiran Kota Mekah, katanya sekitar 15 menit naik bus dari Masjidil Haram. Kata temanku, kunjungan ini mendadak karena nggak ada di itinerary perjalanan umrohnya. Bangunan museumnya ini terbilang unik karena temboknya menyerupai tembok bangunan arsitektur Arab zaman dulu. Kita juga bisa melihat wujud 3 dimensi Hajar Aswad.

Ada beberapa properti peradaban budaya Arab masa dulu yang terlihat dari perlengkapan sehari-hari, bentuk rumah, arsitekturnya, bentuk sumur, hingga pernak-pernik rumah lainnya. Model dapur orang Arab zaman dulu beda sekali ya. Bangunannya rata-rata berasal dari bahan pelepah kurma dan tanah. Pakaian tradisional Arab dan peralatan perangnya juga di-display sehingga kita serasa kembali ke suasana Mekah tempo dulu. 

Temanku bilang, isi museum ini sungguh unik dan seru. Beda dengan 2 museum yang aku tulis di atas. Alamoudi lebih berisi sejarah kebudayaan dan tatanan hidup orang Arab Saudi zaman dulu. Wah, aku semakin ingin ke Mekah.

Aku berterima kasih sekali ke cerita-cerita temanku ini selama dia umroh. Ada hal-hal baru tentang sejarah Mekah dan Madinah yang aku temukan. Dia juga kerap mem-posting beberapa gambar cantik selama umrohnya, eh tentu di luar waktu ibadahnya ya. Kata temanku, dia baru bisa posting untuk social media ketika sehari sebelum pulang ke Indonesia.

Suatu hari nanti, ketika aku berangkat umroh, aku sudah menyiapkan beberapa printilan umroh sampai ke paket data luar negeri. Kebetulan banget aku sudah baca mengenai keunggulan Paket Umroh & Haji XL yang bisa kita pakai selama perjalanan umroh, bahkan haji. Paket Umroh & Haji XL ini juga ada pilihannya. Aku sampai cek sedetail ini, ya. Soalnya penasaran juga gimana caranya bisa tetap aktif berkomunikasi selama perjalanan umroh dan haji, terutama dengan keluarga di Indonesia. Paket data roaming biasanya mahal.

Paket Umroh & Haji XL ini tergolong terjangkau harganya. Kita dapat menikmati kemudahan nelepon, SMS, akses internet sepuasnya selama perjalanan umroh dan haji di Arab Saudi. Paket untuk 10 hari cuma Rp199.000 dengan kapasitas internet 3G/4G unlimited. Untuk Paket Umroh & Haji XL 20 hari dikenai harga Rp249.000. Murah sekali, ya. Kalau mau paket komplit untuk menelepon ke Indonesia dan SMS, kita bisa beli Paket Umroh & Haji Xl seharga Rp399.000. Aku senang dengan judul internet unlimited Paket Umroh & Haji XL. Beneran praktis digunakan di mana aja selama perjalanan umroh kita.

Suamiku, Junisatya yang sudah lebih dulu berangkat umroh pernah merasa kesulitan untuk akses internet. Wifi hanya ada di kamar hotel. Sementara itu, kebanyakan dia menghabiskan hari hingga lewat tengah malam untuk beribadah di masjid atau berjalan-jalan keliling Mekah dan Madinah. Aku sulit sekali menghubunginya saat akses internet tidak ada. Telepon jadi susah karena interlokal sungguh mahal, menyedot pulsa. Waktu itu Junsatya hanya menggunakan paket roaming terbatas sehingga tidak leluasa berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia. Padahal katanya ada banyak hal menarik di setiap sudut Kota Mekah dan Madinah yang sangat ingin ia ceritakan padaku. Katanya aku pasti suka terutama tentang budaya Arab.

