In Gallery Land Journey Land

Jalan-Jalan ke Museum Angkut di Batu, Angkut Aku Jelajah Dunia

Sudah lama sekali aku ingin berkunjung ke Museum Angkut di Batu. Berbagai cerita menarik tentang museum ini sudah tersebar di mana-mana. Apa istimewanya? Museum Angkut merupakan museum transportasi terlengkap dan terbesar di Indonesia. Lahannya saja sudah menghabiskan 3,8 hektare. Di dalamnya dipajang sekitar 500-an alat transportasi dari berbagai belahan dunia. Kita dapat melihat bentuk kendaraan dari masa ke masa di dalam sana, mulai dari yang sangat tradisional, hingga kendaraan bermesin canggih. Dulu orang masih memikirkan bagaimana caranya pergi dari satu tempat ke tempat lain. Sekarang kita malah berpikir bagaimana caranya cari tiket pesawat murah agar bisa pergi ke berbagai tempat. Sungguh teknologi memang motor penggerak peradaban dan pemikiran, ya.

Museum Angkut Batu

Koleksi mobil antik museum angkut Batu

Kalau aku menunggu tiket murah terus, kapan aku traveling-nya, kan. Akhirnya pada satu kesempatan, aku bisa datang ke Batu. Rasanya jauh sekali ya Batu itu dari Jakarta. Andai tiket pesawat murah ada setiap saat, ya. Kebetulan sekali, saat itu aku ada acara keluarga di Surabaya. Begitu acara keluarga selesai, aku dan Junisatya berkendara ke Batu untuk mengekplor beberapa tempat di sana. Senang bisa liburan sebentar di tengah kesibukan kami.

Tentu saja, tujuan utamaku jalan-jalan ke Batu adalah mengunjungi Museum Angkut. Namun, satu kesalahanku adalah tidak datang ke Museum Angkut pagi-pagi. Museum yang masih jadi bagian dari Jatim Park Group ini ternyata sudah antre sejak loket tiket belum buka. Padahal tiketnya terbilang nggak murah. Saat itu aku beli tiket on the spot Rp100.000 per orang karena tanggal merah. Lumayan juga antrenya. Nah, bagaimana bagian dalam Museum Angkut? Aku jabarkan satu per satu, ya.

1. Hall Utama

Begitu masuk, aku disambut sebuah hall luas yang diisi dengan mobil dan motor antik. Ada koleksi kendaraan pertama yang dipakai oleh Presiden Soekarno. Ada mobil Chrysler Windsor Deluxe legendaris dan helikopter yang pernah dipakai oleh Bung Karno saat menjabat sebagai presiden. Ada pesawat terbang khusus presiden RI juga yang dipajang di sini. Katanya sih, ini koleksi asli, bukan replikanya. Kebayang ya nilai sejarahnya pasti tinggi sekali mengingat pesawat ini yang membawa Bung Karno untuk terbang ke pelosok-pelosok tanah air.

Hall Utama koleksi mobil antik Museum Angkut

Mobil dan Helikopter Soekarno-Museum Angkut Batu

Seketika aku takjub dengan berbagai koleksi kendaraan pejabat dari berbagai negara ini. Setiap kendaraan antik yang dipajang itu punya kisah sejarahnya. Koleksi-koleksi kendaraan yang ada di Hall Utama merupakan perwakilan perkembangan transportasi masa dulu. Karena aku suka sekali dengan serba-serbi Kerajaan Inggris, aku senang sekali dapat melihat replika kereta kuda milik Ratu Elizabeth.

2. Zona Edukasi

Zona Edukasi Museum Angkut

Museum Angkut Batu, Angkut Aku Jelajah Dunia

Memasuki lantai dua, aku melihat rangkaian proses perkembangan teknologi dari masa ke masa. Berbagai alat transportasi diletakkan di sini yang mewakili masanya. Mulai dari kendaraan yang ditarik oleh sapi, kuda, dan kerbau, sepeda, becak, hingga kapal layar serta kereta api. Semua itu potret kehidupan masa lampau kita saat membangun peradaban. Aku senang melihat display kendaraan masa lalu ini. Namanya pun macam-macam sesuai negeri asalnya. Ada yang dari Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Maluku. Semua punya perwakilan kendaraan masing-masing sebelum teknologi motor masuk ke Nusantara.

3. Zona Bandara Runaway 27

Ini zona yang berada di lantai 3 dan outdoor. Begitu aku naik ke lantai 3, nuansanya sangat berbeda. Ini adalah area pesawat terbang. Di sini, kita dapat melihat replika pesawat Boeing 737-200 masih milik kepresidenan. Selain itu, kita bisa melihat serba-serbi dunia pesawat terbang, mengenal cockpit, mencoba inflight safety simulator, dan emergency exit slide. Semua edukasi tentang penerbangan ada di zona ini.

Runaway 27 Airport Museum Angkut Batu

Museum Angkut Batu, Angkut Aku Jelajah Dunia

Sebagai orang yang menyukai perjalanan, bandara, terminal, stasiun tentu sudah sangat dekat denganku. 3 lantai di gedung ini mewakili hasratku mengenal banyak sekali transportasi dari masa ke masa, bagaimana teknologi itu berkembang, dan bagaimana kendaraan bisa menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Menjelajah Museum Angkut sendiri adalah sebuah perjalanan pengetahuan bagiku dan Junisatya.

Setelah puas melihat-lihat zona-zona awal yang menarik ini, ternyata masih ada zona lain yang merupakan perwakilan dari  berbagai kendaraan di seluruh dunia. Dari lantai 3 Zona Bandara, carilah pintu keluar yang akan menghubungkanmu ke zona berikutnya.

4. Zona Batavia

Zona Batavia alias Sunda Kelapa ini membuka runaway zona-zona transportasi perwakilan dari berbagai belahan dunia. Aku memasuki suasana tempo dulu di Jakarta. Karena dulu sekali, Jakarta besar karena pelabuhan Sunda Kelapa dan perdagangannya di sana, aku dapat melihat ruko-ruko, lampion, seperti di kawasan pecinan. Ada kendaraan delman, motor, dan bajaj yang mewakili kehidupan masyarakat tempo dulu. Aku suka sekali area ini. Rasanya sangat Indonesia.

Zona Batavia Pecinan Museum Angkut

Museum Angkut Batu, Angkut Aku Jelajah Dunia

Koleksi mobil antik Gudang Batavia Museum Angkut

Setelah melewati runaway, perjalanan kami tertumbuk pada satu gudang besar yang berisi mobil-mobil antik. Ini adalah gudang mobil Batavia. Wah, rasanya aku ingin menaiki salah satu mobil tua tapi mulus dan mengkilat itu, lalu dipakai untuk keliling Batu dan Malang.

5. Zona Broadway Street dan Gangster Town

Welcome to Broadway. Mungkin ini tempat yang paling semarak dari serangkaian dekorasi dari pintu masuk. Kebetulan juga, saat aku berada di sana, hari sudah gelap. Yes, sejak dari area Batavia, runaway yang kami lalui memang outdoor. Pas banget, begitu masuk kawasan Broadway, lampu-lampu gemerlapnya sudah menyala. Terasa sekali nuansa semarak, ramai, dan bising, serasa mau nonton konser.

Gangster Town Museum Angkut

Broadway Street Museum Angkut

Kalau bisa menakar waktu, kalau bisa kamu datang ke Museum Angkut menjelang sore. Puas-puasin dulu di zona indoor, sehingga begitu sampai Broadway ini, kamu dapat melihat warna-warni lampu. Lebih bagus lagi kalau langit sedang cerah. Suasana malam di Batu tentu terkesan hidup.

Bagi yang belum pernah ke Amerika Serikat dan melihat kehidupan dunia hiburannya, sepotong California dan New York dapat kamu nikmati di sini. Ada gangster town dan broadway street. Ada banyak sudut-sudut dan pinggiran toko yang jadi spot menarik untuk foto-foto cantik. Bangunan-bangunannya mewakili gedung Amerika Serikat tempo dulu, mencakup police station, snack bar, fire station, barber shop, dan lain-lain. Kalau dilihat-lihat, suasananya mirip di film-film bertema gangster masa Al Capone yang merupakan gangster asal Brooklyn yang merajai penyelundupan minuman keras dan pelacuran di Amerika Serikat pada tahun 1920-an. Di ujungnya ditempatkan panggung Broadway lengkap dengan lampu-lampu sorotnya. Tampaknya semakin malam, semakin aku lupa kalau aku sedang berada di Museum Angkut Batu. Rasanya sudah terbang jauh ke Manhattan sana, melihat broadway membentang panjang.

6. Zona Eropa

Zona Eropa Museum Angkut

Meninggalkan Amerika Serikat dengan kehidupan malamnya yang gemerlap, aku masuk ke dunia Eropa yang lebih ceria, colorful, dan playful. Zona Eropa ini diwakili dengan miniatur Menara Eiffel yang mewakili Paris sebagai kota yang romantis dan dicinta hampir semua orang. Ada lukisan Colloseum dan Menara Pisa, serta displat vespa yang mewakili Italia.

