In Movie Land

Time-Travel-Date ala K-Drama The King: Eternal Monarch

Drama Korea membuatku waras selama pandemi Covid-19 dan PSBB Jabodetabek. Setelah nggak bisa ke mana-mana, drama pulang terpaksa dari perjalanan Singapura-Langkawi, batal stay di Kuala Lumpur untuk satu pekerjaan, dan alhasil, sampai tulisan ini diterbitkan, aku belum ada rencana traveling ke mana pun. Sejumlah rencana harus diurungkan karena Covid-19 masih merajalela.

Untung kewarasanku masih terjaga berkat tontonan bioskop kecil di rumah ini. Setelah dipikir-pikir, sudah 4 bulan aku nggak nonton di bioskop. Sekarang semua berpindah ke aplikasi streaming. Drama Korea untungnya tetap seperti biasa, menayangkan tontonan seru. Anyway, aku bukan anak baru di drama Korea ya. Aku udah nonton sejumlah judul drakor yang bagus-bagus itu selama 2 tahun terakhir. Jadi udah nggak asinglah dengan alur cerita drama korea yang ajaib-ajaib, percaya reinkarnasi, budaya minum soju dengan ayam goreng, sampai kode-kode cinta yang tersimpan dari semangkuk ramyeon.

Sayang juga ya kalau aku cuma duduk lalu nonton tanpa cuap-cuap di sini. Mumpung lagi puasa traveling, aku mau bahas drama Korea yang baru aja tamat, The King: Eternal Monarch. Biasanya aku review film sih di blog ini, tapi mau coba bahasa drakor juga sekalian ah. Soalnya begitu nonton The King: Eternal Monarch di episode pertama, aku langsung terpikat dengan plot dunia paralel yang imajinatif banget.

The King: Eternal Monarch


Cerita yang Imajinatif dengan Manpasikjeok (Seruling Pusaka Ajaib)

Plot dasar The King: Eternal Monarch adalah adanya dua dunia paralel dan bagaimana beberapa orang yang berwajah mirip dari dua dunia itu mulai bertemu dan bahkan bertukar tempat. Cerita berawal dari Lee Rim (diperankan dengan sangat apik oleh Lee Jung Jin), salah satu keluarga Kerajaan Corea yang telah membunuh rajanya sendiri demi mengambil seruling ajaib (Manpasikjeok) yang menjadi benda pusaka kerajaan turun-temurun. Namun, pemberontakan itu digagalkan oleh Lee Gon yang merupakan anak raja dengan mematahkan seruling menjadi 2. Lee Rim berhasil membawa belahan seruling itu dan kabur dari istana.

Manpasikjeok dipercaya sebagai benda yang jika ditiup akan membuat dunia sejahtera dan penuh keseimbangan. Lee Rim sudah lama mengincar seruling pusaka ini karena ia bukannya mengincar tahta kerajaan yang akhirnya jatuh ke tangan Lee Gon kecil. Ia mengincar keabadian dan dapat menguasai dunia. Sesuatu yang lebih besar dari sekadar menguasai Kerajaan Corea.

Drama Korea The King: Eternal Monarch

Sementara itu, Lee Gon yang masih berusia 8 tahun langsung diangkat menjadi raja setelah upacara pemakaman ayahnya. Pada saat bersamaan, Lee Rim sudah menemukan keajaiban belahan serulingnya, ia menyeberang ke dunia lain, Republik Korea. Lee Rim pun menyadari bahwa di dunia lain itu ia mengenali wajah-wajah yang sama dengan peran dan nasib berbeda. Ia mulai bermain di sana, menukar-nukar beberapa wajah untuk dibawa ke Kerajaan Corea layaknya pion-pion catur dan membunuh salah satunya. Itu terjadi selama 25 tahun. Selama itu pula ia telah membunuh kembarannya di Republik Korea dan mengirim mayatnya ke Kerajaan Corea, sehingga ia dapat dinyatakan meninggal biar tidak terus-terusan jadi buron kerajaan. Namun, tidak bagi Lee Gon (diperankan oleh Lee Min Ho).

Plot drama ini mengambil dunia paralel sebagai pusat sumbunya. Sejauh ini belum ada K-drama yang pernah kutonton mengambil jalan cerita seperti ini. Biasanya plot drama Korea yang paling sering diangkat berkisar tentang kehidupan masa lalu dan reinkarnasi masa kini. Lalu tokoh yang hidup sekian ratus tahun untuk menebus dosanya atau menemukan jodohnya. Ada juga plot drama tentang dunia nyata dengan dunia komik. Serupa tapi tak sama, The King: Eternal Monarch justru menyuguhkan perbedaan dunia Republik Korea dengan Kerajaan Corea pada garis waktu yang sama. Ini juga sekaligus membayangkan apa jadinya ya Korea kalau berjalan dengan sistem kerajaan? Apa jadinya juga ya Korea jika tidak terpecah antara Korea Utara dan Korea Selatan. Soalnya di dunia Kerajaan Corea, negeri Korea menyatu. Berbeda dengan Republik Korea yang cuma punya wilayah Korea Selatan. 

Dengan garis cerita dunia paralel, bumbunya pun seperti biasa, ada kisah cinta yang dalam antara dua orang beda dunia itu. Lee Gon bertemu dengan Jung Tae Eul (diperankan oleh Kim Go Eun) ketika nggak sengaja menemukan gerbang dunia paralel berkat bilah Manpasikjeok. Lee Gon yang merupakan raja di Kerajaan Corea dan punya misi memburu Lee Rim di kedua dunia itu harus mengahapi kisah romansa yang rumit dengan Jung Tae Eul yang merupakan Letnan di kantor polisi Seoul, Republik Korea. Masalahnya, Jung Tae Eul juga memburu kasus pembunuhan dan orang hilang yang jika dirunut, ternyata disebabkan oleh Lee Rim.

Menarik, kan, plotnya. Bikin greget. Misteri dan kisah detektif menjadikan The King: Eternal Monarch melekat dan ditunggu-tunggu.

Jo Eun Sup Menjadi Scene Stealer

Keberadaan Jo Eun Sup (dimainkan oleh Woo Do Hwan) yang mirip dengan pedang abadi sang raja di Kerajaan Corea menjadi bumbu komedi di The King. Tanpa Jo Eun Sup, mungkin The King akan jadi drama serius antara Lee Gon, Lee Rim, dan Jung Tae Eul.

Review Drama Korean The King: Eternal Monarch 2

Review Drama Korean The King: Eternal Monarch 3

Adegan paling kusuka adalah saat Jo Eun Sup bertemu pertama kali dengan Jo Yeong yang diajak Lee Gon melintasi gerbang dunia paralel. Mereka bertemu di rumah Jung Tae Eul. Lalu, Jo Yeong ditugaskan untuk tinggal beberapa waktu di Republik Korea untuk mengintai Lee Rim dan antek-anteknya. Sementara Jo Eun Sup menggantikan perannya jadi pengawal di Kerajaan Corea. Sungguh pertukaran yang tidak menguntungkan untuk image Jo Yeong yang teramat serius dan tangguh dalam beladiri di istana. Belum apa-apa, Jo Eun Sup sudah kena tembak saat menyelamatkan sang raja dari anak buah Lee Rim.

Jo Eun Sup yang terluka masih bisa membuat alur cerita menjadi sedikit ringan dengan tingkahnya di rumah sakit. Lucu sekali. Jo Eun Sup memang tak bisa beladiri, tapi dia sangat pintar dalam strategi dan menyintas program. Ia bisa membuka password laptop Jo Yeong yang merupakan bagian dari keamanan data istana. Ia juga berhasil menjebak anak buah Lee Rim saat akan menikamnya di rumah sakit berkat ia menemukan alat penyadap di ruang rawatnya. Hebat, ya. Ia dihadiahi masker topeng raja dan dibelikan mobil mewah setelah 'perjalanan dinasnya' ke Kerajaan Corea selesai.

