Foto Fashion Catlovers

Pekerjaannku menuntutku untuk selalu kreatif dan inovatif. Sisi kreatifku adalah saat aku membawa kucingku (lebih tepatnya kucing Junisatya) ke kantor untuk pemotretan fashionista, sebuah rubrik fashion di halaman majalahku.

Goku, kucing persia dengan warna white and red, telah siap untuk dijepret. Goku memang sudah terbiasa ketemu orang banyak. Goku juga udah biasa kami ajak jalan-jalan ke taman. Jadi kupikir gak masalah saat Goku menjalani pemotretan hari itu.

Lokasinya di Taman Menteng. Segala persiapan sudah dibawa ke lokasi. Goku gak sendiri. Ada 1 kucing persia lain yang menemani. Sebut saja Lulu, berwarna makarel milik partner kantorku. Saat itu cuma 1 hal yang kami khawatirkan, Lulu cukup galak untuk seekor kucing. Dengan model 2 orang dan wardrobe pinjaman dari beberapa brand tentunya kami harus serba hati-hati.

Tak kusangka Taman Menteng hari itu sangat terik. Kami tiba di lokasi pukul 12 siang. Goku yang sedari pagi cukup tenang mulai beriak. Lidahnya menjulur-julur karena kepanasan. Tapi dia masih tenang sembari menunggu pemotretan dimulai. Berbeda dengan Lulu yang kuberi istilah "senggol bacok". Lulu yang gak terbiasa di tengah keramaian apalagi cuaca siang yang panas, selalu menggeram-geram marah setiap orang mendekatinya.

Tim pemotretan harus bersikap calm down kalau gak mau duo kucing ini mengamuk.
Look 1 masih berjalan dengan lancar, meskipun Lulu tampak cuek dan berjalan sesukanya di atas tikar piknik.





Look 2 masih mulus karena angin berhembus cukup sejuk. Meskipun Lulu dan Goku tampak sangat jelek dengan lidah mereka yang tak henti menjulur.

Nah, Look 3 mulai kacau. Masalah pertama masih pada Lulu. Si model gak berani terus-terusin menggendong kucing betina bongsor itu. Jadinya Lulu dipasangkan tali pengikat. Karena panas, Lulu berniat kabur sambil menggeram kencang. Sepertinya Lulu gak suka diikat dan ditaruh tepat di bawah sinar matahari. Oke, sejenak berhenti. Tunggu adem dulu. Setelah Lulu cukup tenang, Goku yang sedari awal emang anteng, kini mencapai titik panas. Goku duduk dipangku oleh model yang satunya. And-you-know-what, diem-diem Goku pup. Oalah, diam-diam kucing ini ternyata nahan berak. Bau yang gak enak mulai menyebar. Untungnya tidak mengotori baju si model.


Setelah semua masalah itu teratasi, kami bersiap untuk look 4. Tapi sayang, karena panas matahari makin gak bersahabat buat para kucing, Lulu pun mengamuk dan mencakarku. Wardrobe pun sempat kena baretan kukunya. Alhasil, Lulu yang gak bisa dipaksa (lantaran kasian juga), Goku menjadi single fighter. Sempat bandel-bandel dikit, tapi beberapa kali jepretan Goku bisa diajak kerja sama.

Lanjut ke Look 5, Goku kembali tampil sendiri. Sepertinya dia sudah jenuh tapi sedikit capek mengeluh. Goku tampak pasrah digendong si model. Matanya tertutup karena silau. Tapi setidaknya dia udah gak menggeliat lagi saat digendong. Syukurlah, kali ini lancar.

Terakhir, untuk alternatif look, Lulu yang udah istirahat, kembali diajak. Emang karena udah sore, kucing-kucing yang udah lelah, dengan gampang diatur. Dengan beberapa kali jepret, pemotretan selesai.

GOku mesti ditetesin minuman ke mulutnya biar dia gak dehidrasi. Tanpa pikir panjang lagi, Goku dan Lulu dilarikan ke mobil dengan AC maksimum. Hari itu pasti melelahkan sekali buat Goku dan Lulu yang menjadi properti utama foto fashion. Aku membelai lembut kedua kucing itu. Gimana pun juga mereka cuma seekor kucing dan termasuk kategori kucing rumahan yang manja. Hari itu adalah perjuangan bagi mereka.

Tapi so far, hasilnya gak mengecewakan kok. Majalah Teen edisi 276, nongol tuh muka-muka kedua kucing itu.






Mereka yang terlibat di dalamnya:
Junisatya, Dee, Zee, Mel, dengan model Almira dan Inez

Komentar

Popular Posts