Derawan Trip : Menikmati Senggang di Pulau Derawan

Suatu hal yang tak pernah diduga aku bisa sampai ke pulau ini. Seorang teman mengajakku (lebih tepatnya meracuniku) dengan tiket ke Tarakan. Siapa yang tidak tergoda dengan tiket perjalanan itu? Apalagi Kepulauan Derawan memang incaran pada traveler beberapa tahun terakhir demi bisa melihat ubur-ubur tanpa sengat di Pulau Kakaban. Nah, mulanya aku ragu karena toh aku sudah pernah menjenguk ubur-ubur sejenis di Pulau Togean. Namun, memang dasarnya sudah pasrah pada hasrat ingin jalan-jalan, aku mengiyakan ajakan itu. Dan, sejak itu pula, mulai terngiang di telingaku bahwa Kepulauan Derawan memanggil-manggil kami.

Derawan
Cottage yang ada di Pulau Derawan
Berangkatlah kami subuh hari menuju Pulau Tarakan, salah satu lokasi gerbang menuju Kepulauan Derawan. Melalui Pelabuhan Tengkayu, kami bisa menyeberangi taman nasional bawah laut yang diapit Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi ini.

Kami menyewa speedboat yang siap mengantarkan kami mengarungi perairan Kepulauan Derawan. Hanya dengan 2,5 jam di laut, sampailah kami di Pulau Derawan. Tak sabar ingin mampir ke penginapan untuk menyegarkan diri sejenak dari deraan panas terik wilayah Khatulistiwa itu sebelum lanjut eksplor pulau.

Kami menginap di Lestari Cottage, penginapan yang posisinya persis di atas air. Jadi, begitu keluar kamar, pemandangannya adalah laut lepas. Menyenangkan bukan? Bahkan bisa menikmati sunset dari beranda cottage.

Pelabuhan Tengkayu, Tarakan

I love my travelmate. We're ready!
Speedboat yang siap membawa kami ke Derawan.



Akhirnya, Derawan...


Pulau Derawan jadi salah satu tempat persinggahan para wisatawan yang ingin mengarungi perairan Kepulauan Derawan. Resort yang disediakan di Pulau Derawan juga sudah cukup nyaman dengan kadar keasinan air yang jauh berkurang. Anyway, air jadi tolak ukur untukku untuk menilai kenyamanan resort saat berada di pulau. Biasanya air tawar sungguh sulit ditemui di pulau-pulau seperti ini. Dan, syukurlah di Pulau Derawan sendiri airnya bersih dan tidak asin yang penting. Meskipun di luar itu, pasokan aliran listrik masih terbatas.

Kalau beruntung, sebenarnya tepat di perairan depan cottage kami, para penyu sisik suka nangkring. Biasanya dia muncul pagi atau sore. Tapi jangan ditangkap, ya. Cukup dilihat-lihat saja. Karena penyu ini sangat pemalu.

Penyu yang pemalu mengintip di depan cottage.

View dari beranda Lestari Cottage. Buka pintu kamar langsung "Baaa!" Laut!
Aku bersama rombongan TVCI
Kami menghabiskan waktu menginap selama 3 malam di pulau ini. Pulau Derawan nggak cuma sekadar jadi tempat menginap. Kita bisa eksplor pantainya dan perkampungannya. Apa saja yang kami lakukan selama berada di pulau ini?

1. Gowes alias Sepedaan

Siap sepedaan dengan kulit yang mulai eksotis.

Mengelilingi Pulau Derawan yang tidak terlalu besar memang paling seru menggunakan sepeda. Gowes pagi dan sore di pulau ini adalah pilihan menarik. Sewa sepeda cuma Rp25.000 dan kita bisa pakai sepuasnya. Nah, kebetulan, aku punya waktu kosong pada pagi hari dan sepanjang sore di hari terakhir di pulau ini. Eksplor Pulau Derawan dengan sepeda menjadi hal yang menyenangkan. Pulau Derawan bukan pulau yang terasing. Penghuni pulau ini sungguh ramah karena mereka mulai terbiasa dengan para pendatang. Sambil bersepeda, kami bisa mampir untuk jajan di warung-warung kecil dengan harga yang relatif standar. Biasanya, harga makanan dan minuman kemasan di pulau memang agak mahal karena jarak dan waktu tempuh distribusi ke pulau. Tapi di Pulau Derawan ini kami bebas jajan snack. Asal diperhatikan tanggal kadaluwarsanya ya. Kami sempat membeli beberapa bungkus Pop Mie yang sudah kadaluwarsa, bahkan sempat beberapa sudah habis dikonsumsi.

Satu hal yang dapat kunilai dari sekeliling pulau ini. Kampung Derawan sungguh tertata dan bersih. Lihatlah kerapian jalan setapaknya, jalan ramai kampung hingga dermaganya. Karena memang Derawan sudah jadi arena wisata, tentu masyarakat kampung sini nggak akan membiarkan kampungnya tampak kumuh dan tercemar. Mereka bahkan menata tanaman dan bunga-bunga yang tumbuh. Ada beberapa ladang kelapa yang kami lewati. Kelapa-kelapa tumbuh berjajar rapi tanpa ada yang dengan sengaja ditebang. Menakjubkan. Rasanya, berada di Pulau Derawan, homey banget.

Jalan-jalan sore mengelilingi Pulau Derawan.
Jalan-jalan sore saat matahari sedang bulat mengarah ke barat.
Sepedaan sampai matahari tenggelam.


2. Sunset di Dermaga Derawan

Untuk menikmati sunset, kami tinggal berjalan ke dermaga Derawan yang menghadap ke barat. Jarak dari penginapan tidak terlalu jauh. Nggak ada ruginya, kok, karena kita bisa susur pantai yang menghadap ke Barat. Kita melewati perkampungan nelayan, jadi nggak heran kalau di dermaga ini agak sedikit berbau anyir hasil tangkapan nelayan. Anyir tapi segar-segar lho.

Pemandangan pantai Derawan sore hari.



Berpose sebelum malam.

Sunset di Derawan.
Another sunset in Derawan.


3. Sunrise di Derawan

Kami bisa menikmati 3 kali sunrise selama berada di Pulau Derawan. Kala fajar menjelang, kami berjalan menuju pantai Derawan yang menghadap ke timur. View di pantai yang menghadap ke timur jauh lebih banyak wahana bermain air karena terbebas dari tambak-tambak serta kapal nelayan.

Karena pantai ini menghadap ke timur, dibuatlah dermaga-dermaga untuk menatap pagi di Pulau Derawan. Tempatnya sungguh menyenangkan, tenang, dan damai. Pagi itu, matahari tertutup awan. Tapi aku bisa melihat bias keemasannya. Pagi itu emas. Ya, emas yang ditebar ke bumi dan hanya bisa disaksikan oleh orang-orang yang mau beranjak dari tidur. Apalagi berada di pulau indah seperti ini, meski matahari terbit tak terlihat sempurna, tapi sinar emas itu menyempurnakan pantai pagi itu.

Zona menatap pagi lebih dini di Pulau Derawan.


Pagi di Cottage.


Pagi di dermaga dengan bias emas perairan.

4. Bersantai di Cottage

Dari sekian banyak pilihan yang dapat dilakukan di sebuah pulau yang elok, bersih, dan nyaman ini, pilihan bersantai dan bermalas-malasan juga jadi bagian dari liburan, kok. Kami nggak pernah mati gaya saat punya waktu kosong di pulau ini. Setelah seharian mengelilingi taman bawah laut dengan snorkeling serta beranjak dari pulau satu ke pulau yang lain, hari terakhir menjadi harinya kami di Pulau Derawan. Mau ngapain aja, bebas. Bahkan baru kali ini aku punya waktu tidur siang saking santainya liburanku kali itu.

Ipin sedang tidur manis di sebelah cottage, terlindung dari matahari.
Duduk sore di depan cottage.

Pose di dermaga utama Pulau Derawan juga bisa.


Salam kulit eksotis dari Derawan.
Kisah kegiatan kami selama di Kepulauan Derawan akan kutulis terpisah. Ada banyak pulau yang bisa dieksplor dan ada banyak keindahan bawah laut yang bisa kami nikmati. Nantikan kisahku dalam jurnal berikutnya.

2 comments: