In Journey Land Story Land

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya

Kunjunganku ke Kota Surabaya kali ini punya banyak sekali pesan moral. Aku tak sekadar berkunjung, tapi bertemu dengan para guru hebat dari berbagai daerah di Indonesia. Iya, kali ini aku ke Surabaya dalam rangka Persamuhan Nasional Pendidik Pancasila yang diadakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Ini semacam reuni dengan teman-teman Blogger yang hadir di Persamuhan Nasional para penggiat kampung di Anyer lalu (ceritanya ada di sini) Eits, lalu ini perkumpulan guru se-nasional, ya. Aku diminta datang lagi. Rupanya Blogger itu multiprofesi. Kami bisa menyublim ke profesi apa saja. Hehehe

Aku belum beralih profesi jadi guru kok. Aku hanya terinspirasi dengan para guru yang pasti punya segudang cerita tentang lika-likunya menjadi pendidik dan beragamnya tingkah polah para siswa. Wah, aku merasa berada di 2 persimpangan, apakah harus menempatkan diri sebagai siswa atau sebagai guru? Karena rupanya banyak sekali yang belum aku tahu tentang makna Pancasila seperti yang dipertanyakan banyak siswa. Tetapi apakah sebagai pendidik kita bisa memberikan penanaman nilai-nilai itu kalau fenomena Pancasila saja seakan tak digubris. Mari, aku tidak sabar ingin cerita tentang pendidik Pancasila ini.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 2

Kamu masih ingat tentang pelajaran PPKn atau Kewarganegaraan zaman sekolah? Ada macam-macam namanya ya. Pada masa ku sekolah, ya aku sempat punya mata pelajaran untuk pembinaan budi pekerti Pancasila. Kalau diingat, dulu aku belajar PPKn ini setengah hati tapi tetap dapat nilai tinggi. Iyalah, pelajarannya terasa ringan, tentang kehidupan sehari-hari, tentang adab apa yang mesti dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Dan, tadaaaa... Nilai A atau nilai 9 sudah di tangan selama nggak ada catatan hitam perilaku buruk di sekolah.

Nah, ternyata aku baru menyadari 1 hal tentang pelajaran budi pekerti ini, yaitu pelajaran tentang nilai-nilai Pancasila juga harus diselaraskan dengan pelajaran Sejarah dan Agama. Okelah untuk pelajaran Agama masih nyambung. Lalu bagaimana dengan Sejarah? Iya, saat di Surabaya, acara Persamuhan Pendidik Pancasila ini didominasi oleh para guru Sejarah perwakilan 34 provinsi. Kebetulan juga, aku sekamar dengan salah satu guru Sejarah dari Kalimantan Timur. Jadi beliau bercerita bahwa penting sekali pemahaman sejarah bagi anak-anak muda karena dari sanalah moral Pancasila terbentuk. Kalau nggak tahu sejarah, tahu apa kita soal Pancasila? Ada spirit yang terkandung dari cerita sejarah yang selaras dengan pembentukan Pancasila. Begitu inti pembicaraanku dengan guru sejarah di kamarku selama beberapa malam kami bersama. Well, obrolan malamku dengan beliau sangat berisi ya.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 3

Aku jadi ingat kata JJ Rizal, seorang sejarawan yang jadi pemateri di event ini. "Pancasila itu multitafsir. Bung Karno yang merangkumnya jadi satu," tegasnya saat obrolan makan siang di mejaku. Itu artinya bahwa Pancasila itu sudah ada jauh sebelum dirangkum tahun 1945. Itu artinya pula, kita perlu belajar sejarah agar tahu bahwa cerita kepahlawanan, perang, kerajaan itu adalah bagian dari perjalanan Nusantara membangun karakternya. Makin menarik ya topik Pancasila ini.

Amalan Pancasila sebenarnya sudah ada di nadi bangsa, tetapi sulit sekali untuk benar-benar meyakini dan melakukan. Ya, seperti nilai PPKn-ku yang cukup tinggi di sekolah, tidak berbanding lurus dengan nilai mata pelajaran Sejarah. Kenapa? Karena amalan itu ada di PPKn tetapi pemahaman terhadap nilai-nilainya ada di Sejarah. Benar juga ya kata orang, bahwa sejarah itu berguna untuk membangun bangsa. Mau jadi apa kita hari ini dan besok kalau tidak bisa belajar dari masa lalu.

Keragaman Budaya dalam Satu Persamuhan Pancasila

Serupa dengan keragaman yang dihadirkan oleh Anyer saat persamuhan nasional lalu, di Surabaya juga menghadirkan keragaman yang serupa. Sebagai wujud Pancasila, keragaman ini menjadi harmoni 5 dasar Pancasila. Pada hari pertama, semua peserta diminta untuk memakai pakaian adat masing-masing. Kali ini, aku siap dengan atasan kebaya modern dan bawahan kain batik. Bukan ciri khas Minang memang yang sarat dengan songketnya. Tapi, yang penting ciri ini adalah Indonesia.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 4

Dan, uniknya, sekumpulan blogger se-nasional yang hadir mewakili kotanya masing-masing juga mengenakan pakaian tradisional yang beragam. Ini tentu saja di luar komunitas guru yang juga memiliki semangat yang sama mengenakan pakaian adat masing-masing. Aku bahagia melihat hampir semua peserta sadar dengan kekayaan identitas bangsa. Aku melihat berbagai wastra Nusantara dikenakan. Ini sih parade kain tradisional ya. Senang sekali.

Semua peserta yang mengenakan pakaian tradisional ini dimobilisasi ke Pandaan, Pasuruan. Rupanya di sini aku bisa menikmati ragam kesenian daerah yang menggetarkan jiwa. Ada penampilan duo pemusik yang mahir memainkan sasando dan sape. Iya, dua alat musik berbeda negeri. Yang satu dari Nusa Tenggara Timur, yang satu dari Kalimantan Timur. Apa jadinya saat kedua alat musik itu dimainkan bersama? Aku sudah pernah bilang belum, ya, bahwa aku jatuh cinta dengan negeri timur Indonesia. Nah, itu dia. Sasando dan sape ini mengingatkanku pada rasa cinta itu.
Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 5

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 6

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 7

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 8

Selanjutnya ada penampilan Tari Remo dari Surabaya, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Anire dari Papua. Semua penampilan itu meriah. Wah, mulai terasa Nusantaranya. Mulai terasa pula nilai Pancasila-nya, bukan?

Renungan Nilai Pancasila dari Jawa Timur

Di sela-sela acara, aku menyempatkan diri mengunjungi beberapa tempat di Pandaan dan Surabaya. Tidak jauh dari lokasi suka ria ragam budaya yang ditampilkan dari berbagai daerah yang dibawa oleh guru kesenian, aku mengunjungi Masjid Cheng Ho. Aku melihat implementasi nilai-nilai Pancasila yang berwujud. Salah satunya ya Masjid Cheng Ho ini. Arsitektur yang mengambil unsur arsitektur Jawa dan Cina terlihat jelas di bangunan masjid ini. Unsur warna merah yang dominan terlihat mencolok. Di luar kabar tentang Laksamana Cheng Ho yang menjadi mualaf masih desas-desus, namanya diabadikan menjadi nama masjid ini sungguh berarti. Bagaimana pun juga Laksamana Cheng Ho adalah traveler asal Tiongkok yang mengarungi belahan dunia dengan kapalnya dan mampir ke Pulau Jawa. Namanya juga disebut-sebut sebagai tokoh yang berjasa dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa dan membentuk komunitas besar di luar Jawa. Karena itulah, namanya diabadikan sebagai nama masjid yang punya bentuk atap bertingkat mirip pagoda.

