In Journey Land

Menggosong di Pulau Gosong Kepulauan Derawan

Kalau sudah akrab dengan pulau, pantai, dan laut, tentu sudah tidak asing dengan yang namanya pulau botak alias pulau yang terdiri dari gundukan pasir. Gundukan ini dapat terlihat jika air laut sedang surut. Kalau pasang, pulau ini akan ikut tenggelam. Tiap daerah, sebutan untuk pulau pasir ini pun beda-beda. Seperti saat aku di Taka Bonerate, Sulawesi Selatan, pulau ini disebut Pulau Bungin (baca: bunging). Nah, di Derawan, Kalimantan Timur ini, pulau serupa dinamakan Pulau Gosong (baca: Gusung).

Pulau Gosong Derawan.
Di wilayah kepulauan taman nasional, banyak sekali pulau seperti ini ditemukan. Pesonanya apa? Ya, pasir dan air laut terlihat menyatu seperti fatamorgana. Pandangan kita untuk menatap laut menjadi makin luas 360 derajat. kita seperti terdampar di tengah laut.

Di Kepulauan Derawan sendiri, kami menemukan 2 Pulau Gosong: Pulau Gosong-nya Nabucco (bersisian dengan Pulau Nabucco) dan Pulau Gosong Sanggalau. Mari kita lihat pesonanya satu per satu.

1. Pulau Gosong dekat Nabucco
Niat awalnya adalah ke Pulau Nabucco. Namun, setelah sampai di pulau yang berjarak waktu 2 jam dari Pulau Derawan ini sangat komersial, kami jadi tidak bisa masuk ke kawasan pulau tersebut. Maklum, Pulau Nabucco itu adalah pulau khusus resort. Untuk masuk ke kawasan pulaunya, masing-masing harus membayar Rp30.000,-. Yasudah, kami urungkan niat itu. Toh, kami mendamparkan diri di sebuah dataran pasir putih dengan air laut yang bening. Ini Pulau Gosong-nya. Tidak ada pohon, tidak ada tanah, tidak ada rumah. Hanya pasir dengan pemandangan luas.

Pulau Nabucco.

Pose di Pulau Gosong.

Pulau Gosong ini tampak luas pada pagi hari, saat air laut surut.

Foto bersama keluarga TVCI
Kata orang kapal yang membawa kami, pulau ini munculnya saat pagi hari, saat air laut sedang surut. Jika telat beberapa jam saja, pulau ini lenyap. Ajaibnya, bentuk pulau ini berubah-ubah sesuai arus membawa pasir dan membentuknya menjadi gundukan. Kadang-kadang luasnya kecil, sekali waktu lokasinya jadi panjang, atau malah melebar. Itu semua berkat angin dan arus laut pasang yang menghempaskan pasir-pasir hingga menjadi padat di satu titik.


2. Pulau Gosong Sanggalau
Pulau Gosong yang ini mirip padang pasir. Saat kami ke sini, hamparan pasirnya cukup luas. Dan, tentu saja, panasnya luar biasa. Terik matahari menyengat tanpa permisi. Ini baru Pulau Gosong yang sebenarnya. Sungguh membuat kulit kami gosong seketika.

Pulau gosong ini relatif lebih dekat dari lokasi penginapan kami, yaitu Pulau Derawan. Cuma 15 menit naik speedboat ke daratan pasir ini. Saat kami sampai di sini, kami disambut kawanan baby shark. Pada waktu itu, karena belum ada edukasi mengenai bayi hiu ini, kami langsung takut dan menghindar. Siapa, sih, yang tidak takut hiu? Tapi justru saat kami menjelajah pasir di pulau ini, bayi hiu itu malah yang lebih dulu ketakutan. Tidak seperti bayi hiu di Takabonerate. Kami bisa bermain dengan bayi-bayi hiu meskipun mereka sangat lincah dan liar. 

Pulau Sanggalau sebelum kami injak. Terlihat garis-garis halus seperti di padang pasir.

Pulau Gosong Sanggalau tampak lebih panjang dan tenang hari itu,

Properti payung ini menambah kesan colorful cerah di Pulau Gosong.
Inilah hasil kegosongan kami di Pulau Gosong. Meski panas, tidak ada satu pun dari kami yang mengeluh. Di sinilah tempatnya berjemur sampai gosong.


Related Articles

2 komentar:

  1. Replies
    1. Ah, sudahlah Mas. Dengan segudang agenda traveling lo yang gratisan, aku juga iri :D HAHAHAHA

      Delete