In Journey Land

6 Tempat Wajib Kunjung di Lasem

Perjalanan ke Lasem sudah menjadi wishlist-ku sejak lama. Beberapa kali berencana ke sana, tetapi selalu gagal. Nah, beberapa waktu lalu akhirnya kesampaian tanpa harus direncanakan. Thanks yo Pegipegi yang mempermudah perjalananku. Aku sempat ke Yogyakarta naik kereta api. Saat berada di sana, aku diajak mendadak ke Semarang dan Lasem. Tanpa pikir panjang, aku cek akomodasi dan transportasi terbaik buat extend di sana beberapa hari. Dengan perjalanan yang serba mendadak ini, aku terbantu banget dengan aplikasi Pegipegi yang bisa cek penginapan on the go. Bahkan saat berada di bis pun, aku masih cek-cek tempat menginap antara di Semarang dan Rembang. Dengan menggunakan bus terakhir, aku duduk manis dengan lega melaju dari Yogyakarta menuju Semarang.

Lasem tinggal sejengkal. Dengan beberapa teman, aku pun berangkat menggunakan mobil ke Lasem pagi-pagi sekali. Super excited, karena ini kunjungan ke Lasem dadakan. Hari itu bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Lampion-lampion sudah dipasangkan di beberapa sudut Lasem yang menjadi pusat Tiongkok Kecil berpuluh tahun lalu. Namun, tidak ada event khusus hari itu. Lasem tetap sepi. Tapi justru aku leluasa untuk berjalan-jalan di sekitar Desa Karang Turi.


Lasem merupakan satu kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Banyak yang belum tahu tentang kekayaan budaya yang dimiliki Lasem. Mengapa aku sebegitu inginnya mengunjungi tempat ini? Ada banyak sekali bangunan cagar budaya yang dapat dilihat di sini, terutama bangunan peninggalan peradaban Cina yang kaya sejarah.

Beberapa lokasi yang kudatangi di Lasem dalam 1 hari

1. Rumah Merah

Kalau belum ke Rumah Merah, belum sah berkunjung ke Lasem. Lasem yang memiliki banyak peninggalan sejarah dan percampuran budaya tentu punya tempat-tempat otentik yang wajib dikunjungi. Salah satunya Rumah Merah ini. Kalau berjalan-jalan di kawasan Karangturi, Rumah Merah tampak mencolok dengan tembok tinggi berwarna merah dan gerbang bergaya arsitektur Cina. Begitu masuk, pengunjung disambut 2 patung yang diyakini sebagai patung dewa dan teras yang lebar. Ada beberapa pernik klasik terpampang di teras. Jika masuk melewati pintu tengah, ada 2 patung barongsai besar dan 1 patung dewa. Ada 3 pintu di bagian depan sehingga sirkulasi udaranya bagus. Kini Rumah Merah tidak sekadar tempat wisata, tetapi juga dijadikan penginapan. Kamar-kamar di dalam Rumah Merah ini disewakan. Ada 1 kamar di bagian depan yang memiliki banker kecil. Aku sempat diajak masuk ke kamar itu dan turun ke bankernya. Dulu banker ini dijadikan tempat bersembunyi atau menyembunyikan sesuatu. Rata-rata rumah-rumah besar etnis Cina zaman dulu memang memiliki banker seperti di Rumah Merah ini.



Oiya, seru juga lho bisa menginap di Rumah Merah, bisa merasakan suasana Cina zaman dulu. Sayangnya, setiap kamar tidak disediakan kamar mandi. Kamar mandi tersedia di bagian belakang sebalah sumur besar yang ternyata masih berair. Kalau makan tidak perlu sungkan. Ada tempat makan di sebelahnya dan toko batik untuk oleh-oleh. Batik-batik Lasem yang dijual di sini memang benar-benar kualitas premium, harganya mencapai jutaan rupiah.

2. Rumah Opa Lasem

Menyusuri Desa Karangturi memang banyak disambut pintu-pintu kayu yang digembok. Sebagian penghuninya sudah tidak di sana bahkan ada juga yang pemiliknya sudah berpindah tangan. Karena terpaut status cagar budaya, bangunan-bangunan di kawasan pecinan ini memang tidak boleh dihancurkan, meski masih ada yang melanggar. Salah satu bangunan yang bahkan bagian interiornya juga terlihat sangat tua adalah rumah Opa yang masih dihuni oleh Opa sendiri bersama ibu penjaga rumah. Keseharian Opa yang sudah berumur sekitar 91 tahun (dia ngakunya 81) ini cuma duduk-duduk di tangga teras rumahnya. Ada 2 anjing menemani, dirantai di halaman.


Dulu, saat istri Opa masih hidup, rumah ini pernah ramai sekali dan dijadikan tempat produksi kecap. Ada beberapa foto tua yang terpanjang di rumah. Perabot tua juga telihat di terasnya. Masuk ke kawasan dapur, terlihat dapur yang berantakan dan halaman belakang yang sudah tertutup semak. Halaman yang bersemak itu dulu dipakai sebagai tempat membatik. Berada di rumah Opa ini seakan waktu tersedot ke masa lalu. Ada pelataran dengan dupa yang menyemburkan asap tempat Opa sering sembahyang. Ornamen-ornamen Cina dulu kala terlihat kental sekali di sini. Opa sudah tinggal di sini sejak tahun 1930-an dan perabot di rumah ini juga kira-kira berusia segitu.

3. Pohon Trembesi dan Workshop Batik

Setelah melihat-lihat Desa Karangturi, aku berkendara ke satu tempat paling menyenangkan di Lasem karena adem. Kami disambut oleh pohon rindang lebar sekali dan hembusan angin sejuk di sana. Namanya pohon trembesi. Itu pohon tua dan langka, tapi uniknya masih berdiri kokoh di Lasem. Konon, ini pohon trembesi satu-satunya di Lasem. Batang pohonnya lebar saking udah tuanya. Aku membayangkan akar pohon itu udah menjalar sekian puluh meter di bawah permukaan tanah. Pokoknya berada di sini damai banget. Di sampingnya masih ada sawah-sawah yang saat itu tumbuh hijau.



Di bawah pohon trembesi itu ada sebuah bangunan kecil yang ternyata merupakan workshop batik Pusaka Beruang. Setelah izin sama salah satu pembatiknya, aku pun dipersilakan masuk untuk melihat proses pembuatan batik Lasem. Ada belasan pembatik yang sedang bekerja di sana, mulai dari yang menggambar pola, hingga finishing. Aroma cairan yang ditoreh canting begitu khas. Malah aku diajarkan menorehkan canting sesuai pola yang sudah digambar. Ternyata susah ya. Tapi ibu-ibu ini sudah terbiasa. Tangan-tangan mereka lihai sekali dalam menjiplak pola, memberi hiasa pada pinggiran, hingga memberi motif pada setiap corak.

4. Klenteng Cu An Kiong

Menjelang gelap, aku melanjutkan perjalanan menuju Klenteng Cu An Kiong. Nggak afdhol kalau ke Lasem nggak sempat mampir ke klenteng ini. Konon, ini adalah klenteng tertua di Nusantara saat peradaban Cina masuk pertama kali ke Indonesia. Bukti-bukti sejarahnya sudah dimusnahkan pada masa penjajahan Belanda. Tapi para sejarawan dan masyarakat Lasem mengklaim klenteng ini yang tertua.



Sayang sekali saat itu aku nggak bisa masuk ke bagian dalam klenteng. Klenteng sedang dipakai untuk sembahyang dan perayaan imlek. Demi menjaga rumah ibadah satu itu, aku cukup puas melihat arsitektur klenteng ini dari depan. Bangunannya berwarna merah muda dan merah. Ada ornamen serta patung di pintu depan klenteng. Ukurannya tidak terlalu besar tapi masih kokoh. Klenteng ini kini jadi bangunan cagar budaya di Lasem.

5. Rumah Lawang Ombo


Rumah Lawang Ombo ini nggak jauh dari Klenteng Cu An Kiong. Rumah ini jadi istimewa karena punya peranan penting dalam perkembangan Lasem tempo dulu. Rumah seluas 5.500 meter persegi ini disebut juga sebagai rumah candu. Berlokasi di pinggiran sungai Bagan atau kali Lasem, menjadikan rumah ini strategis dalam perdagangan candu. Sungai Bagan adalah saksi bisu jalur pelayaran kapal yang bersandari di Pantai Caruban, tak jauh dari sana. Nah, dari sungai inilah mulai diselundupkan candu-candu, sejenis narkotika lewat sebuah terowongan sempit yang bermuara ke sumur di rumah lawang ombo. Penyebaran candu di Pulau Jawa sekitar tahun 1800-an terpusat di rumah lawang ombo ini. Perdagangan candu menjadikan Lasem menjadi kota dagang yang tumbuh pesat pada saat itu. Tidak heran, rumah lawang ombo ini menjadi lokasi bersejarah hingga saat ini. Rumah ini sebetulnya milik Kapitan Liem dan sampai hari ini masih dirawat oleh keturunan dan penjaga rumahnya.

6. Rumah Oei

Rumah Oei ini adalah rumah orang Cina yang pertama kali masuk ke Indonesia. Saat ini selain menjadi cagar budaya, Rumah Oei dimanfaatkan sebagai restoran, taman baca, dan penginapan. Jadi halamannya yang luas dipercantik dan dibuat seperti negeri Tiongkok. Untuk bangunan utamanya sendiri dibiarkan menjadi ruangan-ruangan dengan perabotan tua yang bisa dilihat pengunjung. Kalau kamu ingin merasakan nuansa Tiongkok tempo dulu, kamu bisa menginap di Rumah Oei ini. Spot yang paling kusuka adalah taman belakangnya.




Buat yang ingin jalan-jalan ke Lasem, nggak perlu khawatir dengan akses kendaraannya. Bagi yang berangkat dari Jakarta, bisa naik kereta api tujuan Semarang. Tiket kereta api bisa dibeli di Pegipegi aja karena banyak diskon promo. Dari Semarang, naik bus tujuan Semarang-Surabaya sekitar 2 jam perjalanan. Nanti bisa langsung turun di pertigaan masjid Lasem. Dari sana, sudah terlihat bangunan-bangunan tua peninggalan Cina di sana. Buat yang dari arah Surabaya malah dekat sekali jika ingin ke Lasem. Tinggal naik bisa jurusan Surabaya-Semarang. Aksesnya tidak sulit kan? Akomodasinya juga banyak sekali. Kamu bisa cek Pegipegi, deh. Merencanakan perjalanan nggak perlu ribet lagi.


Read More

Share Tweet Pin It +1

17 Comments

In Story Land

Rekomendasi Aplikasi Rental Mobil untuk Traveling

Nyasar itu sungguh nggak enak. Kamu pernah nyasar di negeri orang? Aku sudah beberapa kali mengalaminya. Nyasar paling epik adalah saat aku dan partner traveling-ku nyasar di Sumbawa, pulau di Nusa Tenggara Barat yang masih jarang transportasi umum. Info tentang transportasi di Sumbawa sangat minim. Aku mengunjungi wilayah Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar yang waktu tempuh jalur darat butuh 3-4 jam perjalanan. Aku naik bis dari pelabuhan Poto Tano yang melewati Sumbawa Besar menuju Bima. Waktu itu aku hendak ke pelabuhan yang bisa menyeberang ke Pulau Moyo siang itu juga. Dengan estimasi waktu 3 jam perjalanan, tentu perkiraan waktuku untuk ikut kapal rakyat menuju Moyo akan tepat. Namun, ternyata kami turun di pelabuhan yang salah karena diberitahu oleh sopir bus yang kutumpangi. Pelabuhan ini masih jauh sekali dari kota dan kami kesiangan. Angkutan umum pun jarang lewat sini. Akhirnya di pinggir jalan, aku dan teman-teman menanti kendaraan apa saja yang bisa membawa kami ke Kota Sumbawa Besar.

Rekomendasi Aplikasi Rental Mobil untuk Traveling

Rekomendasi Aplikasi Rental Mobil untuk Traveling 2

Ada sopir angkot baik hati yang mau mengantar kami ke pelabuhan yang tepat. Namun, sialnya lagi, kapal rakyat ke Pulau Moyo sudah berangkat. Kapal berikutnya ada besok pagi. Aku terduduk lemas di pelabuhan karena belum tau akan menginap di mana malam itu. Untung saja orang pelabuhan yang sering mengangkut wisatawan ke Pulau Moyo menawarkan kami tempat bermalam di rumahnya. Awalnya agak sedikit waswas, tetapi mau nggak mau kami ikut saja. Daripada menggelandang di pelabuhan kan.

Jangan berharap pada taksi online karena sinyal pun hanya ada di tempat-tempat tertentu. Itu pun buat pengguna bendera merah saja. Jadi kalau traveling ke Sumbawa, harus benar-benar punya persiapan matang, ya. Nyasar itu epik sekali lho.

Cerita nyasar di Sumbawa tentu saja aku bawa pulang dengan tertawa-tawa. Kok, bisa ya nyasar sekonyol itu. Kalau diingat-ingat, yang menyebabkan aku banyak nyasar adalah kendaraan. Andai saja ada aplikasi sewa kendaraan online yang servisnya bagus dan terpercaya, ya, mungkin kejadian nyasar menggelandang di Sumbawa nggak akan kejadian. Aku bertekad saat traveling di lain kesempatan dan di beda kota, aku mau cek tempat penyewaan mobil yang aman.

Rekomendasi Aplikasi Rental Mobil untuk Traveling 3

Beruntung sekali, aku kini tau ada aplikasi penyewaan mobil dari Astra yang sudah terpercaya, Trac to Go. Aku sendiri datang ke grand launching aplikasi ini di Gandaria City beberapa hari lalu. Jika kini membeli tiket pesawat dan kereta serta memesan penginapan semudah kamu menggenggam ponsel, Trac to Go juga jadi satu kunci kelancaran perjalanan selama di negeri orang. Trac to Go merupakan aplikasi yang menawarkan pilihan sewa mobil yang memungkinkan pengemudi menyetir dalam jangka waktu tertentu. Jadi bisa banget disewa untuk road trip Pulau Jawa misalnya yang akan menghabiskan waktu berhari-hari. Trac ini memiliki gerai di 28 kota di seluruh Indonesia. Mau roadtrip di mana pun, tinggal cek Trac untuk ketersediaan mobil di kota tujuan yang ingin disewa. Ada beberapa pilihan kendaraan mulai dari mobil kecil hingga bus.

Untuk pilihan menyetir sendiri juga bisa. Trac juga menawarkan sewa mobil lepas kunci bagi yang ingin menghemat biaya penyewaan mobil. Jangan khawatir untuk penyewaan mobil lepas kunci ini sudah dilengkapi dengan biaya asuransi perjalanan. Perjalanan jadi lebih bebas tapi tetap aman. Tinggal menyalapan GPS agar tidak nyasar selama traveling. Andai saja waktu aku ke Sumbawa, Trac to Go ini sudah diluncurkan oleh Astra ya. Aku bisa mengecek kendaraan yang bisa disewa bahkan dari Lombok.

Rekomendasi Aplikasi Rental Mobil untuk Traveling 4

Paling asyik itu saat penyewaan mobil nggak perlu ribet melampirkan data diri macam-macam atau harus menyerahkan KTP kepada pihak penyewa. Dengan aplikasi ini, data kita akan disimpan sebagai database customer. Kalau ada apa-apa di jalan, kita juga tinggal menghubungi customer service. Untuk kondisi mobil yang tersedia pun di-update secara real time. Karena Trac ini milik Astra, perusahaan mobil besar yang sudah dikenal di seluruh Indonesia, tentu kita tahu kualitas mesin kendaraan dan ada jaminan khusus untuk keamanan kendaraan selama disewa.

Kamu tinggal unduh aplikasi Trac to Go di Playstore atau lewat website www.trac.astra.co.id dan mencobanya sendiri. Selain mobil, tersedia juga rental bus dan airport transfer. Ada beberapa promo yang secara berkala diberikan oleh Trac untuk berbagai macam penyewaan kendaraan. Jadi memang harus sering-sering cek aplikasinya agar kita bisa dapat penawaran harga terbaik untuk rental mobil pada waktu tertentu.

Rekomendasi Aplikasi Rental Mobil untuk Traveling 5

Apa saja keunggulan Trac to Go yang harus kamu tahu? Nih, aku jabarin satu-satu.

1. Akses mudah dan jaringan luas

Untuk akses rental mobil paling mudah, aku memang sangat merekomendasikan aplikasi Trac to Go ini. Segala aktivitas dan pelayanannya dilakukan secara real time. Jaringannya pun sudah tersebar di seluruh Indonesia. Jadi buat penjelajah Nusantara, pastikan Trac to Go sudah terpasang di ponsel masing-masing ya.

2. Terkendali dengan Trac Sleet Management

Sistem ini untuk memastikan kondisi kendaraan layak pakai, memastikan kenyamanan selama berkendara secara akurat dan real time.

3. Jaminan proteksi dan layanan prima

Tersedia paket asuransi selama perjalanan dan garansi kondisi kendaraan yang disewa.

4. Layanan customer 24 jam 

Kamu bisa hubungi Customer Assistance Center untuk pemesanan, bantuan, tambahan informasi, serta keluhan. Bisa lewat chat di website atau bisa juga hubungi nomor 1500009.

Rekomendasi Aplikasi Rental Mobil untuk Traveling 6

Kalau rental mobil sudah segampang ini, nggak ada alasan buat deg-degan nyasar lagi, kan. Untuk trip selanjutnya, aku akan menggunakan Trac to Go untuk penyewaan mobil. Oiya, sebentar lagi lebaran, silakan cek Trac to Go ya, siapa tau ada promo rental mobil dengan harga miring. Momen kumpul keluarga di hari-hari besar seperti lebaran memang paling rusuh soal sewa kendaraan. Jadi pastikan kamu nggak termasuk orang yang rusuh dan repot cari rental mobil atau bus. Semua tersedia kok di Trac to Go.

Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In Story Land

Skin Care Andalan untuk Traveling

Aku baru saja pulang dari Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung beberapa pekan lalu. Perjalanan ke sana bisa dibilang mendadak sehingga aku nggak punya persiapan khusus untuk berada di negeri yang banyak pantai dan terik itu. Namun, kata seorang teman yang tinggal di Bangka, cuaca di Bangka sedang nggak bagus, kadang-kadang panas terik, kadang-kadang hujan. Perubahan cuaca sungguh ekstrem di sana mengingat sedang musim pancaroba.
skin care andalan untuk traveling

Ada banyak tempat yang kudatangi selama di Bangka, bahkan totalnya aku mengarungi 3 kabupaten sekaligus. Aku nggak sempat mencari skin care khusus untuk berada di pulau yang panas itu. Biasanya aku belanja heboh produk skin care dimulai dari moisturizer, sunscreen, hingga body lotion. Nah, karena nggak sempat buat hunting produk, aku membawa apa yang bisa dibawa saja. Hanya beberapa skin care yang biasa kukenakan agar kulit wajah tetap cerah dan terlindungi.  Apa saja skin care yang kubawa-bawa selama di Bangka?

1. Sariayu Econature Nutreage Face Serum

Sariayu Econature Nutreage untuk Fearless Beauty

Semakin ke sini, aku semakin sadar bahwa serum itu penting. Dengan gel dari bahan-bahan alami, aku rutin mengenakan Face Serum dari Sariayu ini. Ada formula anti aging juga di dalamnya. Ya, sadar diri aja sama umur. Face serum ini selalu aku pakai pagi hari setelah cuci muka dan mandi. Daya serapnya lebih cepat dibanding moisturizer atau lotion biasa. Jadi wajahku terselamatkan saat harus mendaki puncak mercusuar di Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Untung aja ada face serum ya, kalau nggak pasti pulang-pulang, kulitku sudah mengelupas mengingat cuaca yang panas dan bikin kering di Bangka.

2. Sariayu Econature Nutreage Moisture Lotion SPF 25

Aku sangat mengandalkan moisture lotion dari Sariayu ini setelah menggunakan face serum. Karena ada SPF 25, buatku itu cukup untuk berhari-hari mengeksplor Bangka. Rangkaian Sariayu Econature Nutriage ini berasal dari bahan-bahan organik dengan kandungan organic pomegrenate, marine collagen, intense hydration, dan anti wrinkle. Jadi aman buat kulit sensitif. Ada cap 90% natural origin. Buat kamu yang sekarang berpindah ke produk-produk skin care alami, mungkin bisa coba rangkaian Sariayu Econature Nutreage.

skin care andalan untuk traveling (2)

3. Lipstik dan Lip Tint

Lipstik Sariayu untuk Fearless Beauty

Akhir-akhir ini lagi sering coba lipstik ombre dicampur dengan lip tint. Kebetulan ada produk lipstik Sariayu dan lip tint juga. Harganya ramah di kantong. Biasanya aku pakai lipstik matte, kali ini di Bangka aku pakai yang sedikit glossy biar lebih membara mengeksplor keindahan alam dan heritage-nya.

4. Sariayu Hijab Shampoo

Nggak usah ditanya lagi kalau soal produk hair care yang kugunakan. Pastinya aku cari produk shampoo yang memang dikhususkan untuk kulit kepala dan rambut yang sering tertutup hijab. Sariayu Hijab Shampoo jadi pelengkap skin care dan hair care, apalagi saat traveling, rambut jadi lepek karena keringat dan pengab di dalam kerudung. Perawatan rambut sudah jadi satu paket dengan perawatan kulit wajahku. Masalah lazim orang berkerudung adalah rambut rontok, berketomber, dan bau. Sariayu sudah lama mengeluarkan produk hijab shampoo dengan intense series. Produk ini membantu banget buat kulit kepalaku yang gampang banget ketombe dan rontok.

Sariayu Hijab Shampoo

skin care andalan untuk traveling (3)

Semua produk yang kupakai memang hampir semua dari Sariayu karena kebetulan Sariayu punya campaign baru tahun ini dengan membuat perempuan Indonesia jadi fearless beauty. Produk-produk Sariayu ini memang mendukung sekali aktivitas perempuan yang aktif dan kreatif. Untukku yang sering beraktivitas di luar dan sering traveling, memang harus selektif dalam memilih produk skin care. Sariayu jadi pilihan skin care yang sesuai dengan kulit orang-orang Indonesia.

Intinya, jangan sampai aktivitas kita terhambat karena nggak punya skin care yang mumpuni meng-cover kulit kita dari efek cuaca dan iklim. Bagiku, fearless beauty artinya fearless to explore Indonesia. Negeri ini terlalu indah kalau kita hanya duduk saja di dalam ruangan.

Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Movie Land

Film Dilan 1991 Masih Menyenangkan

Lagi-lagi film Dilan mencuri perhatian banyak orang. Kali ini film Dilan 1991 memecahkan rekor box office Indonesia dengan ditonton sebanyak 800.000 kali pada hari pertama penayangan dan langsung mendapat rekor MURI. Rekor ini malah mengalahkan film The Avengers: Infinity War yang menggemparkan pencinta Marvel tahun lalu. Belum selesai sampai di situ. Dilan 1991 malah sudah memperoleh angka 2 juta penonton dalam 3 hari pertama. Film Indonesia mana pun belum pernah mencapai rekor sebanyak itu, bahkan Dilan 1990 butuh seminggu penayangan untuk mencapai 2 juta lebih.

Film Dilan 1991 masih menyenangkan. Source: youtube.com

Akhirnya aku memutuskan menonton Dilan 1991 pada tengah minggu. Weekend pasti ramai. Weekdays pun harus memesan tiket beberapa jam sebelumnya. Niatku menonton mulanya karena film bagus lagi lesu. Tidak ada film yang menarik di sepanjang Februari 2019. Beberapa teman sudah menonton Dilan 1991 lebih dulu dan review positif-negatif tentang film ini sudah berseliweran di social media. Karena nggak mau ketinggalan hype (maklum, anaknya suka ngikut), aku pun melangkah ke bioskop tanpa berekspektasi apa-apa. Hanya ingin dihibur oleh gombalan-gombalan Dilan ke Milea. Hanya ingin tersenyum-senyum ingat masa remaja.

Lalu, ada apa dengan Dilan 1991 besutan sutradara Fajar Bustomi dan Pidi Baiq ini sebenarnya?