Aku suka dengan tatanan masjid yang punya pelataran luas di depannya. Berdirinya Masjid Cheng Ho di Pandaan ini membuktikan bahwa adanya akulturasi 2 kebudayaan. Tentu saja akulturasi itu menyeimbangkan tatanan hidup masyarakat di sekitarnya pula. Kalau bicara Pancasila, tatanan hidup yang harmonis seperti inilah yang dimaksud Pancasila. Tidak mengganggu, tidak menuding, tidak pula saling bertolak belakang.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 9

Pada lain hari, aku berjalan kaki di kawasan Putat Jaya, Surabaya. Aku diajak melihat-lihat produk-produk ekonomi kreatif yang tumbuh di sana setelah lokalisasi besar-besaran kawasan prostitusi Gang Dolly beberapa tahun lalu. Banyak sekali masyarakat yang terdampak dari lokalisasi itu. Karena itu, para penggiat kampung mulai bangkit membantu para warga sekitar untuk mengembangkan diri. Ada yang membuka garmen, pangkas rambut, toko kecil-kecilan, setra batik, membangun KUKM bersama. Salah satunya Dolly Saiki Point.

Aku juga berkunjung ke pesantren yang berada di jalur merah Gang Dolly. Rupanya pesantren ini berdiri di sebelah wisma-wisma pusat prostitusi pada masanya. Ya, namanya juga kehidupan. Yang positif dan negatif selalu tumbuh berdampingan. Masih ada wisma yang aktif rupanya meski tidak terbuka seperti dulu.

Yang bikin aku takjub adalah Gang Dolly dan kawasan Putat Jaya berproses menjadi sentra batik. Melihat bagaimana masa lalu di Gang Dolly, tentu tidak membuat kawasan ini serta merta redup. Kreativitas menjadi sumber kehidupannya. Butuh para penggiat yang bisa fokus membangun ekonomi kampung itu tumbuh kembali. Kepedulian ini yang menjadi nilai tambahnya. Kali ini tentu sumbernya bukan lagi dari prostitusi.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 10

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 11

Aku jadi ingat Pak Sudjiwo Tedjo menjelaskan dengan sederhana makna Pancasila lebih lanjut. Di forum persamuhan, ia pernah bilang, "Puncak tertinggi Pancasila adalah tidak mengganggu orang lain." Nah, ini barangkali yang dimaksud dengan akulturasi dan hidup dengan ragam budaya. Mengunjungi Masjid Cheng Ho membuatku merenung bahwa arti Pancasila itu sangat luas. Untuk itu, nggak perlu muluk-muluk, cukup dengan prilaku tidak saling ganggu.

Begitu pula saat aku mengunjungi KUKM di Putat Jaya, aku menyadari bahwa masyarakat di sana sedang bangkit kembali, berkreasi, membangun kepercayaan diri dan image kampung itu dengan wajah baru. Belajar dari sejarah, bukan? Aku rasa nilai-nilai Pancasila itu sedang membumi.

Bu Risma sebagai Walikota Surabaya yang sempat hadir di persamuhan mengatakan bahwa menumbuhkan Pancasila itu sama dengan menumbuhkan rasa cinta kepada sesama. Beliau membuat area publik untuk dinikmati warga Surabaya karena ia mencintai warganya. Beliau memberikan apa yang warganya butuhkan. Taman bukan sekadar taman, tapi tempat rekreasi.

Ada Cerita tentang Pancasila dan Keragaman di Surabaya 12

Bahkan Bu Risma berpesan untuk mengajarkan generasi muda untuk mencintai tanah air. Jika anak mencinta negara, dia tidak akan menyakiti negaranya. Itulah prinsip Bu Risma, Pancasila itu tumbuh karena cinta.

Aku terbuai dengan lirik yang ditulis oleh Raden Kartono (Kakak RA Kartini) yang dinyanyikan oleh Sujiwo Tejo.

