Review Drama Shine On Me: Ketika Cinta Itu Setara, Bukan Sekadar Romantis

Shine On Me! Aku nggak nyangka bakal suka banget sama character development-nya! Buat yang cari tontonan chill tapi bermakna, wajib baca review-ku dulu sebelum nonton.

----

Udah lama juga ya aku nggak membahas tontonan terbaru yang seru. Gimana kalau sekarang kita mulai lagi. Aku mau bahas salah satu drama Cina yang baru aja aku tonton sebanyak 36 episode.

Dari beberapa judul series yang udah aku nikmati--banyak banget--ada yang cukup dinikmati sendiri, ada juga yang ingin sekali aku bahas di blog ini. Salah satunya Shine On Me.

Belakangan ini aku sadar, selera nonton dramaku berubah. Sebenarnya nggak berubah banget sih. Tahu nggak tipikal drama Cina itu konfliknya nggak berat, episodenya panjang, pemainnya cakep-cakep semua. At least aku memilih nonton satu drama ini karena male dan female lead-nya. Karena itu akan mempengaruhi seberapa sanggup kita mengikuti alur cerita drama itu.

Kalau dulu mungkin aku suka drama Cina dengan konflik berat atau karakter CEO dingin super kaya yang jatuh cinta sama cewek biasa--tipikal Dracin banget ini--sekarang aku justru lebih menikmati cerita yang realistis, cinta yang setara, dan meaningful.  


Dan itulah kenapa aku jatuh cinta sama drama Cina Shine On Me.

Shine On Me ini bercerita tentang seorang dokter bedah saraf yang mengalami kecelakaan berat, lalu akhirnya banting setir menjadi orang kantoran biasa, memimpin perusahaan kakeknya.

Dia adalah Lin Yusen (diperankan oleh Song Weilong), keturunan konglomerat di Shanghai. Lalu ada Nie Xiguang (diperankan Zhao Jinmai) yang secara tidak sengaja terlibat dalam masalah sebab-akibat Lin Yusen yang kariernya hancur karena kecelakaan. Nie Xiguang ini gadis yang lebih muda, saat lulus kuliah dia bekerja di perusahaan Fotovoltaik di Shuzou yang bosnya adalah Lin Yusen. Tapi usut-diusut ternyata Nie Xiguang ini keturunan dari pemegang saham terbesar di perusahaan ini. Dia hanya sedang meniti karier layaknya anak yang baru lulus kuliah.

Hubungan Lin Yusen dan Nie Xiguang awalnya nggak begitu baik. Ada kesalahpahaman menahun di antara mereka.

Lin Yusen itu udah lebih dulu mengenal Nie Xiguang. Dia melihat Xiguang datang ke acara dinner keluarga temannya. Saat itulah ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Lalu nggak lama setelah itu, temannya mengajak Lin Yusen buat datang ke Wuxi buat kenalan sama putri Xiguang, yang tentunya Lin Yusen tahu kalau itu Nie Xiguang. Tapi dalam perjalanan dia kecelakaan dan bikin kariernya sebagai dokter bedah berhenti. Sejak itu Lin Yusen dendam banget sama Nie Xiguang. Udahlah dia datang diundang sama Nie, lalu pas kecelakaan nggak ada niat baik Nie Xiguang buat jengukin Lin Yusen. Marah dan dendam lah dia.


2 tahun berlalu. Lin Yusen ketemu lagi sama Nie Xiguang di kantornya. Lin Yusen meneruskan perusahaan kakeknya di Suzhou. Nie Xiguang adalah karyawan baru di kantor itu yang baru aja lulus kuliah. Pas banget ketemu dan satu kantor, Lin Yusen menimpakan pekerjaan yang berat kepada Nie Xiguang. Kan Xiguang jadi kesal. Anyway, yang mengejutkan, Nie Xiguang ini adalah anak dari pemilik saham terbesar di perusahaan itu. Lin Yusen tahu betul, jadi dia menganggap nggak masalah kalau menimpakan banyak pekerjaan kepada Nie Xiguang, toh keuntungan perusahaan juga akan masuk ke kantong keluarganya. Begitulah hari-hari mereka.

Hubungan mereka sangat tidak baik, tapi karena Lin Yusen nggak bisa menghapus rasa sukanya ke Nie Xiguang, akhirnya dia mulai belajar memaafkan. Nie Xiguang sempat mengalami kecelakaan di asrama kantor dan Lin Yusen merasa bersalah karena selama ini udah jahat ke gadis itu. Lin Yusen pun merawat Nie Xiguang di rumah sakit. Intensitas pertemuan mereka yang cukup sering, ditambah latar belakang mereka yang bukan dari kalangan biasa tentu membuat mereka semakin akrab.

Nie Xiguang belajar banyak tentang bagaimana perusahaannya bekerja, tentu saja didukung privilege oleh Lin Yusen. Mereka tiba-tiba menjadi partner in crime dalam project-project di perusahaan. 


Lalu gimana dengan kisah cintanya? Lin Yusen dan Nie Xiguang bukan pasangan perintis. Mereka berdua adalah pasangan pewaris. Kalau di social media sering aku baca pasangan ini disebut pasangan 49-51. 49% saham dari keluarga Nie Xiguang dan 51% saham dari keluarga Lin Yusen. Mereka berada di perusahaan yang sama tapi Lin Yusen adalah bos dan Xiguang adalah karyawannya. Pegawai lain nggak tahu kedudukan mereka yang sebenarnya. Jadi perjalanan cinta mereka memang jadi menarik.

Ketika mereka mulai menjalani hubungan yang lebih serius, uang nggak pernah jadi masalah utama. Mereka sering rebutan soal siapa yang membayar makan atau jajan. Lin Yusen ini tipikal cowok yang punya banyak trik buat mendekati Nie Xiguang. Sementara Nie Xiguang ini gadis yang sangat polos, maklum baru lulus kuliah.

Sepanjang episode series ini kita akan dihibur dengan bagaimana cara Lin Yusen menaklukkan hati Nie Xiguang yang masih tertambat di cinta pertamanya saat kuliah. Lin Yusen selalu selangkah lebih maju dibanding cinta pertama Nie Xiguang. Ada perbedaan signifikan antara Lin Yusen dengan cinta pertama Nie Xiguang yang nggak kalah ganteng.

Walaupun pasangan pewaris, hidup mereka nggak serta merta mulus kok. Mereka punya masa lalu yang sulit terutama Lin Yusen. Di sinilah Nie Xiguang beraksi. Dia menjadi penerang hidup Lin Yusen yang cukup kelam. Sebaliknya, Nie Xiguang juga banyak sekali terbantu untuk masalah keluarganya. Ternyata hidup mereka saling terkait satu sama lain. Dan ini juga yang membuat hubungan mereka bertaut. Kayak semesta mendukung hubungan mereka.

Yang aku suka dari drama ini adalah gimana caranya dua tokoh utama ini saling memberi imbal balik dalam hubungan. Mereka nggak saling toxic. Dari mulai prapacaran sampai pacaran, mereka menjalani hubungan pelan-pelan. Nggak ada yang agresif. Jadi kisah cinta mereka sangat manis. Mereka menjadi saling bergantung satu sama lain, dan step-stepnya pun seru buat diikuti.

Kalau ada masalah, langsung dibicarakan secara dewasa dan waras. Urusan kantor juga tidak mempengaruhi hubungan mereka. Sebaliknya malah, keluarga besar mereka sangat mendukung hubungan ini. Berbeda dengan cowok yang disukai Nie Xiguang saat kuliah. Dia laki-laki baik juga, tapi nggak setara dengan Xiguang. Secara ekonomi jelas nggak setara. Tapi sebenarnya poinnya bukan di finansial—FYI cowok ini perintis banget—cara berpikirnya yang bikin hubungan mereka nggak setara. Jadi jelas kan, Lin Yusen menang telak untuk urusan ini.

Aku suka sekali part saat Lin Yusen mendukung karier Xiguang dan bagaimana ia menyiapkan Nie Xiguang buat jadi penggantinya mengurus perusahaan keluarga ini. Lin Yusen harus kembali ke dunia medis. Jadi dia memberikan semua urusan perusahaan secara tidak langsung ke Nie Xiguang. Udah kayak ngasih warisan ya, tapi warisan intelektual.

Drama Shine on Me dikasih judul begini ternyata ada alasannya. Dalam aksara Cina, nama Lin Yusen lebih kurang diartikan sebagai hutan, sedangkan nama Nie Xiguang artinya cahaya. Nie Xiguang ini datang ke kehidupan Lin Yusen bagaikan cahaya dalam hutannya.

Lalu judul Shine on Me ini juga linear dengan tema perusahaan tempat mereka bekerja, perusahaan fotovoltaik. Walaupun aku nggak nggerti-ngerti amat tentang bisnis ini, aku melihat kalau perusahaan fotovotaik ini perusahaan yang membangun sumber energi baru dari cahaya matahari melalui solar panel. Nah, kelihatan kan benang merahnya. Shine on Me, Nie Xiguang, dan perusahaan fotovoltaiknya. Semuanya 1 paket membantu karakter Lin Yusen yang kurang 'cahaya' tumbuh, yang selama ini hidup sendiri dengan segala masalah keluarganya, lalu punya dendam pribadi akibat kecelakaan, impian yang hancur berantakan, pelan-pelan dikenai cahaya dan bangkit kembali. Ia menemukan arah dan tujuan hidupnya lagi setelah bertemu Nie Xiguang. Cinta nggak membuat ia buta, justru malah membuatnya bisa melihat banyak hal dengan jelas. Ketika diterangi cahaya, hutan akan memberi kehidupan dan napas baru bagi dunia.

----

MENGAPA SHINE ON ME MENARIK BUAT DITONTON

Dari segi alur cerita, drama ini nggak berat. Perkembangan hubungan karakternya terasa organik. Kita bakal dibikin efek butterfly dalam perkembangan kisah cintanya. Soalnya kisah cintanya tuh mulus, didukung oleh karakter pendukung yang kuat. Karakter utamanya sendiri udah sangat kuat chemistry-nya. Spark antara pemeran utama dapet banget tanpa harus terlihat berlebihan. 

Aku suka adegan mereka berlibur dan main ski bareng. Ini jadi momentum penguat karakternya. Lin Yusen menang telak dalam menaklukkan hati Nie Xiguang. Sebaliknya Nie Xiguang memberikan pukulan telak ke Lin Yusen yang selama ini selalu sendiri, nggak ada yang memperhatikan. Lin Yusen mendapat rasa baru bukan karena ia mencintai, tapi karena ia sadar ia juga dicintai. Emang ya, traveling itu bisa memberikan makna baru dalam hidup kita, termasuk kehidupan pasangan 49-51 ini.

Beberapa episode menampilkan liburan musim dingin bersalju yang menarik, estetik, dan fresh. Kita serasa diajak traveling sambil menikmati kisah cinta mereka yang tumbuh.


Keunggulan Karakter

- Relatibilitas

Karakter utamanya nggak digambarkan sempurna, walaupun kita melihat Lin Yusen sempurna banget sih. Cerdas, punya karier bagus, dari keluarga kaya, pintar negosiasi, tegas, dan tipe cowok green flag banget. Mereka berdua punya rasa insecure, kegagalan, dan mimpi yang kadang terbentur realita. 

- Character Development

Kita nggak cuma lihat mereka jatuh cinta, tapi kita lihat mereka tumbuh jadi versi yang lebih baik. Karakter perempuannya punya pendirian yang kuta, bukan cuma sekadar pelengkap.

Chemistry Lin Yusen dan Nie Xiguang terasa natural banget. Bukan yang penuh fanservice atau adegan berlebihan. Justru dari cara mereka ngobrol, cara mereka saling mendengarkan, cara mereka menyelesaikan masalah, tatapan kecil, gesture sederhana sangat natural.

- Support System

Ini yang namanya drama dengan tim semesta mendukung. Lin Yusen dikelilingi oleh orang-orang yang mendukungnya untuk mendapatkan cinta Nie Xiguang. Nie Xiguang juga sama. Dia dikelilingi keluarga yang rame, sportif, ceria, dan sangat positif vibes. Konflik-konflik kecil mereka nggak menggoyahkan hubungan mereka sama sekali.

Setelah nonton Shine On Me, aku jadi makin percaya satu hal:

- Cinta yang sehat itu tidak mengerdilkan.
- Tidak membuat salah satu merasa lebih kecil.
- Tidak membuat salah satu kehilangan mimpi.

Cinta yang sehat itu sejajar.

Dan mungkin itu alasan kenapa drama ini terasa begitu nyaman.

Karena di tengah dunia yang penuh cerita dramatis, melihat cerita sederhana seperti ini sedikit bikin healing, tenang, dan fresh. Ringan dan meaningful.




Komentar

Popular Posts