Andai waktu itu aku sudah tahu tentang Paket Umroh & Haji XL ini, tentu aku langsung merekomendasikannya kepada Junisatya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Movie Land

Review Nonton Charlie's Angels 2019, Beli Tiket Via M-Tix

Bicara Charlie's Angels, artinya bicara topik film yang dapat dibahas lintas generasi. Iya, kan. Bagi anak generasi 90-an, tentu tahu aksi laga 3 cewek agen rahasia ini, walaupun dulu aku belum ngerti-ngerti banget siapa mereka. Tapi setidaknya aku tahu bahwa ada 3 cewek bisa jadi agen rahasia saja sudah keren. Ada 2 film Charlie's Angels yang booming tahun 2000 dan 2003. Saat itu aku umur berapa, ya? Masih SD-SMP sepertinya. Poster mereka ada di berbagai majalah dan dipajang juga di beberapa tempat. Pada masa itu, meski aku nggak ngerti-ngerti amat dengan film laga--(ngertinya cuma Doraemon, Boboho, dan AADC)--siapa yang nggak kenal dengan Charlie's Angels. Lalu akhirnya filmnya ditayangkan di stasiun TV berkali-kali. Jadi kalau bicara Charlie's Angels, tentu bicara film legendaris tahun 2000-an.

Eh, ternyata, Charlie's Angels sendiri lebih tua lagi umurnya. Karakternya merupakan serial TV terkenal pada tahun 1971. Duh, itu kan zaman ibu-bapakku baru remaja. Terlihat, kan, bagaimana gap generasi bersatu kalau ngobrolin Charlie's Angels. 

Saking legendarisnya para Angels ini, aku baru saja nonton versi kekinian Charlie's Angels. Akhirnya aku bisa menikmati film ini, lebih fresh dan pemainnya familiar. Ada Kristen Stewart sebagai Sabina, Naomi Scott sebagai Elena, dan Ella Balinska sebagai Jane.

Nonton Charlie's Angels and M-Tix 3 - source: charliesangels.movie

Charlie's Angels 2019 dan M-Tix - source: liputan6.com

Charlie's Angels 2019 bercerita tentang Townsend Agency yang sudah memperluas jaringan perekrutan para gadis-gadis berbakat dari berbagai negara. Beberapa Angels dipimpin oleh para Bosley. Ada banyak Angels muncul. Secara tidak sengaja, Sabina dan Jane yang belum begitu kenal dekat harus bahu-membahu menjalani misi baru: menyelamatkan Elena dari sindikat mafia. Elena ternyata semacam 'harta karun' karena cerdas di bidang IT. Dia juga yang jadi otak penemu benda semacam prototipe energi yang ternyata bisa menjadi senjata pembunuh massal. Karena itulah nyawanya terancam. Satu Bosley meninggal saat misi penyelamatannya. Kemudian, karena telah terlibat dalam adegan kejar-kejaran, mau tidak mau Elena ditarik sebagai Angels. Meski nggak punya kemampuan beladiri, Elena bisa diandalkan untuk menjebol berbagai sistem keamanan.

Aku suka sekali dengan versi Charlie's Angels 2019. Aku penasaran dengan aksi laga Kristen Stewart di film ini. Dan, ternyata Kristen Stewart benar-benar menjadi komedian yang punya ocehan-ocehan tepat sasaran di sela-sela aksi laganya. Meski masih mempertahankan ekspresi datar yang elegan ala Bella Swan di Twilight Saga, setidaknya kali ini Kristen Stewart lebih luwes bergerak dengan image tomboy sebagai Sabina. Kurasa, ini menjadi film comeback Stewart yang sukses ia perankan berbeda.

Nonton Charlie's Angels and M-Tix - Source: charliesangels.movie/

Lalu, predikat keren banget aku berikan untuk Naomi Scott. She is not Princess Yasmin "Aladdin" anymore. Masih ingat sekali di kepala tentang visualisasi live action Aladdin karena baru beberapa bulan lalu tayang di bioskop. Bahkan aku masih suka mendengar lagu OST-nya di Spotify dan sering pula muncul di radio. Nah, Princess Yasmin yang lemah, tapi tegas, yang anggun, tapi ternyata cerdas sangat berbeda dengan karakter Elena di Charlie's Angels. Naomi berhasil keluar dari perannya di Aladdin dan menjelma menjadi 'hacker terbaik di dunia' versinya. Karakter Elena sengaja dibuat punya jiwa pemberontak, penuh perlawanan, tetapi tetap tertutup dengan gestur anggunnya. Siapa sangka kalau cewek cantik ini bisa saja menghancurkan dunia dalam sekejap, bukan? Prototipe energi yang dia ciptakan bisa membunuh banyak orang dalam hitungan detik karena jangkauannya begitu luas. Nggak heran kalau nyawa Elena menjadi taruhannya.

