In Story Land

Mobil Juga Butuh Perawatan, Ozone Treatment di Dokter Mobil

Aku mau cerita tentang pengalamanku pengecekan mobil di Dokter Mobil yang pasti beres.

Sejak pandemi setahun lalu, mobil jadi jarang keluar 'kandang'. Kalau dulu, dalam setahun, mobil kecil kesayangan ini sering dipakai roadtrip ke mana-mana. Lampung, Bandung, Sukabumi, Banten. Kini mobil hanya dipakai untuk belanja bulanan, keperluan keluarga jarak dekat, dan beberapa keperluan dalam kota. Pandemi benar-benar mengubah hajat hidup orang banyak, ya, termasuk hajat hidup mobil. :)

Ozone Treatment di Dokter Mobil

Ozone Treatment di Dokter Mobil 2


Sebenarnya aku nggak terlalu paham perihal otomotif. Tapi, aku tahu pasti kapan harus servis mobil. Karena mobil lebih sering 'jaga rumah' akhir-akhir ini, aku dan Junisatya juga jadi males-malesan cek mesin, oli, dan berbenah interior mobil. Aku pikir mobil akan baik-baik saja. Namun, ternyata, mobil juga butuh perawatan. Dan perawatannya kali ini agak ekstra.

Sampai aku menemukan Dokter Mobil yang punya beberapa treatment yang dibutuhkan mobilku. Dokter Mobil ada di beberapa lokasi di Jabodetabek. Untuk wilayah Depok, lokasinya gampang dijangkau. Begitu aku datang, kebetulan mobil yang sedang dalam treatment tidak begitu banyak, jadi antreannya pun nggak panjang. Aku diberikan beberapa daftar treatment yang disediakan Dokter Mobil.

1. General Check Up

Ozone Treatment di Dokter Mobil 3

Ozone Treatment di Dokter Mobil 4


General check up ini merupakan treatment gratis yang diberikan oleh Dokter Mobil. Ini gunanya untuk mengecek secara keseluruhan masalah yang ada di mobil kita. Seharusnya general check up ini dilakukan berkala agar kita tahu kondisi mesin, air radiator, oli, dan filternya. Saat mobilku dicek, olinya memang harus segera diganti meski baru saja diservis beberapa bulan lalu. Ini efek dari mobil yang berdiam dalam waktu yang lama, yang menyebabkan ampas oli menumpuk.

Setelah dicek semua, ya memang aku harus ganti oli. Padahal oli ini juga baru diganti lho sebelumnya. Sedihnya... :( Tapi demi performa mesin dan laju kendaraan lancar, oli memang harus ganti baru. Pelayanan ganti oli disediakan juga kok di Dokter Mobil.

2. Servis AC dan Cuci Evaporator

Ini treatment yang memang andalan dari Dokter Mobil. Kadang kita sering mengabaikan kadar AC di dalam mobil saat mobil sedang melaju. Kita hanya tahu AC-nya dingin atau panas, tanpa memahami apakah tekanan AC dan kompresornya normal.

Ozone Treatment di Dokter Mobil 5

Ozone Treatment di Dokter Mobil 6

Ozone Treatment di Dokter Mobil 7


Dokter Mobil melakukan servis AC tanpa harus dibongkar. Jadi pengerjaannya tidak memakan waktu lama. Mekanik memeriksa tekanan AC dan kompresornya. Meski aku nggak terlalu paham, tapi mekanik cukup jelas memberikan penjelasan mengenai kondisi AC mobil. Kondisi mobilku yang sudah 5 tahun ini tentu perawatan AC memang harus ekstra, ya. Syukurlah, kadar freyon dan kompresornya masih bagus. Jadi mekanik Dokter Mobil tinggal mencuci evaporator.

Servis AC dan Cuci Evaporator ini cuma 15 menit penanganan. Kadar suhu di dalam mobil juga diperiksa. Setelah itu beres. AC mobil sudah kembali normal.

3. Ozone Treatment

Dokter Mobil memberikan perawatan khusus untuk interior mobil. Ozone treatment dilakukan dengan memberikan semacam gelombang frekuensi di dalam mobil untuk membunuh kecoak dan segala serangga.

Ozone Treatment di Dokter Mobil 8


Sebenarnya di Dokter Mobil sendiri menyediakan ozone treatment dan fogging treatment. Fungsinya hampir sama, membunuh serangga, bakteri, jamur, kuman, dan virus di dalam mobil. Kita bisa memilih salah satu. Fogging dilakukan untuk membunuh bakteri dan virus dengan metode pengasapan. Kalau ozone untuk membunuh serangga yang lebih berat seperti kecoak, semut, dan nyamuk.

Untuk kasus mobilku, aku nggak yakin apakah ada kecoak yang masuk, tapi karena aku punya kucing di rumah dan sering dibawa jalan-jalan naik mobil, tentu mobil harus bebas kutu dan serangga lainnya. Jadi aku memilih ozone treatment. Dan, benar saja, setelah diozon beberapa menit, begitu masuk mobil, aku melihat kecoak-kecoak kecil mati telentang di karpet bawah jok. Kita tinggal keluarkan karpetnya dan vakum semuanya untuk menyodot kuman dan serangga yang mati efek pengozonan.

Pengozonan dan fogging treatment sangat dibutuhkan pada saat-saat pandemi. Dokter Mobil menyarankan untuk mengambil treatment ini tiga bulan sekali. Ya bolehlah ke depannya mau rutin cek di Dokter Mobil.

Ozone Treatment di Dokter Mobil 9


Anyway, Dokter Mobil juga menyediakan Home Car Service dengan pelayanan servis AC, Servis Mobil/tune up, ganti oli, air radiator. Saat ini Dokter Mobil sudah di beberapa kota, Jakarta, Cibubur Depok, Bekasi, Tangerang, Cirebon, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

Kalau akses Dokter Mobil ada di mana-mana begini, aku siap untuk roadtrip lagilah. Pulangnya, treatment di Dokter Mobil, bebersih mesin, berbenah AC, dan bersihkan virus-bakteri. #DokterMobil #PastiBeres


Instagram: @doktermobil_indonesia


Read More

Share Tweet Pin It +1

13 Comments

In Story Land

Malaysia Menjadi Tujuan Wisata Medis Terbaik Ketiga di Dunia, Apa Saja Fasilitasnya?

Kamu tentu sudah sering mendengar istilah wisata medis, bukan? Iya, sekarang tujuan wisata tak hanya sekadar wisata destinasi, wisata budaya, wisata kuliner, tetapi juga wisata medis. Wisata medis ini merupakan istilah bagi orang-orang yang datang ke suatu tempat untuk tujuan pengobatan sambil menikmati destinasinya. Dan, percaya nggak percaya, wisata medis ini jadi tren baru bagi kalangan kelas menengah ke atas. Biasanya ada pengobatan-pengobatan tertentu yang ingin dituju orang ke luar negeri. Salah satunya Malaysia, negara yang paling dekat dengan Indonesia. Bahkan di sana ada istilah beberapa pasien dengan sebutan Healthcare Traveler (HT), Health Tourist (HTo), dan Foreign Patient (FP).

