In Advertorial Land Hospitality Land

Hotel Tijili Seminyak yang Artsy dan Stylish

Sepulang dari Nusa Penida, aku masih harus memperpanjang liburanku satu malam. Berhubung Junisatya masih punya jatah cuti dua hari lagi, kenapa tidak dimanfaatkan untuk bersantai sejenak di wilayah Seminyak? Beberapa hari ini aku jadi flashpacker alias traveling yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Bahkan tiap malam kami bongkar tas untuk di-repacking karena besoknya harus check out penginapan, lalu mencari penginapan lagi untuk malam berikutnya. Kisah santai di Ubud pada awal kedatangan kami di Bali tak sesantai saat aku berada di Nusa Penida. Nusa Penida itu unexpected place ever. Wilayahnya pun di luar jangkauan rambu-rambu lalu lintas. Jadi, apa yang kami hadapi selama di sana adalah pengalaman yang luar biasa.

Nah, sekembalinya kami dari Nusa Penida, aku tidak berniat untuk langsung terbang pulang ke Jakarta. Santai dululah, kayak di pantai. Saatnya meresapi Seminyak dengan nuansa yang memanjakan diri, sembari memulihkan kesehatan yang sempat menurun selama mengarungi Nusa Penida.

Tijili Seminyak Hotel review
Bersantai di Tijili Seminyak Hotel, Bali.
Tijili Seminyak Hotel Review
Bangunan tampak depan Tijili Seminyak Hotel.
Hotel Tijili Seminyak adalah tempat yang tepat. Ini staycation-ku di Bali pada malam terakhir. Aku dan Junisatya diantar oleh sopir Uber hingga pelataran hotel. Sebuah bangunan cokelat dengan ornamen kayu yang memberi nuansa industrial menyambut kami. Seorang bellboy tersenyum kepada kami. Aku sudah booking kamar di hotel ini dua minggu lalu, sebelum berangkat ke Bali. Katanya hotel ini didesain oleh Ridwan Kamil. Jadi makin penasaranlah aku untuk merasakan menginap satu malam saja di hotel ini.

Karena bangunannya tampak cokelat di bagian depan, kupikir hotel ini akan dipenuhi oleh ornamen-ornamen industrial lainnya. Ternyata aku salah besar. Begitu memasuki lobi disapa dengan sangat ramah oleh bagian resepsionis, aku melihat nuansa warna-warna cerah memenuhi dekorasi lobi. Cerah, meriah, penuh warna, dan yang pasti sangat Instagramable. Ini baru bagian depan.

Review Staycation di Tijili Hotel Seminyak
Lobi depan yang tampak apik.
Tijili Seminyak Hotel review
Ornamen lucu dan penuh warna ini langsung menarik perhatian.
Barang-barangku dan Junisatya sudah langsung diantar oleh bellboy ke depan pintu kamar. Kami akan stay di  Deluxe Balcony Room di lantai 1. Begitu masuk kamar, dekorasi klasik dan modern menyatu dalam balutan nuansa semi-rustic yang dimodifikasi dengan goresan warna cerah. Ada bangku berupa potongan kayu gelondongan di pojok kamar. Bisa dijadikan bangku, bisa dijadikan meja kecil. Secara dekorasi, kamarnya tak jauh berbeda dengan kamar hotel-hotel lain. Fasilitas seperti TV, lemari, nakas, meja kerja, kulkas, ketel air, dan minuman kemasan juga sudah disiapkan rapi di tempatnya. Di dalam lemari tersimpan dua kimono dan dua sandal jepit berwarna toska. Ada brankas kecil untuk menyimpan barang berharga.

Di kamar mandinya, sabun, sampo, lotion, conditioner juga sudah tersedia di dalam wadah senada berwarna cokelat muda. Tambahan hair dryer, sikat gigi, odol, tusuk gigi, dan peralatan mandi lain terbungkus dengan rapi di dalam lemari. Handuk berbagai ukuran juga disediakan di rak di atas kloset. Apalagi yang kurang?

Balkonnya tidak terlalu lebar. Tetapi cukup untuk menikmati pemandangan langsung ke kolam renang. Kalau siang-siang begini, bean bag disusun persis di pinggir kolam. Ini jadi lokasi favorit para bule untuk berjemur. Pas banget buat relaksasi.

Review Tijili Seminyak Hotel
Double bed di Deluxe Balcony Room.
Tijili Seminyak Hotel Review
Nuansa semi-rustic mulai terasa di ruangan ini.
Tijili Seminyak Hotel review
Semua tersedia, senangnya.
Tijili Seminyak Hotel review
Perintilan yang tersedia.
Tijili Seminyak Hotel Review
Poolside.
Tijili Seminyak Hotel review
Deluxe Balcony Room
Begitu check in beres, ada welcome drink yang telah disediakan khusus untukku dan Junisatya. Kami langsung menuju Kakatua Tropical Lounge yang dekorasinya lebih meriah lagi. Minuman mango juice dan camilan bika ambon sudah menunggu kami. Sepertinya pemilik hotel ini jatuh cinta dengan warna kuning, ya. Atau memang desainer interiornya ingin menampilkan nuansa tropikal dengan dominasi kuning dan oranye. Sampai-sampai, welcome drink yang disuguhkan juga bernuansa kuning. Junisatya tentu sangat senang berada di sini karena dia penyuka kuning. Untungnya ada unsur tosca yang memberi kesan kontras di lounge ini agar warna-warna cerah ini lebih hidup. Tosca is my favorite. Kombinasi yang ciamik, kan, untuk kami berdua?

Kakatua Tropical Lounge ini langsung bersisian dengan kolam renang. Jadi dekorasi kafenya terbagi dalam tiga nuansa, sofa santai yang menghadap ke kolam renang, susunan bangku dan meja di bagian dalam kafe yang warna-warni, serta bangku-bangku lebar di beranda depan persis di pinggir jalan. Di bagian beranda ini lebih semarak saat malam hari karena ada penampilan DJ yang berbeda setiap malam. Kafe ini buka untuk umum dari pukul 7.00 sampai 22.30. Menunya beragam, ada menu lokal, dan ada pula menu internasional. Harganya pun masih terjangkau dengan promo-promo khusus. Pokoknya masuk ke Tijili Seminyak dan menghabiskan hari nongkrong di Kakatua Tropical Lounge tidak akan membuatmu stres. Wifi khusus tamu hotel sungguh cepat. Nikmati saja.

Tijili Seminyak Hotel review
Kakatua Lounge siang hari.
Tijili Seminyak Hotel review
Menjemput welcome drink.
Teras depan Kakatua Lounge.
Kakatua Tropical Lounge review
Bar dan restoran di Kakatua Tropical Lounge, bagian dari manajemen Tijili Hotel.
Tijili Seminyak Hotel review
Menu-menu di Kakatua Tropical Lounge.
Tijili Seminyak Hotel
Breakfast.
Berada di Hotel Tijili Seminyak sama sekali tidak membosankan. Aku suka berada di antara warna-warna cerah ini dengan dekorasi yang serba eye-catching. Dari pintu lobi hingga ruangan kamar mandi, semua artistik. Semua dekorasi ini mengambil inspirasi dari berbagai ciri kesenian tradisional kita, termasuk Jawa dan Bali. Nuansa tropical tetap menjadi menu utama karena memang negeri kita adalah negeri tropis. Itu pula yang menjadi daya tarik Tijili bagi tamu warga asing.

Begitu kamu masuk ke lobi Tijili, terik kota Denpasar siang hari bahkan terlupakan. Lokasinya strategis, tak jauh berjalan kaki ke pantai Seminyak dan dekat dari pusat perbelanjaan wilayah Seminyak dan Legian. Bersenang-senang sampai tengah malam pun jadi. Tijili Seminyak Hotel kebetulan menyediakan angkutan yang bisa mengantar tamunya ke beberapa halte di sekitar Seminyak pada jam-jam tertentu. Gratis. Senang, kan, staycation di sini? Semua indera di tubuh ini terasa dimanjakan. Sarapan keesokan paginya sebelum check out pun terasa kenyang pol.

Ternyata pilihanku tepat sekali. Petualangan luar biasa di Nusa Penida ditutup dengan staycation satu malam di Tijili Seminyak Hotel. Penutup yang hangat untuk kisah traveling singkat yang padat. Di Tijili, aku pun jatuh cinta lagi.




Tijili Seminyak Hotel
Kamu bisa langsung reservasi di website-nya, kok.

Related Articles

8 komentar:

  1. Selera Pak Ridwan Kamil bagus. Selain desainnya yang cantik interiornya juga sangat menyenangkan mata. Tijili mestinya tempat persinggahan bentuk kalau saya sampai lagi di Bali :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Evi harus cobain stay di hotel ini. Pasti puas deh foto-foto di sini. :)

      Delete
  2. Cakep banget ya hotelnya, beneran suasana holidaaay...Pak RK jreatif banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puas banget staycation di hotel ini. Beda dari yang lain interiornya. Coba aja ada di kota-kota lain ya. :)

      Delete
  3. artsy dan kelihatan nyaman banget sih. Bukan cuma bentuknya yang keren, fasilitasnya juga keren-keren ya. wajar sih artsy, yang desain arsitek sekaligus bapak walikot Ridwan Kamil! gimana nggak keren

    ReplyDelete
  4. Oooo beneran Kang Ridwan Kamil yg design? Lucu hotelnya! Fix lah Kang RK untuk Jabar 1...!!! #LohKokJadiPolitik :D hahaha

    ReplyDelete