Oh iya, kita bisa mencicipi makanan ala Eropa juga kok di sini. Ssst, pastikan kamu membawa uang jajan lebih ya, kan kamu sedang di Eropa ini. Jangan lewatkan makan pizza, brasserie, dan makanan lainnya.

7. Zona United Kingdom

Alohomora! Itu adalah kata kunciku saat memasuki zona Inggris karena diwakili oleh peron 9 3/4 Stasiun King Cross di film Harry Potter. Selamat datang di Inggris!

Zona United Kingdom Museum Angkut

Mobil Inggris Museum Angkut

Aku langsung masuk kawasan taman Buckingham Palace, istana Ratu Elizabeth. Miniatur istana Kerajaan Inggris ini dibuat semirip mungkin. Hanya bedanya gedungnya tampak lebih kecil. aku melihat banyak orang berfoto di taman yang penuh tumbuhan dan lampu taman itu. Aku tak banyak berfoto di sini karena terlalu ramai. Jadi, kami memilih untuk memasuki Buckingham Palace.

Aku langsung disambut mobil-mobil buatan Inggris yang terkenal di seluruh dunia, seperti Mini Cooper kesukaanku, Rolls Royce, Austin, Francis Barnet. Lalu ada bus sekolah berwarna merah dan bertingkat. Aku juga bisa masuk ke singgasana Ratu Elizabeth dan duduk di samping beliau. Wah, suatu kehormatan. Replikanya dulu, aslinya kemudian.

8. Zona Las Vegas dan Hollywood

Dari Inggris, aku kembali lagi ke Amerika Serikat. Kali ini masuk ke kawasan judi internasional, Las Vegas dan kawasan dunia hiburan yang merajai industri perfilman dunia, Hollywood. Tak jauh beda dengan dekorasi Broadway Street yang gemerlap dengan lampu-lampunya dan gedung-gedung ala Amerika. Yang membedakan adalah kita bisa melihat simbol ikonik Las Vegas dan industri film Hollywood, dunia penuh mimpi dan pusat kesenangan dunia, serta menandai bahwa perjalanan runaway Museum Angkut kita berakhir. Saatnya kembali ke dunia nyata.

Keluar dari sana, rasanya puas sekali bisa keliling dunia, masuk mesin waktu, dan dalam sekejap melihat banyak mimpi yang dapat diantarkan teknologi pada kita. Sebelumnya, malah aku tidak punya ekspektasi dengan bagian dalamnya yang luas dan punya jalur berliku-liku untuk melihat setiap zona. Berada di Museum Angkut, waktu serasa terenggut begitu saja, memukau kita pada sisi keajaiban dunia yang kita sebut kendaraan itu. Tiba-tiba ketika keluar dari sana, tanpa sadar kita telah menghabiskan hampir seharian di dalam. Sekali datang tentu saja nggak akan puas. Aku ingin balik lagi ke sana.

Pulang dari Museum Angkut, aku kembali berkendara ke Surabaya. Saatnya pulang kembali ke Jakarta. Saat itu, aku sudah memesan tiket pesawat Surabaya-Jakarta di Pegipegi.

Tiket pesawat Surabaya-Jakarta PegipegiPromo tiket pesawat


Menurutku, kini cara gampang memesan tiket pesawat murah ke mana saja tinggal klik aplikasi Pegipegi. Seperti biasa, di aplikasi ini kita disuguhi banyak promo menarik dibanding kita buka di website.

Flash sale Pegipegi Promo tiket pesawattiket pesawat murah


Kebetulan, baru saja aku mengintip aplikasi Pegipegi di ponselku, lagi ada flash sale tiket pesawat sampai dengan 50% tanpa minimum transaksi. Promonya berlaku mulai tanggal 25 Oktober 2019. Ada macam-macam destinasi sesuai tanggal pemesanan. Ada waktu-waktu khusus juga setiap harinya biar kamu dapat tiket pesawat murah. Coba cek aplikasi Pegipegi deh. Setiap hari flash sale hanya berlaku selama 30 menit saja. Jadi, biar nggak ketinggalan, jangan lupa aktifkan notifikasinya, ya. Lumayan banget ini bisa terbang pakai tiket pesawat murah.





Related Articles

1 komentar:

  1. msh msk dlm bucketlistku iniii :D. ga jadi2 ke malang. trakhir ksana aku 2013desember. dan kmudian 2014 nya museum angkut buka :p, kan nyeseeek :D. kapan2 hrs ajakin anak2 ke sini sih,pasti seneng mereka liat aneka mobil begini mba

    ReplyDelete