Melaka Tourism

 ***

Ah, Malaysia. Aku flashback dulu ya. Aku teringat saat berada di Malaysia tepat menjelang Malaysia lockdown tahun lalu. Tak terasa sudah setahun berlalu ya. Waktu itu aku berada di Langkawi dan mendadak harus terbang ke Kuala Lumpur sebelum proses kepulangan ke Indonesia semakin sulit. Dan, benar saja, saat itu sebagai turis asing, aku diminta pemerintah Malaysia untuk tetap berada di hotel. Semua tempat wisata ditutup. Lalu, pesawatku kembali ke Jakarta dibatalkan beberapa kali.

Kalau diingat-ingat, ngenes juga pengalamanku terakhir ke Malaysia. Tak seindah saat aku eksplor Melaka pertengahan tahun 2019. Melaka terasa riuh, menyenangkan, dan bersahabat. Apalagi aku punya beberapa teman baru selama perjalanan di Melaka. Mungkin sekarang Melaka tak begitu ramai, seperti ramainya Jonker Street saat malam minggu. Betapa rindunya aku dengan Melaka.

Melaka Tourism

Melaka Tourism 2


Melaka Tourism 3

Tahun sebelumnya juga begitu, 2018. Aku transit di Kuala Lumpur International Airport selama hampir 24 jam ketika penerbangan pulang dari Sofia, Bulgaria. Aku memutari KLIA sampai bosan, belanja di department store dan kuliner di beberapa outlet di sana. Puas juga. KLIA sendiri sudah jadi area transit nyaman dengan berbagai pilihan tempat belanja dan aneka makanannya.

Sepertinya setiap tahun aku ke Malaysia. Entah kenapa aku berjodoh sekali dengan negeri jiran satu itu. Sampai-sampai tahun lalu aku punya kontrak kerja sama dengan media travel Malaysia untuk memproduksi beberapa video tentang tourism Indonesia, Singapura, dan Malaysia sendiri. Namun, kerja sama itu harus terhenti lantaran pandemi melanda sampai hari ini.

Omong-omong tentang track record perjalanan luar negeriku, khususnya ke Malaysia beberapa kali, aku selalu mengantungi asuransi kesehatan. Ini penting banget karena tentu kita nggak akan tahu bagaimana kondisi kesehatan kita sepanjang perjalanan. Seperti saat aku di Langkawi tahun lalu, siapa sangka kondisi penyebaran Covid 19 makin memprihatinkan. Siapa tahu pemerintah Malaysia tiba-tiba mendesak turisnya untuk melakukan medical check up. Aku menyimpan dokumen kesehatanku dengan baik bersama paspor.

Melaka Tourism 4

Selain asuransi kesehatan, mencari tahu tentang medical centre di lokasi destinasi kita juga penting sekali. Tentang jarak dari hotel, tentang fasilitas kesehatannya, dan tentang biayanya.

Untuk Malaysia sendiri, ada organisasi bentukan Ministry of Health Malaysia yang menaungi sekitar 69 rumah sakit swasta yang tersebar di seluruh Malaysia. Namanya Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC). Iya, ada kata-kata 'travel council'-nya.

Melihat perkembangan dunia pariwisata, gaya hidup, dan kemajuan teknologi medis, pemerintah Malaysia menyiapkan semacam one stop medical center sebagai tempat berobat dan medical check up. Ada lho, orang yang sengaja ke luar negeri untuk medical check up atau berobat. Niat utamanya mungkin karena melirik fasilitas kesehatan di negeri jiran ini lebih maju. Lalu niat selanjutnya sekalian jalan-jalan, demi imboost kesehatan psikologis juga.

Mari aku ceritakan tentang fasilitas kesehatan MHTC ya. Mengapa banyak orang tertarik untuk berobat jalan ke Malaysia.

Jawabannya tentu saja karena beberapa faktor di bawah ini.

  • Kualitas internasional (world class)
  • Standar kualitas dijaga ketat oleh Ministry of Health
  • Fasilitas juga berstandar world class
  • Akses mudah, antreannya cepat dengan proses pelayanan juga terjamin
  • Biaya yang terjangkau, dimonitor langsung oleh Ministry of Health 
  • Bersertifikat halal internasional (aman dan nyaman bagi yang muslim)
  • Malaysia sendiri sudah menjadi destinasi wisata di Asia
  • Terakreditasi nasional dan internasional
  • Tenaga kesehatan merupakan tenaga profesional yang berasal dari institusi terkemuka Malaysia, Inggris, Australia, dan Amerika
Apa saja layanan yang bisa kita dapat dari MHTC ini? Karena MHTC disediakan untuk layanan internasional juga, mereka punya istilah 'a home away from home' (sebuah rumah yang jauh dari rumah). Jadi, meski kita berasal dari Indonesia, MHTC mengedepankan pelayanan layaknya seperti di negeri sendiri. 

Malaysia Menjadi Tujuan Wisata Medis Terbaik Ketiga di Dunia
Malaysia Healthcare Tourism Council di KLIA. (source: https://malaysiahealthcare.org/)

Ada 5 treatment yang terkenal di Malaysia yang biasanya jadi incaran pengobatan warga +62.

1. Fertility Treatments
Program In Vitro Fertilization (IVF) atau yang kita sebut bayi tabung menjadi andalan treatment Medical Health Malaysia. Tingkat keberhasilannya bahkan mencapai 55-60%. Banyak sekali pasangan yang akhirnya melakukan program IVF di beberapa rumah sakit Malaysia.

2. Oncology Treatments
Dilengkapi dengan beberapa teknologi perawatan dan screening kanker terbaik di dunia, Malaysia selalu siap untuk menyambut wisatawan media yang mencari perawatan kanker berstandar internasional.

3. Cardiology Treatments
MHTC sedang mengembangkan pusat kardiologi Asia dengan nama Institut Jantung Negara yang terakreditasi internasional.

4. Orthopedic Treatments
Malaysia punya ahli bedah ortopedi berpengalaman untuk mengatasi operasi ortopedi, terapi, dan rehabilitasi. 

5. Aesthetic Treatments
Semua praktisi estetika di Malaysia memiliki izin dari Malaysian Medical Council (MMC), Annual Practicing Certificate (ACP), dan Licensing and Credentialing to Practice (LCP).

Malaysia Menjadi Tujuan Wisata Medis Terbaik Ketiga di Dunia
Sebelum program pengobatan, kita bisa dapat informasi lengkap MHTC di kantornya. (source: https://malaysiahealthcare.org/)

Dengan fasilitas yang disediakan MHTC, sudah bertahun-tahun terakhir Malaysia menjadi tujuan wisata medis. Fasilitas kesehatan di Malaysia malah diklaim jadi negara terbaik ke-3 di dunia. Dari data yang kubaca di website resmi Medical Tourism Malaysia, ada sekitar 1,3 juta wisatawan medis yang berobat di negara petronas ini. Angka yang luar biasa besar ya. Penanganan Covid 19 juga termasuk yang cukup baik dan sigap di Malaysia. Aku merasakannya sendiri kok bagaimana Kerajaan Malaysia menekan angka penyebaran Covid 19 pada fase awal pandemi tahun lalu.

Jika kamu punya kebutuhan pengobatan tingkat lanjut atau yang ingin program hamil, MHTC bisa jadi tujuan pengobatan kok, setelah pandemi berakhir ya tentu saja. Hitung-hitung berwisata medis yang membantu kesuntukan mental akibat pandemi sepanjang tahun 2020.

Semoga sehat selalu, ya, teman-teman semua.

Read More

Share Tweet Pin It +1

13 Comments

In Journey Land

Kembali ke Bali, Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE


Kapan terakhir kali kamu ke Bali?
Aku ke Bali bulan November 2020 lalu. Iya, masih dalam masa pandemi. Perjalananku ke Bali kali ini bukan sekadar liburan, melainkan melihat seberapa aman berwisata di Bali pada masa pandemi. Ada protokol CHSE yang digiatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kita sebagai pedoman wisata aman.

Aku juga baru tahu tentang protokol CHSE ini yang mencakup Cleanliness, Healthy, Safety, Environment Suistainability. Jadi nggak cuma protokol kesehatan 3M saja yang digalakkan, tapi semua aspek yang dibutuhkan di industri pariwisata harus mampu membangkitkan kepercayaan masyarakat lagi. Seperti yang kita tahu, industri pariwisata dan UMKM yang mengikutinya adalah sektor sangat terdampak di tengah pandemi yang panjang ini, kan. Dan sadar atau tidak, Bali yang sebagian besar ekonominya bergantung pada sektor pariwisata menjadi wilayah paling sendu.


Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 2


Iya, aku sedih saat datang ke Bali. Sedih melihat geliat ekonomi kreatifnya yang lesu. Sedih melihat betapa sepinya Bali dari pendatang. Sedih juga mendengar para pedagang pasar saat aku berbelanja di Ubud bahwa omset mereka turun drastis mendekati 0 rupiah dan mereka baru berjualan lagi sejak Oktober lalu.

Tentu Bali menjadi potret salah satu kelesuan wisata kita. Karena itu aku penasaran seperti apa sih CHSE itu berjalan? Apakah efektif?

Sebenarnya nggak begitu sulit mengedukasi para pelaku sektor wisata dan UMKM di Bali untuk menerapkan CHSE, karena masyarakatnya sudah membenahi dirinya selama puluhan tahun ini untuk menjadi Bali yang terkenal di seluruh dunia. Jadi penambahan CHSE menjadi isu yang mereka sesuaikan dengan cepat. Fokusku saat ke Bali ini adalah daerah Ubud dan Bedugul.

Ini dia beberapa lokasi wisata di Ubud dan Bedugul yang sudah menerapkan CHSE yang kukunjungi selama aku di Bali 3 hari 2 malam.

1. Pura Puseh Batuan

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 4


Dalam perjalanan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar ke Ubud, aku dan teman-teman mampir di Pure Puseh Batuan. Lokasinya di pinggir jalan. Mudah sekali untuk mampir ke pura tertua di Pulau Bali itu. Sebelum masuk pura, aku mengenakan sarung bersih yang dipinjamkan penjaga, lalu mencuci tangan pakai sabun di wastafel yang diletakkan di depan pura.

Pura Puseh Batuan menandai masuknya Hindu ke Pulau Bali yang dibawa oleh Mpu Kuturan, tokoh penting dalam penerapan konsep Tri Murti dan Pura Tri Kahyangan di Bali. Tidak heran, Pura Puseh Batuan jadi pusat religi agama Hindu di pulau dewata tersebut. Aku mengagumi arsitekturnya yang terbagi dalam 3 area, Nista Mandala (jaba sisi), Madya Mandala (jaba tengah), dan Utama Mandala (jeroan).

Kini Pura Puseh Batuan sudah dibuka untuk umum tapi pengunjung harus menaati protokol kesehatan. Begitu juga bagi yang datang untuk sembahyang. Karena areanya terbuka dan cukup luas, berkunjung ke Pura tertua di Bali ini terbilang aman dan terhindar dari kerumunan.

2. Goa Gajah

Ini kali kedua aku mengunjungi Goa Gajah. Jadi terasa sekali perbedaan saat aku berkunjung tahun 2017 dengan 2020. Kalau dulu, untuk berfoto dengan photobomb dari orang lain saja sulit. Sekarang, mau jungkir balik di area ini sah-sah saja saking sepinya.

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 5

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 6

Goa Gajah ini sebenarnya dijadikan tempat pertapaan. Lokasinya berada di lembah. Jadi pengunjung harus menuruni sejumlah anak tangga. Areanya juga luas. Berkunjung saat pandemi begini terasa sekali sakralnya tempat ini. Pantas saja dijadikan tempat bertapa. Sunyi, sejuk, dan luar biasa tenang.

3. UNESCO Heritage Rice Terrace Jatiluwih

Awalnya aku diminta jalan jauh dari Pura Besi Kalung menyusuri jalan setapak. Ternyata sepanjang jalan yang panas terik itu, aku melihat sawah terbentang di kiri kanan. Di depan terlihat puncak-puncak gunung menjulang. Pemandangannya menghilangkan beban di sana.

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 7

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 8


Karena sedang memasuki musim panen, aku melihat aktivitas para petani yang bekerja sama memanen padi. Seru sekali. Tempat terbuka seperti ini memang layak untuk dijadikan wisata di tengah pandemi. Nggak salah Jatiluwih dinobatkan sebagai UNESCO Heritage, terasering sawah di sini indah sekali dan luas. Lebih luas dari Tegalalang.

4. The Blooms Garden Bedugul

The Blooms Garden ini jadi bagian dari Ulun Danu Beratan Bedugul. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Ulun Danu Beratan. Bedugul merupakan wilayah dataran tinggi di Bali, jadi agak dingin berada di sini. Apalagi begitu memasuki kawasan taman bunga satu ini, hujan mulai turun. Aku belum sempat menjelajahi seluruh sudut The Blooms Garden. Tapi aku melihat hamparan jenis bunga-bungaan dengan Patung Dewi Danu menjulang di tengah-tengahnya.

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 9

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 10

The Blooms Garden merupakan taman bunga terluas di Bali. Tempat yang cocok sekali menikmati udara pegunungan yang segar. Andai tidak hujan ya. Ada pondok-pondok yang disewakan untuk penginapan. Bayangkan kalau menginap di sana, pemandangan pagi hari adalah bunga-bunga. Sweet sekali ya.

5. Ulun Danu Beratan Bedugul

Kedua kali mengunjungi Ulun Danu Beratan, rasanya tak jauh berbeda. Ulun Danu Beratan dari dulu hingga sekarang jadi primadona wisata Bali. Ini lokasi wisata yang masih tampak ramai walaupun pandemi. Sebenarnya pengunjung tidak perlu khawatir selama tidak ada kerumunan di sana. Pura Ulun Danu Beratan tetap memesona seperti biasa dengan landscape danau dan bukit yang sedikit tertutup awan di sana.

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 11

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 12

Sejak pandemi, kawasan Ulun Danu Beratan ini dirapikan dan jauh lebih bersih. Taman-tamannya juga sangat terawat. Hawa dingin pegunungan membuat kawasan wisata satu ini jadi adem dan ayem sekali.

6. Komplek Pura Taman Ayun

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 13

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 15


Ini juga komplek pura favoritku. Lokasinya di kawasan Desa Wisata Mengwi. Dan, ternyata Pura Taman Ayun adalah peninggalan dari Kerajaan Mengwi. Komplek Pura ini sengaja dibangun oleh Raja Mengwi sebagai penyawangan atau simbol dari 9 pura utama yang ada di Bali agar masyarakat Mengwi tidak perlu jauh-jauh untuk sembahyang di 9 pura itu. 9 pura itu yang disebut juga Pura Kahyangan Jagat meliputi Pura Besakih, Pura Ulun Danu, Pura Batur, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Bukit Penggelengan, dan Pura Pasar Agung.

Komplek Pura Taman Ayun ini luas dan terbagi ke dalam 3 bagian. Pura tempat sembahyangnya berada di bagian terdalam dan dipagari. Pengunjung hanya dapat mengagumi bangunan atap bertingkat dari pura tersebut di balik pagar. Pura hanya dibuka untuk orang atau keluarga yang ingin sembahyang.

7. Puri Saren Agung Alias Istana Ubud

Di Ubud, ada yang namanya pura sebagai tempat pemujaan dan ada yang namanya puri yang merupakan istana alias rumah bangsawan di Ubud. Jika dikaitkan dengan pembagian kasta di Bali, istana tersebut milik orang berkasta Ksatria. Sebutan 'puri' ini dipakai oleh keluarga Kerajaan Ubud setelah era Majapahit runtuh dan bangsawan dari Pulau Jawa pindah ke Pulau Bali. Lalu banyak bermunculan kerajaan-kerajaan baru di sana. Salah satunya ya Kerajaan Ubud ini. Kerajaan Ubud berjaya di Bali pada abad ke-17 dan sejak itulah Puri Saren Agung dibangun.

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE 16


Sudah kali kedua ke Ubud dan beberapa kali melewati bangunan cantik di ujung jalan ini, aku baru sadar kalau itu adalah Istana Ubud yang kini jadi museum dan pusat kesenian di Ubud.

Bangunan Puri Saren Agung sarat cerita sejarah zaman Bali kuno, terlihat dari ukiran-ukiran otentik di bagian dinding. Bentuk asli puri ini dipertahankan dan kini menjadi lokasi pertunjukan kesenian Bali. Ada penampilan tari-tarian seperti tari barong, tari legong, dan Ramayana ballet.

Sejak pandemi, Puri Saren Agung terasa tak bernyawa. Museumnya ditutup. Hanya alat-alat keseniannya saja yang terlihat di beberapa sudut terbuka. Entah kapan pertunjukan akan diadakan lagi. Aku cuma bisa mengagumi bangunannya, tidak dapat menikmati pertunjukannya.

8. Pura Taman Saraswati

Lagi-lagi ini kali kedua aku ke Pura Taman Saraswati yang terkenal sekali di Ubud. Aku menyukai area pura ini karena ada kolam teratai yang kalau mekar jadi cantik sekali di hadapan candi bentar. Lokasinya di pusat pertokoan dan jalan utama, jadi gampang ditemukan. Namun, kondisinya kali ini agak menyedihkan. Selama pandemi, perawatannya pun sepertinya tidak maksimal. Pengunjung tidak dapat melintasi area kolam teratai karena ditutup. Sepertinya pura ini belum sepenuhnya dibuka untuk umum.

Rekomendasi Wisata di Ubud dan Bedugul yang Menerapkan Protokol CHSE

Begitulah kondisi Ubud dan Bedugul akhir tahun 2020. Tapi aku percaya, semuanya sedang mencoba untuk bangkit. Sangat mudah sepertinya protokol CHSE diberlakukan di Bali karena mereka sadar sekali dampak pandemi bagi pertumbuhan ekonomi khususnya UMKM. Semua bergantung pada sektor pariwisata. 

Kini tempat wisata sudah mulai dibuka satu per satu dan pasar-pasar tradisional sudah mulai terisi khusus untuk wisatawan lokal. Tadinya Bali akan kembali dibuka untuk internasional, tetapi kebijakan pemerintah Bali mendadak memperketat kembali gerbangnya. Semoga saja tahun 2021, Bali kembali ramai ya. Begitu juga dengan pusat-pusat wisata di tempat lain.



Read More

Share Tweet Pin It +1

24 Comments

In Story Land

Agar Pariwisata dan UMKM Kita Bangkit Lagi, Ini Solusi Dayamaya

Beberapa waktu lalu, aku terbang ke Bali. Aku menghabiskan beberapa hari di Ubud, mengitari beberapa tempat yang biasanya ramai. Tapi kini kondisinya berbeda. Jauh berbeda. Pandemi memang berdampak besar bagi wisata dan perekonomian. Aku baru tersadar bahwa orang-orang Bali sangat bergantung pada sektor tersebut, termasuk UMKM-nya. Aku tak melihat adanya gairah saat memasuki Pasar Tradisional Ubud. Begitu juga dengan pasar buah dan bunga di Bedugul. Semua sepi meski pedagang sudah mulai berjualan.

Kalau dipikir-pikir lagi, Bali saja sedemikian sepi dan perekonomiannya lesu, apalagi di daerah-daerah lain, seperti di kawasan 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Apa kabar Natuna? Apa kabar UMKM di Rote? Ah, aku belum bisa membayangkan efek pandemi ini lebih jauh lagi.



Namun, rupanya ada sedikit angin segar dan kabar gembira di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kominfo melancarkan Program Dayamaya yang menggandeng para pelaku Startup e-commerce, komunitas, UMKM digital bersinergi mengembangkan potensi dan solusi untuk kawasan 3T.

Apa saja bentuk programnya? Kebetulan Program Dayamaya ini sudah bekerja sama dengan 3 perusahaan dengan program berbeda.

1. Pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna


Autorin sebagai perusahaan teknologi yang menyediakan jasa online dan offline di bidang pariwisata telah melakukan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna tahun 2019. Sejak pandemi, pelatihan masik berjalan secara daring. Autorin memberikan solusi cermat bagi para pemandu wisata di Natuna untuk tetap kreatif menjalankan usahanya, salah satunya pemandu virtual tour yang memang sedang marak sekarang. Tur virtual ini menjadi platform baru yang dijalankan Autorin. 


2. Digital Assessment di Kabupaten Sabu Raijua dan Sumba Timur

Namanya Cakap. Sebuah platform digital pembelajaran bahasa asing untuk mendukung pengembangan daerah wisata. Program digital assessment ini terstardadisasi CEFR (The Common European Framework of Reference for languages). Selama pandemi program Cakap masih berjalan secara daring. Setiap peserta dapat mengakses pelatihan dalam webinar, ebook, kuis untuk evaluasi, akses video pembelajaran, dan pendampingan oleh fasilitator. Cakap memang concern meningkatkan kualitas SDM melalui bahasa terutama bahasa Inggris.


3. Memberdayakan SDM dengan meningkatkan skill para penjahit di Provinsi NTT

Jahitin Academy melakukan daur ulang limbah kain tenun jadi cushion pillow salah satunya. Sesuai namanya, Jahitin Academy sudah memberdayakan SDM untuk para penjahit di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Khusus untuk pandemi, Jahitin Academy memberikan pelatihan membuat masker sesuai dengan standar kesehatan yang difasilitasi BAKTI dan Kementerian Desa, dan Pemberdayaan Daerah Tertinggal. Hasilnya para penjahit Sumba berhasil mendapat pesanan 5000 masker.

Dari contoh 3 start up di atas, menurutku program ini inspiratif buat membangun kebangkitan ekonomi. Dengan program Dayamaya yang berfokus pada wilayah kategori 3T, memang sekarang saatnya untuk membuatkan program-program strategis untuk mengembangkan UMKM sesuai potensi daerah masing-masing.

Read More

Share Tweet Pin It +1

5 Comments

In Story Land

Rekomendasi Aplikasi Rental Mobil untuk Traveling Akhir Tahun

Kamu pernah kesulitan mencari kendaraan saat bepergian ke luar kota? Kadang kita membutuhkan sewa motor atau mobil, tapi ragu dengan harganya yang beragam. Kalau aku sendiri, sering browsing perbandingan harga penyewaan mobil atau motor di destinasi tujuan. Memang agak repot ya jika menemukan harga yang bersaing.

Namun, kini aku nggak perlu repot-repot lagi browsing penyewaan mobil sampai harus tanya satu-satu ke vendornya untuk harga sewa. Ada aplikasi Trac to Go yang membuat semuanya lebih sederhana. Aku pernah memakai Trac to Go ini saat traveling ke beberapa kota besar. Sudah lama juga nggak pakai aplikasi rental mobil ini sejak pandemi. Barangkali informasi ini akan berguna buat kamu saat melakukan perjalanan lagi akhir tahun ini.

Dapatkan Layanan Rental Mobil Terbaik Melalui ‘Trac To Go’

Tidak bisa dipungkiri bahwa rental mobil kini telah menjadi kebutuhan di banyak kota besar di Indonesia. Tingginya mobilitas menuntut kita untuk selalu siap sedia bepergian ke berbagai tempat. Namun, ketersediaan mobil kerap kali menjadi kendala untuk bepergian ke tempat lain.

Jika kamu mengalami hal ini, sewa mobil bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan kita yang akan bepergian ke tempat lain. Namun, menemukan tempat rental mobil yang memiliki standar tinggi dengan layanan terbaik juga harus menjadi prioritas.



Ingin menyediakan semua kebutuhan customer, Astra Group hadir dengan Trac yang merupakan sebuah perusahaan rental mobil terpercaya untuk memenuhi kebutuhan kita. Berikut ini adalah layanan terbaik yang akan kamu dapatkan dari Trac di berbagai kota di Indonesia.

Ketersediaan Armada Lengkap

Trac memiliki armada yang sangat lengkap. Ketersediaan armada yang lengkap memungkinkan kita untuk mendapatkan jenis mobil dan tipe mobil sesuai dengan kebutuhan. Kamu bisa langsung meminta kepada pihak Trac untuk menyediakan mobil dengan ukuran yang kamu inginkan.

Di dalam aplikasi Trac to go, kamu akan menemukan kapasitas mobil yang kamu butuhkan. Dari situ kita bisa memilih armada yang tersedia saat itu. Lengkapnya ketersediaan mobil dijamin tidak akan mengecewakan kamu yang membutuhkan mobil dengan cepat untuk berbagai keperluan.

Aplikasi Mudah Digunakan

Hanya dengan men-download aplikasi Trac to go, kamu bisa langsung menggunakan aplikasi tersebut untuk menyewa mobil. Aplikasi yang kini sudah tersedia dalam format mobile dan bisa di-download langsung dari PlayStore dan AppStore ini sangat memudahkan customer yang membutuhkan layanan rental mobil terbaik.

Aplikasi masih terus mendapatkan update secara berkala untuk kelancaran penggunaan dan layanan terbaik bagi para customer. dengan 1 langkah mudah, Anda sudah bisa mendapatkan mobil yang sesuai dengan harapan kita. Dijamin armada yang tersedia mendapatkan perawatan terbaik secara berkala.

Penggunaan aplikasi Trac to go juga sangat simple. GPS akan berguna untuk menentukan lokasimu sehingga tim dari Trac siap untuk menjemput atau mengantarkan mobil yang kamu sewa. Ketersediaan armada akan dilihat dari showroom Trac terdekat dari lokasimu.

Trac kini sudah tersedia di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kamu bisa menggunakan Trac to go dari mana pun kamu membutuhkannya. Prosesnya yang cepat dan layanan terbaik membuat Trac to go kini semakin banyak digunakan untuk melakukan proses rental mobil dengan berbagai jenis.



Sistem Pembayaran Fleksibel

Pada aplikasi Trac to go, customer bisa memilih sendiri sistem pembayaran yang diinginkan. Tersedia banyak sistem pembayaran mulai dari sistem transfer langsung ke nomor rekening yang tersedia hingga sistem pembayaran dengan menggunakan credit card. SIstem pembayaran bisa Anda pilih setelah Anda melakukan pengisian form rental mobil.

Aplikasi Trac to go terbaru juga menyediakan interface yang user friendly sehingga Anda tidak akan kesulitan untuk menggunakan aplikasi ini. Berikut ini merupakan cara menggunakan aplikasi Trac to go yang harus kamu ketahui:

  • Isi data diri

Setelah menginstal aplikasi, kamu bisa langsung mengisi data diri dengan lengkap. Data diri sebaiknya diisi dengan sebenar-benarnya karena data tersebut nantinya akan digunakan untuk proses verifikasi peminjaman mobil.

