In Advertorial Land Story Land

5 Kamera DSLR untuk Pemula dengan Harga Terjangkau

Kamu pernah galau dalam memilih kamera, nggak? Kalau aku sering sekali. Kamera kini jadi aset berharga untukku sejak menekuni dunia travel-blogging. Setiap ada agenda traveling, kamera dan beberapa aksesorisnya sudah jadi benda wajib yang ada di ransel. Aku sudah 2 kali berganti kamera dan berganti merk. Dan, kini aku pakai kamera yang paling nyaman dan sesuai kebutuhan saja. Sebenarnya aku belum begitu mahir soal dunia lensa ini. Aku menggunakan kamera dan membidik objek dengan menggunakan rasa. Paling sering kugunakan untuk memotret landscape di perjalanan.

5 Kamera DSLR untuk Pemula
Sumber: idntimes.com
Nah, omong-omong soal kamera, kamu lebih suka kamera yang seperti apa? Dalam membeli atau memilih sebuah kamera untuk pemula memang terbilang cukup sulit, apalagi kamera DSLR. Kenapa sulit? Karena ada begitu banyak pilihan kamera DSLR yang setiap merk atau tipenya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, akan terasa lebih sulit lagi jika budget yang kamu punya hanya mencapai 1-5 juta saja. Pilihan dilematis ya. Ingin kamera bagus, tapi harga yang sesuai kantong. Apalagi seperti yang kita tahu bahwa harga kamera DSLR memang memiliki harga yang mahal.

Hal ini juga pasti menjadi sebuah dilema buat kamu yang memang seorang pemula yang punya  hobi fotografi, kan? Eits, tunggu dulu, kamu nggak perlu khawatir lagi karena aku sudah bikin daftar pilihan kamera DSLR yang bisa kamu beli dengan budget terbatas dan punya spesifikasi yang nggak kalah bagus.

1. Canon Powershot SX410 IS

5 Kamera DSLR untuk Pemula 2
Sumber: canon.co.uk

Siapa, sih, yang nggak tahu dengan kamera merk Canon? Orang yang bergelut dan memiliki hobi dalam dunia fotografi pasti tahu dengan kamera DSLR buatan Canon yang punya spesifikasi terbaik. Nggak cuma mengeluarkan kamera DSLR kualitas canggih dengan harga premium, ternyata Canon juga mempunyai kamera DSLR di bawah 1 juta rupiah dengan kualitas mumpuni, lho. Kamera ini dikenal dengan tipe kamera Canon Powershot SX410 IS yang dilengkapi dengan resolusi kamera sebesar 20 MP dan prosesor DIGIC 4+.

Bukan cuma bisa dipakai untuk foto-foto saja, kamera ini juga bisa berfungsi untuk merekam video dengan kualitas mencapai 720 sampai 1080 yang sudah berbentuk HD. Kamera Canon Powershot SX410 IS ini cuma dijual dengan kisaran harga 1 jutaan saja. Keren, kan?

 2.  Nikon D3200 

5 Kamera DSLR untuk Pemula 3
Sumber: cnet.com


Ketika berbicara tentang dunia fotografi dan kamera, rasanya kurang lengkap jika tidak membahas tentang merek kamera ternama seperti Nikon. Brand kamera asal Jepang ini memiliki reputasi yang sangat baik di kalangan pencinta fotografi. Kabar baiknya, Nikon juga mempunyai kamera DSLR dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau, yaitu Nikon D3200. Sama halnya dengan produk kamera versi sebelumnya, Nikon D3200 ini juga dilengkapi dengan fitur canggih dan keren yang bisa menghasilkan gambar dengan kualitas bagus.

Kamera Nikon D3200 ini memiliki lensa sebesar 24 MP dan juga bisa merekam video dengan resolusi full HD. Untuk aperture dibekali dengan lensa sebesar 1f serta memakai format CMOS DX yang dimana dalam pengambilan gambarnya bisa sangat bagus dan cepat.  Lalu pada sektor audio focus-nya, kamera dslr ini masih menggunakan lensa yang sama dengan lensa versi sebelumnya yaitu, sebesar 18-55mm. Untuk bisa memiliki kamera dslr Nikon D3200 ini kamu bisa membelinya di berbagai toko online ternama dengan harga sekitar Rp3.750.000.

3.  Nikon D3400

5 Kamera DSLR untuk Pemula 4
Sumber: shopee.co.id

Buat kamu yang membutuhkan kamera untuk video, maka kamera ini sangat tepat untuk dijadikan pilihan. Dengan bentuknya yang lebih mungil dari DSLR lainnya, Nikon D3400 ini memiliki sebuah sensor CMOS APS-C 16.2 MP dengan shutter speednya mencapai 1/4000 sec, built-in flash, frame rate 5.0 fps serta dibekali dengan rentang ISO berukuran 100-6400. Sedangkan untuk harga Nikon D3400 bisa dibeli dengan harga sekitar Rp4.800.000.

4. Pentax K50

5 Kamera DSLR untuk Pemula 5
Sumber: ricoh-imaging.co.jp


Brand DSLR Pentax memang tidak seperti Canon dan Nikon yang dikenal banyak orang, tetapi kamu perlu tahu bahwa nama Pentax sendiri cukup banyak dikenal dikalangan para photographer. Kamera DSLR merk Pentax ini memiliki keunggulan harga terjangkau dengan kualitas gambar yang sangat bagus dan terdapat fitur stabilizer di dalam body kameranya. Selain itu, kamera ini juga dibekali dengan fitur weather sealed atau tahan terhadap cuaca yang umumnya ditemui kamera kelas atas lainnya.

Untuk kecepatan rana kameranya bisa mencapai 1/6000 sec jauh di atas kamera mid-end. Pentax K50 juga menawarkan kemampuan ISO yang fantastis karena mampu mencapai angka 51.200. Oh iya, kalau kamu mau memiliki kamera DSLR bisa membelinya di Shopee dengan harga sekitar Rp5.250.000.

5. Canon EOS 4000D

5 Kamera DSLR untuk Pemula 6
Sumber: canon.co.uk


Last but not least adalah kamera DSLR dengan spesifikasi mantap dan harga terjangkau untuk pemula keluaran Canon, yaitu Canon EOS 4000D yang memiliki desain lebih simple. Canon EOS 4000D dipersenjatai dengan menggunakan sensor CMS APS-D 18MP, frame rate 30fps, memiliki shutter speed mencapai 1/4000 sec dan built in flash. Untuk kemampuan rentang ISO-nya sendiri kamera ini bisa sebesar 100-6400. Harga kamera Canon EOS 4000D dijual dengan kisaran harga Rp 4.900.000.

Nah, dari 5 deretan kamera DSLR yang aku jabarkan di atas, mana yang sesuai banget sama kebutuhan dan budget kamu? Share ya di komen. Yang pasti, kamera-kamera ini memiliki spesifikasi mantap dengan harga terjangkau untuk pemula. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Story Land

Ada yang Sudah Pernah Jual Mobil di BeliMobilGue.co.id?

Kamu orang yang pembosan nggak? Punya sesuatu tapi nggak bertahan lama. Pasti sudah dijual jika benda itu memiliki nilai jual. Termasuk mobil. Lalu pernah merasakan ribetnya jual mobil bekas ketika butuh duit atau karena sudah tertarik dengan mobil lain? Misalnya, lokasimu di Bali dan ingin jual mobil. Kemudian, kamu bikin sebaran promosi di mana-mana, mulai dari bikin keyword promosi jual mobil bekas Bali di internet, menyebar flyer jual mobil bekas, memajang banner jual mobil di mobil sendiri, kayaknya itu sudah banyak dilakukan orang. Hasilnya? Bisa cepat atau lama proses penjualan mobil itu. Padahal ada langkah mudah saat ini untuk jual mobil bekas. Kamu tinggal buat akun di website BeliMobilGue.co.id dan bikin judul jual mobil bekas bali, misalnya, untuk mulai menjual mobilmu. Kali ini aku mau cerita tentang satu aplikasi yang bisa mempermudah orang menjual mobil bekas terpercaya dan aman ini.

Saat jelang lebaran lalu, aku dan Junisatya mudik pertama kali dengan roadtrip ke Padang. Ini pertama kalinya aku mudik lewat jalur darat. Aku merasakan sensasi yang berbeda di perjalanan kali itu. Persiapannya bukan cuma sehari atau dua hari, tetapi sebulan sebelumnya. Itu saja rasanya nggak cukup. Kenapa begitu? Selain ini pertama kali roadtrip, ini juga kali pertama aku dan Junisatya berangkat cuma berdua dalam perjalanan 2 hari dan harus bergantian menyetir. Aku membayangkan harus menyetir di jalanan sepi di belantara Lintas Sumatera. Ngeri-ngeri sedap.

Cerita mudik dan jual mobil bekas

Cerita Mudik dan Jual Mobil Bekas

Junisatya sudah memikirkan sangat matang soal transportasi yang akan kami pakai. Kami punya satu mobil dimensi city car. Meskipun sudah berjalan-jalan sampai ke Bandung dan pelosok-pelosoknya, kami merasa mobil ini nggak akan cukup kuat dibawa traveling jauh hingga Padang. Khawatir bumpernya renggang karena medan jalanannya yang tidak terduga. Lagipula Junisatya nggak mau perjalanan roadtrip ini cuma akan bikin sakit badan, nggak nyaman, hingga stres di jalan. Jika memaksakan bawa city car, kami malah cuma memaksakan diri tanpa harus repot-repot memengerti keadaan mesin mobil dan printilannya. Dalam rangka mudik lagi, kan. Mudik macam apa kalau saat tiba di kampung halaman, kita malah hanya bisa bedrest di kamar? Nah, Junisatya nggak mau seperti itu.

Aku sempat punya wacana untuk ganti mobil. Namun, nggak semudah itu untuk memutuskan jual mobil gitu aja lalu beli mobil baru dalam kurun waktu singkat. Solusi terbaik saat itu adalah pinjam mobil orang tua. Wacana jual mobil ditangguhkan untuk sementara waktu. Sepertinya aku memang harus memikirkan strategi jual mobil terbaik, city car harus segera diganti karena aktivitas traveling-ku juga lumayan menjangkau tempat-tempat yang nggak ramah dengan mobil ber-bumper rendah.

Kali ini aku sudah punya satu solusi tempat jual mobil terbaik. Karena sekarang serba digital, jual mobil pun sekarang serba digital juga. Alangkah senangnya nenek moyang kita kalau melihat kehidupan generasi yang mereka tinggalkan ini makin baik dan mudah, ya. Bayangkan, jual mobil bekas saja bisa lewat website dan langsung beres dalam 1 jam.

Keuntungan jual mobil lewat website BeliMobilGue.co.id salah satunya adalah kita langsung dapat penawaran harga jual mobil dalam satu jam. Semua itu dapat dengan mudah dilakukan dengan 3 langkah berikut.

Cerita Mudih dan Jual Mobil Bekas

1. Dapatkan perkiraan harga jual mobil

Dengan memasukkan data mobil kamu melalui website BeliMobilGue.co.id. Nanti website akan memproses dan perkiraan harga jual awal akan muncul dalam waktu 2 menit. Proses ini tidak dipungut biaya, kok.

2. Agendakan waktu inspeksi mobil

Tahap berikutnya kamu bisa langsung membuat agenda inspeksi kendaraan secara gratis di salah satu lokasi BeliMobilGue.co.id. Saat itu kamu bisa membawa dokumen mobil yang lengkap, ya. Biar nggak bolak-balik. Akan ada inspektor dari BeliMobilGue.co.id yang akan mengecek 300 titik di kendaraanmu dalam waktu 30 menit saja. Ada lebih dari 30 cabang lokasi inspeksi yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, dan Bali. Jadi, jangan sedih, untuk warga Surabaya dan Bali sudah bisa menikmati kemudahan aplikasi ini.

3. Saatnya dealing penjualan mobil

Inspeksi gratis, sudah. Kondisi mobil aman dan sehat. Berarti selanjutnya tawar-menawar harga. Nggak sengit-sengit aman kok. Kan perkiraan harga jualnya sudah ada di langkah pertama. Dari harga jual yang sudah disepakati, biarkan BeliMobilGue.co.id yang bekerja selanjutnya. Jangan khawatir, marketplace ini sudah punya partner terpercaya di 1000 lebih yang masuk jaringannya. Nanti dalam 30 menit, kamu bisa menerima hasil penawaran tertinggi untuk mobil yang siap jual itu. Setelah konfirmasi penjualan, uang akan ditransfer ke rekening pemilik dan proses serah terima dokumen dapat dilakukan dengan lancar.

Boleh juga, kan, website BeliMobilGue.co.id ini? Akhirnya aku bisa mencoba jual mobil di sini, biar nggak perlu repot-repot bikin iklan di berbagai platform baik online maupun offline. Lagipula harganya sudah pasti sesuai dengan kondisi mobil kita yang mau dijual. Kalau ada yang mempermudah urusan kita, kenapa nggak dicoba.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Hospitality Land

Staycation Super Nyaman di Ibis Style Hotel Bogor

Aku menjalani minggu yang padat sekali akhir Juni 2019. Rasanya aku butuh staycation di salah satu hotel yang bisa melenyapkan semua lelah. Kenapa? Aku ada jadwal traveling ke Jember selama 1 minggu dan menempuh perjalanan 24 jam naik kereta api. Sepulang dari Jember, kupikir aku bisa langsung pulang, lalu tidur nyenyak membalas semua lelah perjalanan selama trip di Jember. Saat aku lihat ada agenda pada hari yang sama dengan tanggal pulang ke Jakarta, aku langsung terbelalak. Aku harus ke Bogor hari itu juga, ada workshop yang harus kuhadiri selama 2 hari di sana. Bermalam di kereta tentu akan membuatku lelah sekali. Badan kurang bergerak sementara stamina sudah terkuras semua selama mengarungi kota cerutu itu. Aku sampai di Jakarta pukul setengah 6 pagi. Lalu lanjut naik KRL ke Depok dan aku pulang untuk packing ulang. Iya, packing ulang. Dan, yang lebih bikin stres mendadak lagi, sepulang dari Bogor hari Jumat malam, aku cuma akan pulang untuk packing ulang lagi. Ini karena Sabtu subuh sudah harus berangkat ke Ciwidey untuk acara reunian kampus. Bisa saja aku membatalkan acara reuni, tapi itu akan membuat teman-teman murka. Ya iyalah murka, acara kumpul di Ciwidey kan aku yang mengatur semuanya. Oh, aku nggak nyangka jadwalku akan serba padat dan nyaris tumpang tindih. Eh bukan nyaris, tapi sudah menindih badanku yang remuk redam sejak pulang dari Jember.

Meski jarak Depok-Bogor terbilang dekat, daripada badan makin rontok, aku memutuskan untuk menginap di Ibis Style Hotel Bogor. Ya, itu adalah pilihan terbaik yang terlintas di otak. Kali ini aku bakal review hotel Ibis Style Bogor untuk kalian, bagaimana rasanya staycation di hotel ini selama 3 hari. Cerita berawal saat aku mengatakan pada diri sendiri untuk menganggap kamar hotel sebagai rumah. Jadi aku bisa istirahat dengan nyaman di sana. Sopir ojek online mengantarku hingga lobi Ibis Style Hotel. Akhirnya aku bisa check in dengan lancar dan masuk ke kamar yang ternyata super nyaman. Kenapa awalnya di otakku terbayang Ibis Budget ya? Ibis Style tentu selevel di atas Ibis Budget dari segi fasilitas dan hospitality. Jadi sudah dipastikan aku benar-benar akan tidur nyenyak malam itu. Penasaran, kan, gimana fasilitas di hotel ini?!

Staycation di Ibis Style Hotel Bogor
Ibis Style Hotel Bogor review

Ibis Style Hotel Bogor review 2

Ibis Style Hotel Bogor review 3

Ibis Style Hotel Bogor review 4

Ibis Style Hotel Bogor review 5

Mulai dari lobi dulu, ya. Eh mundur dulu. Mulai dari gerbang masuk, ya. Karena lokasinya di Bogor dan di kawasan Golf Estate, suasananya sejuk sekali. Banyak pohon tumbuh dan terawat di kiri kanan. Ada area duduk-duduk di teras lobi. Kita bisa menikmati udara sejuk sore hari di teras hotel. Begitu masuk lobi, selain meja resepsionis, aku disambut oleh instalasi robot Transformer yang berdiri gagah di sudut. Karena ukurannya yang besar, penampakannya sangat mencolok. Wah, anak-anak bakal senang dengan instalasi menarik seperti ini. Yang aku suka dari Ibis adalah dekorasi dan paduan warna hijau dan oranye menjadikan suasana hotel lebih playful.

Ada living area yang juga playful tersedia di bagian pojok kiri lobi di dekat pintu lift. Di sana juga tersedia komputer yang bebas diakses oleh customer. Di sisi kanan lobi, aku melihat area untuk meeting. Terdapat beberapa ruangan meeting yang besar-besar yang dapat dipakai untuk gathering kantor atau komunitas. Di tengah-tengahnya terdapat area bermain. Ada meja bilyard yang bisa dimainkan bebas oleh pengunjung. Seru ya, buat orang yang kerja atau meeting di sini bisa refreshing dengan bermain di area tengah ini.

Ibis Style Hotel Bogor review 6

Ibis Style Hotel Bogor review 7

Ibis Style Hotel Bogor review 8

Ibis Style Hotel Bogor review 9

Yang unik lagi dari hotel ini adalah kamarnya. Ada pintu geser buat akses ke kamar mandi. Tapi, pintu geser itu nggak cuma satu sisi. Ada pintu geser lain yang menutupi wastafel, yang jika dibuka, pintu penutup kamar mandi itu jadi pintu lemari. Sementara bagian kamar mandi dan tempat tidur terlihat tanpa sekat alias see through. Unik ya. Jadi dari arah tempat tidur, aku bisa langsung menjangkau wastafel dari sisi sebaliknya tanpa harus repot-repot jalan memutar melewati pintu kamar mandi yang sebenarnya. Eits, jangan khawatir, meskipun konsep kamar ini see through, tetap ada pintu bilik kok untuk kloset dan shower room. Jadi masih ada area sangat pribadi di kamar ini. Selebihnya efek menyenangkannya adalah kamar jadi terasa sangat lega. Apalagi dekorasi lukisan abstrak di tembok di atas headboard tempat tidur. Ruangan jadi terkesan playful tapi tidak berlebihan.

Karena berlokasi di Golf Estate yang berudara segar, hotel menyiapkan sepeda yang bisa dipakai berkeliling. Setelah istirahatku cukup semalaman, aku bangun pagi-pagi untuk merasakan nuansa segar sambil mengendarai sepeda bersama teman sekamar. Tentu dong, aku nggak sendiri. Ada teman baik yang menemani. Kami berkeliling jalanan di sekitar Hotel Ibis Style. Tanaman di pinggir jalan sungguh terawat. Ada pohon pinus melambai-lambai di satu sisi jalanan. Dari sana sayup-sayup terlihat semburat oranye matahari pagi.

Ibis Style Hotel Bogor review 10

Ibis Style Hotel Bogor review 11

Ibis Style Hotel Bogor review 12

Ibis Style Hotel Bogor review 13

Ibis Style Hotel Bogor review 14

Usai puas bersepeda, aku langsung ke restoran untuk sarapan. Lokasinya persis di belakang meja resepsionis. Restoran ini terbagi 2 area, area indoor dan outdoor. Area outdoor langsung bersisian dengan kolam renang. Iya, kolam renang. Rasanya ingin nyebur langsung ke kolam itu tapi aku nggak bawa perlengkapan renang. Jadi sarapan di pinggirnya sambil menikmati kolam renang yang rindang karena banyak pohon sudah sangat memanjakan mata. Ini adalah area favoritku sepertinya. Bahkan pada jam makan siang (aku mengikuti serangkaian meeting di hotel ini sehingga disediakan makan siang), aku kembali duduk di restoran ini sambil membawa laptop. Bekerja di area restoran entah duduk di sisi mana membuatku dapat dengan mudah berkonsentrasi.

Ibis Style Hotel Bogor sangat direkomendasikan untuk staycation keluarga dan gathering kolompok. Menu makanannya juga beragam. Pada libur akhir pekan, Ibis Style selalu ramai. AKu menginap di hotel ini sampai Sabtu. Dari Jumat pun, hotel ini sudah penuh pengunjung. Bahkan pada saat sarapan, petugas hotel harus menambah kuota meja dan kursi yang diambil dari ruang meeting. Wah, restorannya yang luas saja terasa sangat penuh ya. Menginap di Ibis Style Hotel Bogor memang nyaman sekali dan lingkungan di sekitar lokasi hotel pun sejuk. Staycation di hotel ini nggak perlu bikin kita ke mana-mana. Ibis Style Hotel Bogor beneran hotel untuk beristirahat, menenangkan diri, melepas penat, menghabiskan liburan singkat. Siapa yang setuju? Kamu harus ke sini biar bisa vote "setuju" denganku.

Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Journey Land

Wisata Jember dalam 3 Hari, ke Mana Saja?

Suatu hari, ada undangan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Jember datang padaku untuk berkunjung ke Jember dalam rangka Sueger Jember Famtrip 2019 bulan Juni lalu. Aku buru-buru pesan tiket kereta Jakarta-Surabaya-Jember dan berangkat bersama beberapa teman blogger dari Jakarta. Yang bikin aku excited dalam trip ini adalah bisa bertemu dengan teman-teman blogger dari berbagai daerah, baik yang udah pernah ketemu maupun yang baru kenal. Rame pula kan, ada sekitar 20 orang blogger nasional dan 10 blogger Jember yang berkumpul di Jember Famtrip ini. Seru ya.

Seru dong pasti. Kenapa? Ada banyak tempat yang aku kunjungi bersama teman-teman blogger selama 3 hari di Jember.

Wisata Jember

1. Hararu Cafe

Perjalananku dari Stasiun Senen Jakarta sampai Stasiun Jember itu menghabiskan waktu 19 jam. Kami sempat transit dini hari di Surabaya selama 3 jam dan menunggu di Stasiun Gubeng. Melelahkan sekali kan perjalanannya. Sampai di Stasiun Jember itu pukul 8 pagi. Kami memulai hari di Jember dengan nggak mandi dan mata perih karena kurang tidur. Untungnya, teman-teman blogger Jember sudah menanti kami di sebuah kafe persis di seberang Stasiun Jember. Namanya Hararu Cafe. Meski dibuka dengan menu Jepang rasa Jember, aku tetap bahagia ketemu teman-teman baru dan terutama makanan pagi itu.

Hararu Cafe Jember

Hararu Cafe Jember (2)

Hararu Cafe menghidangkan menu suki dan yakitori. Rasanya perut yang dingin efek perjalanan jauh dari ujung Jawa sebelah barat hingga ujung Jawa bagian timur langsung menghangat. Semua menu di Hararu Cafe ini dijamin halal. Namanya juga Hararu yang artinya halal dalam bahasa Jepang. Pemiliknya sangat menyukai makanan Jepang hingga bikin kafe Jepang dengan menyesuaikan rasa  lidah orang Jember. Harganya pun murah meriah. Jadi bisa banget buat yang datang ke Jember atau yang mau berangkat dari Stasiun Jember, mampir dulu di Hararu Cafe. Aku rekomen menu yakitori dengan daging kelincinya. Enak.

2. Warung Kembang


Wisata Jember (2)

Masih seputar tempat makan. Iya, sebenarnya welcome menu kami justru di Warung Kembang ini. Hararu tadi hanyalah tempat singgah untuk menunggu beberapa teman yang berkumpul. Ketika sudah lengkap, kami diboyong dengan mobil Hiace ke Warung Kembang untuk istirahat. Warung Kembang ini restoran yang cukup luas. Aku sempat tidur dan mandi sebelum makan siang. Setelah segar, aku berkeliling lokasi warung yang punya hamparan taman yang lebar di bagian belakang dan disewakan untuk acara gathering dan wedding party.

3. Pusat Pelatihan Kopi dan Kakao Indonesia


Kalau ke Jember, kamu harus menyempatkan diri untuk datang ke Pusat Pelatihan Kopi dan Kakao (Puslit Koka) karena Puslit Koka ini satu-satunya di Indonesia. Apalagi katanya kawasan perkebunan ini sudah ada sejak zaman Belanda tahun 1911. Di bawah pemerintahan Belanda namanya Besoekisch Proefstation. Sekarang sih nama kawasannya Perkebunan Renteng Jember dan salah satunya menjadi Puslit Koka. Mendengar nama tempatnya, kesannya jadi serius gitu ya, gak 'pelancong friendly'. Pasti kamu mengira Puslit Koka ini cuma buat kunjungan study tour atau penelitian. Salah besar.

Wisata Jember (3)

Wisata Jember (4)

Wisata Jember (5)

Puslit Koka ini dibuka buat umum dan bisa jadi destinasi wisata keluarga. Ada taman-taman yang bisa dijadikan tempat piknik dan bersantai. Dari pintu masuk, kita akan disambut dengan tugu bertuliskan Pusat Pelatihan Kopi dan Kakao dengan instalasi bola besar yang sekilas kupikir bola dunia. Mirip dengan tugu Universal Studio. Kalau datang ke sini, kita bisa naik kereta kayu terbuka untuk berkeliling kebun kakao dan kopi. Setelah puas melihat-lihat kebun, aku diajak melihat proses pengolahan kakao yang dipanen dan masuk ke pabriknya. Kata petugas pabrik cokelat, kakao yang sudah diolah itulah yang dinamakan cokelat. Jadi buat kamu yang masih bilang pohon cokelat, itu salah, lebih tepatnya pohon kakao. Di pabrik ini, kita diperlihatkan jenis-jenis cokelat dan serangkaian prosesnya. Aku sempat mencicip buah cokelat yang teksturnya seperti manggis. Rasanya juga asam manis. Nanti biji-biji kakao ini akan difermentasi dan menjalani serangkaian proses panjang hingga menghasilkan bubuk cokelat yang berkualitas. Selain itu, ada proses pengolahan kopi juga dengan mesin-mesinnya yang besar-besar itu. Puas deh pokoknya keliling Puslit. Sebelum pulang, jangan lupa mampir ke Outlet Kopi & Kakao buat borong produk-produk kopi dan cokelat, produk asli Puslit Koka. Bisa buat oleh-oleh juga. Harganya murah karena fresh from the oven alias langsung dari pabriknya.

4. Pantai Tanjung Papuma

Pantai Tanjung Papuma adalah primadona wisata alam di Jember. Jangan pernah lewatkan destinasi ini karena tempatnya sungguh-sungguh keren. Lokasinya di Kabupaten Wuluhan, sekitar 45 km arah selatan dari Kota Jember. Pantai ini bagian dari pantai selatan Pulau Jawa yang punya tebing-tebing dan ombak yang besar. Tapi entah kenapa, Pantai Tanjung Papuma ini sangat memesona. Karena kami menginap di Papuma Resort, jadi aku bisa puas menikmati pantai ini dari sore sampai pagi esok harinya.