Lucunya, Eun Sup sendiri tidak pernah berhasil lulus tes driving untuk mendapatkan SIM. Katanya, ia sulit menentukan arah belok karena jadi laki-laki itu berjalan lurus. Well, kebayang kan Jo Yeong emosi menghadapi kembaran dua dunia ini. SIM-nya justru didapatkan oleh Jo Yeong yang mengikuti serangkaian tes saat ia berada di Republik Korea dengan menggunakan identitas Eun Sup. Btw, nggak cuma wajah yang mirip, sidik jari dan DNA mereka juga sama. Jadi, gampang bagi mereka bertukar peran beda dunia. 

Adanya Teori Lintas Waktu

Di 3 episode terakhir, kita nggak cuma akan melihat alur orang yang melintasi gerbang berkat seruling ajaib yang dipegang Lee Gon dan Lee Rim. Kita disuguhi kejutan baru tentang seruling ini. Jika utuh, seruling pusaka ini bisa membuka gerbang lintas ruang dan waktu sekaligus.

Kebayang kan mengapa Lee Rim tega berkhianat pada keluarganya sendiri demi bisa mendapatkan Manpasikjeok. Rasanya nyawa orang lain tidak ada harganya lagi. Lee Rim membutuhkan keabadian. Terlihat dari dia yang awet muda selama 25 tahun. Selama seruling ajaib itu terbelah, ruang di antara 2 gerbang yang terbuka menjadi ruang yang disebut Lee Gon 'ruang dimensi 0'. Di sana waktu berjalan sangat lambat, tanaman tidak tumbuh, dan udara tidak bergerak. 

Review The King: Eternal Monarch

Lee Gon pernah harus terjebak di dalam ruang dimensi 0 saat ia terjebak di masa lalu. Ia harus menunggu selama 25 tahun waktu dunia normal. Itu artinya, menurut hitungannya, ia akan berada di ruang dimensi 0 selama 4 bulan lebih. Selama berada di sana, Lee Gon harus menghitung lompatan waktu dengan cermat jika ingin kembali ke masa kini.

Masalah lain yang ditimbulkan oleh Manpasikjeok yang terbelah ini adalah adanya sumbu ruang dimensi 0 yang membuat setiap orang yang melewati gerbang, waktu akan berhenti. Awalnya cuma beberapa detik, tetapi semakin banyak orang yang lalu lalang di gerbang dan ruang dimensi 0, waktu pun berhenti lebih lama.

Lee Gon menghitung dengan cermat perhentian waktu itu. Uniknya hanya dia dan Lee Rim yang dapat bergerak selama waktu berhenti, sebagai orang yang memegang bilah Manpasikjeok. Lee Gon akhirnya memprediksi, jika ini terus berlanjut, waktu akan berhenti selamanya. Ruang waktu akhirnya akan berlaku hanya untuk mereka berdua. Teori ini tentu menjadi isu kuat yang menggiring cerita dari episode ke episode.

Apalagi ada bumbu cinta yang menjadikan alasannya untuk merebut kembali Manpasikjeok itu. Ia tidak mau waktu yang dijalani Jung Tae Eul berhenti, khususnya saat mereka sedang bersama.

Puncak dari segala konflik, Lee Gon hanya punya satu cara untuk keluar dari masalah ini. Membunuh Lee Rim tidak akan bisa karena pengikutnya sudah banyak. Orang-orang kepercayaannya tentu akan jadi taruhannya. Lee Gon memutuskan untuk membuka gerbang ke masa lalu. Sesuatu yang belum pernah dia lakukan.

Ngapain Lee Gon ke masa lalu? Apakah dia mengubah masa depan? Ini pertanyaan sungguh mengandung spoiler. Bagi yang belum nonton, bisa berhenti baca sampai di sini. Kalau udah, yuk kita bahas bagaimana akhirnya.

Lee Gon Mengubah Masa Depan

Sepertinya hampir semua K-drama sangat memanjakan penonton. Episode paling mendebarkan adalah 3 episode terakhir.

Namun, menurutku, cerita sebenarnya berakhir di episode 15 saat semua konflik memuncak meski, Lee Rim memberi skakmat untuk Perdana Menteri Koo yang oportunis dan ingin menjadi ratu Kerajaan Corea. Sepanjang episode, kehadirannya hanya mengganggu hidup Lee Gon saja. Culasnya sama, tapi PM Koo masih punya kelemahan yang dapat ditumbangkan oleh Lee Rim, yaitu menukar ibunya. Itu artinya ibu kandungnya sudah dibunuh. Ibunya tak lagi ibunya. Mirip judul FTV ya. Well, adegan PM Koo berteriak keras saat menyadari ibunya bukan ibu kandungnya lagi menjadi adegan pamungkas di episode 15.

Setengah hati aku berharap, ada celah untuk menyelesaikan masalah pertukaran dua dunia ini yang konfliknya nggak antiklimaks. Tapi apa yang dilakukan Lee Gon menjadi sebuah twist sendiri. Lee Gon kembali ke masa lalu sebanyak 2x. Yang pertama, untuk melihat dirinya menyelamatkan Lee Gon kecil sambil membawa-bawa ID Card Jung Tae Eul. Terjawab sudah misteri ID Card Jung Tae Eul yang selama ini disimpan dari kecil oleh Lee Gon. Lee Gon sudah mengetahui bahwa ID Card itu adalah pesan dari masa depan karena ada angka tahun kartu itu dibuat, 2019.

Review The King: Eternal Monarch

Lalu, misi perjalanan ke masa lalu keduanya benar-benar akan menjadikan sejarah berubah. Lee Gon harus mendapatkan Manpasikjeok utuh sebelum Lee Rim mengambilnya. Dia harus mencabut akar yang mengganggu sebelum akar itu tumbuh menjadi benalu. Itu artinya dia bisa saja mengorbankan dirinya sendiri di masa kecil saat Lee Rim berusaha mencekik lehernya. Jika itu terjadi, Lee Gon dewasa tak pernah eksis.

Soal masa lalu berubah dan eksistensi para karakternya menjadi isu menegangkan menjelang akhir episode. Kalau nggak konsentrasi, kita nggak akan ngerti alur ceritanya. Teori tentang lintas waktu memang memusingkan, ya. Satu kejadian kecil diubah, masa depan berubah. Seperti saat perjalanan pertama Lee Gon dan terjebak di masa lalu, Lee Gon bertemu Jung Tae Eul muda beberapa kali. Tentu ini akan menjadi ingatan baru bagi Jung Tae Eul dewasa. Ini juga menjadikan pertemuan pertama  yang ditampilkan di episode 1 berulang dan memberi kesan berbeda.

Namun, perkara ingatan tambahan dan masa depan berubah, ada yang namanya garis takdir yang tidak berubah. Meski pertemuan Jung Tae Eul dan Lee Gon menjadi lebih hangat (tidak sedingin pertemuan pertama mereka di awal episode), takdir mereka untuk menghadapi beberapa tantangan cinta dan hidup masih sama. Dengan kata lain, ada sistem qada dan qadar (dalam ajaran agama) yang memang sudah kita yakini, bukan? Pokoknya, persoalan lintas waktu ini akan jadi rumit, tapi menjadi sedikit sederhana di K-drama ini. Satu yang aku pahami sejak dulu, ada berbagai kemungkinan hidup terbuka jika kita berandai-andai dapat mengubah masa lalu, tetapi tidak dengan takdir yang sudah ditetapkan.

Itu serupa dengan ungkapan orang, "Kalau jodoh, nggak akan lari ke mana." Eaaa... Ya, mau mengambil pilihan hidup macam apa pun, mau berbelok ke kiri atau ke kanan, hal yang sudah ditetapkan untuk kita akan menjadi milik kita juga.

Review The King: Eternal Monarch

Balik lagi ke kisah Lee Gon mengubah masa lalunya sendiri. Sebenarnya aku kurang puas dengan eksekusi kisah menjelang akhir ini. Ini sama saja Lee Gon mengakhiri perang sebelum perang itu dimulai. Kejahatan Lee Rim dicegah dari awal bahkan sebelum kejahatan itu terjadi. Jadi, rasanya sia-sia menonton kisah yang panjang dan penuh misteri dari awal, jika semua kisah rumit tentang dunia paralel ini di-reset. Semua orang yang dibunuh Lee Rim, tetap hidup di dunianya masing-masing, orang yang bertukar peran juga tak mengenal satu sama lain. Bahkan kembaran Lee Gon di Republik Korea yang dulu dibunuh Lee Rim pun masih hidup dan punya nasib hidup yang baik. Agak kurang puas ya.

Bagaimana nasib Lee Gon dan Jung Tae Eul yang beda dunia? Apa yang terjadi jika pintu gerbang dunia paralel ditutup? Well, di episode 15, sebelum berpisah, Lee Gon berjanji untuk membuka semua gerbang semesta demi bertemu Jung Tae Eul. Dan, mungkin ini yang menghibur di episode 16.

Time-travel-date

Karena mengikuti drama ini on-going, jadi nungguin banget episode 16 dan akhir ceritanya. Karena sudah pasti Lee Gon dan Jung Tae Eul tidak dapat bersama begitu ia mengubah masa lalu dan mendapatkan Manpasikjeok dengan utuh sebelum dicuri Lee Rim. Jika gagal, Lee Gon dewasa tidak pernah eksis dan ingatan Jung Tae Eul tentang Lee Gon akan hilang.

Sebenarnya episode 16 ini adalah episode hiburan. Semua misteri sudah dipecahkan dan Lee Gon sudah me-reset dunia. Seharusnya semua kembali normal. Tetapi Lee Gon mencoba menggunakan Manpasikjeok utuh untuk kembali ke tahun 2020. Ternyata ada yang mengejutkan. Jika sebelumnya kita mengenal ada 2 dunia, ternyata ketika seruling ajaib itu utuh, benda itu dapat membuka gerbang ke banyak dunia. Nggak cuma 2. Jadi Lee Gon membuka gerbang dunia satu per satu hingga menemukan Jung Tae Eul yang benar. Dia memasuki gerbang secara random dan bertemu dengan kembaran Tae Eul dengan berbagai sifat dari berbagai dunia. Sepertinya janjinya untuk membuka semua gerbang semesta benar-benar ditepati. Kalau kamu nonton langsung, pasti geli sendiri, deh. Butuh 1 tahun baginya untuk menemukan gerbang ke Republik Korea. 

Review Drama Korean The King: Eternal Monarch 5

Dengan menjalin hubungan LDR beda dunia ini, Lee Gon dan Jung Tae Eul sepakat untuk menyembunyikan hubungan mereka dari semua orang. Toh, orang yang mereka kenal juga sudah saling melupakan eksistensi dunia paralel. Kecuali Jo Yeong yang ikut dalam perang ke masa lalu bersama Lee Gon. Dia masih mempunyai ingatan tentang dunia paralel dan kembarannya Jo Eun Sup di dunia Republik Korea. Namun, mereka sepakat tidak akan saling menyeberang gerbang dunia lagi demi rahasia dan keamanan dunia masing-masing.

Nah, masalah lain yang menjadi penutup kisah The King: Eternal Monarch adalah dapatkah Jung Tae Eul menjadi ratunya Lee Gon? Jawabannya sudah pasti tidak karena Jung Tae Eul sendiri punya kembaran di dunia Kerajaan Corea. Itu tentu akan membuyarkan identitas Luna, kembaran Jung Tae Eul di dunia itu.

Jadi kisah ditutup dengan cerita kencan mereka yang menarik pada akhir minggu. Mereka mendatangi berbagai ruang dunia dan memastikan waktunya tidak sama dengan waktu dunia mereka, memastikan mereka tidak punya kembaran di dunia yang dituju. Cuma K-drama ini yang punya ide cerita kencan traveling lintas waktu, ya dan mereka sudah menyiapkan satu koper perlengkapan pakaian dan aksesoris sesuai tren waktu dan dunia yang mereka tuju. Mereka selalu janjian di depan gerbang dimensi 0. Manis-menarik-menegangkan, bukan?

Kisah romansa yang dibuat dengan level berbeda dari kisah kebanyakan.



Related Articles

16 komentar:

  1. Ahahahaha,,, aku juga ngikutin drama ini. Kamu nulisinnya komplit banget, detail. Aku aja ngikutinnya udah males mikirnya, biar Lee Gon aja yg mikir strateginya.

    Tapi aku suka endingnya,, jadi time traveller sampe kakek nenek.

    ReplyDelete
  2. Aku gak nonton kdrama yang ini, tapi acting Min Ho emng pasti memesona. Jadi kepengen seruling ajaib penebar kedamaian. Tapi takut direkrut masuk Nasida Ria,bawain lagu Perdamaian Perdamaian, Perdamaian Perdamaian, Ada yang Cinta damaaai, ada yang suka perang.. Bingung

    ReplyDelete
  3. Belum pernah nonton drakor tapi bava ulasan ini imajinasiku terbawa dengan keseruannya.
    Salut sama pemain-pemainnya yang suka totalitas. Pantesan banyak disukai :)

    ReplyDelete
  4. knp ya kalau film korea itu bisa begitu epic dan ruh romantisme itu kuat, bikin sapa aja betah berlama-lama aja ini

    ReplyDelete
  5. lengkap banget nih reviewnya mba...
    aku tuh suka salut sama penyuka drakor yang suka nulis review di blog
    mereka tuh detail banget klo ngereview, kadang ga nontonpun jadi kebawa sm alur ceritanya

    ReplyDelete
  6. Banyak temen2 ku pecinta drama korea rekomendasi kdrama yg satu ini, tadi mau berhenti pas dibilang mengandung spoiler eh krena kepo jd keterusan baca sampe akhir hehe tp nnti ttp wajib ditonton;)

    ReplyDelete
  7. Saya gak ngikutin drakor. Kadang-kadang suka ngiri juga sama penggemar drakor. Selalu ada aja drama yang bisa dinikmati

    ReplyDelete
  8. Haha walaupun tidak addict dengan drakor tapi ini salah satu drakor yg aku tonton. btw detail bgt ya mbak hihi

    ReplyDelete
  9. Wah lagi hits banget ya drama Korea berjudul The King ini. Semacam tentang adat budaya gitu yah.

    ReplyDelete
  10. Saya tidak pernah nonton drama Korea. Jadi nama dan istilah disini cukup asing. Ga jarang baca ulang buat melafalkan dengan benar nama ataupun ejaannya. Hehehe...

    ReplyDelete
  11. Semula aku ngga mau nonton lho
    Bosen ama cakepnya Lee Min Ho haha ha
    Tapi akhirnya suka dengan ide kisah dunia paralel ini
    Karena banyak ilmuwan yang mengakuinya

    ReplyDelete
  12. Duh Num, kok gue belum minat sih yah nonton Drakor kek orang-orang gitu hehe. Tapi kalo baca seru juga yah haha. Yaa hiburan saat pandemi seperti inilah yaah wkwk

    ReplyDelete
  13. Udah lama banget ngga nonton drakor, sebenarnya ada niat nonton yang ini karena ada Lee Min Ho nya , tapi belum sempet juga , ternyata lumayan seru juga yaa ceritanya .

    ReplyDelete
  14. Ngikutin juga dan cukup terhibur, diakhiri dengan scene yang manis dan bikin senyum-senyum setelah dibikin mikir sebelumya :))

    ReplyDelete
  15. Akhirnya aku baca lagi review soal drama ini. Padahal sudah masuk list tonton tapi belum juga mulai, malah belok ke drama Thailand. Jadi kepengen nonton sekarang. Tapi mau tamatin dulu yang lagi ditonton. Nggak telat kan ya?

    ReplyDelete
  16. AKu bukan pencinta drakor actually
    Tapi melihat ini garapan Netflix ko ya jadi penasaran haha.
    Barusan aku nonton juga trailernya di Youtube
    Dan ternyata sudah banyak yang nonton dong.
    Aku gak yakin sama trailernay jadi emang harus nonton langsung sih, tinggal nyari waktu luang aja haha

    ReplyDelete