In Hospitality Land

Dua Hari Puas Staycation di Novotel Lampung

Beberapa kali ke Lampung, aku sudah lumayan hafal tata kota dan jalanan di Kota Bandar Lampung. Suatu ketika, Junisatya mengajakku ke Lampung lewat jalur darat. Aku setuju-setuju saja meski harus tetap terjaga sepanjang perjalanan agar dia tidak ikut mengantuk. Kami berangkat pukul 10 malam dan memaksakan diri tidur selama di kapal, biar segar lagi saat berkendara dari Bakauheni ke Bandar Lampung. Jalur darat Jakarta-Lampung sekarang sudah lebih aman dan tenang. Selain karena kapal-kapal ferry yang berlayar di Selat Sunda sudah bagus-bagus semua, ada tol baru yang menghubungkan pelabuhan Bakauheni dengan Kota Bandar Lampung. Jadi nggak perlu sikut-sikutan sama truk besar di jalur Lintas Sumatera yang sempit dan banyak berlubang. Waktu aku melintasi tol baru itu, ruas yang dibuka baru sebatas Bakauheni Selatan ke Bakauheni Utara dengan tarif free. Senang sekali meski belum selesai sempurna, jalan tol ini akan mempermudah akses kita melintas Sumatera nantinya. Sebagai anak berdarah Sumatera, aku bahagia.


Mobil kami melaju sangat santai pagi itu, menanti fajar. Jalanan Lampung terasa sepi. Sinar matahari sayup-sayup menerangi jalan kami dari balik pohon-pohon yang kami lalui. Aku sangat antusias menjelajahi Bandar Lampung hari itu. Namun, sepertinya kami butuh istirahat. Hotel Novotel Lampung sudah menanti kedatanganku dan Junisatya. Aku sudah meminta early check in agar kami bisa merebahkan badan pagi itu setelah perjalanan 8 jam melintasi Selat Sunda.



Memasuki halaman parkirnya yang besar, ambience mewah Novotel sungguh terasa. Meski berlokasi di pinggir jalan raya, hotel ini tidak terkesan bising. Malah sebaliknya. Memasuki lobi, aku disambut oleh resepsionis yang ramah. Lobinya cukup lebar dan menyatu dengan restoran dan kafe. Jendela kaca di seberang langsung memberikan pemandangan bukit dan pesisir yang menenangkan.

Novotel Hotel Lampung berlokasi di kawasan Tanjung Karang. Kalau yang sudah pernah ke Lampung, pasti tahu bahwa Tanjung Karang itu pinggir laut. Jadi, beruntungnya, aku mendapat kamar yang punya view langsung menghadap ke arah Selat Sunda. Kamarku memiliki 2 sisi jendela kaca besar sehingga kamarnya sangat terang jika tirai dibuka lebar. Lantai beralaskan karpet memberi kesan hangat di kamar itu.





Perlengkapan di kamar ya seperti kamar-kamar hotel bintang 4 pada umumnya. Ada lemari, kulkas kecil, kimono handuk, dan toiletries yang dikemas menarik. Karena didominasi kaca jendela besar, kamar mandinya juga ikut-ikutan transparan. Ternyata kamar di Novotel ini mengedepankan bukaan yang lebar agar cahaya matahari bebas masuk, sehingga hemat energi penggunaan listrik. Mata juga dimanja dengan view laut yang eksotik. Ada 2 sofa dan 1 meja yang diletakkan di pinggir jendela. Sarapan pagi atau bersantai sore cocok sekali di sana.

Gedung hotel bintang 4 ini memang terlihat mentereng di tengah Kota Lampung. Sebenarnya ada 2 view yang 'dijual' oleh Novotel. Kamarku ini merupakan Standard Ocean Room. Ada lagi yang Standard Mountain Room yang viewnya ke arah bebukitan. Yaa, mumpung berada di Lampung yang banyak pantainya, aku memilih kamar Standard Ocean Room. Jendelanya benar-benar tidak menghalangi mata melihat keindahan Selat Sunda di ketinggian. Bahkan aku nggak perlu ke mana-mana saat menunggu sunset karena bisa dinikmati dari dalam kamar saja.






Untuk fasilitas, yang paling kece dari semua fasilitas level bintang 4--selain makanan--adalah kolam renang outdoor dan hall untuk segala macam acara. Sebenarnya Novotel punya 2 kolam renang, outdoor dan indoor. Untuk kolam renang indoor terbagi lagi buat kolam dewasa dan anak-anak. Bahkan ada jacuzzi juga. Namun, saat aku ke sana, kolam indoor sedang direnovasi. Jadi aku berenang-renang di kolam outdoor sambil menikmati semilir angin dan pemandangan hijau di sekitarnya. Oh iya, ada ruang gym yang luas dengan fasilitas lengkap. Di ruang ganti yang sekaligus kamar mandi juga disediakan tempat sauna. Setelah renang, nge-gym, ditutup dengan sauna, lalu pesan makan malam dari kamar.

Tak jauh dari arena kolam, ada bangunan segitiga yang tampak cantik. Rupanya itu hall yang bisa disewakan untuk berbagai event. Novotel juga menyediakan wedding package di tempat ini. Nuansanya sangat tropical apalagi menghadap ke laut. Novotel sudah mirip resort-resort mewah yang ada di Bali. Sejenak aku bahkan lupa kalau ini di Lampung.



Yang paling menggembirakan dari staycation di Novotel Lampung, aku nggak perlu buru-buru check out sebelum pukul 12 siang pada hari terakhir. Aku bisa extend check out paling lambat pukul 5 sore tanpa dikenai biaya tambahan. Jadi aku bisa jalan-jalan dulu di sekitar Bandar Lampung, lalu bisa mandi sore di hotel sebelum check out dan menempuh perjalanan pulang ke Jakarta dalam keadaan segar.


Novotel Lampung

Garuntang, Jl. Gatot Subroto No.136, Sukaraja, Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Lampung 35226

Read More

Share Tweet Pin It +1

3 Comments

In Gallery Land

Artsy dan Instagramable, Wisata Alternatif di Jakarta

Di Jakarta lagi banyak exhibition yang instagramable sejak akhir tahun lalu. Untuk ukuran kota besar, exhibitions yang artsy dan instagramable seperti ini memang jadi wisata alternatif anak muda. Apalagi dengan maraknya social media. Wisata alternatif seperti ini memang jadi sebuah kebutuhan. Setelah Museum Macan ramai sekali tahun lalu dengan exhibition yang mengedepankan dekorasi ciamik, muncul akhirnya beberapa exhibition yang juga mengusung tema cantik, manis, dan photogenic. Mari aku list beberapa di antaranya, ya.

1. HOUSE OF SWEETS

Seberapa suka kamu dengan menu dessert yang manis-manis? Tentu bagian ini yang paling ditunggu. Sensasi manis, dingin, dan menyegarkan terasa di lidah. Nah, ada satu temporary exhibition yang bikin kita berpesta dengan rasa manis itu. Nggak cuma tertinggal di lidah, tetapi puas dipandang mata hingga melegakan hati.

House of Sweets artsy dan instagramable

House of Sweets artsy dan Instagramable (2)

House of Sweets jadi salah satu pameran dengan total 12 spot instagramable yang bikin kita puas berpose. Nggak akan mati gaya. Exhibition-nya didominasi warna-warna cerah dengan ornamen-ornamen lucu. Lokasinya tidak besar tetapi karena warna-warna cerah ini, exhibition terasa lebih hidup. Dekorasi di setiap spot juga beda-beda. Ada ruangan gelap dengan salju buatan yang tampak menarik, sebagai dedikasi perayaan Natal akhir tahun lalu. Kalau nggak salah, spot ini didekorasi berbeda sesuai season. Karena aku datangnya persis usai Natal dan tahun baru, jadi masih aroma-aroma winter season gitu deh. Kalau sekarang tampilannya lebih cerah sesuai dengan imlek dan valentine sepertinya.

Lalu, ada 2 kolam bola dengan donat-donat besar. Percayalah, kolam bola oranye jadi favoritku. Ada spot berwarna merah dengan pinata dan balon-balon yang bikin aku gemas ingin memukul pinatanya. Warna merahnya cocok dengan nuansa Imlek. Nah, yang favoritku berikutnya ya spot dessert dengan es krim dan besar yang menggiurkan. Foto di sini bikin aku balik ke masa remaja lagi.

Karena exhibition ini punya misi khusus untuk kegiatan sosial, jangan heran di setiap spot ada logo brand yang jadi sponsor exhibition ini. Tapi nggak ganggu foto-foto kece kita, kok. Kita sesuaikan aja angle-nya.

House of Sweets artsy dan instagramable (3)

House of Sweet artsy dan instagramable (4)

House of Sweets cuma akan dibuka hingga tanggal 15 Februari 2019. Pas banget sehari setelah perayaan Valentine. Setelah itu, House of Sweets akan pindah kota ke Surabaya dan Makassar. Kalau kamu yang di Jakarta nggak mau ketinggalan foto-foto hits di House of Sweets, langsung datang aja ke Pacific Place Mall Lantai 1, ya. Setelah puas foto-foto bisa langsung nongkrong di kafenya dan mencoba beberapa dessert manis semanis hasil foto-fotomu.


2. MOJA

Moja Museum di kawasan Pondok Indah ini nggak masuk mall. Lokasinya nggak jauh dari Pondok Indah Mall Jakarta. Karena namanya museum, jadi Moja Museum ini nggak temporary exhibition seperti House of Sweets, meskipun konsepnya seasoning. Moja Museum dibuka pertama kali bulan Oktober tahun lalu. Jadi konsep exhibitionnya juga lebih beragam karena lokasinya lebih besar.

Moja artsy dan instagramable

Moja artsy and instagramable (2)

Moja artsy dan instagramable (3)

Nama Moja merupakan singkatan dari Museum of Jakarta. Sebenarnya agak boros ya kalau kita menyebutnya Moja Museum. Karena Moja sendiri sudah ada kata 'museum'-nya. Ada 14 ruang tematik yang terdapat di Moja. Tapi buat melihat semua ruangan itu, kita harus ikut alur lorong-lorongnya yang seperti labirin. Dari pintu masuk, begitu memasuki satu ruangan, kita dilarang untuk mundur. Buat yang niat berfoto atau shooting video, puas-puasin dulu di satu tempat sebelum jalan ke ruangan berikutnya.

Katanya ruang tematik yang terdapat di Moja terinspirasi dari beberapa film, seperti Charlie and The Millennial, Captain Snowman's Underpants, dan 500 Days of Summer. Kalau aku lihat ya, ada banyak sekali film yang menginspirasi dekorasi ruang-ruang tematik di Moja ini. Founder Moja tentu sudah memikirkan konsep-konsep itu dengan sangat matang. Jadi dari pintu masuk hingga pintu keluar, tema-tema ruangannya nggak ada yang bikin bosan karena sifatnya interaktif. Hilangkan bayangan tentang museum yang bikin jenuh di ruang yang mati. Moja memiliki ruang-ruang dan lorong-lorong menarik. Rasanya setiap sudut bisa dijadikan angle berfoto ria. Malah ada beberapa arena yang bagi-bagi camilan. Selain bisa seru-seruan, bisa icip-icip makanan pula. Seru, kan.

Moja artsy dan instagramable (4)

Moja artsy dan instagramable (5)

Tentu ruang-ruang tematik yang punya konsep tersendiri ini cuma akan ada sampai bulan April nanti. Setelah itu, Moja akan mengganti tema exhibitionnya. Jadi, buat yang nggak mau ketinggalan foto-foto cantik, menikmati warna-warna cerah di setiap ruangan Moja, kamu lebih baik antre tiket dari sekarang. Peminatnya lumayan banyak. Exhibitionnya baru dibuka pukul 11.00 tapi antrean pengunjung sudah ada dari pukul 09.00.


3. HALUU

"Haluu, apa kabar?"
"Haluu banget."

Ini satu lagi tempat wisata selfie yang instagramable. Sejak dibuka bulan Desember lalu, Haluu World yang ada di Plaza Indonesia Mall Jakarta ini nggak pernah sepi pengunjung. Aku sempat mau ke sana saat musim libur Natan dan Tahun Baru, tapi antreannya panjang sekali, mengular sampai pintu lift lantai 5. Aku langsung menyerah dan berniat ke sana weekdays setelah masa liburan sekolah berakhir. Meski hari biasa, Haluu tetap ramai. Jadi dari pintu masuk pun, petugas sudah memandu pengunjung dengan sorak-sorai haluu dan menjabarkan beberapa ketentuan. Peraturannya mirip dengan Moja, begitu sampai di satu ruangan, pengunjung dilarang kembali ke ruangan sebelumnya. Aturan ini dibuat lebih ketat dengan waktu memasuki tiap-tiap ruang tematik itu. Ada ruangan yang cuma dibolehkan berfoto 30 detik saja. Ada juga yang sampai 1 menit. Pokoknya di dalam Haluu World, pengunjung hanya boleh maksimal 1 jam berada di sana karena harus bergantian dengan pengunjung lainnya yang baru datang.

Haluu World artsy dan instagramable

Haluu artinya keinginan dalam bahasa Finlandia. Dari sanalah filosofi wisata artsy ini berasal. Setiap spot yang diusung oleh Haluu punya makna yang dalam. Seperti ruang pertama bertema Moulin Rouge dibuka dengan instalasi jerapah terbalik dengan kaki flaminggo. Itu merupakan cerminan keinginan orang yang tak pernah puas ingin kaki cantik berjenjang dan leher panjang. "I want longer legs, I want longer neck, I want the most fabulous outfits in town."

Setelahnya ada trek dengan tema Path of Riches yang merupakan ruangan dengan hutan yang dipenuhi salju (diwakili dengan instalasi pohon berwarna putih). Ada jalur kuning yang harus diikuti yang konon katanya akan membawa keberuntungan. "Follow the yellow brick road to your fortune, but don't lose your way in this winding forests of hearts."

Filosofi keinginan lebih tajam di ruang penuh Gnome dan kita bisa mendonasikan koin atau lembaran recehan ke salah satu lubang yang tersedia sebagai wujud harapan dan doa yang ingin dikabulkan. Setelah itu kita dimanja dengan memasuki bubble bening besar dengan blower yang menerbangkan ratusan keinginan yang bisa kita tangkap. Diwakili dengan kertas berwarna emas yang beterbangan di dalam bubble bening itu.

Haluu World artsy dan instagramable (2)

Haluu World artsy dan instagramable (3)

Ada pula ruang bertema bed of roses. Ini sih kawasan cewek-cewek yang menginginkan banyak hal yang indah, wangi, cantik. "Because life is a bed of roses and the world is better through rose-tinted glasses."

Dari bed of roses, kita disambut dengan ruang carousel of life. Jadi dengan dipenuhi gedung-gedung, ada putaran di tengahnya yang mesti kita naiki. Simbolis aja. Tapi buat yang sadar dengan makna carousel ini, tentu bisa memaknai tema ruangan yang jadi miniatur kehidupan manusia ini dengan baik. "Tick Tock. Hop on for the ride before your time is up!"

Begitulah lebih kurang tema-tema bermakna yang terdapat di Haluu World. Semua bermula dari sebuah keinginan. Keinginan-keingin itu diwakilkan dalam 13 ruang tematik yang punya makna sendiri-sendiri. Kalau kamu penasaran, mending datang langsung aja, mumpung Haluu masih dibuka sampai 3 Maret 2019.

Read More

Share Tweet Pin It +1

24 Comments