Papuma merupakan singkatan dari Pantai Putih Malikan. Ketika mendaki di Puncak Siti Hinggil buat melihat panorama tebing, aku sekilas teringat perjalananku ke Nusa Penida, teringat pada Pantai Atuh yang megah dengan karang-karang yang menjulang. Nah, Pantai Tanjung Papuma juga semegah itu. Pantai ini jadi destinasi untuk menikmati sunset. Kami dilarang berenang karena banyak karang-karang di sekitar pantai. Lagipula mana ada yang mau berenang dengan melihat ombak yang menghempas keras ke tebingnya. Enggaklah. Aku cukup menikmatinya saja.

Wisata Jember (6): Pantai Tanjung Papuma

Wisata Jember (7)

Wisata Jember (8)

Karang-karang besar di sekitar Papuma punya nama lho karena membentuk pulau sendiri. Namanya diambil dari nama-nama tokoh wayang, seperti Pulau Kresna, Nusa Barong, Pulau Kajang, Pulau Narada, dan Pulau Batara Guru. Konon katanya terdapat legenda di Tanjung Papuma yang masih berhubungan dengan kisah Nyi Roro Kidul. Ya, wajar sih, karena lokasinya masih segaris dengan selatan Pulau Jawa.

Saat pagi hari, aku berjalan-jalan ke pantai. Banyak perahu nelayan ditambatkan di sana. Aku bisa melihat aktivitas nelayan memanen ikan dan dikumpulkan di pantai. Ada banyak jenis ikan yang mereka tangkap semalaman. Bahkan ada beberapa pak nelayan baik hati yang mau membakar ikan hasil tangkapannya untuk kami santap di pantai. Ikan tanpa bumbu itu enak sekali sembari menikmati matahari pagi yang masih sayup-sayup menghangat.

5. Waton 2019


wisata Jember (9) Festival Waton 2019

Sebenarnya untuk event inilah aku dan teman-teman blogger diundang oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Jember, memeriahkan Watu Ulo Pegon Festival 2019. Event ini diadakan di Pantai Watu Ulo, masih satu garis dengan Pantai Tanjung Papuma. Yang bikin aku kaget adalah acara pembukaannya belum dimulai dari suasana Pantai Watu Ulo sudah ramai. Ada banyak bazaar UKM di area event. Wah, tampaknya masyarakat lokal bersemangat sekali menyambut event besar yang pertama kali diadakan pemkab di kawasan ini. Iya, Waton Festival 2019 ini memang yang pertama dan akan dijadikan acara tahunan bagi masyarakat Watu Ulo dan sekitarnya. Ini bukan festival biasa. Dan, kamu harus tahu bagaimana serunya aku berada di Waton ini.

Pertama, Waton ini diadakan dalam rangka melestarikan salah satu kendaraan tradisional yang ditarik oleh dua ekor sapi. Namanya pegon. Pengemudinya dinamakan 'bajingan', eh bukan bajingan yang negatif ya. Seiring berkembangnya waktu, tentu pegon ini sudah tidak digunakan lagi. Nah, di Waton, masyarakat dapat melihat pegon kembali beredar dan berparade menyisir pantai Watu Ulo.

Kedua, Festival Waton ini sengaja diadakan sebagai pesta akbar masyarakat lokal, khususnya warga kecamatan Wuluhan dan Ambulu yang punya tradisi Kupatan. Tradisi ini merupakan perayaan yang digelar pada hari ketujuh setelah lebaran. Biasanya tradisi kupatan ini orang-orang bepergian atau berjalan-jalan ke pantai Watu Ulo bersama keluarga dengan naik pegon.

Ketiga, ada lomba bakar ikan yang diikuti oleh banyak sekali peserta. Mereka meracik bumbu sendiri, lalu memanggangnya di atas panggangan yang sudah disediakan panitia. Asap panggangan ikan menguar ke mana-mana bikin perutku lapar. Acara bakar ikan bersama di area terbuka itu dikerumuni banyak orang. Akhirnya tidak penting lagi siapa yang menang, siapa yang masakannya paling sedap. Keseruan dan kebersamaannya itu yang penting.

Wisata Jember Festival Waton 2019

Keempat, acara seni di panggung terbuka di bawah naungan pohon cemara juga sangat menghibur. Aku berdesak-desakkan dengan penonton lainnya ingin mendapat posisi duduk paling depan. Ada acara tari masal dari putri-putri cantik Jember.

Kelima, ini yang paling seru. Lempar kupat dan kembul bejono (makan bareng) yang bikin semua penonton mendekat ke panggung. Khusus untuk kembul bejono, sebuah kehormatan aku bisa merasakan kesemarakannya. Kebetulan blogger dan teman-teman mahasiswa pertukaran dari Cina, Thailand, dan Korea bisa duduk bersama di tengah-tengah arena untuk menyantap nasi tumpeng yang sudah disediakan. Ini momen yang sempat bikin aku shock pada mulanya. Karena begitu beberapa nasi tumpeng digelar dan kami diperbolehkan menyantapnya, tiba-tiba ada tangan-tangan lain menyambar dari belakangku, ingin mengambil potongan nasi dan lauk yang ada di tampah. Seketika orang-orang mendekat di sekitar kami ingin mendapatkan makanan yang kami makan itu. Katanya begitulah tradisi di sana. Setelah rebutan ketupat, mereka juga rebutan makan demi mendapat keberkahannya, bukan karena sekadar lapar. Kalau aku sih karena memang beneran lapar.

6. Kebun Kopi Rayap

Wisata Jember 10

Usai acara Waton, rombongan blogger langsung merayap ke wilayah utara Jember. Agendaku sore itu adalah berkunjung ke Wisata Agro Rayap Kebun Renteng yang juga ada pabrik kopinya. Berbeda dengan aktivitasku di Puslit Koka, di pabrik kopi Rayap ini aku disuguhi cara mengidentifikasi kualitas kopi setelah diolah. Ya, karena aku masih belum begitu paham dengan aroma dan rasa kopi mana yang pas dan enak, jadi cuma ikut manggut-manggut ketika dikasih tau ilmu dan triknya oleh ibu-ibu pertugas. Malah beliau ini bisa membedakan asal kopi hanya dari aromanya. Sungguh penciuman yang tajam sekali. Pencinta kopi pasti paham yang begini-beginian.

7. Puncak Rembangan

Beruntung sekali malam kedua aku bisa menginap di kawasan Puncak Rembangan menikmati udara puncak yang dingin. Kami menginap di Hotel Rembangan. Aku dan teman-teman blogger, meskipun nggak bisa barbeque, tapi berkumpul dan bersenang-senang di halaman hijau Hotel Rembangan. Terlihat sayup-sayup lampu menyala jauh di pusat kota. Ternyata lokasi Puncak Rembang tinggi sekali. Pantas saja kamar-kamar di hotel ini tidak ada yang memiliki AC. Begitu pagi datang, aku langsung mencari kehangatan matahari yang terbit malu-malu. Udara segar dan cerah. Ku suka tempat itu.


Suasana perbukitan selalu bikin adem ya. Aku sempat berjemur di taman-taman sambil berfoto-foto cantik sebelum rombongan blogger harus check out. Sayang sekali aku nggak bisa melihat pemerahan susu sapi karena prosesnya dilakukan pukul 2 dini hari tak jauh dari hotel kami. Sayang sekali ya, aku ketiduran saking dinginnya Puncak Rembangan.

Wisata Jember 11


Wisata Jember 12

8. Museum Tembakau

Destinasi hari terakhir di Jember adalah Museum Tembakau dan Perpustakaan. Kenapa harus kunjungan ke museum tembakau? Sebagai kota cerutu, Jember terkenal dengan kualitas tembakaunya sejak masa penjajahan Belanda. Jika di Kuba dikenal sebagai negeri penghasil tembakau terbaik di dunia, tembakau Jember adalah yang terbaik di Indonesia. Kalau kamu ke Jember, kamu akan melihat tugu daun tembakau emas sebagai landmark kota ini.

Wisata Jember 13

Wisata Jember 14

Perjalanan tembakau di Jember ini punya sejarah panjang. Dulu sekali, tembakau ini disebut juga dengan daun emas karena nilainya sebanding dengan nilai emas. Tidak heran, Belanda menjajah Indonesia demi tembakau-tembakau ini. Di Jember sendiri, jenis tembakau yang dikenal itu namanya tembakau kasturi dan tembakau nag oost. Ketika aku berkunjung ke museum tembakau, bapak petugas museum bercerita bahwa udara dan cuaca di Jember sangat mendukung dan menentukan kualitas tembakau. Bahkan, daerah-daerah penghasil tembakau di provinsi lain pernah suatu ketika membawa hasil panen tembakaunya untuk diinapkan di Jember demi terkena embun pagi yang hinggap di daun tembakau dan akan membuat kualitas tembakau itu meningkat. Tentu saja embun itu hanya embun di Jember. Entah kenapa, itulah keajaibannya. Ada masa-masanya tembakau berjaya selayaknya emas. Dari masa kejayaan itu hingga kini, Jember masih menjadi salah satu negeri penghasil tembakau di Indonesia yang diekspor ke berbagai negara, khususnya Jerman.

Museum Tembakau dilengkapi dengan informasi-informasi tentang sejarah tembakau dan daun emas, lalu berbagai jenis kegunaan tembakau, jenis, hingga mesin-mesin pengolahnya. Dari museum dan perpustakaan inilah aku tahu bahwa tembakau nggak hanya seputar rokok. Banyak fungsi tembakau lainnya yang jauh lebih bermanfaat, seperti pestisida, parfum, dan bahan pengawet mebel. Jadi jangan pandang tembakau sebelah mata, ya. Oiya, banyak spot instagramable di perpustakaannya di lantai 2. Kamu bisa berkunjung ke sini pada hari kerja. Gratis, kok.

9. BIN Cigar Factory

Wisata Jember 14

Ini destinasi terakhir sebelum kami berpisah. Setelah melihat-lihat jenis tembakau di Museum Tembakau, aku diajak masuk ke pabrik cerutu, BIN Cigar Factory. Kebetulan aku melihat ibu-ibu sedang mengolah daun tembakau menjadi cerutu yang punya nilai jual tinggi. Proses dari tembakau menjadi cerutu ini lumayan panjang dan aku melihat betapa sibuknya ibu-ibu yang sedang berada di meja dengan tugas masing-masing. Proses pembuatan cerutu ini benar-benar dilakukan dengan sangat telaten. Begitu produk cerutu dikemas, cerutu-cerutu ini akan dikirim ke Kuba sebagai negara yang memberikan nilai dan lisensi untuk produksi cerutu ini.

10. Farewell di Warung Nasi Gudeg Jember Lumintu

Kuliner Jember Gudeg Lumintu

Wisata Jember 15

Ya, saatnya farewell lunch sebelum pulang ke kota masing-masing. Ini adalah menu kuliner khas Jember yang wajib kamu coba. Jangan heran dulu, meskipun namanya gudeg, ini adalah gudeg ala Jember. Bedanya apa? Nasi gudeg ini disandingkan dengan pecel sayur yang membuat rasa gudeg yang manis menyatu dengan bumbu pecel yang gurih pedas. Apalagi makannya dengan rempeyek.

Akhirnya di sinilah kami berpisah. Terima kasih Blogger Sueger Jember dan Dinas Pariwisata Jember yang sudah menjamu kami selama 3 hari di sana. Sebuah kehormatan bisa seru-seruan di negeri yang punya pantai indah dan perkebunan yang luas itu. Semoga aku bisa ke Jember dan eksplor kulinernya lebih banyak lagi.

Read More

Share Tweet Pin It +1

15 Comments

In Story Land

Menikmati Kelezatan Seafood di Bandar Djakarta Bekasi



Kadang-kadang aku bingung mencari restoran seafood terbaik yang menyajikan berbagai pilihan seafood yang enak? Tenang, kali ini aku bakal bagi tips ampuh yang akhir-akhir baru fiturnya baru diluncurkan. Kamu bisa buka aplikasi Traveloka Eats dan pilih restoran seafood dengan rating yang bagus. Salah satu restoran yang kamu bisa coba adalah Bandar Djakarta Bekasi.

Wisata kuliner
Bandar Djakarta Bekasi merupakan restoran seafood yang mempunyai konsep pasar ikan dengan menyediakan berbagai varian seafood berkualitas. Hal ini dikarenakan semua seafood yang disediakan dapat kamu pilih dalam keadaan hidup, sehingga seafood yang dihidangkan segar rasanya. Dengan visi menjadi wisata kuliner yang menyediakan entertainment, restoran ini memberikan hiburan live music mulai pukul 19.00 WIB setiap weekdays, sedangkan saat hari libur nasional dan weekend, live music akan dimulai sejak siang hari. Tidak hanya mendengarkan, namun para pengunjung juga bisa request lagu yang disukainya maupun ikut bernyanyi bersama di atas panggung.
Restoran ini dilengkapi dengan area makan outdoor dan indoor yang cukup luas, dengan begitu kamu tidak perlu khawatir bawa teman atau keluarga beramai-ramai, karena tempatnya pasti cukup. Bandar Djakarta Bekasi juga menawarkan harga yang sesuai dengan rasa dan porsinya. Kenyamanan dan pelayanan yang diberikan kepada setiap pelanggannya membuat restoran ini terus melakukan pengembangan maupun menjaga kualitas supaya bisa memberikan yang terbaik kepada setiap pelanggannya.

Bandar Djakarta Bekasi. Source: www.bandar-djakarta.com/en/bandar-djakarta-bekasi-en/

Puasnya merasakan kelezatan seafood di Bandar Djakarta Bekasi
Walaupun jauh dari perairan, berada di kawasan Summarecon Bekasi, Bandar Djakarta Bekasi ini tetap menampilkan nuansa laut. Dari mulai eksterior yang berbentuk seperti bahtera kapal terdampar di tengah kota, hingga segi interiornya pun memiliki konsep seafood garden yang dikelilingi oleh kolam hingga taman. Ruangan sengaja dibuat lapang dan memiliki atap yang tinggi, hal ini akan membuat sirkulasi udara lebih baik dan terasa lebih sejuk. Ruangannya dapat menampung 750 hingga 800 pengunjung. Namun kalau kamu ingin mengadakan acara dan butuh tempat lebih private, Bandar Djakarta Bekasi juga menawarkan ruang VIP dengan dekorasinya seperti bangunan yang terletak di kota tua.
Sensasi berbeda saat menyantap seafood dimulai ketika anda memilih ikan seperti di pasar ikan. Puluhan jenis ikan maupun hasil lautnya tersedia masih dalam kondisi fresh yang telah disimpan di dalam es, dengan begitu selalu terjamin kesegarannya. Dari mulai ikan kerapu, ikan bawal, ikan kuwe, kakap putih, ikan sebelah, kepiting soka, baronang, kepiting super king jantan, kerang batik, udang vannamei, udang gala, kerang madu, kerang kampak, kerang dara, dan sebagainya. Berbagai seafood yang ada di pasar ikan akan diolah dengan empat cara masak, dari mulai digoreng, steam, tumis, dan bakar. Cara memasaknya pun akan disesuaikan sesuai pilihan saus yang dapat disesuaikan dengan pilihan seafood yang anda pilih. Misalnya saja, ikan kerapu cocok untuk diolah dengan cara pepes edan, atau kamu juga bisa mencoba steam hongkong ikan bawal.

Pasar Ikan Bandar Djakarta Bekasi. Source: https://www.bandar-djakarta.com/en/bandar-djakarta-bekasi-en/

Kamu yang suka kepiting juga bisa mencoba kepiting yang dimasak dengan saus telor asin. Sedangkan untuk cumi, paling enak jika di goreng tepung. Namun kamu perlu bersabar saat menunggu seafood tersebut diolah. Tidak perlu khawatir karena sambil menunggu makanan siap diolah, kamu bisa memesan makanan pembuka dan menikmatinya sambil menunggu makanan utama datang. Salah satu makanan pembuka yang perlu kamu coba adalah tahu ondel, yaitu tahu isi yang dicampur dengan sayur dan udang. Penasaran sekali bukan? tentunya kelezatan seperti ini bisa kamu dapatkan dengan cara menggunakan aplikasi Traveloka Eats yang merupakan aplikasi untuk mengetahui berbagai restoran terbaik dengan rasa makanan yang enak dan kalau beruntung, kamu juga bisa mendapatkan berbagai voucher makan dari restoran favorit.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Journey Land

6 Tempat Wajib Kunjung di Lasem

Perjalanan ke Lasem sudah menjadi wishlist-ku sejak lama. Beberapa kali berencana ke sana, tetapi selalu gagal. Nah, beberapa waktu lalu akhirnya kesampaian tanpa harus direncanakan. Thanks yo Pegipegi yang mempermudah perjalananku. Aku sempat ke Yogyakarta naik kereta api. Saat berada di sana, aku diajak mendadak ke Semarang dan Lasem. Tanpa pikir panjang, aku cek akomodasi dan transportasi terbaik buat extend di sana beberapa hari. Dengan perjalanan yang serba mendadak ini, aku terbantu banget dengan aplikasi Pegipegi yang bisa cek penginapan on the go. Bahkan saat berada di bis pun, aku masih cek-cek tempat menginap antara di Semarang dan Rembang. Dengan menggunakan bus terakhir, aku duduk manis dengan lega melaju dari Yogyakarta menuju Semarang.

Lasem tinggal sejengkal. Dengan beberapa teman, aku pun berangkat menggunakan mobil ke Lasem pagi-pagi sekali. Super excited, karena ini kunjungan ke Lasem dadakan. Hari itu bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Lampion-lampion sudah dipasangkan di beberapa sudut Lasem yang menjadi pusat Tiongkok Kecil berpuluh tahun lalu. Namun, tidak ada event khusus hari itu. Lasem tetap sepi. Tapi justru aku leluasa untuk berjalan-jalan di sekitar Desa Karang Turi.


Lasem merupakan satu kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Banyak yang belum tahu tentang kekayaan budaya yang dimiliki Lasem. Mengapa aku sebegitu inginnya mengunjungi tempat ini? Ada banyak sekali bangunan cagar budaya yang dapat dilihat di sini, terutama bangunan peninggalan peradaban Cina yang kaya sejarah.

Beberapa lokasi yang kudatangi di Lasem dalam 1 hari

1. Rumah Merah

Kalau belum ke Rumah Merah, belum sah berkunjung ke Lasem. Lasem yang memiliki banyak peninggalan sejarah dan percampuran budaya tentu punya tempat-tempat otentik yang wajib dikunjungi. Salah satunya Rumah Merah ini. Kalau berjalan-jalan di kawasan Karangturi, Rumah Merah tampak mencolok dengan tembok tinggi berwarna merah dan gerbang bergaya arsitektur Cina. Begitu masuk, pengunjung disambut 2 patung yang diyakini sebagai patung dewa dan teras yang lebar. Ada beberapa pernik klasik terpampang di teras. Jika masuk melewati pintu tengah, ada 2 patung barongsai besar dan 1 patung dewa. Ada 3 pintu di bagian depan sehingga sirkulasi udaranya bagus. Kini Rumah Merah tidak sekadar tempat wisata, tetapi juga dijadikan penginapan. Kamar-kamar di dalam Rumah Merah ini disewakan. Ada 1 kamar di bagian depan yang memiliki banker kecil. Aku sempat diajak masuk ke kamar itu dan turun ke bankernya. Dulu banker ini dijadikan tempat bersembunyi atau menyembunyikan sesuatu. Rata-rata rumah-rumah besar etnis Cina zaman dulu memang memiliki banker seperti di Rumah Merah ini.



Oiya, seru juga lho bisa menginap di Rumah Merah, bisa merasakan suasana Cina zaman dulu. Sayangnya, setiap kamar tidak disediakan kamar mandi. Kamar mandi tersedia di bagian belakang sebalah sumur besar yang ternyata masih berair. Kalau makan tidak perlu sungkan. Ada tempat makan di sebelahnya dan toko batik untuk oleh-oleh. Batik-batik Lasem yang dijual di sini memang benar-benar kualitas premium, harganya mencapai jutaan rupiah.

2. Rumah Opa Lasem

Menyusuri Desa Karangturi memang banyak disambut pintu-pintu kayu yang digembok. Sebagian penghuninya sudah tidak di sana bahkan ada juga yang pemiliknya sudah berpindah tangan. Karena terpaut status cagar budaya, bangunan-bangunan di kawasan pecinan ini memang tidak boleh dihancurkan, meski masih ada yang melanggar. Salah satu bangunan yang bahkan bagian interiornya juga terlihat sangat tua adalah rumah Opa yang masih dihuni oleh Opa sendiri bersama ibu penjaga rumah. Keseharian Opa yang sudah berumur sekitar 91 tahun (dia ngakunya 81) ini cuma duduk-duduk di tangga teras rumahnya. Ada 2 anjing menemani, dirantai di halaman.


Dulu, saat istri Opa masih hidup, rumah ini pernah ramai sekali dan dijadikan tempat produksi kecap. Ada beberapa foto tua yang terpanjang di rumah. Perabot tua juga telihat di terasnya. Masuk ke kawasan dapur, terlihat dapur yang berantakan dan halaman belakang yang sudah tertutup semak. Halaman yang bersemak itu dulu dipakai sebagai tempat membatik. Berada di rumah Opa ini seakan waktu tersedot ke masa lalu. Ada pelataran dengan dupa yang menyemburkan asap tempat Opa sering sembahyang. Ornamen-ornamen Cina dulu kala terlihat kental sekali di sini. Opa sudah tinggal di sini sejak tahun 1930-an dan perabot di rumah ini juga kira-kira berusia segitu.

3. Pohon Trembesi dan Workshop Batik

Setelah melihat-lihat Desa Karangturi, aku berkendara ke satu tempat paling menyenangkan di Lasem karena adem. Kami disambut oleh pohon rindang lebar sekali dan hembusan angin sejuk di sana. Namanya pohon trembesi. Itu pohon tua dan langka, tapi uniknya masih berdiri kokoh di Lasem. Konon, ini pohon trembesi satu-satunya di Lasem. Batang pohonnya lebar saking udah tuanya. Aku membayangkan akar pohon itu udah menjalar sekian puluh meter di bawah permukaan tanah. Pokoknya berada di sini damai banget. Di sampingnya masih ada sawah-sawah yang saat itu tumbuh hijau.



Di bawah pohon trembesi itu ada sebuah bangunan kecil yang ternyata merupakan workshop batik Pusaka Beruang. Setelah izin sama salah satu pembatiknya, aku pun dipersilakan masuk untuk melihat proses pembuatan batik Lasem. Ada belasan pembatik yang sedang bekerja di sana, mulai dari yang menggambar pola, hingga finishing. Aroma cairan yang ditoreh canting begitu khas. Malah aku diajarkan menorehkan canting sesuai pola yang sudah digambar. Ternyata susah ya. Tapi ibu-ibu ini sudah terbiasa. Tangan-tangan mereka lihai sekali dalam menjiplak pola, memberi hiasa pada pinggiran, hingga memberi motif pada setiap corak.

4. Klenteng Cu An Kiong

Menjelang gelap, aku melanjutkan perjalanan menuju Klenteng Cu An Kiong. Nggak afdhol kalau ke Lasem nggak sempat mampir ke klenteng ini. Konon, ini adalah klenteng tertua di Nusantara saat peradaban Cina masuk pertama kali ke Indonesia. Bukti-bukti sejarahnya sudah dimusnahkan pada masa penjajahan Belanda. Tapi para sejarawan dan masyarakat Lasem mengklaim klenteng ini yang tertua.



Sayang sekali saat itu aku nggak bisa masuk ke bagian dalam klenteng. Klenteng sedang dipakai untuk sembahyang dan perayaan imlek. Demi menjaga rumah ibadah satu itu, aku cukup puas melihat arsitektur klenteng ini dari depan. Bangunannya berwarna merah muda dan merah. Ada ornamen serta patung di pintu depan klenteng. Ukurannya tidak terlalu besar tapi masih kokoh. Klenteng ini kini jadi bangunan cagar budaya di Lasem.

5. Rumah Lawang Ombo


Rumah Lawang Ombo ini nggak jauh dari Klenteng Cu An Kiong. Rumah ini jadi istimewa karena punya peranan penting dalam perkembangan Lasem tempo dulu. Rumah seluas 5.500 meter persegi ini disebut juga sebagai rumah candu. Berlokasi di pinggiran sungai Bagan atau kali Lasem, menjadikan rumah ini strategis dalam perdagangan candu. Sungai Bagan adalah saksi bisu jalur pelayaran kapal yang bersandari di Pantai Caruban, tak jauh dari sana. Nah, dari sungai inilah mulai diselundupkan candu-candu, sejenis narkotika lewat sebuah terowongan sempit yang bermuara ke sumur di rumah lawang ombo. Penyebaran candu di Pulau Jawa sekitar tahun 1800-an terpusat di rumah lawang ombo ini. Perdagangan candu menjadikan Lasem menjadi kota dagang yang tumbuh pesat pada saat itu. Tidak heran, rumah lawang ombo ini menjadi lokasi bersejarah hingga saat ini. Rumah ini sebetulnya milik Kapitan Liem dan sampai hari ini masih dirawat oleh keturunan dan penjaga rumahnya.

6. Rumah Oei

Rumah Oei ini adalah rumah orang Cina yang pertama kali masuk ke Indonesia. Saat ini selain menjadi cagar budaya, Rumah Oei dimanfaatkan sebagai restoran, taman baca, dan penginapan. Jadi halamannya yang luas dipercantik dan dibuat seperti negeri Tiongkok. Untuk bangunan utamanya sendiri dibiarkan menjadi ruangan-ruangan dengan perabotan tua yang bisa dilihat pengunjung. Kalau kamu ingin merasakan nuansa Tiongkok tempo dulu, kamu bisa menginap di Rumah Oei ini. Spot yang paling kusuka adalah taman belakangnya.




Buat yang ingin jalan-jalan ke Lasem, nggak perlu khawatir dengan akses kendaraannya. Bagi yang berangkat dari Jakarta, bisa naik kereta api tujuan Semarang. Tiket kereta api bisa dibeli di Pegipegi aja karena banyak diskon promo. Dari Semarang, naik bus tujuan Semarang-Surabaya sekitar 2 jam perjalanan. Nanti bisa langsung turun di pertigaan masjid Lasem. Dari sana, sudah terlihat bangunan-bangunan tua peninggalan Cina di sana. Buat yang dari arah Surabaya malah dekat sekali jika ingin ke Lasem. Tinggal naik bisa jurusan Surabaya-Semarang. Aksesnya tidak sulit kan? Akomodasinya juga banyak sekali. Kamu bisa cek Pegipegi, deh. Merencanakan perjalanan nggak perlu ribet lagi.


Read More

Share Tweet Pin It +1

19 Comments