Unsur komedi di Charlie's Angels adalah satu hal yang sangat menghibur. Chemistry 3 Angels baru ini menjadi sangat kuat padahal masing-masing punya latar belakang hidup berbeda. Yang bikin penasaran adalah misi itu sendiri. 3 dara ini menjalani misi berbahaya menyangkut perdagangan prototipe energi buatan Elena. Namun, rupanya usut-diusut, otak dari segala kekacauan dan fitnah tak jauh-jauh dari circle si Angels itu sendiri.

Sejak misi berjalan, 3 Angels ini menyibak satu per satu misteri otak dari perdagangan gelap senjata berbahaya itu. Meski tidak begitu dalam dan detail, perjuangan menyelesaikan misi ini tentu jadi perhatian besar kita. Jangan bandingkan dengan Mission Imposible, ya. Misi Charlie's Angels sebenarnya sederhana, tetapi teka-tekinya menjadi plot twist di bagian akhir film. Ada unsur women empowering yang diusung sepanjang cerita. So far, aku tidak terganggu sama sekali dengan isu-isu perempuan tersebut karena memang ingin menikmati filmnya apa adanya.

Coba, aku tantang kamu untuk menebak manakah pihak yang benar di antara para Bosley dari Townsend Agency? Tonton dulu, ya filmnya. Aku nggak akan kasih bocoran teka-teki yang muncul di tengah-tengah film itu apa. Yang pasti, kamu nggak akan sendiri, kok, kalau ingin bahas film Charlie's Angels, karena kini filmnya sudah menyentuh 3 generasi sekaligus; Generasi X (baby boomer), Generasi Y (millennial), dan Generasi Z. Tanya saja orang tua kita, mereka tentu kenal dengan Charlie's Angels.

Kalau mau nonton ramean bersama keluarga, aku sarankan lebih baik memesan tiket online via M-Tix. Apalagi nontonnya film Charlie's Angels, ya kan?! Sekarang hampir semua transaksi untuk atraksi dan nonton sudah serba online. Pembelian tiket online memang mengoptimalkan kenyamanan kita para penikmat film untuk memastikan ketersediaan tiket, memilih jadwal nonton, dan memilih kursi yang paling nyaman, tanpa antre. Tentu ini juga menjadikan transaksi lebih efektif dan fleksibel.

Nonton Charlie's Angels and M-Tix 4Nonton Charlie's Angels and M-Tix 5

Review Nonton Charlie's Angels 2019, Beli Tiket Via M-Tix

Review Nonton Charlie's Angels 2019, Beli Tiket Via M-Tix

Hal-hal semacam ini ditangkap juga oleh M-Tix. Rata-rata, pengguna M-Tix adalah orang-orang dari Gen-Y dan Gen-Z. Apalagi sejak bioskop Indonesia kembali hidup. Cinema XXI menggaungkan banyak sekali film Box Office yang layak ditonton masyarakat. Penikmatnya sebagian besar, ya, Gen-Y dan Gen-Z. Otomatis, industri aplikasi digital mengakomodir kebutuhan 2 generasi ini yang punya kemiripan, yaitu nggak mau ribet.

M-Tix sendiri baru saja mengeluarkan fitur baru, yaitu e-voucher dan pembelian F&B (Food and Beverage). Jadi, selain pesan tiket, kita bisa pesan makanan dan minuman di M-Tix. Bahkan ada yang paketan dengan harga tiket. Begitu sampai di Cinema XXI, kamu tinggal ambil pesanan makanan di bagian pick up point food and beverage. Nggak perlu antre di kasir lagi, kan. Apalagi kalau pesanannya makanan berat, biasanya kita harus menunggu 5-15 menit, bahkan baru bisa tersedia saat kita sudah berada di dalam studio. Agak mengganggu, kan. Jadi M-Tix menangkap kebutuhan untuk pemesanan F&B lewat aplikasi, sehingga bisa mengakomodir kenyamanan pengunjung.

Jangan khawatir, kini fitur baru dari M-Tix ini sudah bisa digunakan di lebih dari 130 lokasi bioskop. Secara umum, kedua fitur ini membuat layanan mobile ticketing M-Tix semakin mudah, praktis, dan asyik. Ada banyak promo pula. Pasti anak millennials dan Gen-Z senang nih berburu promo begini. To Infini-Z and beyond! 