Sudih tanpo bondo
Digdoyo tanpo aji
Trimah mawi pasrah
Sepi pamrih tebih ajrih
Langgeng tanpo susah, tanpo seneng
Antheng mantheng
Sugeng jeneng

Ah, meski aku nggak pandai bahasa Jawa, tapi makna lirik ini dalam sekali. Ada nilai tentang keihklasan dari lirik itu. Itu juga pucuk Pancasila, bukan? Sederhana sekali tapi sulit untuk diamalkan. Karena itulah acara Persamuhan Pendidik Pancasila yang dihadiri ratusan guru menjadi sangat bermakna. Karena itu pula, aku banyak merenung tentang arti Pancasila yang multitafsir itu ketika pulang dari Surabaya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

3 Comments

In Journey Land

3 Museum Unik di Mekah-Madinah yang Harus Dikunjungi Saat Umroh

Ah, umroh. Sampai hari ini, umroh masih berada dalam daftar tunggu perjalananku. Aku sudah mendaftar untuk keberangkatan umroh, tapi belum tahu kapan bisa berangkat. Doakan rezeki itu segera datang, ya, teman-teman.

Biar doa itu semakin diijabah, aku ingin cerita tentang beberapa lokasi yang penting untuk dikunjungi saat kita umroh. Ini juga jadi catatan buatku, jika suatu saat aku dicukupkan untuk berangkat umroh, aku sudah punya beberapa list yang bisa dikunjungi selama perjalanan ibadah. Siapa tahu setelah ini aku semakin didekatkan dengan negeri asal kelahiran Islam itu. Aamiin.

Ada 3 lokasi museum yang aku list untuk dikunjungi saat umroh dan haji. Ini berdasarkan cerita seorang teman yang baru saja pulang dari sana. Aku selalu suka nungguin update teman-teman yang sedang umroh di social media. Serasa beneran berada di sana. Kebetulan ada seorang teman yang perjalanannya sedikit beda. Dia meng-update beberapa tempat yang jarang aku lihat di timeline teman-teman lain yang umroh. Ini temanku yang rajin update social media di Mekah dan Madinah pakai Paket Umroh & Haji XL kali, ya. Sinyalnya oke sepertinya di sana.

Dari info temanku inilah aku jadi tahu bahwa ternyata ada beberapa museum di Mekah dan Madinah, ya. Di sela-sela ibadahnya, temanku ini menyempatkan diri untuk melihat-lihat museum yang seringkali membuatnya merinding dan mengucap syukur. Ini dia museum-museum itu yang sering luput dikunjungi para jamaah umroh dan haji.

1. The Holy Quran Exhibition Madinah

3 Museum Unik di Mekah-Madinah yang Harus Dikunjungi Saat Umroh (2) - source: npr.org
3 museum uni di Mekah-Madinah - source: arabnews.pk
Koleksi Al Quran dari masa ke masa. (Foto diambil dari sini)
Selain untuk tujuan ibadah dan berkunjung ke makam Nabi Muhammad, ada satu tempat yang nggak boleh kita lewatkan, yaitu The Holy Quran Exhibition Madinah. Seorang temanku yang sudah berkunjung ke sana, mengatakan bahwa dia beruntung bisa masuk ke sini karena nggak semua jamaah umroh yang bisa ke sana. Harus reservasi dan hanya pada waktu-waktu tertentu saja museum ini dibuka.

Museum ini memuat sejarah Al Quran dan proses penulisannya. FYI, Al Quran yang asli itu nggak pakai tanda baca sama sekali alias arab gundul. Nah, kita juga bisa melihat sejak kapan Al Quran itu mulai diberikan tanda baca untuk mempermudah umat muslim membaca dan memaknainya.

Selain itu koleksi museum ini juga beragam. Ada berbagai kitab Al Quran yang langka, ada koleksi kaligrafi yang telah menjadi karya seni Islam yang terkenal. Ukuran Al Quran juga beragam, lho. Ada Al Quran raksasa berukuran 143 x 80 cm dengan berat 154 kg. Ada juga kaligrafi bertinta emas yang ditulis tangan oleh Sultan Mahmud II, Kesultanan Usmaniyah. Wow.

Kata temanku, setelah selesai tur museum Al Quran, kita bisa beli Al Quran di sini untuk dihibahkan menjadi koleksi Masjidil Haram. Kalau ada yang ingin punya amal jariyah beribu-ribu kali lipat, memang banyak jamaah dari Indonesia yang beli Al Quran di sini.

Semestinya informasi tentang Museum Al Quran ini bisa di-share lebih luas khususnya untuk calon jamah Indonesia. Sayang sekali kalau umroh dan haji, tapi belum mampir melihat keagungan AL Quran dari masa ke masa. Thanks to Paket Umroh & Haji XL kalau gitu yang kini menyediakan paket data roaming internasional biar kita bisa sharing dan berbagi cerita tentang perjalanan umroh lebih gampang.

2. Exhibition of Two Holy Mosque Architecture

3 Museum Unik di Mekah-Madinah yang harus dikunjungi saat umroh
Salah satu museum wajib kunjung saat umroh. (Foto diambil dari sini)
Museum ini berisi benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Exhibition of Two Holy Mosque Architecture memiliki 7 ruangan. Dimulai dari reception hall, Masjid Al Ahram hall, Ka'bah hall, The Photographic hall, Inscription and Manuscript hall, The Prophet's mosque hall, dan Zam Zam Well hall. Secara keseluruhan, museum ini merupakan perwujudan miniatur 2 masjid yang menjadi pusat ibadah yang melengkapi Rukun Islam semua umat Muslim.

Museum eksibisi ini juga memajang koleksi manuskrip dan ukiran dari perpustakaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, beberapa foto tua, dan barang-barang antik. Di antara koleksi-koleksi itu, yang menjadi pusat perhatian adalah salah satu pilah kayu Ka'bah, tangga kayu, pintu Ka'bah yang usianya bahkan ada yang lebih tua dari tahun hijrah. Berarti masih sangat orisinal dan dijaga sekali. Di sini pula kita dapat melihat perkembangan pembangunan Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Duh, aku menulis tentang ini sambil merinding dan membaca Al Fatihah di dalam hati. Berharap Allah segera mengaminkan doaku untuk melihat langsung kemegahan 2 masjid besar itu.

3. Alamoudi Museum Makkah

3 Museum Unik di Mekah-Madinah yang Harus Dikunjungi Saat Umroh (3)
Belajar kebudayaan Arab ya dari museum ini. (foto diambil dari sini)

Nah, kalau ingin melihat sejarah perkembangan Islam dan budaya negeri Arab, kita bisa berkunjung ke Alamoudi Museum Makkah. Temanku memotret beberapa sisi dan koleksi museum ini. Aku sampai bertanya-tanya, dia pakai paket data apa, ya? Beneran pakai Paket Umroh & Haji XL, ya? Kok, ya bisa aktif sekali berbagi di Instagram tentang museum-museum yang dia kunjungi selama berada di Mekah.

Lokasi museum ini di pinggiran Kota Mekah, katanya sekitar 15 menit naik bus dari Masjidil Haram. Kata temanku, kunjungan ini mendadak karena nggak ada di itinerary perjalanan umrohnya. Bangunan museumnya ini terbilang unik karena temboknya menyerupai tembok bangunan arsitektur Arab zaman dulu. Kita juga bisa melihat wujud 3 dimensi Hajar Aswad.

Ada beberapa properti peradaban budaya Arab masa dulu yang terlihat dari perlengkapan sehari-hari, bentuk rumah, arsitekturnya, bentuk sumur, hingga pernak-pernik rumah lainnya. Model dapur orang Arab zaman dulu beda sekali ya. Bangunannya rata-rata berasal dari bahan pelepah kurma dan tanah. Pakaian tradisional Arab dan peralatan perangnya juga di-display sehingga kita serasa kembali ke suasana Mekah tempo dulu. 

Temanku bilang, isi museum ini sungguh unik dan seru. Beda dengan 2 museum yang aku tulis di atas. Alamoudi lebih berisi sejarah kebudayaan dan tatanan hidup orang Arab Saudi zaman dulu. Wah, aku semakin ingin ke Mekah.

Aku berterima kasih sekali ke cerita-cerita temanku ini selama dia umroh. Ada hal-hal baru tentang sejarah Mekah dan Madinah yang aku temukan. Dia juga kerap mem-posting beberapa gambar cantik selama umrohnya, eh tentu di luar waktu ibadahnya ya. Kata temanku, dia baru bisa posting untuk social media ketika sehari sebelum pulang ke Indonesia.

Suatu hari nanti, ketika aku berangkat umroh, aku sudah menyiapkan beberapa printilan umroh sampai ke paket data luar negeri. Kebetulan banget aku sudah baca mengenai keunggulan Paket Umroh & Haji XL yang bisa kita pakai selama perjalanan umroh, bahkan haji. Paket Umroh & Haji XL ini juga ada pilihannya. Aku sampai cek sedetail ini, ya. Soalnya penasaran juga gimana caranya bisa tetap aktif berkomunikasi selama perjalanan umroh dan haji, terutama dengan keluarga di Indonesia. Paket data roaming biasanya mahal.

Paket Umroh & Haji XL ini tergolong terjangkau harganya. Kita dapat menikmati kemudahan nelepon, SMS, akses internet sepuasnya selama perjalanan umroh dan haji di Arab Saudi. Paket untuk 10 hari cuma Rp199.000 dengan kapasitas internet 3G/4G unlimited. Untuk Paket Umroh & Haji XL 20 hari dikenai harga Rp249.000. Murah sekali, ya. Kalau mau paket komplit untuk menelepon ke Indonesia dan SMS, kita bisa beli Paket Umroh & Haji Xl seharga Rp399.000. Aku senang dengan judul internet unlimited Paket Umroh & Haji XL. Beneran praktis digunakan di mana aja selama perjalanan umroh kita.

Suamiku, Junisatya yang sudah lebih dulu berangkat umroh pernah merasa kesulitan untuk akses internet. Wifi hanya ada di kamar hotel. Sementara itu, kebanyakan dia menghabiskan hari hingga lewat tengah malam untuk beribadah di masjid atau berjalan-jalan keliling Mekah dan Madinah. Aku sulit sekali menghubunginya saat akses internet tidak ada. Telepon jadi susah karena interlokal sungguh mahal, menyedot pulsa. Waktu itu Junsatya hanya menggunakan paket roaming terbatas sehingga tidak leluasa berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia. Padahal katanya ada banyak hal menarik di setiap sudut Kota Mekah dan Madinah yang sangat ingin ia ceritakan padaku. Katanya aku pasti suka terutama tentang budaya Arab.

Andai waktu itu aku sudah tahu tentang Paket Umroh & Haji XL ini, tentu aku langsung merekomendasikannya kepada Junisatya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Story Land

Tips #BisaAja Liburan ala SULTAN, Tetap Hemat Pada Akhir Tahun

Setelah menahan penat karena 2019 ini minim banget tanggal merah pada hari kerja, akhir tahun emang pas banget jadi ajang buat liburan. Sayang banget kalau akhir tahun gini nggak dimanfaatin buat santai sejenak. Apalagi kalau kamu bisa dikasih kesempatan buat liburan ala SULTAN pada akhir tahun, gimana coba nolaknya? Harga yang lain aja naik, ini akhir tahun malah bisa liburan enak. Nih, ada tips liburan ala SULTAN yang tetap bisa bikin kamu hemat pada akhir tahun. Emang bisa? #BisaAja kalau nginepnya di RedDoorz!
Tips Liburan ala Sultan by reddoorz

1. Pilih teman traveling yang tepat


Pastiin kamu memilih teman traveling yang sepemikiran sama kamu, karena sebelum merencanakan banyak hal, memilih teman traveling adalah hal yang sangat penting. Pilihlah teman yang memiliki visi yang sama kayak kamu dan jangan sampai pas liburan kamu malah meributkan hal-hal sepele cuma karena punya keinginan yang berbeda. Haduh, liburan mau seneng-seneng malah bikin spaneng! Jangan lupa juga buat diskusiin sama teman kamu tentang do’s dan don’ts waktu traveling ya. 

2. Pilih jam penerbangan terpagi

Buat kamu yang berniat pergi dengan menggunakan pesawat terbang, disaranin buat pilih penerbangan yang paling pagi alias early flight. Penerbangan pagi hari mungkin nggak banyak diminati karena insecure bakal ketinggalan pesawat. Tapi kalau peak season, memilih penerbangan dini hari bisa bikin hemat biaya perjalananmu. Karena dibandingkan dengan waktu penerbangan lainnya, early flight biasanya dibanderol dengan lebih murah. 

3. Jangan 'go show'!

Slogan ‘yang mendadak pasti jadi’ emang masih banyak banget yang percaya, tapi jangan sekali-kali dicoba waktu peak season kayak gini kalau niat kamu mau hemat. Penginapan udah pasti ancang-ancang buat naikin rate-nya di akhir tahun, apalagi tiket pesawat dan transportasi lainnya. Nggak cuma masalah mahal, takutnya tiket perjalanan yang kamu mau udah keburu habis terjual mendekati waktu peak season. Makanya, liburan cara go show nggak disaranin deh kalau lagi peak season

Tips Liburan ala Sultan by reddoorz

4. Riset tentang informasi transportasi dan akomodasi

Transportasi dan akomodasi adalah dua hal yang sangat penting saat liburan, khususnya kamu yang ingin ke liburan ke luar kota. Sebaiknya, pilih transportasi dengan jarak tempuh paling cepat. Selain itu, tentukan akomodasi yang strategis dengan akses transportasi dan destinasi wisata yang kamu tuju. Kayak RedDoorz, yang menyediakan banyak penginapan strategis, dekat dengan lokasi wisata. Nah, setelah menemukan penginapan yang tepat, jangan ragu untuk langsung memesan kamar sebelum direservasi orang lain.

5. Pastikan tempat menginap dekat dengan tempat wisata 

RedDoorz bisa menjadi solusi yang tepat untuk ini! Ada banyak properti RedDoorz yang berlokasi di kawasan strategis dekat dengan banyak tempat wisata populer di berbagai daerah. Dengan harga yang terjangkau, menginap di RedDoorz nggak hanya akan menghemat biaya menginap, tetapi juga waktu selama kamu bepergian nantinya. Kondisi saat peak season juga bisa saja menjadikan jalur menuju tempat wisata tertentu padat alias macet. Selain itu, biaya transportasi yang kamu butuhkan dari tempat menginap ke tempat wisata pun bisa kamu hemat mungkin hanya dengan berjalan kaki. 

Liburan Ala Sultan RedDoorz

6. Liburan Keliling Indonesia ala SULTAN


Tips Liburan ala Sultan by reddoorz

Kapan lagi akhir tahun bisa liburan ala SULTAN keliling Indonesia? Mumpung ada SULTAN alias Suka-suka Liburan Akhir Tahun dari RedDoorz, kamu punya kesempatan buat ngabisin akhir tahun dengan hemat. Dengan promo SULTAN, kamu bisa lebih bebas buat liburan ke banyak destinasi atau sewa penginapan lebih lama. Periode booking berlaku dari tanggal 4 - 18 Desember 2019 dengan periode menginap mulai dari tanggal 4 - 20 Desember 2019. Tinggal booking lewat aplikasi atau website RedDoorz, dan jangan lupa masukin kode promo BISAAJA25 buat dapetin promonya! 


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments