In Hospitality Land

Cerita Mudik dan Staycation di Maxone Hotel Surabaya

Road trip Jakarta-Madura saat mudik lebaran tentu jadi perjalanan yang panjang (baca ceritanya di sini). Aku dan keluarga menempuh jarak ratusan kilometer dalam waktu 26 jam. Soal waktu, kami termasuk beruntung karena perjalanan dilakukan H+1 lebaran 2018 alias hari kedua Idulfitri. Kemacetan tidak separah puncak arus mudik yang macetnya hingga berkilo-kilo meter. Meski setiap rest area pasti macet, setidaknya perjalanan kami masih mulus ketika memasuki tol Cipali. Ini juga kali pertamaku melakukan road trip menyusuri ujung barat Pulau Jawa hingga ujung utara Pulau Madura. Biasanya ke Surabaya naik kereta atau pesawat. Aku juga pernah sekali naik bisa dari Surabaya ke Jakarta lantaran kehabisan tiket kereta. Itu juga sudah lama sekali. Road trip kali ini berbeda karena pakai kendaraan sendiri dan aku ikut andil menyetir pula sebagai sopir cadangan.

Lelah sudah pasti. Setelah perjalanan panjang ke Sumenep, Madura, aku dan keluarga memutuskan untuk kembali ke Kota Surabaya dan menginap di Maxonehotels.com Surabaya. Lokasinya strategis, berada di pusat kota dan tidak jauh dari Tunjungan Plaza, mall kebanggaan orang Surabaya--kalau aku ke Surabaya, pasti mainnya ke Tunjungan Plaza.

Staycation di Hotel Maxone Surabaya (1). Source: jurnaland.com

Staycation di Hotel Maxone Surabaya(2). Source: jurnaland.com

Staycation di Maxone Hotel Surabaya (3). Source: jurnaland.com

Begitu sampai di parkiran depan Maxone Hotels, kami langsung disambut lampu-lampu temaram dari arah lobi. Karena nuansa libur lebaran, parkir mobil di depan Maxone penuh sekali. Untungnya mobil kami dapat terparkir dengan baik, setidaknya tidak di pinggir jalan. Memasuki lobi, dekorasi kursi dan meja warna-warni menyambut kami. Dominasi warna hijau muda juga tampak mencolok. Pelayanan dari resepsionis juga sangat ramah. Barang-barangku diantar langsung ke depan pintu kamar oleh bellboy.

Dari arah lobi menuju lift, instalasi koridor berwarna hijau menjadi daya tarik. Sambil menunggu lift pun, di bagian dinding yang berseberangan di depan lift terpajang berbagai quotes dari tokoh-tokoh inspiratif dunia. Kalau lift-nya lama, lumayan kan bisa baca quotes satu per satu. Kamarku ada di lantai 3. Koridor menuju kamar juga tidak kalah menarik. Tersedia lukisan-lukisan orang dengan pakaian daerah Surabaya dan para penari Jaipong. Di antara dekorasi yang playful, masih ada unsur tradisional yang diselipkan oleh Maxone Hotels Surabaya sebagai wujud identitas lokal. Yang kusuka dari Maxone Hotel ini adalah pintu kamarnya. Selain nomor kamar, ada spinner tertempel di bawah nomor kamar. Biasanya di pintu bagian dalam hotel digantung beberapa kartu yang menunjukkan beberapa keterangan, seperti bersihkan kamar, jangan berisik, atau butuh laundry. Nah, di Maxone, kartu itu tidak ada, diganti dengan spinner ini dengan 3 keterangan: I am dreaming (please leave me that way), I am out (please make it neat), I am fine (I feel content). Di setiap keterangan berbahasa Inggris itu, selalu diikuti oleh terjemahan dalam bahasa Jawa. Jadi tidak ada versi bahasa Indonesia. Kalau kamu tidak bisa bahasa Jawa sepertiku, baca bahasa Inggrisnya saja cukup, kok.

Staycation di Maxone Hotel Surabaya (4). Source: jurnaland.com

Staycation di Maxone Hotel Surabaya (5). Source: jurnaland.com

Kamarnya didekorasi dengan lukisan abstrak yang menarik. Nuansa putih dan hijau terasa mendominasi tetapi tidak mencolok mata karena ada lantai vinyl cokelat muda yang mempercantiknya. Hotel ini tidak menyediakan lemari, tetapi terdapat space untuk menggantung pakaian di bagian pojok ruang dekat jendela. Hotel Maxone memang didesain untuk orang-orang yang singgah sebentar dan butuh ruang tidur yang nyaman dan playful seperti ini.

Maxone hotel Surabaya juga menyediakan welcome drink yang disediakan di lantai 2 hotel ini. Karena kami check in malam, kami disuguhi jus dingin di retorannya sambil menonton Piala Dunia Rusia 2018. Malam itu aku sempat mengikuti pertandingan Jerman vs Mexico. Kami bisa nobar di restoran sampai tengah malam meski timnas Jerman kurang beruntung saat itu. Usai nobar piala dunia, aku beranjak dari restoran dan turun menuju lobi. Ada tangga khusus yang langsung sampai di lobi dengan dekorasi menarik pula. Di bawah tangga terdapat kolam ikan koi dengan instalasi teko zaman dulu sebagai pengucur air ke kolam tersebut. Dari tangga, langsung ada pintu kaca menuju teras depan dan aku bisa berjalan-jalan malam di sekitar hotel. Rupanya banyak jajanan pinggir jalan di sini. Ada beberapa warung seafood. Malam itu berakhir dengan makan seafood sampai kenyang.

Lokasi Maxone Hotel memang di pusat kota. Jadi, kamu jangan khawatir kelaparan kalau tengah malam. Pusat oleh-oleh juga banyak di sekitar sini. Sayangnya aku tidak punya banyak waktu untuk berjalan-jalan di pusat Kota Surabaya. Padahal rindu sekali dengan kota ini. Terakhir kukunjungi 5 tahun lalu.

Staycation di Maxone Hotel Surabaya (6). Source: jurnaland.com

Staycation di Maxone Hotel Surabaya (7). Source: jurnaland.com

Staycation di Maxone Hotel Surabaya (8). Source: jurnaland.com

Pagi-pagi sekali, kami harus siap-siap menuju destinasi selanjutnya. Aku sempat mencicipi menu sarapannya. Hotel ini menyediakan menu makanan khas Jawa, seperti pecel, bubur, dan soto. Sisanya menu-menu standar sarapan di hotel-lah ya. Kamu pasti tahu. Setelah check out hotel, kami langsung bertolak ke Malang untuk mengunjungi rumah kelahiran mama Junisatya. Katanya mau nostalgia. Alhasil, meski sebentar, menginap di Maxone sangat berkesan. Petugas hotel Maxone merekomendasikan kami untuk menginap di Maxone Hotel Malang karena ada kolam renang dan city view yang adem. Ah, Mexone Hotel Surabaya saja sudah memberikan kesan adem, apalagi Maxone Hotel Malang, ya. Boleh dicoba nih rekomendasi petugas hotelnya.

Sedikit bocoran, kalau lagi musim liburan, lebih baik reservasi dulu, ya. Jangan seperti kami yang datang on the spot. Maxone Hotel Surabaya cukup digemari dari segi kenyamanan dan harga. Semoga informasi dariku bermanfaat, ya. Beginilah aku kalau staycation singkat di satu hotel. Meski tak sempat bermanja di dalam kamar, aku cukup menikmati menit demi menit hospitality di hotel ini. Kamu mesti coba juga.

Staycation di Maxone Hotel Surabaya (9). Source: jurnaland.com

Related Articles

2 komentar:

  1. wahh jadi begitu bentuk interior Maxone toh.. keren ih..Sering penasaran sama Maxone karena sering lewat, tapi yang di Jakarta sih, bukan yang di Surabaya. hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak. Interior Maxone dominasi warna hijau dan lukisan abstrak. Kesannya modern, adem, dan segar gitu. Kurang tau kalau di Jakarta ya, aku juga belum pernah ke Maxone yang di Jakarta :))

      Delete