Review Nonton Charlie's Angels 2019, Beli Tiket Via M-Tix

Yuk, nonton Charlie's Angels. Abis itu kita bisa ngobrol bareng. Nggak peduli kamu berasal dari gap generasi mana, yang penting semuanya tahu universe Angels. Iya, kan?! #NontonAsikPakeMtix

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Journey Land

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar

Apa yang kamu pikirkan tentang Anyer? Pantai, staycation, liburan. Iya, itu adalah makna kata Anyer bagi sebagian masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Karena beberapa kali, kalau ingin ke pantai, pantai terdekat selain Ancol, ya Anyer ini. Lokasinya di Provinsi Banten, dapat ditempuh sekitar 3 jam dari Jakarta. Anyer telah menjadi lokasi piknik keluarga yang sempurna. Jadi, bagiku sebagai penghuni Jabodetabek beberapa belas tahun terakhir, Anyer tidak lagi istimewa saking seringnya berlibur ke sana.

Namun, berbeda kondisinya kali ini. Ketika aku dapat undangan untuk menghadiri event Persamuhan Nasional Pembakti Bangsa di Anyer, aku mulanya sempat ragu-ragu. Ini acara apa? pikirku. Karena memang aslinya senang jalan, aku memutuskan untuk berangkat ke Anyer. Aku ingin tahu kali ini apa yang bisa kutemukan di Anyer selain pantai yang kian ramai.

1. Persamuhan Ragam Karakter dan Budaya Indonesia

Ternyata, "Wow." Aku bertemu teman-teman baru dari 34 provinsi. Rupanya Persamuhan Nasional ini mempertemukan orang-orang yang mewakili kampungnya untuk berkumpul di Anyer. Aku bahkan sekamar dengan seorang teman asal Ambon dan sering berkumpul dengan teman-temannya saat jam makan. Mereka banyak bercerita tentang negeri kepulauannya. Orang-orang Maluku itu hidup--meski punya lautan yang luar biasa indahnya--benar-benar berdasarkan 'apa kata alam'. Dengan mayoritas mata pencaharian masyarakat Maluku adalah nelayan dan transportasi laut menjadi kendaraan umum mereka melintas antar pulau, kalau cuaca sedang buruk, berbulan-bulan mereka hanya berdiam di daratan. Akses pendidikan, pangan, informasi, dan segala produktivitas tentu disesuaikan dengan kondisi alam.

Berbeda lagi cerita yang datang dari Nusa Tenggara Timur. Aku sempat berceletuk saat mendengar keseriusan topik obrolan teman-teman lintas daerah ini. Maklum, di sana setiap coffee break, jam makan dan sarapan, pasti ada obrolan sharing tentang daerah masing-masing. Kadang ada candaan, kadang ada persilangan bahasa daerah, dan lebih sering obrolan tentang negara vs masyarakat. "Serius sekali, ya," celetukku suatu ketika.

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 2

Tidak lama, celetukanku itu disambar oleh seorang kakak dari Nusa Tenggara Timur. Dia datang dari Flores. Dia berkata, "Teman-teman dari (Indonesia bagian) Timur ini kalau sudah bicara keadilan, kami akan berdiri paling depan." Dia bercerita tentang proyek-proyek pemerintah yang bagus dengan programnya tapi informasinya telat sampai di kawasan Indonesia Timur. Ada pula yang bercerita padaku dan yang lain bahwa ada momok di NTT bahwa perempuannya banyak sekali berangkat menjadi TKW untuk menopang ekonomi keluarga. Lalu, ditipu karena ilegal. Oh, hatiku mencelus. Seserius itu rupanya kelakar mereka tentang keadilan, kemasyarakatan, dan kedaerahan.

Belum lagi cerita tentang Suku Anak Dalam di Jambi. Bagaimana cara kita bernegosiasi dengan warga Anak Dalam di hutan Sumatera itu sementara mereka menganggap negara sebagai musuh yang merampas wilayah mereka? Kata seorang teman asal Jambi, butuh berbulan-bulan kemping di hutan dekat wilayah mereka hanya untuk menarik kepercayaan mereka. Belum untuk berinteraksi yang berat-berat lho, ya. Aku sudah sering mendengar sukarelawan yang hidup berdampingan dengan Suku Anak Dalam itu. Namun, belum ada pencerahan lagi untuk kemajuan suku penghuni hutan Sumatera itu.

Ada pula cerita tentang negeri Aceh di ujung Sumatera yang dulu sekali, sebelum tsunami melanda, masyarakat Aceh sebagian besar tidak menyukai orang Jawa. Mereka punya pandangan skeptis soal nasionalisme Indonesia. 

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 3

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 4

Kisah lain diantar oleh seorang teman asal Jawa Timur. Dia menjadi penggiat kampung wisata. Dia sangat menyadari bahwa memajukan suatu daerah tidak perlu muluk-muluk, cukup dengan memanfaatkan potensi yang ada di kampung itu. Temanku ini mengembangkan berbagai KUKM yang melibatkan warga, menjadwalkan beragam program untuk mengasah kreativitas pemuda kampung itu, serta mengadakan berbagai event menarik yang menjadikan nilai jual kampung wisata itu.

Menarik, ya, topik-topik yang dibawa oleh teman-temanku. Sebenarnya cerita-cerita semacam ini sudah pernah kudengar dari banyak media dan mulut ke mulut. Namun, rasanya berbeda ketika aku langsung bertukar informasi itu dengan orang penutur aslinya. Rasanya cerita itu tidak lagi menjadi dongeng semata.

Teman-teman baruku ini rupanya nggak sekadar bawa badan datang ke Anyer. Ada yang datang atas nama penggiat literasi, kesenian, kebudayaan, yayasan pendidikan, komunitas swadaya masyarakat, dan penggiat desa wisata. Mereka inilah para pembakti kampung dengan berbagai aktivitas di daerah asalnya. Mereka sangat tahu apa yang sedang mereka lakukan dan kembangkan. Ketika bergabung dengan orang-orang hebat ini, aku melihat wajah-wajah Nusantara yang sebenarnya. Bukan hoax, bukan pula kaleng-kaleng. Nusantara itu yang seperti ini, terjalin dan Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote.

2. Sorak-Sorai Sumpah Pemuda

Ini satu pengalamanku yang tak terlupakan dari Anyer. Aku bisa merayakan Sumpah Pemuda dengan sorak-sorai semangat se-Nusantara. Istimewa sekali, ya. Dulu aku cuma sempat baca ikrar Sumpah Pemuda pada upacara-upacara sekolah. Aku pun sudah hafal bagaimana liriknya. Namun, tak pernah benar-benar menyadari nilai magis yang dimiliki ikrar Sumpah Pemuda.

Aku sudah wara-wiri di beberapa event nasional dan internasional, pernah bersilangan budaya juga dengan berbagai grup kesenian dari negara-negara Eropa (baca ceritanya di sini). Namun, entah kenapa nilai bangga sebagai Indonesia berbeda sekali saat aku berdiri di negeri sendiri, bersenandung bersama 300-an teman-teman se-Nusantara. Aku merasa "terisi" kembali dengan banyak nilai kebudayaan, kebersamaan, dan persatuan. Kami berbeda, tapi tetap putra-putri Indonesia. Bahasa daerah yang membuat kami berbeda, tapi punya bahasa Indonesia meski dengan dialek khas setiap daerah membuat komunikasi kami terasa unik.

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 5

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 6


Di Pantai Anyer, kami melafalkan ikrar Sumpah Pemuda bersama dan menyanyikan lagu "Indonesia Raya" 3 stanza bersama. Ada kekuatan yang tersembunyi dalam sorak-sorai perayaan itu seusainya. Lagu-lagu daerah dinyanyikan bersama, ragam kesenian juga ditampilkan. Apa kabar tabuhan rampak bedug dari Banten mengiringi tarian dayak Kalimantan, tarian Lombok, dan parade tenun? Apa kabar pula lagu-lagu nasional diiringi dengan tabuhan bedug dan gendang-gendang kecil (jimbe) yang dipegang semua orang saat itu, lalu suaranya menggema di bibir lautan? Kabarnya, Bhineka Tunggal Ika itu belum pudar.

Dulu ada guruku bertanya, "Dari mana asal kebudayaan Indonesia?" Aku lantas menjawab, "Dari puncak-puncak budaya daerah." Namun, mungkin sekarang aku bisa melengkapi jawaban itu dengan, "Dari pucuk-pucuk budaya daerah yang dipanen dengan baik dan dipertahankan oleh manusia pemegang budaya itu."

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 7

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 8

Perayaan Sumpah Pemuda akhirnya ditutup dengan joget Maumere bersama. Aku malah bertanya pada temanku dari Ambon, "Dari mana asal joget Maumere? Apakah benar dari NTT?" Karena teman-teman Timurku ini fasih sekali berjoget, entah itu dari NTT, Maluku, dan Papua. Bahkan mengajarkan kami yang belum bisa joget Maumere. 

Temanku menjawab, "Tidak ada yang tahu pasti. Tapi lagu itu dipakai juga oleh orang-orang Maluku. Lagu itu menyebar dari mulut ke mulut. Jadi kami semua pakai lagu itu." Ah, ya, aku lupa, negeri Maluku memang penuh nada. Mendengar teman-teman Ambon berbicara saja, aku seperti mendengar nyanyian. Tidak heran kalau per tanggal 30 Oktober 2019, UNESCO menobatkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia, bersanding dengan Moroko, Kuba, Turki, dan Spanyol.

3. Gebyar Mercusuar di Titik Nol Kilometer Anyer-Panarukan

Belum kering keringat usai perayaan Sumpah Pemuda di pantai Anyer, aku ikut perayaan yang lebih besar lagi di kawasan Mercusuar Cikoneng, Titik Nol Km Anyer-Panarukan. Rasanya kurang puas sorak-sorai keberagaman Nusantara di pelataran terbuka Hotel Marbella tempat kami menginap, masih ada acara besar lainnya menjelang magrib di titil nol itu.

Di sini ada Monumen Titik Nol Km yang merupakan awal mula jalan perintis Pulau Jawa dari Banten hingga Jawa Timur pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels. Pada saat itu, jalan Anyer-Panarukan yang digagas oleh Daendels ini menjadi jalan penghubung terpanjang di dunia. Tentu pembangunan itu telah memakan ribuan korban jiwa rakyat Indonesia. Proyek ini berlangsung pada tahun 1808. Lalu, Mercusuar Cikoneng juga akhirnya dibangun tahun 1885 yang menjadi saksi bisu pendudukan Belanda dan penyerangan Jepang.

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 9

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 10

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 11

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 12

Kalau kembali melihat sejarah di kawasan ini, titik Nol Kilometer Anyer-Panarukan adalah jalan penghubung antar daerah di Pulau Jawa, jalan yang dikira jalur pos karena mempermudah segala akses informasi, jalan yang akhirnya menjadi gerbang gedung demi gedung tumbuh dan perekonomian berpusat di setiap gardu pos, lalu lahirlah banyak kota di belahan utara Pulau Jawa. Banyak sekali yang terjadi ya. Dari jalan-jalan itu pula muncul berbagai gerakan sosial, pemberontakan akibat kesewenangan Kolonial Belanda. Anyer menjadi titik awalnya. Titik Nol Anyer memang menandai terbukanya akses se-Pulau Jawa. Namun, tidak ada salahnya hari itu kita belajar dari Anyer, membuka akses ke banyak daerah, menggabungkan perbedaan menjadi satu. Karena itu, tidak heran jika di Anyer pula kami menyerukan suara-suara keberagaman dalam Gebyar Mercusuar agar semangatnya bisa memancar ke seluruh pelosok kampung Indonesia.

Gebyar Mercusuar Anyer memiliki makna dalam tentang Sumpah Pemuda dan persatuan. Ada renungan sejarah dan budaya yang memadukan bangsa. Bendera merah putih dihampar di pinggir dermaga dengan panjang ratusan meter. Lalu 99 bedug ditaruh sejajar dan ditabuhkan para santri se-Banten dalam harmoni kesenian tradisi Rampak Bedug. Ini adalah sebuah sajian kolosal bersama desir angin dan suara ombak yang menghempas dermaga sore itu. Gebyar Mercusuar makin memukau ketika Gilang Ramadhan, salah satu musisi legendaris 90-an tanah air melakukan jam session berkolaborasi dengan Rampak Bedug. Ada harmoni baru antara musik alam, musik tradisional, dan musik modern.

Pengunjung Titik Nol dan Mercusuar Cikoneng tentu akan merapat untuk melihat berbagai aksi pertunjukan dari berbagai daerah ini. Lagi-lagi parade wastra (kain tradisional Nusantara) dari desainer Dian Oerip mewarnai nilai-nilai tradisi di sepanjang panggung dermaga. Aksi memukau lainnya adalah ketika anak-anak Soe, Pulau Timor yang menghentak dermaga dengan gerincing di kaki mereka, menarikan tarian daerahnya. Mereka menari dengan gembira, bersiul, bersahut-sahutan, dan memberikan rupa Timor di Nusa Tenggara Timur. Tarian Rampak Bedug juga tampak elok sekali dibawakan oleh anak-anak Banten, menggambarkan budaya santri yang tumbuh dalam nadi Kota Serang dan Pandeglang itu.

