In Story Land

KJSA 2019 Menjaring Impian Anak untuk Jadi Ilmuwan


KJSA 2019 Menjaring Impian Anak untuk Jadi Ilmuwan Cilik

Saat ditanya apa impianmu waktu kecil, aku menjawab banyak sekali pilihan. Iya, saat kita masih anak-anak, pilihan sangat banyak membentang. Mungkin saat itu kita belum cermat memilih. Kita tentu memilih sesuatu yang kita tahu, relatable, dan terlihat menyenangkan. Itulah anak-anak. Aku dulu pernah punya impian menjadi dokter, detektif, dan pengacara. Lalu waktu SMP, cita-cita berubah menjadi lebih sederhana, ingin menjelajah alam dan keliling dunia. Jangan ketawa, ya. Aku suka traveling saat ini ya karena pernah punya mimpi hidup dengan jalan-jalan. Sederhana banget ya, impiannya.

Lalu, pendidikan berkembang. Aku naik kelas dengan mempelajari banyak sekali hal baru. Salah satunya sains. Aku mulai menyukai sains sejak berhasil bikin komponen lampu paralel saat latihan praktik. Aku mulai menyukai pelajaran Biologi dan Fisika saat itu. Eh, tapi aku nggak berakhir dengan memilih jurusan IPA saat SMA. Aku punya pilihan lain karena ilmu sosial jauh lebih menggoda untuk kuarungi saat SMA. Saat kuliah pun segalanya tampak berbeda. Aku mempelajari sastra dan budaya lebih dalam. Aku punya minat besar terhadap bidang ini karena berhubungan sekali dengan hobi baruku saat itu, jalan-jalan. See, anak-anak berubah. Keinginan dan pilihanku yang banyak tadi jadi mengerucut hingga mengarahkanku ke potensi yang benar-benar bisa digali. Yang penting, aku pernah punya kesempatan untuk mencoba banyak hal di bangku sekolah, tentang sains, tentang kesenian, tentang sastra, hingga tentang ilmu sosial lainnya. Dengan begitu, aku lebih mengenal diriku, potensi baik mana yang bisa dikembangkan.

Begitu juga seharusnya anak-anak Indonesia lainnya. Meski sekarang zaman berubah dan generasi pun bertambah cerdas, anak-anak Indonesia butuh mengenyam pendidikan yang layak sekali yang bisa membantu mereka mewujudkan impiannya. Mumpung sekarang masih dalam rangka Hari Anak Nasional,  aku merenung lagi ke masa kecil, apa yang sudah kulakukan dulu? Apakah membanggakan banyak orang atau aku malah menyia-nyiakan masa kecil yang penuh dunia tanya? Hasilnya, aku senang dan aku bangga. Aku menjadi seperti sekarang ini karena menghabiskan masa kecil yang menyenangkan, mengenyam pendidikan lengkap, serta belajar untuk selalu optimis. Apa pun bidangnya, potensi anak harus dieksplor sedari kecil. Ketika berada di umur yang semakin matang, anak-anak itu tumbuh menjadi generasi berharga.




Beberapa hari lalu, aku bertemu Fira Fatmasiefa, gadis berbakat di bidang sains di event Kalbe Junior Science Awards (KJSA) 2019. Aku mendengar cerita-cerita darinya yang penuh semangat, enerjetik, dan tentu saja inspiratif. Fira ini merupakan alumni KJSA 2011 yang waktu itu berduet dengan adiknya sendiri membuat temuan Wet Alarm Baby. Fira bercerita bagaimana hidupnya berubah sejak mengikuti ajang sains nasional yang diadakan oleh Kalbe ini. Saat itu dia masih kelas 6 SD dan adiknya masih kelas 4 SD. Dia bersekolah di Medan dan untuk pertama kalinya dipanggil ke Jakarta mengikuti babak final KJSA. Siapa sangka, setelah itu, Fira menggali potensinya di bidang sains terus-menerus. Dia telah menjelma menjadi ilmuwan cilik. Beragam ajang sains diikutinya, baik nasional maupun internasional. Gadis ini bahkan terlibat dalam proyek riset yang diadakan oleh NASA dan Quest Institute USA. Hebat sekali, ya. Betapa dia sangat mencintai sains. Bahkan, sains membawanya untuk keliling dunia. Fira bercerita saat ia mengikuti berbagai konferensi di Australia, Eropa, Nepal, Amerika Serikat, dan negara lainnya. Ah, aku berdecak takjub. Andai anak Indonesia lain dapat pengalaman pendidikan yang baik di lingkungannya dan cepat mengetahui potensi dirinya seperti Fira, tentu Indonesia akan cepat menjadi negara maju.

KJSA secara tidak langsung menjemput anak-anak berbakat dari berbagai daerah untuk berkarya. Ada ruang di bidang sains yang disiapkan KJSA untuk generasi SD dan SMP yang ingin menggali potensi dirinya. Kini KJSA 2019 sudah di depan mata. Konsepnya dibuat lebih luas. KJSA Goes Digital diharapkan dapat mengikuti perkembangan zaman dan mengikuti selera anak-anak Indonesia yang menjadi generasi pengguna gadget. Dunia IT yang berkembang pesat saat ini juga berpengaruh pada perkembangan cabang ilmu pengetahuan yang lain. Khususnya sains. Nggak heran kan melihat sekolah-sekolah sekarang sudah menggunakan beberapa tool basic pemprograman untuk anak didiknya. Bukan tidak mungkin juga ke depannya lahir pula ilmuwan-ilmuwan cilik baru di bidang IT. KJSA 2019 memulai pergerakan itu lewat KJSA Goes Digital.


Jadi buat adik-adikku SD dan SMP yang berminat sekali di bidang sains, bisa coba ikut KJSA 2019 ini. Pendaftarannya sudah dibuka. Silakan cek website KJSA. Siapa tau kamu bisa menjadi Fira yang baru aja diterima beasiswa di University of California, Berkeley, Amerika Serikat. Keren, ya. KJSA sudah menjaring impian banyak anak Indonesia untuk jadi ilmuwan. Kenapa kamu enggak?

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment