Saat Galang Dance Community Mengukir Gerak di International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017

Suatu kesempatan emas saat sebuah komunitas tari lokal kembali diundang mengikuti Festival Kesenian Dunia. Itu yang dirasakan oleh pimpinan kelompok tari dari Sumatera Barat, Galang Dance Community yang baru saja kembali ke tanah air.

Galang Dance Community (GDC) sukses menggelar satu paket kecil kesenian Minangkabau di Tbilisi, Georgia, Eropa Timur. Ini kali kedua GDC menjejakkan kisah geraknya di kancah Eropa. Ini kali kedua pula aku mendampingi grup tari yang berdiri sejak 1991 di Padang ini terbang menjemput tepuk tangan meriah di negeri Eropa.

International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017
Indang Pariaman untuk dunia.

Begitu undangan dari International Folk Dance and Music Perkhuli Tbilisi Festival 2017 diterima, sedikit negosiasi dengan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, akhirnya GDC dapat berangkat memboyong 7 anggota. Di antaranya Deslenda (pimpinan dan koreografer), Susandra Jaya (penata musik), Feby Tri Rahmanda (penari), Natasha Dinda Boyula (penari), Arif Budiman (penari), Resky Rulianita (penari), dan aku sendiri Sulung Siti Hanum (project manager).

Perkhuli Festival ini jadi agenda tahunan Tbilisi dalam menggelar jenis kesenian pertunjukan dari berbagai negara. Di bawah naungan Europe Association Folklore Festival (EAFF) , International Perkhuli di Tbilisi ini telah berjalan sekian tahun dan mendapat dukungan penuh dari UNESCO. Pertukaran seni, musik, tari, dan kebudayaan menyatu dalam Perkhuli Festival. Grup Folk Dance Shavnabada menjadi penyelenggara tetap Perkhuli Festival. Tahun ini, untuk pertama kalinya Indonesia bergabung dalam festival ini, sehingga jadi suatu kehormatan besar bagi GDC dapat merapat di Tbilisi, Georgia mengenalkan tarian rakyat Minangkabau. Deslenda selaku pimpinan dan koreografer Galang, sudah mempersiapkan satu tarian berdurasi 20 menit bertema folklore. Enam bulan lamanya satu tim Galang yang terpilih untuk ikut festival dunia ini latihan bersama.

Sajian berbeda digarap oleh Deslenda. Dengan anggota yang mini (hanya 4 penari dan 1 pemusik),  Deslenda meminimalisir keborosan energi dan konsep tari. Ketika penampilan di Basel, Swiss tahun 2013, Deslenda pernah berujar bahwa ada yang kurang dari pertunjukan di Basel, 4 tahun lalu. Tapuak galembong belum sempat menggelegar pada di sana. Kini niat itu dituntaskan. Deslenda memadukan tari indang dengan randai sebagai satu paket permainan anak nagari dalam 1 pertunjukan berjudul Indang Lapak Galembong. Mengusung randai dan indang, tak serta merta mudah. Menjadikan konsep inti randai berupa nyanyian, kesenangan, silat, dialog, dan sorak-sorai dalam durasi singkat bukan hal yang mudah. Tari indang yang pernah jadi andalan Deslenda dalam setiap pertunjukan besarnya di tingkat nasional, kini dibawakan kembali. Kita dapat melabelinya indang rasa baru karena dimodifikasi bersamaan dengan pola randai dan tepuk galembong. Kekompakan pemain, energi, dan kesigapan sangat dibutuhkan. Beruntung, Om Susandra Jaya yang sudah biasa mengiringi tari GDC bertahun-tahun, jadi soloist untuk pertunjukan ini. Saluang, bansi, gendang, dan dendang dibawakan secara live untuk membuat hidup pola permainan anak nagari kita.

International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017
Monolog langsung dari Deslenda.

Pergelaran festival diadakan tepat tanggal 18 Juni 2017 di Garden Hall, Tbilisi. Dibuka dengan parade setiap negara dengan pakaian adat serta bendera masing-masing, masyarakat Georgia menyambut hangat penampilam antarnegara ini. Lagu Indonesia Raya berkumandang di seantero gedung, menambah haru suasana hati kami. Tak disangka, GDC ambil andil dalam memperkenalkan satu budaya lokal di Georgia. Dengan pakaian adat meriah dan suntiang taram, aku menerima piagam penghargaan mewakili grup GDC Indonesia. Sunting taram sukses memukau. Busana adat Minangkabau dari Kabupaten 50 Kota ini tampak berbeda dari pakaian adat negara lain. Sunting tinggi dengan aksesoris ramai menjadikan kami pusat perhatian. Ini adalah bagian dari pemikat awal penampilan Galang Dance Community. Deslenda sudah menyiapkan kostum ini jauh sebelum keberangkatan. Meski dipakai hanya pada saat parade, suntiang taram membuka jalan kami untuk mengambil hati masyarakat internasional di Georgia.

Ada 3 negara berdampingan memberi pertunjukan memukau. Namun, hanya 1 negara yang memberikan konsep lengkap Folk Dance and Music, sesuai dengan tema festival Perkhuli ini. Dibawakan secara live pula. Ketika India memberikan tarian rakyat semarak mereka dengan hentakan kaki serta tongkat sebagai properti, lalu Iran yang membawakan melodi lewat lagu beriringan musik tradisional mereka, Indonesia menampilkan yang lebih. Ada tari, ada silat, ada gelut, ada nyanyian, ada dentaman alat musik. Kurang lengkap apa coba, Galang membawakan keindahan lokal dan mendapat standing applause dari masyarakat dunia.

International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017
Penerimaan penghargaan dari International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017.

International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017
Parade negara.
International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017
Om Susandra Jaya mengomandoi parade musik tradisional Minangkabau. 

Indang Lapak Galembong merupakan bentuk permainan lokal di sudut Sumatera Barat. Menyasar pada sikap dan interaksi masyarakat Minangkabau, Deslenda sengaja menariknya dalam sebuah konsep tari rakyat yang bersifat kontemporer. Kegaduhan, kehebohan, sorak sorai, serta bisik-bisik rumit gelutan hidup tampak membaur dalam gerak dan musik. Ini tradisi kita. Ini potret hidup kita. Gerak-gerak tegas yang dibawakan perempuan dan laki-laki menampik isu adanya sebuah kesenjangan gender.

Gerak ini begitu mencolok jika disandingkan dengan tarian rakyat Georgia yang khas Eropa. Para perempuan bergerak gemulai, memainkan tangan sebagai poros gerakan, lalu laki-laki yang bergerak cepat dan bebas memainkan hentakan kaki. Ada khasanah budaya dan sejarah yang dibawa tiap tarian. Sejarah panjang Georgia yang mengiringi perang dunia, interaksi dan gaya hidup rakyatnya terpotret semu dalam gerak-gerik serta musik mereka. Dentumannya berbeda, pesannya pun berbeda. Begitu juga dengan tarian India yang riang, semarak, serta selalu terdengar meriah itu juga menyimpan pesan sendiri. Sudah khas dari India bahwa setiap perjalanan hidup itu harus dihadapi dengan sorak-sorai. Tak heran jika India disebut negeri penuh tarian dan pesta. Berbeda dengan Iran yang dibawakan oleh anak-anak. Musik rebana lebih kalem, nyanyiannya pun beraroma lebih dalam. Iran dikenal sebagai negara muslim yang punya nilai-nilai seni klasik dari Timur Tengah. Iran memilih nyanyian haru sebagai tema pertunjukan mereka. Aku bangga ketika membawa nama Indonesia. GDC layak berdampingan dengan para seniman dunia ini menampilkan karya yang berkualitas, menyampaikan pesan dan memotret interaksi kita untuk bertemu dengan jenis kesenian folk dance lain di Eropa.

International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017
Randai dan tepuk Galembong untuk Perkhuli Festival Tbilisi.

International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017
Silat Minangkabau dibawakan oleh Galang Dance Community.

International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017
Tari indang dari Pariaman.

International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017
Parade musik, iringan talempong, gendang dan bansi sebagai pembuka.

Satu orang Georgia berucap padaku, "I'm speechless. No word can explain after watching your concert. It was really amazing."

Satu orang lain lagi pun berkata, "Kami belum pernah melihat tarian seperti itu di sini. Energinya powerful. Pasti kalian berlatih sangat keras untuk penampilan hari ini. Apa yang kalian bawakan langsung sampai menyentuh hati kami."

International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017
Applause dari penonton internasional.

International Folk Dance and Music Perkhuli Festival Tbilisi 2017
Ada bendera merah putih berkibar di Garden Hall Tbilisi.

8 comments:

  1. SANGAT MEMBANGGAKAN!

    Aku menyimak perjalanannya di sosmed. KEREN banget! Bangga pasti bisa mengenalkan kebudayaan Indonesia di Eropa ya. Btw, nganu, next kalo ada undangan lagi dan butuh porter keliling, kontak aku ya hwhwhw

    omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Omnduut. Iya, alhamdulillah, acara di Georgia sukses. Mudah-mudahan next ada undangan lagi. Hahahaa. Otot dipersiapkan ya Om, biar kuat jadi porter. Mayan, kemaren bawa alat musik berat banget. Hahaha.

      Delete
  2. Kerennya hanuum, terharu bangeet bacanya. Sukses yaa teman-teman..hanum cantik pisaaan pakai baju adatnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu pakaian adat dipakai mendadak. Ga ada dalam schedule awal. Tapi seru-seru, mendadak pake sunting saat harus memastikan tim siap tampil. Hahahha. Makasi Mba Dew. :D

      Delete
  3. Wah acaranya keren banget Mbak. Pakaian adat dan tarian nya yg selalu dipromosi kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Nggak percuma jauh-jauh ke sana, Mas :D

      Delete
  4. Wah keren banget mbak, jadi contoh positif nih buat generasi muda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah bisa jadi inspirasi sesama anak muda.
      (((anakmuda)))

      Delete

Instagram @sansadhia