Ekspektasiku yang rendah terbantahkan. Seharusnya orang lain juga berpikir sama. Seharusnya ya. Mari samakan kacamata kita bahwa film Dilan ini untuk remaja, bukan untuk orang-orang tua. Jadi perspektifnya juga tentu harus disamakan. Menurutku, film Dilan dan Milea masih menyenangkan, semenyenangkan film pertamanya, Dilan 1990 (baca reviewnya di sini). Karena di blog ini aku cuma ingin bahas yang bikin aku senang--seperti kata Dilan--ada beberapa hal yang masih membuat film Dilan 1991 layak tonton.

1. Dilan masih jadi juara di hati Milea dan hati penonton

Sosok Dilan kini melekat pada diri Iqbaal. Setelah pembuktiannya yang berhasil menjadi Dilan yang gemas di film pertama, Iqbaal semakin matang mendalami peran Dilan di film Dilan 1991. Tatapan-tatapan Dilan saat sedang bersama Milea--yang masih dimainkan dengan manis oleh Vanesha Prescilla--mewakili kecamuk cintanya pada gadis itu. Tak perlu banyak bicara, tatapan Dilan sudah memiliki sejuta makna; sayang, rindu, bahagia, juga sekaligus bingung, marah, dan sedih. Dari tatapan itu juga kita dapat melihat bahwa Dilan ini cerdas, jujur, dan cuma ingin menyenangkan Milea. Dari keseluruhan plot, Dilan yang diisi oleh Iqbaal selalu memberikan nyawa di film ini. Tektok dialog antara dirinya dengan Milea berhasil menembus hati penonton dengan kejenakaannya. Saat Dilan menjemput Milea di rumahnya, lalu Milea menyodorkan roti sambil mereka bercanda. Atau saat Milea menjenguk Dilan di kantor polisi dan mereka berbicara serius. Lalu belum lagi obrolan-obrolan receh mereka di motor lengkap dengan gestur Dilan dan Milea yang sepertinya masih membuat para remaja melayang. Bahwa memang sesederhana itu kisah pacaran Dilan dan Milea yang membuat mereka bahagia. Bahkan penonton pun ikut bahagia. Hayoo, siapa yang senyum-senyum di bioskop?

Film Dilan 1991 masih menyenangkan - source: idntimes.com

Lalu kita sampai pada scene yang paling tidak diinginkan, saat Milea harus putus dengan Dilan. Adegan paling juara itu saat di Dago, ada Dilan, Milea, dan Bunda. Menurutku di antara scene sedih-sedihan, adegan ini paling berasa chemistry ketiga pemainnya. Tektok dialog Dilan dengan Bunda sangat melekat. Bagaimana Iqbaal menyampaikan ekspresi sedihnya hanya lewat kedipan mata dan tundukan kepala. Lalu, bagaimana Dilan dapat berbicara tetap tenang tetapi terlihat di ekspresinya menyimpan sejuta emosi kepada Milea. Puncaknya saat Dilan berucap, "Jangan nangis, Ya. Jangan berlebihan." Sungguh, ucapan tenang itu terkirim dengan baik tidak hanya kepada Milea, tetapi juga kepada penonton. Emosi yang paling sulit diperlihatkan itu adalah saat pemeran itu harus berucap sangat tenang sementara emosi lainnya tertahan. Dan, Iqbaal mampu melakukannya dengan baik.

2. Diiringi OST yang ciamik

Untuk scoring, film kedua ini lebih baik daripada yang pertama. Meskipun OST-nya tak terlalu istimewa, tetapi mampu menemani cerita sepanjang film yang berdurasi 100 menit ini agar alur dan konfliknya terjaga. Sebenarnya pada pertengahan film, ada rasa jenuh yang muncul. Ketika Dilan ditahan polisi dan melihat aksi Milea yang sedih berlarut-larut bahkan nyaris jadi drama tak beralasan, saat itu dinamika cerita agak terganggu. Namun kejenuhan itu diisi oleh scoring yang menderu mengiri emosi-emosi Milea yang naik-turun. Ketika Dilan muncul lagi, cerita kembali hidup dan alurnya mulai bergerak normal. Tidak lagi melambat seperti saat-saat Milea yang seakan berjuang sendiri menghidupkan nyawa film ini. Beruntung pemeran senior bermain apik sehingga menutupi kekurangan itu.

3. Kehadiran pemain pendamping yang menguatkan Dilan 1991

Jajaran artis senior mengisi peran yang memperkuat chemistry Dilan dan Milea yang sudah kuat. Jika di film Dilan 1990, keberadaan Ira Wibowo sebagai Bunda Dilan dan Happy Salma sebagai Ibu Milea belum memberikan peran apa-apa meski chemistry mereka ada satu sama lain dan saling terkait. Di film Dilan 1991, peran itu berkembang dan semakin utuh. Aku suka dengan eksekusi Ira Wibowo yang sempurna memainkan karakter Bunda Dilan yang jenaka, penyayang sekaligus tegas. Dari sosok Bunda yang kuat, santai dan tegar itu kita bisa melihat alasan mengapa Dilan sangat menyayangi Bundanya. Itu juga jadi alasan pembentukan karakter Dilan yang meski ketua geng motor, tapi tetap hormat pada bundanya.

Wujud Bunda yang menerima anaknya apa adanya itu dan punya komunikasi yang baik pada pacar anaknya adalah wujud camer impian semua orang, ya. Apalagi anak muda zaman sekarang. Sosok Bunda dihidupkan sedemikian rupa dan seketika semua orang mengidolakan sosok Bunda ini yang menjadi penengah hubungan Dilan dan Milea. Belum lagi pesona Happy Salma yang menemani kesedihan Milea juga tidak dapat dihilangkan. Happy Salma berperan sebagai ibu yang baik, mengayomi anaknya, dan cepat tanggap dengan hubungan Milea dengan Dilan. 

Adegan yang mengena itu saat Bunda, Milea, dan ibu Anhar berdialog. Terlihat jenaka tapi serius dan diakhiri dengan kalimat, "Kalau Bunda tau kau ditampar Anhar, Bunda granat rumahnya." Dialog yang tak biasa, bukan? Wajar Dilan menjadi begitu impulsif melindungi Milea, ibunya saja seperti itu. Chemistry-nya terasa kuat sekali.

Film Dilan 1991-source: imdb.com

4. Peletakan humor yang tak terduga

Seperti film pertamanya, Dilan 1991 bakalan mengundang kita tertawa. Memang tidak semua part menjadi lucu karena lucu itu selera. Ya, gombalan Dilan bolehlah bikin senyum-senyum sedikit. Adegan di ruang kepala sekolah justru yang membuatku tertawa saat Dilan berpamitan dan salah satu guru memanggilnya, "Kamu tau kepanjangan nama Dilan?" Dilan menatap dengan penuh tanya. "Hadi-Hadi di Jalan." Kamu pun akan tertawa melihat layar.

Lalu saat perdebatan tidak penting antara ibu Anhar dan Bunda di sekolah. Serius tapi lucu. Dan, terakhir, part yang ku suka dan terasa natural adalah saat Dilan membacakan surat cinta dari Pak Dedi untuk Milea. Rasa tertawanya sangat jujur dan melekat. Chemistry mereka hebat.

Dari beberapa part favoritku di atas, keutuhan film Dilan 1991 memang tak luput dari cacat. Aku tau di mana kurangnya dan memang agak gemas dengan eksekusi film yang seharusnya jadi bagus banget ini. Mungkin, kadang-kadang terlalu setia itu juga nggak baik ya. Film ini misalnya. Dilan 1991 ini terlalu setia pada novelnya sehingga plot film tidak berkembang dan tidak berdiri sendiri. Film ini sangat bergantung pada film pertama dan mungkin film berikutnya, Milea, sesuai dengan urutan novelnya. Romansa Dilan dan Milea masih menjadi nyawa di film Dilan 1991, tapi narasinya terasa monoton tanpa pembangunan nuansa plot yang lebih kuat. Chemistry mereka berdua tak terbantahkan, tetapi mereka memainkan formula yang sama dengan Dilan 1990. Terasa ada yang kurang greget.

Lalu kehidupan geng motor di Bandung tahun 90-an kurang diangkat nuansanya. Minimal dengan adanya berita di koran atau televisi lokal tentang persatuan geng motor. Orang yang menonton hari ini tidak relate dengan gaya hidup geng motor tahun 1990. Penonton tidak tahu bagaimana bahayanya pergaulan geng motor masa itu jadi tidak menangkap emosi Milea yang berlebihan melarang Dilan tetap di geng motor.

Dilan dan Milea 1991-source: youtube.com

Selebihnya, menonton film ini masih menyenangkan, bukan?! Sedikit dilanda bosan di pertengahan karena plot yang panjang sekali, tetapi berkat ada Dilan, semua terkaburkan. Dilan yang dimainkan sangat baik oleh Iqbaal masih menjadi bintangnya di sini. 

Satu pertanyaan dariku, kenapa yang jadi berperan sebagai Mas Herdi yang serius dan berwibawa justru Andovi yang berwajah jenaka dan konyol? Sungguh, ku reflek tertawa saat Mas Herdi muncul di beberapa scene terakhir film ini.

Selamat menunggu film Milea. Salam rindu untuk jari-jari yang bertemu.

Read More

Share Tweet Pin It +1

3 Comments

In Hospitality Land

Dua Hari Puas Staycation di Novotel Lampung

Beberapa kali ke Lampung, aku sudah lumayan hafal tata kota dan jalanan di Kota Bandar Lampung. Suatu ketika, Junisatya mengajakku ke Lampung lewat jalur darat. Aku setuju-setuju saja meski harus tetap terjaga sepanjang perjalanan agar dia tidak ikut mengantuk. Kami berangkat pukul 10 malam dan memaksakan diri tidur selama di kapal, biar segar lagi saat berkendara dari Bakauheni ke Bandar Lampung. Jalur darat Jakarta-Lampung sekarang sudah lebih aman dan tenang. Selain karena kapal-kapal ferry yang berlayar di Selat Sunda sudah bagus-bagus semua, ada tol baru yang menghubungkan pelabuhan Bakauheni dengan Kota Bandar Lampung. Jadi nggak perlu sikut-sikutan sama truk besar di jalur Lintas Sumatera yang sempit dan banyak berlubang. Waktu aku melintasi tol baru itu, ruas yang dibuka baru sebatas Bakauheni Selatan ke Bakauheni Utara dengan tarif free. Senang sekali meski belum selesai sempurna, jalan tol ini akan mempermudah akses kita melintas Sumatera nantinya. Sebagai anak berdarah Sumatera, aku bahagia.


Mobil kami melaju sangat santai pagi itu, menanti fajar. Jalanan Lampung terasa sepi. Sinar matahari sayup-sayup menerangi jalan kami dari balik pohon-pohon yang kami lalui. Aku sangat antusias menjelajahi Bandar Lampung hari itu. Namun, sepertinya kami butuh istirahat. Hotel Novotel Lampung sudah menanti kedatanganku dan Junisatya. Aku sudah meminta early check in agar kami bisa merebahkan badan pagi itu setelah perjalanan 8 jam melintasi Selat Sunda.



Memasuki halaman parkirnya yang besar, ambience mewah Novotel sungguh terasa. Meski berlokasi di pinggir jalan raya, hotel ini tidak terkesan bising. Malah sebaliknya. Memasuki lobi, aku disambut oleh resepsionis yang ramah. Lobinya cukup lebar dan menyatu dengan restoran dan kafe. Jendela kaca di seberang langsung memberikan pemandangan bukit dan pesisir yang menenangkan.

Novotel Hotel Lampung berlokasi di kawasan Tanjung Karang. Kalau yang sudah pernah ke Lampung, pasti tahu bahwa Tanjung Karang itu pinggir laut. Jadi, beruntungnya, aku mendapat kamar yang punya view langsung menghadap ke arah Selat Sunda. Kamarku memiliki 2 sisi jendela kaca besar sehingga kamarnya sangat terang jika tirai dibuka lebar. Lantai beralaskan karpet memberi kesan hangat di kamar itu.





Perlengkapan di kamar ya seperti kamar-kamar hotel bintang 4 pada umumnya. Ada lemari, kulkas kecil, kimono handuk, dan toiletries yang dikemas menarik. Karena didominasi kaca jendela besar, kamar mandinya juga ikut-ikutan transparan. Ternyata kamar di Novotel ini mengedepankan bukaan yang lebar agar cahaya matahari bebas masuk, sehingga hemat energi penggunaan listrik. Mata juga dimanja dengan view laut yang eksotik. Ada 2 sofa dan 1 meja yang diletakkan di pinggir jendela. Sarapan pagi atau bersantai sore cocok sekali di sana.

Gedung hotel bintang 4 ini memang terlihat mentereng di tengah Kota Lampung. Sebenarnya ada 2 view yang 'dijual' oleh Novotel. Kamarku ini merupakan Standard Ocean Room. Ada lagi yang Standard Mountain Room yang viewnya ke arah bebukitan. Yaa, mumpung berada di Lampung yang banyak pantainya, aku memilih kamar Standard Ocean Room. Jendelanya benar-benar tidak menghalangi mata melihat keindahan Selat Sunda di ketinggian. Bahkan aku nggak perlu ke mana-mana saat menunggu sunset karena bisa dinikmati dari dalam kamar saja.






Untuk fasilitas, yang paling kece dari semua fasilitas level bintang 4--selain makanan--adalah kolam renang outdoor dan hall untuk segala macam acara. Sebenarnya Novotel punya 2 kolam renang, outdoor dan indoor. Untuk kolam renang indoor terbagi lagi buat kolam dewasa dan anak-anak. Bahkan ada jacuzzi juga. Namun, saat aku ke sana, kolam indoor sedang direnovasi. Jadi aku berenang-renang di kolam outdoor sambil menikmati semilir angin dan pemandangan hijau di sekitarnya. Oh iya, ada ruang gym yang luas dengan fasilitas lengkap. Di ruang ganti yang sekaligus kamar mandi juga disediakan tempat sauna. Setelah renang, nge-gym, ditutup dengan sauna, lalu pesan makan malam dari kamar.

Tak jauh dari arena kolam, ada bangunan segitiga yang tampak cantik. Rupanya itu hall yang bisa disewakan untuk berbagai event. Novotel juga menyediakan wedding package di tempat ini. Nuansanya sangat tropical apalagi menghadap ke laut. Novotel sudah mirip resort-resort mewah yang ada di Bali. Sejenak aku bahkan lupa kalau ini di Lampung.



Yang paling menggembirakan dari staycation di Novotel Lampung, aku nggak perlu buru-buru check out sebelum pukul 12 siang pada hari terakhir. Aku bisa extend check out paling lambat pukul 5 sore tanpa dikenai biaya tambahan. Jadi aku bisa jalan-jalan dulu di sekitar Bandar Lampung, lalu bisa mandi sore di hotel sebelum check out dan menempuh perjalanan pulang ke Jakarta dalam keadaan segar.


Novotel Lampung

Garuntang, Jl. Gatot Subroto No.136, Sukaraja, Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Lampung 35226

Read More

Share Tweet Pin It +1

3 Comments

In Gallery Land

Artsy dan Instagramable, Wisata Alternatif di Jakarta

Di Jakarta lagi banyak exhibition yang instagramable sejak akhir tahun lalu. Untuk ukuran kota besar, exhibitions yang artsy dan instagramable seperti ini memang jadi wisata alternatif anak muda. Apalagi dengan maraknya social media. Wisata alternatif seperti ini memang jadi sebuah kebutuhan. Setelah Museum Macan ramai sekali tahun lalu dengan exhibition yang mengedepankan dekorasi ciamik, muncul akhirnya beberapa exhibition yang juga mengusung tema cantik, manis, dan photogenic. Mari aku list beberapa di antaranya, ya.

1. HOUSE OF SWEETS

Seberapa suka kamu dengan menu dessert yang manis-manis? Tentu bagian ini yang paling ditunggu. Sensasi manis, dingin, dan menyegarkan terasa di lidah. Nah, ada satu temporary exhibition yang bikin kita berpesta dengan rasa manis itu. Nggak cuma tertinggal di lidah, tetapi puas dipandang mata hingga melegakan hati.

House of Sweets artsy dan instagramable

House of Sweets artsy dan Instagramable (2)

House of Sweets jadi salah satu pameran dengan total 12 spot instagramable yang bikin kita puas berpose. Nggak akan mati gaya. Exhibition-nya didominasi warna-warna cerah dengan ornamen-ornamen lucu. Lokasinya tidak besar tetapi karena warna-warna cerah ini, exhibition terasa lebih hidup. Dekorasi di setiap spot juga beda-beda. Ada ruangan gelap dengan salju buatan yang tampak menarik, sebagai dedikasi perayaan Natal akhir tahun lalu. Kalau nggak salah, spot ini didekorasi berbeda sesuai season. Karena aku datangnya persis usai Natal dan tahun baru, jadi masih aroma-aroma winter season gitu deh. Kalau sekarang tampilannya lebih cerah sesuai dengan imlek dan valentine sepertinya.

Lalu, ada 2 kolam bola dengan donat-donat besar. Percayalah, kolam bola oranye jadi favoritku. Ada spot berwarna merah dengan pinata dan balon-balon yang bikin aku gemas ingin memukul pinatanya. Warna merahnya cocok dengan nuansa Imlek. Nah, yang favoritku berikutnya ya spot dessert dengan es krim dan besar yang menggiurkan. Foto di sini bikin aku balik ke masa remaja lagi.

Karena exhibition ini punya misi khusus untuk kegiatan sosial, jangan heran di setiap spot ada logo brand yang jadi sponsor exhibition ini. Tapi nggak ganggu foto-foto kece kita, kok. Kita sesuaikan aja angle-nya.

House of Sweets artsy dan instagramable (3)

House of Sweet artsy dan instagramable (4)

House of Sweets cuma akan dibuka hingga tanggal 15 Februari 2019. Pas banget sehari setelah perayaan Valentine. Setelah itu, House of Sweets akan pindah kota ke Surabaya dan Makassar. Kalau kamu yang di Jakarta nggak mau ketinggalan foto-foto hits di House of Sweets, langsung datang aja ke Pacific Place Mall Lantai 1, ya. Setelah puas foto-foto bisa langsung nongkrong di kafenya dan mencoba beberapa dessert manis semanis hasil foto-fotomu.


2. MOJA

Moja Museum di kawasan Pondok Indah ini nggak masuk mall. Lokasinya nggak jauh dari Pondok Indah Mall Jakarta. Karena namanya museum, jadi Moja Museum ini nggak temporary exhibition seperti House of Sweets, meskipun konsepnya seasoning. Moja Museum dibuka pertama kali bulan Oktober tahun lalu. Jadi konsep exhibitionnya juga lebih beragam karena lokasinya lebih besar.

Moja artsy dan instagramable

Moja artsy and instagramable (2)

Moja artsy dan instagramable (3)

Nama Moja merupakan singkatan dari Museum of Jakarta. Sebenarnya agak boros ya kalau kita menyebutnya Moja Museum. Karena Moja sendiri sudah ada kata 'museum'-nya. Ada 14 ruang tematik yang terdapat di Moja. Tapi buat melihat semua ruangan itu, kita harus ikut alur lorong-lorongnya yang seperti labirin. Dari pintu masuk, begitu memasuki satu ruangan, kita dilarang untuk mundur. Buat yang niat berfoto atau shooting video, puas-puasin dulu di satu tempat sebelum jalan ke ruangan berikutnya.

Katanya ruang tematik yang terdapat di Moja terinspirasi dari beberapa film, seperti Charlie and The Millennial, Captain Snowman's Underpants, dan 500 Days of Summer. Kalau aku lihat ya, ada banyak sekali film yang menginspirasi dekorasi ruang-ruang tematik di Moja ini. Founder Moja tentu sudah memikirkan konsep-konsep itu dengan sangat matang. Jadi dari pintu masuk hingga pintu keluar, tema-tema ruangannya nggak ada yang bikin bosan karena sifatnya interaktif. Hilangkan bayangan tentang museum yang bikin jenuh di ruang yang mati. Moja memiliki ruang-ruang dan lorong-lorong menarik. Rasanya setiap sudut bisa dijadikan angle berfoto ria. Malah ada beberapa arena yang bagi-bagi camilan. Selain bisa seru-seruan, bisa icip-icip makanan pula. Seru, kan.

Moja artsy dan instagramable (4)

Moja artsy dan instagramable (5)

Tentu ruang-ruang tematik yang punya konsep tersendiri ini cuma akan ada sampai bulan April nanti. Setelah itu, Moja akan mengganti tema exhibitionnya. Jadi, buat yang nggak mau ketinggalan foto-foto cantik, menikmati warna-warna cerah di setiap ruangan Moja, kamu lebih baik antre tiket dari sekarang. Peminatnya lumayan banyak. Exhibitionnya baru dibuka pukul 11.00 tapi antrean pengunjung sudah ada dari pukul 09.00.


3. HALUU

"Haluu, apa kabar?"
"Haluu banget."

Ini satu lagi tempat wisata selfie yang instagramable. Sejak dibuka bulan Desember lalu, Haluu World yang ada di Plaza Indonesia Mall Jakarta ini nggak pernah sepi pengunjung. Aku sempat mau ke sana saat musim libur Natan dan Tahun Baru, tapi antreannya panjang sekali, mengular sampai pintu lift lantai 5. Aku langsung menyerah dan berniat ke sana weekdays setelah masa liburan sekolah berakhir. Meski hari biasa, Haluu tetap ramai. Jadi dari pintu masuk pun, petugas sudah memandu pengunjung dengan sorak-sorai haluu dan menjabarkan beberapa ketentuan. Peraturannya mirip dengan Moja, begitu sampai di satu ruangan, pengunjung dilarang kembali ke ruangan sebelumnya. Aturan ini dibuat lebih ketat dengan waktu memasuki tiap-tiap ruang tematik itu. Ada ruangan yang cuma dibolehkan berfoto 30 detik saja. Ada juga yang sampai 1 menit. Pokoknya di dalam Haluu World, pengunjung hanya boleh maksimal 1 jam berada di sana karena harus bergantian dengan pengunjung lainnya yang baru datang.

Haluu World artsy dan instagramable

Haluu artinya keinginan dalam bahasa Finlandia. Dari sanalah filosofi wisata artsy ini berasal. Setiap spot yang diusung oleh Haluu punya makna yang dalam. Seperti ruang pertama bertema Moulin Rouge dibuka dengan instalasi jerapah terbalik dengan kaki flaminggo. Itu merupakan cerminan keinginan orang yang tak pernah puas ingin kaki cantik berjenjang dan leher panjang. "I want longer legs, I want longer neck, I want the most fabulous outfits in town."

Setelahnya ada trek dengan tema Path of Riches yang merupakan ruangan dengan hutan yang dipenuhi salju (diwakili dengan instalasi pohon berwarna putih). Ada jalur kuning yang harus diikuti yang konon katanya akan membawa keberuntungan. "Follow the yellow brick road to your fortune, but don't lose your way in this winding forests of hearts."

Filosofi keinginan lebih tajam di ruang penuh Gnome dan kita bisa mendonasikan koin atau lembaran recehan ke salah satu lubang yang tersedia sebagai wujud harapan dan doa yang ingin dikabulkan. Setelah itu kita dimanja dengan memasuki bubble bening besar dengan blower yang menerbangkan ratusan keinginan yang bisa kita tangkap. Diwakili dengan kertas berwarna emas yang beterbangan di dalam bubble bening itu.

Haluu World artsy dan instagramable (2)

Haluu World artsy dan instagramable (3)

Ada pula ruang bertema bed of roses. Ini sih kawasan cewek-cewek yang menginginkan banyak hal yang indah, wangi, cantik. "Because life is a bed of roses and the world is better through rose-tinted glasses."

Dari bed of roses, kita disambut dengan ruang carousel of life. Jadi dengan dipenuhi gedung-gedung, ada putaran di tengahnya yang mesti kita naiki. Simbolis aja. Tapi buat yang sadar dengan makna carousel ini, tentu bisa memaknai tema ruangan yang jadi miniatur kehidupan manusia ini dengan baik. "Tick Tock. Hop on for the ride before your time is up!"

Begitulah lebih kurang tema-tema bermakna yang terdapat di Haluu World. Semua bermula dari sebuah keinginan. Keinginan-keingin itu diwakilkan dalam 13 ruang tematik yang punya makna sendiri-sendiri. Kalau kamu penasaran, mending datang langsung aja, mumpung Haluu masih dibuka sampai 3 Maret 2019.

Read More

Share Tweet Pin It +1

24 Comments