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 13

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 14

Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 15


Anyer Punya Cerita, dari Sumpah Pemuda hingga Gebyar Mercusuar 16

Aku terkesima. Sumpah Pemuda bukan lagi wacana. Nilai-nilai yang dirintis oleh pendahulu bangsa ternyata nyata adanya. Ada perbedaan, ada persilangan, ada pula pemersatunya. Gebyar Mercusuar menutup hari-hariku di Banten dengan kelegaan bahwa cerita Pancasila telah meretas batas-batas wilayah di negeri kita. Semangat itu yang akhirnya ku bawa pulang.


Read More

Share Tweet Pin It +1

36 Comments

In Story Land

Rencanakan Traveling Eropa, Mari Berburu Jaket Musim Dingin Murah di Jakarta

Winter is coming.

Kamu sudah punya rencana liburan musim dingin ke mana akhir tahun ini atau awal tahun 2020? Aku punya beberapa teman yang sudah merencanakan liburannya di luar negeri saat musim dingin. Ketika mereka merencanakan perjalanannya, ingatanku jauh terbang ke belakang saat winter di Swiss dan spring di Bulgaria. Baik musim dingin maupun musim semi sama saja, sama-sama dingin bagi orang tropis.

Ingat sekali saat aku akan berangkat ke Swiss, aku mencari jaket musim dingin yang pas di badan dan pas di dompet. Ternyata kebutuhan traveling ke Eropa itu tidak segampang kamu memesan tiket pesawat promo. Kita harus benar-benar menyiapkan jaket musim dingin yang super nyaman karena perbedaan iklim yang signifikan antara negeri Eropa sana dengan Indonesia. Aku harus belanja segala kebutuhan pakaian musim dingin sebelum berangkat ke Swiss saat itu. Aku keluar masuk mall, factory outlet Jakarta, dan bahkan tempat obral jaket musim dingin murah. Rasanya malu sekali menceritakan ini kepada banyak orang. Tapi percayalah, traveling saat musim dingin lebih menguras dompet terutama saat persiapan keberangkatan.


Berburu Outfit Winter murah di Jakarta

Berburu Outfit Winter murah di Jakarta

Nah, saat berangkat ke Swiss, aku hanya bermodal 1 jaket parka yang tidak terlalu tebal, 1 jaket windproof, beberapa syal, 1 earpuff, beberapa lembar manset, dan sepasang boots. Itu semua kudapatkan dari berbagai toko dan mall. Repot sekali, ya. Kamu tahu apa yang terjadi ketika aku sampai di sana? Jaket yang kubawa kurang tebal sehingga aku harus belanja jaket lagi di sana karena suhu minus derajat membuat badanku menggigil selama berada di luar ruangan. Saat-saat terdingin itu adalah ketika aku harus menunggu tram di stasiun dan saat aku berjalan di lorong-lorong jalan yang tidak terkena cahaya matahari.

Agar kejadian itu nggak terulang lagi, aku punya tips dalam memilih outfit winter yang cocok dan tetap stylish. Kamu harus survei dulu suhu udara di negeri tujuan liburanmu. Setelah itu mari berburu outfit winter murah yang benar-benar nyaman.

1. Windproof Jacket

Jaket musim dingin murah

Jaket ini penting sekali saat musim dingin, apalagi bersalju. Yang membuat tubuh menggigil itu adalah embusan angin dingin yang sesekali membuat daun telinga menjad sedingin es. Kamu akan sangat membutuhkan jaket windproof yang super tebal. Biasanya bahan luarnya parasut. Kamu bisa memilih jaket yang panjang hingga lutut atau yang pendek sepinggang. Sesuaikan dengan gayamu, ya.

Aku menemukan jaket tebal berwarna abu-abu ini di Publicity Factory Outlet Mangga Dua Square. Harga jaket musim dingin di sini berkisar Rp500.000-Rp799.000. Begitu aku coba, rasanya nyaman sekali dan cukup tebal untuk menahan badai salju sekalipun. Tinggal dipadu padan dengan celana ketat tebal, lapisan manset dan sweater.

2. Playing with Colors and Patterns

Jangan lupa, musim dingin itu erat dengan suasanan gloomy, kelabu, dan rindu. Karena itu, jangan lupa pilih warna-warna mencolok untuk lapisan luar outfit-mu biar harimu tetap cerah dan happy. Bangunlah mood dengan bermain motif juga. Warna-warna mencolok itu akan tampak bagus di fotomu. Aku selalu suka pakaian dengan warna terang dan motif yang tidak terlalu ramai tapi menarik hati, jadi aku tentu senang kalau ke toko pakaian yang punya banyak sekali pilihan warna.

jaket musim dingin murah

Jaket musim dingin murah

Jaket musim dingin murah

Aku dapat jaket lucu kotak-kotak hijau, oranye, dan abu-abu. Ada banyak fashion musim dingin wanita di-display di FO. Tapi, sebenarnya aku menemukan jaket ini rak bagian jaket pria. Begitu aku pakai, ternyata bagus juga. Ukurannya memang sedikit lebar, tetapi kalau dipadankan dengan legging, tampak manis, bukan? Harganya juga variatif di Publicity Factory Outlet Jakarta, sekitar Rp400.000-Rp900.000.

3. Casual Look

Meski musim dingin, kamu tetap bisa bergaya casual dengan mengenakan pakaian berbahan nilon, cotton, atau sweater. Tampilanmu juga akan tampak sporty jika mengenakan bawahan training sepatu kets. Agar tidak kedinginan, kamu harus melapisi manset tebal sebagai inner untuk menahan angin.

Jaket musim dingin murah

Jaket musim dingin murah

Bayangkan, kamu bisa dapat sweater cantik seperti yang kupakai ini dengan harga Rp100.000-Rp300.000 hanya di Raja Fashion Outlet dan Publicity Factory Outlet. Kalau nggak percaya, datang sendiri ya ke Mangga Dua Square.

4. Playing with Scarf and Knitted Hat

Scarf dan knitted hat adalah pasangan yang tidak boleh dipisahkan. Meski jaketmu sudah tebal dan rapat, rasanya masih kurang hangat kalau belum mengenakan scarf dan knitted hat alias topi rajut. Ada banyak pilihan kok untuk scarf dan topi rajut ini. Ada yang menjualnya sepasang agar matching.

Jaket musim dingin murah

Jaket musim dingin murah

DSE Factory Outlet punya koleksi aksesoris winter yang menggemaskan. Warna-warnanya juga bagus. Ada scarf, knitted hat, sarung tangan, hingga earpuff. Aku malah kaget dengan harganya, di bawah Rp100.000 per item. Warna oranye dan kuning bagus, kan, untuk menjelang musim dingin yang kelabu? Yuk.

5. Sweater Wool

Kalau bosan dengan outer winter yang tebal-tebal hingga napasmu sesak, mengenakan sweater berbahan wol adalah ide bagus. Jangan lupa cari sweater yang berleher tinggi dan rajutan yang rapat. Itu akan membuatmu kuat menahan hawa dingin dengan suhu di bawah 0 derajat Celcius.

Jaket musim dingin murah

Lagi-lagi DSE punya koleksi sweater beragam dan harganya kisaran Rp100.000-Rp300.000. Kamu juga bisa menemukan pilihan sweater lain di Raja FO untuk model yang lebih tipis. Barangkali nanti kamu dapat melapisi outer yang cantik agar penampilanmu hangat dan stylish.

Berbagai style outfit winter ternyata bisa didapatkan di satu tempat, ya. Aku bisa belanja jaket, sweater, serta aksesorisnya di beberapa factory outlet Mangga Dua Square. Jangan khawatir soal bahan. Aku sudah berkeliling factory outlet di Mangga Dua Square dan semuanya terdiri dari bahan-bahan berkualitas. Sebagian besar pakaian yang dijual di sana adalah brand lokal. Jika harganya jauh lebih murah dan kualitasnya bagus, kenapa tidak?

Kalau aku hitung-hitung, ada 8 FO yang tersebar di Mangga Dua Square. Dulu, kalau mau belanja di FO, aku harus staycation di Bandung. Namun, sekarang aku nggak perlu jauh dan repot-repot ke sana karena Mangga Dua Square sudah jadi pusat Factory Outlet Jakarta. Kamu bisa cek update-nya di Instagram @mangga2square dan Instagram masing-masing FO di dalamnya. Kamu harus ke sana kapan-kapan, ya. Negeri 4 musim menantimu.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments