In Journey Land

Surabaya Heritage : Klenteng dan Pesona Four Faces Buddhist Statue

Aku memuaskan hati untuk bermotor ria membelah Surabaya (5/12). Destinasi khusus kami (Aku, Ageng, Kenny) adalah sebuah kuil atau klenteng di Pantai Ria Kenjeran. Sanggar Agung Temple with four faces Buddhist statue.

Kami nekad menyusuri jalanan Surabaya menuju Kenjeran. Bermodal 2 motor, yang satu dikendarai Kenny dan satunya aku sendiri, kami serasa bahagia membelah kota itu. Jalanan lancar jaya. Persimpangannya juga mudah dihafal. Kami berjalan lurus ke arah utara, menuju pantai Kenjeran.

Aku pernah ke pantai itu. Tapi baru kali ini aku masuk ke kawasan Pantai Ria yang menjadi objek wisata Surabaya. Di kawasan ini terdapat sebuah klenteng dan Pasar malam Kampung Cina. Karena kami ke sana tengah hari bolong (beneran pukul 12 siang), kawasan itu sepi.  Mungkin akan lebih hidup jika jelang sore hari. Tapi tak apa, tujuan kami hanya kuilnya saja. Kami ingin melihat patung Buddha besar yang mirip dengan patung Buddha di Thailand. Wah, berada di sini, seperti berada di Bangkok. Nuansa Buddha-nya sangat kental.

Namanya Klenteng Sanggar Agung. Sebelum menuju lokasi Patung Buddha yang dari depan pagar sudah terlihat, kami masuk dulu ke Klenteng Sanggar Agung di seberangnya. Kalau di Bali kutemukan banyak pura Hindu, di sini kutemukan banyak klenteng Buddha.


Memasuki klenteng, kami disambut patung Sidharta Gautama. Ruangannya penuh asap dupa. Beberapa orang terlihat sedang bersembahyang. Kami berkeliling ruangan persegi yang besar itu. Di setiap sisinya terdapat patung-patung yang berbeda-beda. Aku tidak terlalu mengerti tentang agama ini, tetapi aku menganggapnya sebagai sebuah budaya. Oleh karena itu, aku bisa berada di sana.





Di bagian belakang, ada pintu keluar. Teras lebar menyambut kami. Ada gapura super besar, 2 naga raksasa berhadapan. Di depannya menganga pantai lepas Kenjeran. Hening, takada angin. Sebenarnya tidak langsung pantai, tapi rawa-rawa dengan binatang-binatang mirip kadal berjalan-jalan di permukaannya. Kami duduk sebentar sambil menikmati keheningan pantai di klenteng itu. Patung-patung besar di atas gapura mengingatkanku pada film Eeng, si Avatar.







Beberapa saat kemudian, kami lanjut ke seberang, tempat patung besar Buddha dengan 4 wajah berdiri megah. Warnanya yang keemasan terlihat berkilau saat terik. Eh, konon patung itu memang dilapisi emas murni dari Thailand. Patung Buddha itu menempati sebuah stupa. Wajah depan terlihat memandang lurus dengan tangan yang memegang tasbih. Wajah kiri-kanan dan belakang membentuk ekspresi muka yang berbeda. Katanya, sih, 4 wajah ini menyiratkan wajah pengasih, murah hati, adil, dan tenang, persis seperti patung Buddha 4 wajah di Thailand. Tingginya mencapai 9 meter.






Di sebelah kanan tahta Buddha, terdapat patung Ganesha kecil yang dikeliling pohon-pohon rindang. Lokasi patung Buddha 4 wajah ini dikeliling 4 patung gajah putih sebagai simbol garda, 3 bunga teratai yang menghiasi kolam, serta beberapa lampu tiang dari perunggu dan tembaga mengelilinginya.

Tempat ini punya pesonanya sendiri. Patung Buddha terbesar yang ada di Indonesia. Dan lagi-lagi saya melihatnya sebagai sebuah budaya dan objek wisata.   





Photos in this post were taken by Ageng Wuri, Kenny, and me.

Related Articles

2 komentar:

  1. hai... pembaca setiamu di sini
    :D:D

    ReplyDelete
  2. Num..keknya si patung bukan megang tasbih deh.. hahahaha.. ada lagi kaliii sebutannya.. :P

    ReplyDelete