  • Isi data kebutuhan rental

Selanjutnya kamu juga harus mengisi data kebutuhan peminjaman mobil yang akan kamu lakukan. Ada kolom tanggal peminjaman, durasi, dan juga jenis mobil apa yang kamu butuhkan. Pada halaman tersebut kamu bisa melihat lokasi Trac yang terdekat dari lokasi kamu saat itu.

  • Check out ke proses pembayaran

Setelah melakukan pengisian dengan lengkap, kamu akan mendapatkan form konfirmasi dan pembayaran yang harus kamu lakukan. Sistem pembayaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

  • Tunggu armada diantarkan

Bila proses telah terkonfirmasi, kamu hanya perlu menunggu mobil dikirimkan ke lokasimu. Namun, bila kamu juga bisa mengambil armada ke kantor Trac terdekat.

Layanan terbaik menjadi salah satu prioritas untuk semua customer. Jika kamu membutuhkan rental mobil terpercaya, Trac to go selalu siap membantu, kapan pun di mana pun.




Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In Journey Land

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi

Banyuwangi, Jawa Timur, sudah ada di wishlist-ku sejak lama. Sebelum ini ada beberapa rencana untuk menjelajah daerah di ujung timur Pulau Jawa itu, entah dengan roadtrip dari Jakarta sekalian mencoba tol baru, entah dengan kereta, bahkan ada ajakan teman untuk menemaninya naik sleeper bus yang katanya nyaman. Namun, rencana-rencana itu menguap seiring dengan masuknya pandemi. Semua harapanku untuk piknik bahkan jarak dekat pun pupus.

Namun, setelah 7 bulan di rumah, kesempatan untuk menjelajah Banyuwangi akhirnya datang. Aku sudah sangat iri membaca blog teman-teman yang mendaki Kawah Ijen dan bersenang-senang di Baluran, atau foto cantik di De Djawatan Benculuk. Siapa sangka, Banyuwangi memanggilku dan trip #TransmateJourney Banyuwangi ini tersampaikan menjelang akhir tahun 2020.

Aku mau berbagi cerita seru tentang perjalananku di Banyuwangi. Aku ingin memulainya dengan trasnportasi, sebuah penghubung krusial yang menghubungkan Jakarta dengan Banyuwangi. Kalau kamu mengunjungi Banyuwangi, aku sarankan kamu untuk memilih jalur berangkat dan pulang yang berbeda karena setiap jengkal perjalanan kita selama menjelajah Banyuwangi adalah sebuah cerita. Apalagi dengan kondisi pandemi seperti ini, kisah perjalanan bermasker pun dimulai.
Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi- jurnaland.com
Savana Bekol Taman Nasional Baluran

Berangkat ke Banyuwangi

Kereta Api Argo Bromo Anggrek Eksekutif (Stasiun Gambir - Stasiun Pasar Turi)

Melangkah ke Banyuwangi adalah sebuah perjalanan panjang. Aku memilih kereta api agar perjalanan lebih nyaman mengingat kita harus memperhatikan protokol kesehatan. Kapasitas penumpang kereta api dikurangi agar bisa menerapkan seat distancing. Aku bisa duduk di kereta dengan leluasa karena bangku sebelah kosong. Senang deh, semua penumpang berjarak begini. Perjalanan ini memang terasa sangat berbeda. PT KAI sudah menyiapkan fasilitas angkutan publik demi mencegah penularan Covid-19.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi - jurnaland.com
Stasiun Gambir

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Magic hour di Stasiun Pasar Turi Surabaya

Kereta Api Argo Bromo Anggrek

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Pastikan face shield dipakai ya.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Protokol Kesehatan di Stasiun Gambir
Sadarkah kamu, ketika kita di rumah aja beberapa bulan ini, ada orang yang harus tetap bekerja, seperti penjaja makanan, petugas ekspedisi, media, pewarta, petugas kebersihan, dan khususnya agen transportasi. Dunia boleh terputus, tapi para pelaku yang kusebutkan tadi adalah agen terdepan di tengah pandemi. Karena itu, aku rasa sekarang saatnya kita ikut menghubungkan kembali dunia yang terputus itu.

Aku berangkat naik kereta api Argo Bromo Anggrek kelas Eksekutif dari Stasiun Gambir. Harga tiketnya Rp450.000 per Oktober 2020. Kamu bisa pesan tiket kereta api di aplikasi KAI Access atau di web KAI. Seperti halnya bepergian dengan pesawat, naik kereta api jarak jauh pun harus membawa surat keterangan sehat, hasil rapid test, atau PCR test. Ada loket untuk rapid test dengan harga Rp85.000 khusus penumpang kereta api. Kita tinggal menunjukkan tiket dan hanya dibuka pukul 07.00-19.00. Kebijakan tiap stasiun berbeda karena tidak semua stasiun menyediakan posko rapid test. Jika ingin rapid test murah di stasiun, aku sarankan datang sehari sebelum berangkat ya, untuk mengantisipasi antrean yang panjang.

Saat check in dan pengecekan dokumen kesehatan, petugas KAI membagikan face shield sebagai tambahan keamanan. Pastikan face shield ini kamu gunakan selama berada di gerbong kereta. Aku masih melihat beberapa penumpang melepas face shield bahkan tidak membuka bungkusnya sama sekali. Mari sama-sama kita jaga protokol kesehatan saat berada di dalam kereta api. Apalagi perjalanan dari Jakarta ke Surabaya menghabiskan waktu 9 jam naik KA Argo Bromo Anggrek. Bukan waktu yang singkat, lho.

Kereta Api Wijayakusuma Eksekutif (Stasiun Surabaya Gubeng - Stasiun Banyuwangi Kota)

Aku sengaja naik kereta dari Stasiun Gambir pukul 08.15 agar sampai di Surabaya menjelang magrib, pukul 17.15. Aku masih bisa makan malam di sekitar Stasiun Pasar Turi sebelum pindah stasiun ke Stasiun Surabaya Gubeng karena waktu transitnya lumayan lama, hampir 7 jam. Jadwal kereta api Wijayakusuma dari Stasiun Surabaya Gubeng itu pukul 00.25 dan sampai di Stasiun Banyuwangi Kota pukul 06.39. Percayalah, kini jadwal kereta api serba tepat waktu. Ketepatan waktunya lebih baik daripada beberapa maskapai pesawat yang sering delay.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Transit di Surabaya Gubeng

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Kereta Api Wijayakusuma Eksekutif

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Pagi di Stasiun Banyuwangi Kota

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Protokol kesehatan di Stasiun Gubeng


Memilih jadwal kereta ke Banyuwangi ini sungguh tricky. Kamu harus benar-benar cek jadwal kedatangan di Surabaya dan jadwal keberangkatan ke Banyuwangi. Jadi bisa dilihat rentang waktu transitnya karena tidak ada jadwal yang sinkron dan waktu transit yang sebentar. Seperti kasusku, ada beberapa pilihan jadwal kereta Surabaya-Banyuwangi. Namun, karena aku mencari kereta eksekutif dan perjalanan malam, jadwalnya cuma pukul 00.25 dan perjalanannya memakan waktu 6 jam, jadi aku memilih KA Wijayakusuma Eksekutif dengan harga tiket Rp190.000. Apalagi saat pandemi, armada kereta yang bolak-balik Surabaya-Banyuwangi dikurangi. Cek-ricek lagi ya, untuk info jadwal kereta ke Banyuwangi.

Tips transit panjang dalam perjalanan selama era pandemi:
  • Ganti masker
  • Bebersih, ganti pakaian (mandi jika memungkinkan)
  • Semprot pakaian dengan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus yang siapa tahu menempel di pakaian
  • Bersihkan face shield dengan tisu basah dan semprot disinfektan juga (walaupun saat check in di Gubeng, kita dapat face shield yang baru)
  • Minum air putih cukup
  • Minum suplemen
  • Selalu pakai baju lengan panjang (aturan dari KAI)
  • Hindari kerumunan dan tetap jaga jarak
Transit di Stasiun Surabaya Gubeng cukup nyaman. Tak jauh beda dengan Stasiun Pasar Turi, toiletnya jauh lebih bersih dan musala juga disediakan tanpa karpet. Kita bisa menunggu di bangku-bangku yang sudah disediakan di dalam stasiun. Semuanya seat distancing, kok. Jadi jangan khawatir. Siapkan saja unduhan streaming film atau drama Korea untuk menemani kita selama waktu transit.

Keliling Banyuwangi GRATIS

DAMRI

Nggak sia-sia perjalanan panjang dari Jakarta ke Banyuwangi dan transit di Surabaya. Begitu sampai di Banyuwangi, aku menemukan banner angkutan DAMRI dengan beberapa rute tempat-tempat wisata. Ini yang kucari. Dan, yang paling membuat mata berbinar-binar adalah kata 'GRATIS' di banner itu. Aku langsung unduh DAMRI Apps dan melihat rute yang disediakan. Wow, ada 4 rute yang kebetulan rute yang sejalur dengan itinerary-ku selama 4 hari di Banyuwangi. Ini, sih, aku setiap hari bisa naik DAMRI aja.

Fasilitas DAMRI gratis ini merupakan bagian dari program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang disiapkan oleh Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Banyuwangi, dan DAMRI. Aku bahagia ketika melihat rute-rutenya, bisa menjangkau kawasan wisata Banyuwangi bagian utara, tengah, dan selatan. Titik keberangkatan semua rute ada di alun-alun Banyuwangi, Taman Sritanjung. Namun, bagi kita yang traveler, DAMRI juga melewati stasiun, terminal, dan bandara. Tinggal kita sesuaikan dengan jawal di tiap-tiap titik. 

Jadi, sepertiku, yang kebetulan turun di Stasiun Banyuwangi Kota, aku bisa langsung menemukan DAMRI di stasiun dan bisa langsung berangkat ke destinasi tujuan pertama. Aku naik DAMRI rute Taman Nasional Baluran pada hari pertama yang berhenti di Pantai Watudodol, tempat menyeberang ke Pulau Tabuhan. Setelah itu, aku bisa snorkeling di penangkaran hiu Pantai Bangsring (keseruannya aku tulis di blog post terpisah ya).

Dengan naik DAMRI yang sudah ada di Stasiun Banyuwangi Kota, aku tidak perlu lagi bingung mencari penyewaan motor atau mobil untuk keliling Banyuwangi. Kalau ada pilihan angkutan yang langsung ke lokasi tujuan  dan praktis begini, kenapa harus mengeluarkan budget banyak. Bandara, terminal bus, dan stasiun kereta sudah terkoneksi dan terintegrasi di Banyuwangi.

Buat yang penasaran rute DAMRI ini ke mana aja? Aku tulis detailnya di bawah ya.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Ada DAMRI di TN Baluran

Rute DAMRI Gratis di Banyuwangi
  • Taman Sritanjung - Taman Nasional Baluran
Rute: Taman Sritanjung - Pantai Watudodol - Pantai Bangsring - TN Baluran
Armada: Bus
Jadwal: 
Start dari Taman Sritanjung pukul 06.00, 10.00, 14.00
Start dari TN Baluran pukul 08.00, 12.00, 16.00 
  • Taman Sritanjung - Taman Nasional Alas Purwo
Rute: Taman Sritanjung - Terminal Terpadu Wisata - Bandara Banyuwangi - Terminal Muncar - TN Alas Purwo
Armada: Hiace
Jadwal: 
Start dari Taman Sritanjung pukul 07.00, 13.00
Start dari TN Alas Purwo pukul 10.00, 16.00
  • Taman Sritanjung - Kawah Ijen
Rute: Taman Sritanjung - Terminal Brawijaya - Stasiun Banyuwangi Kota, Kawah Ijen
Armada: Hiace
Jadwal: 
Start dari Taman Sritanjung pukul 08.00, 13.00, 18.00
Start dari Kawah Ijen pukul 10.30, 15.30, 20.30
  • Taman Sritanjung - Pulau Merah
Rute: Taman Sritanjung - Terminal Terpadu Wisata -Bandara Banyuwangi - Djawatan Benculuk - Kampung Primitif - Pulau Merah
Armada: Bus
Jadwal: 
Start dari Taman Sritanjung pukul 06.00, 12.00
Start dari Pulau Merah pukul 09.00, 16.00

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
DAMRI setia menunggu kita kalau ingin turun buat foto-foto sebentar.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Tuh, kan, banner Gratis-nya menggiurkan.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
DAMRI masuk TN Alas Purwo


Karena sebelumnya banyak yang bertanya padaku tentang DAMRI gratis ini di DM dan komen Instagram, aku mau klarifikasi di sini. Jadi yang gratis itu ongkos angkutan DAMRI saja ya. Untuk tiket masuk tempat wisata dan konsumsi ditanggung sendiri. DAMRI sifatnya hanya sebagai angkutan kita ke tempat tujuan, ya seperti naik bus lainnya. Bedanya, setiap mau naik DAMRI baik berangkat maupun pulang, jangan lupa pesan lewat DAMRI Apps ya untuk meminimalisir kontak fisik dengan orang lain.

Angkutan DAMRI ini sudah menerapkan protokol kesehatan. Semua unit armadanya rutin disemprot disinfektan. Bangkunya seat distancing. Sopirnya menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan. Di dalam mobil pun tersedia hand sanitizer.

Rupanya Banyuwangi telah menerapkan protokol kesehatan seperti ini untuk semua aspek publik. Tempat-tempat wisatanya pun merupakan kawasan wajib mengenakan masker. Di pintu masuk selalu ada wastafel untuk cuci tangan. Tempat-tempat makan, termasuk warung kecil sekalipun juga menyediakan tempat cuci tangan. Sebegitu disiplinnya mereka menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Menyeberang ke Gilimanuk, Bali

Kapal Ferry (Pelabuhan Ketapang - Pelabuhan Gilimanuk)

Sudah sejak dulu orang-orang familiar dengan Pelabuhan Ketapang karena Banyuwangi memang gerbang penyeberangan menuju Pulau Bali. Melihat kapal-kapal datang dan pergi meninggalkan dermaga Pelabuhan Ketapang, aku tergoda untuk menyeberang sebentar. Waktu tempuhnya cuma 45 menit. Sampai di Gilimanuk, aku bisa berkeliling Taman Nasional Bali Barat dan mencoba ayam betutu khas Gilimanuk yang terkenal enak.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Kapal dari Gilimanuk mau merapat.

Seperti angkutan luar kota lainnya, protokol kesehatan juga diterapkan petugas ASDP sebelum naik kapal. Pembelian tiket dalam pelabuhan ditiadakan. Jadi yang mau menyeberang ke Gilimanuk, dapat membeli tiket secara online di www.indonesiaferry.co.id.

Harga tiket kapal ferry Ketapang-Gilimanuk
Penumpang dewasa Rp 8.500
Penumpang anak-anak Rp2.200

Penumpang dengan kendaraan
Sepeda: Rp 9.000
Sepeda motor: Rp27.000 - Rp39.000
Mobil sedan: Rp185.500

Namun, ada aturan yang sedikit membingungkan. Pelabuhan Ketapang sendiri tidak mewajibkan membawa hasil rapid test/PCR test. Namun, pemerintah Bali masih menerapkan pemeriksaan itu. Jadi, bagi yang ingin menyeberang di pelabuhan ini, tetap bawa surat rapid test/PCR test. Lagipula itu demi keamanan kita dalam bepergian, kok.

Kembali ke Jakarta

Pesawat Garuda Indonesia Explore Jet Bombardier (direct flight Bandara Banyuwangi - Bandara Internasional Soekarno-Hatta)

Pulang dari Banyuwangi, aku memilih jalur yang berbeda. Berangkat dengan kereta api, pulangnya dengan pesawat. Ini membuktikan bahwa Banyuwangi terkoneksi dengan berbagai jalur transportasi. Banyuwangi semakin terbuka untuk dikunjungi, apalagi status bandaranya adalah bandara internasional. Selama pandemi, penerbangan internasional ditiadakan sementara. Tapi tenang, untuk penerbangan dalam negeri masih ada kok.

Begitu sampai di Bandara Banyuwangi, aku langsung terkesima dengan konsep berbeda yang diusung bandara ini. Biasanya bandara identik dengan pintu kaca otomatis, AC yang terasa dingin, konsep interiornya modern dan futuristik. Namun, tidak bagi Bandara Banyuwangi. Ini adalah bandara pertama yang mengusung konsep green airport.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Takut telat.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Bandara terasri yang pernah aku lihat.
Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Kayu ulin di ruang tunggu Bandara Banyuwangi


Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Cuci tangan dulu ya sebelum validasi dokumen kesehatan.

Ada 2 puncak segitiga di bagian atap yang terinspirasi dari udeng Banyuwangi, ikat kepala laki-laki khas Banyuwangi. Atap berbentuk udeng itu dikelillingi rumput hijau yang sepenuhnya memenuhi sisi atap. Lalu terlihat pula tanaman lee kwan yew menjuntai yang membuat suasana sejuk di bagian teras bandara. Aku paling senang duduk di pinggir kolam ikan sebelum masuk ruang tunggu. Areanya open space dengan sunroof di atap untuk penerangan lebih baik pada siang hari. Ruangan dipenuhi kayu ulin yang memberikan nuansa asri. Kayu ulin ini yang sebagian besar memafaatkan bahan pembuat badan kapal yang tak terpakai lagi. Ventilasi besar dan kipas angin di langit-langit memberikan sirkulasi udara yang baik. Ternyata ada ya, bandara yang ramah lingkungan dan hemat energi begini. Ini bandara non-AC pertama yang aku datangi.

Jika kamu ingin bepergian naik pesawat, ini beberapa hal yang harus kamu perhatikan.
  • Tunjukkan hasil rapid test/PCR test di pos pemeriksaan
  • Unduh aplikasi eHAC (Indonesia Health Alert Card) resmi dari Kementerian Kesehatan, isi formulir kesehatannya pengganti kertas kuning yang biasanya dibagikan di pesawat. Kali ini QR Code yang didapat setelah mengisi form tinggal di-scan di bandara kedatangan
  • Wajib memakai masker
  • Tidak semua maskapai menerapkan seat distancing, jadi sesuaikan dengan budget perjalananmu
  • Maskapai yang tidak menerapkan seat distancing biasanya membagikan face shield saat naik pesawat
  • Ada maskapai yang memberikan fasilitas rapid test gratis
  • Datang ke bandara lebih awal
Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Open space ini jadi favoritku.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Duduknya sendiri-sendiri.

Aku naik pesawat Garuda Indonesia jenis Explore Jet Bombardier. Aku beli tiket beberapa hari sebelum berangkat ke Banyuwangi dengan harga Rp904.900 (Oktober 2020). Karena ini jenis pesawat kecil yang bangkunya 2-2, aku leluasa duduk sendirian karena seat distancing. Duduk di window seat selalu jadi favoritku. Dan, kini nggak perlu permisi ke orang sebelah untuk lewat dan berjalan ke toilet. Seat distancing ada untungnya juga ya. 

Dengar-dengar, Garuda sudah melepas pesawat Explore Jet Bombardier ini per November 2020. Itu artinya ini perpisahanku dengan pesawat GA Explore Jet Bombardier. Rasanya berat meninggalkan Banyuwangi. Tapi, nanti aku akan kembali ke sana.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
Terharu, petugas bandara dadah-dadah ke pesawat yang akan lepas landas.

Kupas Tuntas Transportasi Selama Jelajah Banyuwangi
View favoritku dari jendela pesawat.

Penerbangan langsung dari Banyuwangi ke Jakarta memakan waktu lebih kurang 2 jam. Kalau bisa ambil penerbangan pagi atau siang ya agar bisa melihat pemandangan cantik Jawa Timur lewat jendela pesawat. Untuk cerita tempat-tempat yang aku kunjungi selama di Banyuwangi, aku akan tulis di blog post terpisah ya.


Foto-foto di artikel ini adalah hasil kolaborasi perjalanan #TransmateJourney Banyuwangi ku bersama Salman Faris.

Read More

Share Tweet Pin It +1

41 Comments